Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK 121


__ADS_3

SK 121


“Loh, tapi ini kog…”


Deg…


Dokter Veni gak melanjutkan kata-katanya, beliau masih sibuk meriksa kandungan Alma. Kenzo langsung lemas saat dokter Veni mulai meragukan sesuatu, pikiran jelek mulai menghantuinnya. Tapi dia cepat sadar, dia gak boleh lemah, kalau dia kayak gini, gimana dengan Alma. Kenzo langsung mengeratkan genggamannya. Menenangkan istrinya.


“Ada apa dok?” Tanya Alma ragu


“ini… Bisa liat gak kalau ada yang beda?” Tanya dokter Veni


Kenzo menajamkan matanya, Alma sudah nyerah dia gak bisa melihat monitor dengan jelas, karena masalah matanya.


“Kenapa dok? Saya sih gak paham, emang ada yang beda?”


Dokter Veni senyum “Iya beda, karena ada dua kantong. Itu tandanya Alma lagi hamil anak kembar”


“Hah?”


“Iya selamat ya buat kalian, langsung dikasih dua”


Alma dan Kenzo gak bisa nyembunyiin perasaan senangnya, mereka bahagia, sangat bahagia. Akhirnya kesabaran mereka selama ini dijawab, bahkan langsung diberi dua.


Setelah menebus resep dan berbincang sebentar dengan teman-temannya, mereka berdua langsung pulang kerumah. Mereka segera memberi kabar ke kedua orang tua mereka. Semuanya bersyukur, mendoakan tiada henti untuk Alma dan dua calon anaknya.


“Yank…” panggil Kenzo.


Saat ini Alma lagi duduk di pinggir ranjang, sambil melihat hasil USG kedua calon bayi kembarnya, tentu aja dengan air mata kebahagiaan. Kenzo berlutut di bawah Alma, kedua tangannya menggenggam jemari Alma.


“Makasih… makasih udah mengandung calon anakku, aku bahagia banget yank, makasih” ucap Kenzo sambil menangis, berulang kali dia mencium tangan Alma.


Alma mengusap rambut Kenzo “Aku juga makasih yank,”


“Mulai sekarang aku bakal jagain kalian lebih ekstra, aku juga akan bekerja keras, supaya kalian nanti terus bahagia.”


“Iya yank. Maafin aku ya kalau kedepannya aku bakaljadi lebih manja ke kamu, lebih minta diperhatiin kamu, minta banyak hal ke kamu”


“Apapun yank, asal itu baik, aku bakal selalu turutin kamu”


Alma tersenyum sangat manis, diusap kembali pipi Kenzo, mereka saling tatap, dan sama-sama senyum. Tadi saat mendengar detak jantung kedua calon anak mereka, Alma dan Kenzo seperti ditarik kedua lain. Ada rasa haru disana.

__ADS_1


“kamu berdiri donk yank, mau peluk” ucap Alma manja


Dengan senyum jahil Kenzo nyubit hidung Alma, dan membawa Alma dalam pelukannya. Alma sama sekali gak pernah bosen dipeluk Kenzo, rasanya selalu sama, menenangkan. Dan Alma sangat bersyukur mempunyai Kenzo dalam hidupnya.


***


Hari terus berganti, Dan usia kehamilan Alma sudah 4 bulan, Selama masa kehamilan kedua calon bayi Alma gak rewel, meskipun kadang Alma masih ngidam, untungnya ngidamnya gak aneh-aneh, hanya dia gak mau jauh dari Kenzo. Selalu pengen dimanja Kenzo.


Bebi sudah melahirkan seorang bayi perempuan, bayi yang cantik, dan sangat mirip dengan Rayhan. Dan selama kehamilannya, Alma sering sharing sama Bebi.


Sedangkan Karin sampai sekarang masih belum hamil, tapi dia terlihat enjoy menikmati masa pernikahan bersama Gio. Dan yang mengejutkan adalah Dion dan Nayla, setelah dua bulan masa Taaruf, keduanya memutuskan segera menikah. Dan Nayla terlihat lebih bahagia dibanding pernikahan sebelumnya. Vano juga semakin manja dengan Nayla.


Alma kini jadi lebih dekat dengan Nayla dan Bebi, karena mereka tinggal di kota yang sama, jadi sering ngumpul bareng. Dan Karin dia tinggal di Surabaya, tapi dia juga sering menginap dirumah Alma.


Selama masa kehamilannya Alma dan Kenzo mencoba memperbaiki diri, mulai mengelola emosi, karena nantinya mereka harus bisa jadi lebih sabar dan bisa mendidik anak mereka dengan baik.


“Yank, penasaran gak sama jenis kelamin baby twins?” Tanya Kenzo setelah dia mengaji.


