
SK 118
‘Mbak Alma, buruan balik. GAWAT!’
Setelah baca chat dari Karin, Alma milih langsung balik kerumah mertuanya. Dia memang tadi pagi berangkat bareng sama Kenzo. Dan hampir seharian ini dia dia keluar rumah.
Pikirannya jadi gak fokus, mendadak muncul banyak pikiran negative. Apalagi Karin dan Mama di telphon gak bisa, sedangkan Papa lagi keluar kota baru pulang besok. Kenzo sendiri jug gak bisa dihubungi.
Alma : Yank, dimana? Udah balik Sby belum?
Karin chat aku nyuruh cepet balik,
Ini aku uda dijalan mau pulang
Ada apa ya? Perasaanku mendadak gak. enak
Awalnya Alma mau nelphon Gio, tapi takutnya nanti malah Gio ikutan bingung, apalagi sekarang Karin dan Gio lagi masa dipingit. Selama perjalanan Alma selalu berdoa, berharap semuanya baik-baik aja. Hanya butuh waktu 15 menit sampai Alma tiba dirumah. Ada sebuah mobil terparkir di depan, dengan tergesa-gesa Alma masuk.
“Assalamualaikum” ucap Alma saat dia masuk dalam rumah.
Semua mata tertuju ke Alma, dalam ruang tamu ada Mama, Karin, Nadya dan seorang perempuan paruh baya. Fokus Alma tertuju ke Mama yang sedang menangis, mendadak perasaannya gak nyaman, Alma langsung duduk disamping Mama. Dipegangnya tangan Mamanya.
“Ma, kenapa? Ada apa?” Tanya Alma lembut.
Tiba-tiba Mama langsung meluk Alma, gak ada yang buka suara. Alma mulai melihat satu persatu orang dalam ruangan. Nadya hanya menunduk, perempuan yang mungkin Mama Nadya Cuma diam ambil memandang dia sinis. Karin, dia malah ikutan nangis.
“Udah ya mbak dramanya, saya sudah muak daritadi melihat mbak menangis.” Ucap Mamanya Nadya.
“Terus ini gimana? Saya gak mau tau, Kenzo harus tanggung jawab sama perbuatannya!”
Sontak Alma langsung noleh, dilepaskannya pelukan Mamanya
“Maksud anda apa?” Tanya Alma.
“Kamu istrinya Kenzo yang mandul itu kan?” Perempuan itu malah balik nanya.
“Jaga omongan anda!” Karin yang daritadi sudah emosi langsung bentak perempuan itu.
Alma coba memegang tangan Karin “Udah Rin, jelaskan apa maskud anda?”
Perempuan itu menghela nafas “Kamu dengerin baik-baik ya! Anak saya, Nadya sedang hamil”
“Terus?” Tanya Alma masih dengan wajah tenang.
“Kenzo! Kenzo yang telah menghamili anak saya”
Jedaaaar….
Alma seperti tersambar petir, tapi dia langsung beristighfar, mencoba menenangkan emosinya.
“Apa buktinya?”
“Tunjukan foto itu Nad!”Perintah Mama Nadya.
Nadya menyerahkan beberapa foto diatas meja, tapi Alma sama sekali tidak menyentuhnya, Dengan sekali lirikan dia tahu itu foto Nadya dengan cowok yang sedang telanjang.
“Ini semua salah kamu, kalau kamu gak mandul Kenzo gak mungkin selingkuh sama anak saya sampai hamil gini” Ucap perempuan itu sinis
Alma sama sekali gak ngegubris omongan perempuan itu, dia bahkan sama sekali gak menyentuh foto itu. Fokusnya hanya ke Mama “Ma, dengerin Alma, percaya sama Kenzo Ma, dia gak mungkin ngelakuin itu, pasti ada yang salah disini.”
Alma mengenggam tangan Mama lebih erat “Mama tau kan gimana cintanya Kenzo ke Alma? Ke kita semua? Kenzo gak sebejat itu Ma. Apalagi sampai selingkuh dan Zina sama perempuan seperti dia. Enggak Ma, percaya Alma”
“Maksud kamu apa ngomong gitu. Anak saya itu cantik dan sehat, lelaki manapun pasti akan menyukainya.”
