
SK84
Setelah Bisma dan Indira pulang, Alma ngelanjutin nonton drakornya, dengan berbekal camilan dan minuman yang udah siap di meja. Sedangkan Kenzo milih ke ruang kerjanya, nerusin ngecek email serta beberapa kerjaan lain.
"Yank..." panggil Kenzo saat sudah deket dengan posisi Alma duduk, kerjaannya uda selesai.
"paan yank, bentar lagi seru ini" jawab Alma yang masih serius ngeliat layar kaca.
"hadeee... kebiasaan daridulu, kalau liat drakor gak bisa diganggu" Kenzo manyun, dia milih duduk disamping Alma, nyomot camilan.
Tak lama keduanya saling diam, hanyut dalam suguhan cerita, "ceritanya tentang apa sih yank?"
"yang cowok itu Pengacara mafia, dia lagi ngincer emas yang disimpen di bawah gedung itu, tapi makin kesini dia makin terlibat sama urusan penghuni gedung. seru tauk yank!"
Kenzo ngangguk, dia bukannya haters dari drakor, dari dulu waktu jaman kuliah bahkan dia beberapa kali nemenin Alma nonton drakor, kalau emang tertarik sama ceritanya dia bakal ngikutin. toh ternyata drakor bukan melulu tentang cerita cinta yang melow, banyak juga yang action, mistery, komedi. tinggal pilih genrenya aja.
"Udah malem yank, besok nonton lagi, tak temenin" ucap Kenzo saat selesai satu episode.
Alma nurut, dia cari chanel lain biar gak kepancing lanjut nonton drakor, dia milih siaran berita. "kamu udah selesai kerjanya?"
"udah. besok kita jadi ke Surabaya ya, siangan aja. Aku pagi mau cek toko sama ke kosan bentar, tadi ada yang komplain soalnya"
"Oke! aku ikutan ya"
Kenzo ngangguk "Yank, kedepannya kamu ya yang pegang kosan, itu kan kos cewek, masak iya aku yang handel. ntar kalau ada yang modusin aku gimana"
"heleh... palingan kamu tuh yang ganjen, lagian kenapa dijadiin kos cewek? sengaja ya kamu?"
"enggak yank, dulu itu kos cowok, tapi beberapa bulan jalan tempatnya tambah gak keurus, kotor,ada malahan yang diem-diem bawa pacar nginep. akhirnya tak rubahlah jadi kos cewek, sama nyuruh orang buat bersih-bersih, plus jagain"
Alma ngangguk, "aku belum pernah tau kos kamu ini"
"di daerah deketnya kos kamu dulu, sebelah gang pas. aku beli terus tak renov. lumayan yank"
"makin kesini kamu lebih suka maim bisnis ya"
Kenzo senyum, "belajar dikit-dikit, nyari celah mana yang datengin banyak untung, ini aku di ajak kerjasama Mas Anjas, dia kan ada hotel sama cafe, pengen buka usaha baru lagi, kali ini sih pengennya yang berbau hiburan."
"maksutnya?"
"pengen bikin tempat wisata gitu yank, ini kita masih nyusun rencana"
"kamu ikutan?" tanya Alma antusias. "dananya besar lo yank"
"iya, Aku sama mas Anjas sih udah pasti, rencananya mau nyari orang lagi buat gabung, temen deket aja yang bisa dipercaya, kita bikinnya yang skala kecil dulu lah, fokusnya buat anak-anak. mangkannya besok sekalian ngobrol sama Gio"
"owh iya-iya, seneng sih aku kalau kamu banyak usaha gini, tapi aku gak mau kamu terlalu sibuk, ntar waktu pacaran kita berkurang" ucapnya sambil manyun.
"Gak bakalan yank, kamu prioritas utama aku, tapi kalau sewaktu-waktu aku terlalu sibuk ingetin ya. Dan aku pengennya sih kamu juga ikut bantu aku masalah kerjaan, jadi kita sama-sama"
"boleh, aku kan aspri kamu, lagian bosen yank dirumah terus, udah biasa kerja rodi, hahaha"
"yawes kalau gitu, sekarang kerja lagi yuk!" ajak Kenzo
"kerja apaan?" tanya Alma heran.
"kerja enak" goda Kenzo sambil ngeraba bagian dada Alma.
"Yank... pindah kamar dulu" protes Alma, karena Kenzo udah mulai buka bajunya.
"disini aja yank, suasana baru"
"malu ih"
"gag ada orang yank, kan cuma kita berdua" ucap Kenzo yang sekarang makin sibuk dengan tangan dan bibirnya.
"tapi Yaaankkk...aaakkhhh...." Kenzo sudah mulai menguasai Alma, dia terus menyerang titik sensitifnya.
Semakin lama permainan mereka makin panas, Kenzo terus memanjakan istrinya, memberi kenikmatan yang selalu ditunggu. Alma pun gak kalah, dia terus menghujani Kenzo dengan sentuhan yang menggairahkan, hingga akhirnya mereka berdua sampai puncak bersama-sama.