Hampir tiap ada waktu senggang Alma dan Kenzo akan bersama-sama mengaji, kalaupun gak bisa barengan mereka akan bergantian. Terutama Kenzo. Sudah jadi kewajibannya tiap hari untuk mengaji sambil mengelus perut Alma. Karena dengan begitu kedua baby twins akan anteng.


Pernah suatu malam Alma gak bisa tidur,perutnya terasa melilit. Hari itu Kenzo sibuk dan sampai rumah langsung tidur. Tapi setelah Kenzo mengaji sambil mengelus perut Alma seketika sakit yang dirasa Alma hilang.


“Penasaran sih yank, kata dokter Veni umur segini udah bisa tau jenis kelaminnya” jawab Alma


“Kamu pengennya cewek apa cowok?”


“Lucu sih kalau cewek-cewek, tapi cowok-cowok juga gemesin” kata Alma sambil ngebayangin wajah calon babynya.


“Wah repot iki, biar adil cewek-cowok gimana?”


“Hahaha… boleh-boleh, biar sekalian sepasang, cukup wes” Alma tersenyum bangga.


“Cukup?”


“Iya cukup” jawab Alma santai


“Kamu gak pengen hamil lagi?”


Tanya KEnzo “Seru tauk yank, kan katanya banyak anak banyak rejeki”


Alma mencibir “Ini aja dua belum keluar udah rencana mau nambah lagi, dasar kamu yank!”

__ADS_1


“hahaha…seneng aja yank bayangin kalau rumah rame. Belum lagi para neneknya ntar, pasti pada berebut, Untung kembar jadi bisa gendong satu-satu”


“Bayangin deh yank, sekarang lahir kembar, ntar aku hamil terus kembar lagi. Gak kebayang gimana ntar ngurusnya” kata Alma


“Disyukuri yank”


“Iya dong, bersyukur banget aku. Alhamdulilah”


“Eh yank, persiapan nama yuk!” ajak Kenzo


“Nanti yank kalau udah tujuh bulanan lah, beli barangnya juga nanti aja, pamali katanya.”


Kenzo ngangguk-ngangguk dan tiba-tiba senyum, sambil mengelus perut Alma, dan menciumnya berkali-kali.


"Kenapa sih kamu? "


"Lucu aja yank, dulu aku sempet iri sama Bisma juga Rayhan, dua mantan kamu itu bisa dengan cepat ngehamilin istrinya. tapi sekarang aku dong yang menang, kamu sekali hamil langsung dua. gantian mereka sekarang yang iri" terang Kenzo sambil ketawa.


"kamu tuh ya" Alma cuma geleng-geleng "ini buah kesabaran kita yank, inget gak sama kejadian yang terakhir, yang aku dibilang mandulah, inilah itulah. belum lagi kamu yang juga kena fitnah. semua ini adalah proses kita yank. Ujian gimana kita menjalani pernikahan"


"Iya yank, kedepannya kita harus saling dukung, saling percaya " ucap Kenzo sambil nyium kepala Alma.


"Iya sama-sama belajar ya, terutama kamu tuh, suka banget kepancing emosi. Apalagi kalau udah cemburu, susah banget dibilangin"


"Maklumin dong yank, namanya juga aku tuh cinta banget sama kamu, takut kilangan kamu. Gimana dong"


"Iya tau, cinta emang gak ada logika, tapi saat kita dihadapin sama masalah logika juga harus dipake, jangan emosi yang terus diduluin" ucap Alma


Kenzo senyum "Siap Bunda" jawab Kenzo sambil meluk Alma.


"Yank... " panggil Alma


"Apa? "


"Kangen" bisik Alma dengan suara manja.


Kenzo yang tau maksud Alma langsung ketawa, semenjak hamil Alma memang jadi lebih agresif soal urusan ranjang, dan Kenzo dengan senang hati akan mengabulkan keinginan istrinya.


Begitulah sepasang suami istri itu menjalani rumah tangganya. Penuh drama, penuh romansa tapi juga sesekali saling debat. itu wajar, menyatukan dua kepala dalam satu ikatan memang sulit, butuh kerjasama yang pas.


Dalam kisah mereka banyak sekali cerita yang manis juha pahit. Tapi semuanya kembali kepada yang menjalani. Bagaimana mereka bisa bersikap kepada pasangan masing-masing.

__ADS_1


Kenzo dan Alma selalu memposisikan diri mereka sesuai kebutuhan. Kadang mereka bisa jadi musuh, saudara, kakak adik, juga orang yang lebih tua. Dan semua kisah mereka berawal dari satu kata, yaitu 'Sahabat'.


***TAMAT***


__ADS_2