Sahabatkah?

Sahabatkah?
#50


__ADS_3

#50


Alma bener-bener terpukul, dia tau mungkin Rayhan ngomong seperti itu karena dia kecewa sama Alma, tapi kenapa harus semenyakitkan itu kata-katanya. mengobral dia bilang? Ckckck...


Bebi yang denger cerita Alma jadi sangat geram, dulu dia adalah fans nomer 1 Rayhan, sekarang dia jadi hatersnya yang pertama. Gio yang bakal dampingi kloter 2 ke Bali, tadi juga sempet nemuin Alma. dia heboh saat denger Alma dan Kenzo mau nikah, jadilah daritadi Alma digojloki.


Kenzo sendiri tidak ada kabar, dari kemaren juga dia gak ngehubungi, Alma yang emang gengsinya gede males kalau disuruh ngasih kabar duluan. Jadilah mereka tak komunikasi.


***


Hari berganti hari, pernikahan Alma dan Kenzo juga semakin dekat. Semua orang yang mendengar gosip Alma dan Kenzo mau nikah mulai heboh. Dan kehebohan makin terjadi di RS saat Bebi, Bayu, Vino dan Mbak Rita nyebar undangan milik Alma.


Bahkan temen-temen kuliah mereka gak kalah kaget. Rara, Kinan dan Nayla janji bakal dateng di acara nikahan mereka. Semuanya gak nyangka Alma dan Kenzo akan menikah.


Rayhan beberapa kali minta penjelasan ke Alma, mastiin kenapa dia bisa nikah dengan Kenzo. Dan sekarang mereka berdua ngobrol di dalam mobil.


"Al, jelasin! kamu selama ini beneran selingkuh dari aku?"


plaak...


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Rayhan, Alma bener-bener gak bisa nahan. Rayhan meringis sambil megangi pipinya, dia gak nyangka akan ditampar Alma.


"Denger ya dokter Rayhan yang terhormat! saya memang punya banyak kesalahan, tapi Saya gak pernah selingkuh dari anda" ucap Alma tegas. Dia mulai memanggil Rayhan 'anda' berharap dia sadar kalau mereka sudah bener-bener jauh dan selesai.


"jangan bilang kamu memang sengaja bikin pernikahan kita batal dan menikah sama cowok itu?" bentak Rayhan.


"Dari awal saya gak pernah mau pernikahan kita batal. Anda lupa saya pernah mohon ke anda buat lanjut nikahin saya?!"


"Lalu kenapa kamu nikah sama cowok itu?! di hari yang sama dengan rencana pernikahan kita dulu?" tanya Rayhan lembut.


"Harusnya anda sadar diri, gak malah nyudutin saya dengan pertanyaan seperti itu. Ini semua karena anda! Kalau anda gak batalin pernikahan kita, gak bakalan saya nikah sama Kenzo."


Rayhan menunduk "Maafin Mas Al"


"Anda pikir saya bakal senang dengan posisi seperti ini? anda gak tau gimana hancurnya saya dan keluarga, sampai akhirnya keluarga Kenzo datang. anda pikir saya dan Kenzo sangat bahagia dengan pernikahan ini?" Alma menjeda ucapannya "Jawabannya enggak! Kita berdua terpaksa. Puas?!"


"Maafin Mas Al, hukum Mas!"


"Ck... Anda tau, saya sangat menyesal pernah nerima lamaran anda. Saya hanya minta diperjuangkan, bukan saya yang dulu ngemis minta nikah sama anda, tapi begini cara anda membalasnya. Anda bilang apa? saya mengobral diri? wah... hebat banget!" Alma mengeluarkan unek-uneknya.


"Apa yang harus mas lakuin supaya kamu mau maafin Mas Al?"


"Udahlah lupain!" ucap Alma sambil berlalu keluar dari mobil.

__ADS_1


Rayhan sangat frustasi, dia memukul setir mobil berkali-kali. Dia sadar kalau masih mencintai Alma. tentang omongan yang disampaikan ke Mia beberapa waktu lalu itu karena dia kepancing emosi, dan harga dirinya terlalu tinggi untuk mengakui kalau dia masih cinta sama Alma.


Alma merasa lega saat mengeluarkan unek-uneknya di depan Rayhan tadi. Selanjutnya dia sudah bertekad untuk segera move on dari Rayhan, apalagi pernikahan kurang beberapa hari.


***


Pernikahan semakin dekat, besok pagi acara akad nikah, malamnya langsung diadakan Resepsi. Malam ini adalah acara pengajian di rumah Alma, Semua keluarga berkumpul, semua sempat ramai karena beberapa orang tahu kalau calonnya Alma beda, tapi itu gak berlangsung lama, karena semuanya khidmat mengikuti acara pengajian.


Perasaan Alma campur aduk, jujur dia masih ragu dengan pernikahan ini. Apalagi Kenzo cuma sesekali menghubungi, dia tau Kenzo masih ngerasa terpaksa dan belum siap menikahi Alma. Saat semua orang bahagia karena akan menikah, beda dengan Alma. dia lebih banyak murungnya.