Kenzo tersenyum puas saat melihat istrinya kelelahan, diusapnya keringat yang ada di kening Alma. "puas gak?"
__ADS_1
Alma mengangguk malu pipinya merona, senyum cantik terbit diwajah Alma. "kamu nih yank, gak tau tempat banget sih" omel Alma
"biar sensasinya beda yank" jawab Kenzo, dia menutupi tubuh polos istrinya dengan baju Alma tadi, setelah itu dia memakai kaos dan celana pendeknya.
"pindah kamar yuk!"Kenzo gendong tubuh polos Alma yang hanya tertutupi baju, tanpa memakaikannya.
" Yank... aku belum pake baju!" pekik Alma sambil mukul lengan suaminya itu. "jangan bilang kamu pengen lagi"
Kenzo ketawa "kamu kali yang pengen lagi, baju kamu itu basah kena keringat, lagian kamu mau tidur pakai gamis gini?"
Alma ngerasa malu, disembunyiin lah wajahnya di dalam dada bidang Kenzo.
"kamu kenapa dusel-dusel sih yank kepalanya? geli"
"aku malu!"
"heleh... gayamu yank"
Sampai di kamar Kenzo ngambilin baju tidurnya Alma dan dipakaikannya. "besok sebelum subuh aja ya mandinya, tidur dulu sekarang"
Keduanya tidur sambil pelukan, menikmati indahnya berumah tangga, Kenzo tentu aja sekarang udah bisa menegakkan kepalanya di depan Alma, gak ada alasan Alma meninggalkan dirinya pikir Kenzo, padahal emang dari awal Alma gak ada niat buat ninggalin Kenzo.
***
"Mas Ken, kog lama gak kesini?" tanya seorang mahasiswi yang kos di tempat Kenzo.
"iya lagi sibuk, mbak Susinya ada gak ya?" tanya Kenzo.
Nama cewek itu Yesi, dia penghuni kos lama, dan dari awal dia sudah nunjukin ketertarikannya ke Kenzo, dan Yesi ini tipe cewek gak tau malu, daridulu suka banget nempel kalau Kenzo dateng ngecek kosan. Mbak Susi ini nama penjaga kosan.
"nyari yang didepan mata aja deh Mas" Yesi mendekat "aku kangen tauk sama kamu mas" bisik Yesi.
Sontak Kenzo langsung merinding, bukan merinding suka, tapi lebih ke gak nyaman. Mereka sekarang cuma duduk berdua di ruang terbuka yang emang diperuntukan untuk tamu. jadi kosan Kenzo ini ada 14 pintu, dua lantai, satu dapur bersama, 3 kamar mandi di masing-masing lantai, dan satu ruang tamu yang ada di lantai bawah. Disini cuma kos cewek, tamu pria cuma boleh sampai ruang tamu.
"Yank..." geram Alma yang ngeliat suaminya dideketin cewek.
Kenzo gelagapan, takut ada salah paham, "Ya-yank... sini, lama amat telphonnya."
"ini mbak Susi?" tanya Alma datar.
"bukan, ini anak yang kos sini. mbak Susi chat aku katanya dari toko, udah jalan balik sini" Kenzo mencium sesuatu yang mengkhawatirkan.
Yesi duduk disamping kanan Kenzo, sedangkan Alma samping kiri Kenzo. kedua cewek itu saling lirik.
"gak dikenalin nih aku yank" protes Alma.
"Ah iya lupa, Yesi ini...."
"Mas Kenzo maaf saya pikir kesini sore kayak biasanya" potong seorang wanita berusia 40 tahunan, yang datang tergopoh-gopoh.
"gak papa mbak, saya buru-buru soalnya" kata Kenzo, Mbak Susi dan Alma saling tatap, dan senyum.
"Mbak" sapa Mbak Susi yang emang udah tau siapa Alma, yang dibalas dengan anggukan juga senyuman.
"Mbak saya cuma mau mampir aja, sekalian mau bilang kalau mulai sekarang urusan kos-kosan dihandel sama istri saya ya, nanti mbak langsung koordinir aja sama dia" ucap Kenzo sambil ngerangkul bahu Alma.
"hah?! istri???" Yesi kaget denger ucapan Kenzo. Dia bener-bener gak percaya. daridulu dia modusin Kenzo gak bisa, bahkan nomer telphon aja gak dia dapat, dan sekarang dia harus terima kalau Kenzo udah nikah.
Mbak Susi nahan tawa, begitu juga dengan Alma. Mbak Susi sebenernya udah pernah ngasih tau Yesi, tapi dia gak percaya. Alma malah manas-manasi dengan merangkul tangan Kenzo posesif.
"Kenapa Yes?!"
"ini beneran istrinya mas?" tanya Kenzo sambil berkaca-kaca.
"iya, dia istri saya"
Diluar dugaan, Yesi menitikan air mata, "Mas Ken jahat!" ucapnya sambil berlari ke lantai dua.
Alma memutar matanya jengah, Kenzo malah bingung.