“Tapi suami saya bukan lelaki itu!” bentak Alma, dia sudah gak peduli tentng etika bersopan santun, Hatinya sudah kesal.
“Mata kamu buta? Lihat siapa lelaki dalam foto itu!”
“Anda pikir saya bodoo dengan percaya sama foto begituan. Bisa saja anak anda mengedit foto itu.”
“Dasar perempuan kuraang ajar! Nadya tunjukan video itu”
“Tapi Ma…”
__ADS_1
“Mama bilang tunjukan!” bentak perempuan itu dengan suara keras.
***
Pikiran Alma sudah kacau, apalagi setelah semua orang melihat video yang ditunjukan oleh Nadya. Karin menangis, Alma hanya diam mematung, tapi Mama, mertua Alma itu langsung pingsan.
Setelah kejadian itu Alma langsung emosi dan mengusir Nadya serta Mamanya. Dia berjanji akan membicarakan ini semua setelah Kenzo datang.
“Tenang sayank, pasti ini ada yang salah. Ken gak mungkin kayak gitu” terang Gio sambil mengelus rambut Karin.
Alma akhirnya minta tolong Gio buat kesini, Karin dan Gio memang dipingit, tapi sepertinya kejadian ini lebih genting sekarang. Alma gak tahu harus minta tolong siapa lagi selain Gio disini. Apalagi daritadi Kenzo gak bisa dihubungi.
Alma terus mencoba menenangkan Mamanya yang sudah siuman.
“Bener kata Gio, Alma percaya sama Kenzo, dia gak mungkin ngelakuin itu.” Terang Alma
“Beberapa hari kemaren Kenzo cerita kalau dia gak sengaja bertemu Nadya, dan akhirnya dia memberi tumpangan pulang ke Nadya”
“Kamu yakin kalau Ken hanya member tumpangan, mereka gak…”Mama belum selesai melanjutkan kata-katanya tapi beliau sudah menangis lagi.
“Alma yakin Ma, karena selama di jalan Kenzo nelpon Alma, dan dia langsung pulang. Jarak Waktunya itu Cuma sebentar, jadi gak mungkin kalau mereka mampir ke suatu tempat dan ngelakuin aneh-aneh.”
“Selain hari itu?” Tanya Gio
“Gak mungkin Gi, Gue sama Ken baru kesini empat hari yang lalu, dan selama ini kita selalu kemana-mana barengan, kecuali hari ini. Bahkan di Malang pun gue sama Kenzo sering pergi sama-sama”
“Terus Video itu?”
Alma Cuma menggeleng, dia sendiri juga bingung harus jawab apa, apa mungkin video itu diambil sudah lama. Cara satu-satunya hanya bertanya sama Kenzo.
“AAArrrgggh…”Karin tiba-tiba teriak.
“Kenapa yank?” Tanya Gio panic.
“Kesel aku tuh, Orang kita lagi disibukin mau nikahan, malah ada kejadian kayak gini. Pikiranku suka gak bisa diajak mikir kalau dalam kondisi kayak gini.” Kesal Karin.
Alma hanya memandangnya kasian,Saat mau nikah memang pikiran kita jadi banyak, ditambah ada kejadian ini. Biasanya orang yang paling bisa berpikir logis dan punya feeling tepat adalah Karin, tapi saat kondisi kayak gini pikirannya jadi gak bisa jernih.
Alma mendekati Mamanya “Ma, Maafin Alma sama Mas Ken ya bikin Mama jadi kepikiran gini. Alma janji bakal buktiin kalau Ken gak salah”
“Alma memang kesel sama emosi Ma, tapi bukan berarti Alma gak percaya sama Ken! Mama inget alasan Alma nikah sama Mas Ken? Karena kita sekamar waktu di Bali. Tapi Mas Ken sama sekali gak ngelakuin apapun ke Alma, dan Mama tau, setelah nikahpun kita gak langsung ngelakuin itu Ma, bahkan Alma harus nunggu selama berbulan-bulan dulu. Jadi gak mungkin Mas Ken bisa dengan mudah ngelakuin itu sama cewek lain. Alma tahu betul itu”
“Kak Ken, kayaknya emang kelainan, bisa banget dia nahan nafsunya ke Mbak Alma” Bisik Karin ke Gio “Kamu bisa gak nahan sampek berbulan-bulan kak?”
