
#42
"Sudahlah kalian langsung nikah saja, pusing saya dengernya!" tegas Pak Pram.
"Om!"
"Pak!"
"Mau alasan apalagi kalian? sadar gak kelakuan kalian ini udah menjurus ke zina! belum lagi minum alkohol. kalau sampai Bu Septi atau Karumkit tau habis kalian!" kata Pak Pram coba mengingatkan Alma kalau atasannya bisa sangat murka.
"tapi kita gak ngapai-ngapain Om, cuma tidur aja, merem" Kenzo masih kekeh.
"Bagi kalian mungkin ini biasa, tapi tetap saja kalian bukan muhrim, apalagi kalian masih berada dibawah acara instansi. ini bisa nyoreng nama RS. kamu pikir kalau pihak RS tau apa bakal diem aja?"
"tapi gak ada hubungannya sama aku kan Om"
"terus apa kabar nama agent travel kamu??" Pak Pram nyoba nekan Kenzo, beliau tahu Kenzo bangun usaha travelnya itu dari nol, mana rela dia kalau ada masalah yang disebabkan kecerobohannya.
Kenzo keliatan sudah kehabisan kata dan alasan untuk bantah Omnya, dia duduk lesu dengan megang pangkal hidungnya.
"Pak, saya mohon sama bapak. Jangan sampai ada yang tau selain kita." kata Alma sendu, dia mulai berkaca-kaca.
"Saya juga gak bisa nikah sama Kenzo!"
"apa alasannya?"
"sebentar lagi saya mau nikah pak, gak mungkin saya nikah sama Kenzo" ucap Alma.
"kamu jangan bercanda Al, saya belum pernah dengar kabar itu"
"Bener Pak, Alma mau nikah, kalau bapak gak percaya bisa tanyakan langsung ke calon suaminya, dia juga orang rumah sakit" kata Bebi coba bantu ngejelasin.
Pak Pram natap Alma dan Bebi bergantian "orang rumah sakit?"
"Iya, calon suaminya dokter Rayhan Pak" kata Bebi tegas, gak mungkin dalam kondisi ini dia masih nyembunyiin fakta ini.
"Dokter Rayhan?" Pak Pram keliatan kaget, "Bener Al?"
"Iya Pak, kurang 20hari lagi saya nikah sama dokter Rayhan" kata Alma sambil nunduk.
Kenzo ngeliat Alma, dia juga kaget Alma mau nikah, tapi disisi lain dia juga lega karena itu tandanya dia gak harus nikahin Alma.
"kalian gak lagi bohongin saya kan?"
"enggak Pak, bapak bisa mastiin langsung ke dokter Rayhan" ucap Alma sambil ngeliat Pak Pram.
Suasana kembali hening, "kamu sudah cerita ke dokter Rayhan masalah ini?"
"belum Pak, rencananya setelah ini saya mau jelasin ke dia"
"ya, saya harap gak akan ada masalah ke depannya. nanti saya bantu ngomong ke dokter Rayhan"
"Terima kasih Pak, tapi biar ini jadi urusan saya, gimanapun juga saya memang salah"
"iya" kata Pak Pram singkat.
__ADS_1
Selanjutnya pembiacaraan dilanjut dengan rencana pernikahan Alma, suasana yang tadi memanas kini sudah mulai mencair. Sampai akhirnya mereka bertiga pamit pulang.
Didalam mobil Kenzo dan Alma sama-sama diam, entah apa yang mereka pikirkan, keduanya keliatan canggung mau ngobrol.
"Maaf ya Al" ucap Kenzo pelan.
"hmmm..." Alma cuma balas dengan deheman, dia agak malas plus kesal sama Kenzo.
"kamu marah?" tanya Kenzo sambil ngelirik Alma, tapi cewek itu cuma diem aja.
"dek?" masih gak ada jawaban, "Al..." panggil Kenzo lagi.
Kenzo hafal banget sifat Alma, saat dia ngerasa kesal dan marah kadang dia milih buat diam, gak mau bicara. Akhirnya Kenzo belokin mobil di minimarket pinggir jalan. Tanpa permisi dia turun dari mobil dan masuk minimarket itu.
Alma cuma ngeliat sikap Kenzo, mungkin dia kesal karena daritadi gak digubris sama Alma.
'Bodo amat, kesel aku sama kamu!' batin Alma.
Tak berapa lama Kenzo masuk dengan menenteng kresek. Dia ngambil ice cream cup dan ngasih ke Alma.
"nih, buruan di makan keburu cair" kata Kenzo sambil ngasih ice cream. Dia hafal banget kalau Alma suka sama ice cream itu.
Terpaksa Alma ngambil ice itu dan memakannya, kedua masih diem. sesekali saling lirik.
"dasar bodoh!" gumam Alma pelan.