"Maaf ya mbak Alma, disini memang banyak fansnya Mas Ken. tapi tenang aja gak pernah ditanggepi sama Mas Ken, bahkan nomer telphonnya mas Ken gak ada yang tau" terang Mbak Susi.
__ADS_1
Alma senyum "iya mbak, saya cuma heran aja, dia tadi sampe kayak gitu."
"resiko cowok ganteng yank!" bisik Kenzo. diinjeknya kaki Kenzo keras. Kenzo cuma meringis, mbak Susi hanya bisa nahan senyum.
Selanjutnya mereka ngobrol tentang kos-kosan, Alma banyak bertanya, karena memang setelah ini dia yang harus ngurusi kos, dan dia gak bakal biarin Kenzo ikut campur lagi.
"Pantesan kamu buka kos cewek, mahasiswinya bening-bening gitu"
cibir Alma saat mereka dalam mobil.
"Aku gak pernah nanggepi yank, cuma sebulan sekali kesana, tiap hari cuma ngecek dari Mbak Susi aja. pembayaran juga mbak Susi yang urus, nanti di transfer ke rekening"
"sebulan sekali, tapi banyak yang suka, sampek nangis-nangis gitu. lagian kamu tadi kenapa bisa berduaan sama dia!" omel Alma.
"waktu aku masuk, Yesi udah duduk disitu yank. gak tau aku, sumpah!"
"lain kali kamu gak usah ikutan kesini, urusan kos aku semua yang handel!" ucap Alma tegas, dia manyun.
"iya sayank... cemburu nih ceritanya?" ucapnya sambil noel pipi Alma.
"Tauk ah!" Alma melengos dan ngeliat keluar jendela.
Kenzo tersenyum sambil ngusap pucuk kepala Alma "gemesin!"
Mereka berdua langsung ke toko oleh-oleh. ngecek komplain dari pembeli juga ngambil beberapa oleh-oleh buat keluarga Kenzo. Setelah beres mereka langsung lanjut perjalanan ke Surabaya.
Sepanjang jalan Alma masih pasang wajah bete. Kenzo yang daritadi tau itu nahan senyum. dia suka banget ngeliat Alma cemburu kayak gini. digenggamnya tangan Alma.
"yank... fokus nyetir aja deh, lagi dijalan juga!" protes Alma.
"mana bisa fokus kalau kamu manyun gitu terus? bawaannya pengen nyium tauk!" Goda Kenzo.
"Yank... mesum banget!" Alma mukul lengan Kenzo.
"Yaelah yank, aku pengen nyium bukan pengen ditabok" gerutu Kenzo.
"habis kamu ngeselin, pikirannya kesitu terus!"
"Iyalah, tiap kali sama kamu bukan pikiranku aja, 'adekku' juga pengennya kesitu terus." ucapnya sambil cengengesan.
"Sumpah ya, mesum juga ada batasnya yank, tau tempat!"
Kenzo ketawa "tapi kamu seneng kan? yakan yakan?" Alma hanya mencibir, malas ngeladeni omesnya Kenzo.
"Eh yank, menurut kamu kalau kita comblangin Karin sama Dimas gimana?" tanya Kenzo saat mereka tadi diam cukup lama.
Alma yang lagi minum langsung kesedak, "Dimas siapa?"
"Itu adik iparnya mas Anjas, yang kemaren ikutan nobar bola"
"Adeknya mbak Danis?" Alma memastikan.
"iya, kemaren itu kita gojloki mereka, dia baru putus. Kalau yang aku kenal selama ini dia baik, beda 2tahunan lah sama Karin"
Alma menghela nafasnya kasar, Karin kan udah pacaran sama Gio, mana kalau Kenzo udah ada niat pasti getol banget ngelakuinnya. bakal ada perang gak ya? pikir Alma.
"Gak usah aneh-aneh deh kamu yank, Karin udah gede, bisa nyari cowok sendiri" elak Alma.
"gimana mau nyari cowok, orang sekarang dia gaulnya sama Gio, takut terkontaminasi aku yank"
"lagian kenapa sih sama Gio, tambah aman dong, kita udah tau gimana Gio"
"Kalau urusan cewek Gio gak bisa dipegang, aku takutnya mereka terlalu lama deket jadi ada perasaan aneh-aneh. jangan sampek deh! kamu tau sendiri gimana Gio kalau urusan cewek. parah abis!" ucap Kenzo sambil terus fokus natap depan.
Alma senyum kecut, "Udah kita gak usah ikut campur masalah Karin, nanti malah dia gak nyaman"
"kamu kan deket yank sama dia. obrolin lah tentang Dimas. Karin itu belum pernah pacaran yank, daripada ntar malah dimanfaatin sama cowok playboy yang serupa Gio, apalagi aku sekarang gak bisa terus ngawasin"
"iya" jawab Alma singkat, dia memalingkan wajah ke jendela, raut mukanya mendadak berubah.
'Perjuangan lo dimulai Gi' batin Alma sambil nahan senyum.
__ADS_1
***