“Ogah! Kalau bisa, sekarang pun aku mau kalau disuruh ngelakuin sama kamu” balas Gio.
“Ini nih yang bahaya, kemungkinan selingkuhnya besar” Sinis Karin
“Salah lagi kan aku” Gumam Gio yang lagsung dipelototi Karin.
Alma dan Mamanya masih sibuk dengan hatinya, mereka gak dengerin omongan unfaedah Karin sama Gio.
***
Jam 8 malam Kenzo baru nyampek rumah, Mama sudah istirahat di Kamar, kini tinggal Karin, Gio dan Alma di ruang tengah. Gio sengaja nungguin Kenzo dia sendiri ngerasa gak tenang kalau belum denger penjelasan Kenzo.
“Lah si Monyet malah disini, dipingit woy!” Canda Kenzo yang ngeliat Gio lagi duduk senderan sama Karin.
Kenzo masih belum ngerasain apa-apa, dia langsung nyamperin Alma dan nyium kepalanya “Kangen” Bisiknya.
Kenzo duduk di sebelah Alma, natap ketiga orang itu yang daritadi diam dan hanya melihat Kenzo dengan tatapan membunuh. “Ada apa?” Tanya Kenzo ragu.
“Kamu tuh darimana sih yank? Di telphon juga gak bisa” Tanya Alma.
“Aku baru balik dari Malang maghrib tadi yank. Ponselku mati”
“Kata anak-anak elo udah pulang dari jam 3?” selidik Gio
“Gue balik dari kantor jam 3, terus mampir ke Bisma ngambil susulan undangan sama souvenir, tuh di mobil” terang Kenzo, dia ngelirik Alma yang natap dia tajam “Beneran yank, Tanya si Bisma deh, bahkan tadi dia nebeng aku ke Surabaya, dia lagi nginep di hotel, mau ada urusan besok katanya”
“Kamu kan bisa ngabarin aku pake ponselnya Bisma”
“Lupa, hehehe” Kenzo mulai ngerasa ada yang gak beres “Gak mugkin si Monyet kesini kalau Cuma ngawatirin gue, ada apa sih?”
__ADS_1
“Ck… males gue jelasinnya, kalian aja deh” kata Alma kesal.
Akhirnya Gio dan Karin ngejelasin semuanya, dari awal sampai akhir. Kenzo yang ngedenger itu langsung emosi, dia mengeluarkan semua kosa kata jelek yang bikin telinga Alma panas.
“Bisa kan gak pake ngumpat gak jelas gitu, kalau mau ngomel jangan di depan aku, didepan mereka sana” Kesal Alma
Kenzo langsung noleh ke Alma, di peluknya istri kecilnya itu “Yank, percaya sama aku, gak mungkin aku ngelakuin itu”
“Asal kak Ken tau, dari kita semua yang percaya sama Kak Ken Cuma mbak Alma” terang Karin
“Jangan dibilangin yank, bisa besar kepala dia!” ucap Gio malas, Kenzo malah senyum-senyum. Alma hanya mendengus kesal.
“Sekarang yang penting ngebuktiin kalau kamu gak pernah ngelakuin itu. Kasian Mama” kata Alma.
“Pasti ada buktinya yank, aku gak pernah ngelakuin itu, sumpah!”
“Kalau foto, okelah bisa di edit, tapi video? Nyet sumpah divideo itu jelas banget dia nyebut nama elo!” kata Gio yang tadi dia sempet liat video itu dari ponsel Karin.
“Mending kita liat lagi deh videonya”
“Enak aja! Gak boleh. Kak Gi udah liat tadi videonya, seneng banget kayaknya!” protes Karin.
“Maksutnya Kenzo suruh liat”
“Gak minat gue, jelas banget gue gak pernah ngelakuin itu, berarti bukan gue pemainnya, ngapain gue liat gituan” malas Kenzo, dia malah asyik ngusap tangan Alma.
“Coba Rin aku liat videonya!” pinta Alma setelah tadi dia mikir cukup lama.