"siapa yang bodoh?" tanya Kenzo santai.
"kamulah, siapa lagi?" bentak Alma. "pemikiran dari mana sih sampek nyimpulin aku nikah sama Bisma?"
Alma coba mengingat peristiwa itu, dia ngangguk "waktu itu kita perginya sama Indira juga tapi dia gak turun, karena lagi hamil"
"Ck... lagian kenapa kalian bisa akrab sih?"
"kenapa emangnya? masak iya kita harus musuhan? Lagian mereka bantu aku ngurus acara nikahan, jadi ya emang kita sering ketemu"
Kenzo kembali diam, tangannya kuat mencengkeram kemudi, dia seperti emosi "Jadi si brengseek itu gak mau nikahin kamu?"
"Bisma?"
"iya, emangnya ada cowok yang lebih brengseek dari dia?" jawab Kenzo datar. "Aku pikir setelah lulus kuliah dia bakal nikahin kamu"
"gak, emang sih dia sempet ngajak balikan tapi aku gak mau. terus dia milih ngikutin kemauan ortunya buat nikah sama Indira."
"Harusnya waktu itu kamu bilang ke aku, biar ku hajar dulu dia"
"ngapain kamu hajar dia? waktu itu orang yang paling pengen aku hajar itu malah kamu!" kesal Alma.
Kenzo diem, bingung harus ngomong apa "calon kamu udah tau tentang masa lalu kamu?"
"udah, aku ceritain semuanya"
"tentang kamu sama Bisma?" tanya Kenzo sambil natap lurus ke Alma.
"iya, semuanya. tentang kamu juga" kata Alma sambil terus makan ice creamnya.
__ADS_1
"Dan dia bisa nerima?"
"iyalah"
Kenzo memghela nafas lagi, "syukur deh, kamu bisa jamin kan kalau kali ini dia juga bisa nerima kamu setelah kejadian di Bali kemaren?"
Alma kelihatan mikir, ada sedikit keraguan di hatinya.
"Udah gak usah dijawab, masa lalu kamu aja dia bisa nerima pasti yang ini juga bisa nerima"
"Amin. semoga"
"Dia dokter?" tanya Kenzo, Alma pun ngangguk. "Dia baik kan sama kamu?"
Alma senyum saat inget calon suaminya "iya, aku seneng dapat calon imam seperti dia"
Kenzo cukup yakin kalau Alma bahagia dengan pilihannya sekarang. Dia hanya bisa doakan yang terbaik buat sahabatnya.
"Ken, jadi selama ini kamu nganggep aku udah nikah?" tanya Alma, Kenzo ngangguk "jadi pertanyaanmu yang kadang aneh itu juga karena kamu mikir aku udah nikah dan punya anak?"
"iya"
"Gilak ya kamu Ken, sampe bisa mikir kayak gitu"
"tadi bodooh, sekarang gilak. katain aja terus"
"itu karena kamu pantes dikatain" kata Alma sambil senyum dan geleng-geleng.
Kenzo garuk tengkuknya, dia sendiri sebenernya juga ngerasa bodooh, kenapa sampai bisa mikir kesitu tanpa tanya atau bukti yang jelas.
Setelah beberapa menit akhirnya Kenzo ngelajuin mobilnya lagi. Dia berhenti di depan asrama, Alma turun dari mobil, Kenzo juga ikut turun.
"Dek, ini buat kamu" kata Kenzo sambil ngasih kantong kresek berisi snack dan minuman yang tadi dia beli.
"nyogok nih ceritanya?" tanya Alma sambil senyum. Dia ambil kantong kresek itu dan dilihatnya, isinya camilan dan minuman kesukaan Alma.
"anggep aja gitu" kata Kenzo "Besok aku balik Surabaya, gak tau kita bisa ketemu lagi atau enggak. maaf ya selama ini sering bikin mood kamu jelek"
Alma senyum, "iya, makasih juga udah bantu acara liburannya"
"jelaslah, orang aku dibayar!" oceh Kenzo.
"Ck... eh tapi pas aku nikah dateng dong!"
"insyallah, kasih kabar aja pokoknya!"
"iya, nanti aku kirim undangannya."
"Sip" kata Kenzo sambil ngasih jempol "Yaudah aku pamit ya dek, tak doain lancar semua" Kata Kenzo sambil senyum.
"makasih" Alma ngebalas senyum Kenzo, "hati-hati ya" katanya lagi saat Kenzo mau masuk mobil.
Alma masih berdiri diam ditempatnya sampai mobil Kenzo hilang tak terlihat dibelokan. Dia senyum sendiri, inget kekonyolan Kenzo tadi, Saat balik badan mau masuk ke asrama Alma kembali diam.
"baru pulang?"
__ADS_1
***