Orang tuanya mengira ini karena Alma masih mencintai Rayhan. Padahal sebenernya Alma sudah belajar melepas Rayhan, toh gak ada gunanya. di pikirannya sekarang adalah Kenzo, Alma ngerasa bersalah sama Kenzo. Dan malam ini Alma memberanikan diri buat nelphon Kenzo.


--KENZO--


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam Al, kenapa?"


"Ken..."


"Apa?"


"Masih ada waktu"


"Masih ada waktu buat kamu ngebatalin semua ini, "


"Kamu ini ngomong apa sih?"


"Aku tau kamu terpaksa dan gak mau nikah sama aku, Maaf bikin kamu terlibat masalahku. Tapi aku gak mau kamu ngelakuin ini dan bikin hidup kamu sendiri hancur dan gak bahagia."


"jangan ngaco deh Al, besok pagi kita akad nikah"


Alma mulai menangis lagi, dadanya bener-bener sesak. Rasa bersalah, tertekan, semuanya nyampur. Dan dia sendiri gak tau harus gimana.


"Tuh kan nangis lagi" ucap Kenzo "Besok itu kita mau nikah, aku gak mau ya nanti dandanan kamu kacau karena kebanyakan nangis. dikiranya aku yang maksa kamu buat nikah."


Alma masih sesenggukan, Kenzo diam. Dia nunggu Alma sedikit tenang.


"Alma, udah gak usah nangis. kita nikah dulu besok. kedepannya kita omongin setelah acara selesai. Jadi tolong jangan tambah memperumit keadaan. oke!" kata Kenzo tegas.


"Tapi Ken..."


"Uda deh gak usah bawel, sana tidur . awas nangis lagi" kata Kenzo agak keras.bikin Alma nunduk. "ganggu tau gak!"

__ADS_1


Alma menghapus air matanya, lama-lama dia juga geram sama sikap Kenzo.


"kamu tuh ngeselin banget sih Ken! aku tadi udah baik-baik ya ngomong sama kamu" ucap Alma kesal.


"Kenapa kamu yang nyolot sih! tuh kan kalah jadinya!"


"kamu lagi apa sih?"


"Main PS sama Gio" jawab Kenzo datar.


"Dasar ya kamu, cowok lain tuh kalau mau nikah pada gugup, berdoa. la kamu malah main PS. Niat nikah gak sih!"


"Ck.. tadi minta batalin, sekarang marah, bilang aku gak niat. maunya gimana sih Almaaaa" kata Kenzo.


"Tauk ah, terserah kamu!" Alma keliatan salah .


"Iya-iya terserah aku. wes sana tidur kalau gitu."


"iya"


"Yaudah. Assalamualaikum" Kenzo menutup telphon.


" Waalaikumsalam.. makin ngeselin aja tuh anak, awas aja ntar kalau jadi suami yang gak bener!" gumam Alma kesal.


***


Setelah subuh, Alma mulai di make up oleh MUA. Semua orang di rumah Alma mulai sibuk, karen akad nikah akan dilaksanakan di kediaman orang tua Alma, sedangkan untuk resepsinya di hotel tak jauh dari rumah Alma.


Persiapan sudah matang, dalam hal ini Bisma yang keliatan sibuk, karena keluarga Alma menyerahkan semua ke WOnya. Ditambah dia juga harus bantu Indira jaga si kecil yang sudah berumur 1bulan lebih.


Bebi dan Rara yang sudah dateng kerumah Alma tampak ngobrol akrab. Keduanya juga sudah tampil cantik dengan kebaya simpelnya. Sesekali mereka membantu keluarga Alma untuk menyiapkan keperluan.


Rayhan yang memang sudah lama minta cuti, akhirnya milih pergi keluar kota. Dia rasanya gak sanggup kalau harus hadir di nikahan Alma.


Sedangkan di pihak Kenzo, Gio dan Karin yang jadi seksi sibuk. Hampir semua keperluan mereka yang handel, Kenzo sendiri berusaha keliatan tenang, padahal dia sendiri juga gugup, meskipun dia terpaksa menikah dengan Alma, tapi tetep saja ini adalah pernikahan, dan sesuatu yang sangat sakral menurutnya.


Setelah ijin untuk pergi ke Kediri, Kenzo sebenernya pergi nenangin diri. Menurutnya ini semua gak mudah. Dia akui kalau dulu sangat mencintai Alma, tapi untuk menikah dengan Alma sekarang itu rasanya berbeda.


Bayangan masalalu yang menurutnya menyakitkan terus menghantuinya, ditambah dia dipaksa untuk menikah. Semakin kesini Kenzo bukannya bisa menerima Alma, tapi dia malah semakin menyalahkan Alma sebagai penyebab semua ini.


Pernikahan yang dulu sangat dia harapkan, sekarang menjadi suatu momok yang malas untuk dibayangkan. Kenzo bener-bener ngalamin tekanan batin. Dan tak ada yang tau tentang itu, karena Kenzo selalu memendamnya sendiri.


***

__ADS_1



__ADS_2