“Buat apa yank? Gak boleh! Disitu kan ada cowoknya, gak rela aku kamu liat cowok lain”
Alma muter matanya jengah “ Aku Cuma mau mastiin sesuatu yank! Lagian cowoknya Cuma keliatan dari belakang”
“Depan belakang sama aja, gak boleh!”
“Berisik, udah deh siniin. Aku lagi dalam mode kesal sekarang, mau kamu aku makan!” kesal Alma.
Hari ini dia begitu stress, rasanya pengen nangis tapi gak bisa, karena dia tahu itu bukan Kenzo, walaupun tadi sebenernya dia sempet ragu.
***
Dua hari setelah kejadian itu Keluarga Kenzo dibuat heboh lagi dengan video kiriman dari nomer gak dikenal, di video itu Alma sedang tertawa dan bercanda dengan seorang laki-laki juga seorang anak kecl. Siapa lagi kalai bukan Dion dan Vano. Apalagi chat yang bertuliskan Alma selingkuh.
Alma jelas kaget karena sampai ada video dan foto seperti itu. Alma sangat inget itu adalah kejadian saat di tempatnya Nayla. Kenzo awalnya sangat syok dan emosi dia gak nerima penjelasan dari Alma, jelas Alma kecewa.
Sampai akhirnya dia minta Nayla buat dating kerumah dan ngejelasin, Nayla bahkan sampai ngebawa Cctv waktu kejadian.
Melihat itu Kenzo langsung tenang, Papanya Kenzo yang awalnya emosi juga akhirnya tenang, Mamanya Kenzo jangan ditanya lagi, dari dua hari kemaren beliau nangis terus, Karin juga gitu, saat dia harusnya deg-degan mau nikah, ini malah dihadapin sama kejadian kayak gini.
“Siapa sih sebenarnya musuh kalian? Sampek ada kejadian kayak gini” Tanya Papa yang rupanya sudah geram sama masalah Kenzo.
“Gak tau Pa” jawab kenzo lemas, dua hari ini dia disibukan dengan nyari bukti sana-sini. “tapi Aku udah minta tolong Om Pram buat bantu nyeledikin kasus ini, beliau lagi di jalan mau kesini”
“ Masalah Nadya gimana?” Tanya Papa “Gak bisa kalau kamu Cuma nyangkal pake omongan. Harus ada bukti”
“Iya Pa, Papa tenang aja, insyallah udah ada. Tinggal ngelengkapin bukti aja, mangkannya aku butuh Om Pram buat bantuin”
“Kak Ken jahat tau pa, masa dia nyuruh aku sama Kak Gi ikutan nyari bukti, padahal kita kan harus fokus buat pernikahan kita. mana kurang seminggu lagi acaranya , kesel aku tuh!” protes Karin
“Halah kamu juga seneng kan akhirnya gak ada acara pingintan wong kalian tiap hari ketemu” sindir Papa.
“Papa ih, kenceng amat ngomongnya, malu aku kan jadinya, hahaha”
Tak berapa lama Om Pram datang, mereka langsung diskusi. Mencoba menguatkan bukti yang ada juga mencari solusi terbaik, Mereka diskusi cukup lama, Walaupun Om Pram sudah lama bekerja di Rumah sakit, tapi tetep saja beliau adalah seorang polisi dan dia juga punya banyak rekan yang bisa simintai tolong. dan akhirnya Om Pram menginap di rumah itu, dan berjanji akan membantu menyelesaikan masalah itu dengan segera.
“Yank, kamu yang kuat ya, jangan sampek kalah sama orang yang gak suka sama kita” Ucap Kenzo saat mereka mau tidur.
“Bukannya tadi kamu yang emosi, gak percaya sama aku, kamu ngira aku beneran selingkuh sama Mas Dion kan”
Kenzo salah tingkah “Aku Cuma emosi sesaat yank, aslinya aku tuh percaya banget sama kamu”
“Tauk ah, kesel aku sama kamu!” kata Alma sambil munggungi Kenzo.
“Yank…” Kenzo coba meluk Alma.
__ADS_1
“Mbuuh…!” Alma menghempaskan tangan Kenzo kesal.
***