
#51
"SAH...!!!"
Semua saksi mengatakannya dengan kompak, semua orang yang mengikuti pernikahan Alma mengucap hamdalah. Meskipun gugup Kenzo berhasil mengucap ijab dengan satu kali tarikan, membuat semua orang lega.
Drama yang selama ini mereka hadapi pupus sudah, sekarang Alma dan Kenzo sudah sah menjadi suami istri baik secara agama dan negara.
Perlahan Alma keluar dari kamar didampingi oleh Mama dan kakak iparnya. Semua mata tertuju ke Alma, tak terkecuali Kenzo, dia bahkan sampai tak berkedip. Dia sadar Alma cantik, tapi baru ini Alma pakai make up dengan balutan kebaya muslimah, Dia terlihat sangat ayu dan anggun.
Selesai tanda tangan dan menyematkan cincin di jari keduanya, penghulu meminta Alma untuk mencium punggung tangan Kenzo, Reflek Kenzo membaca doa dan mencium kening istrinya lama.
Selesai acara akad, Alma dan Kenzo dipersilahkan masuk kamar. Mereka masih ada waktu beberapa jam sampai acara resepsi digelar.
Kenzo rebahan di kamar Alma, Dia memejamkan mata. Dia hanya mengganti atasannya dengan kaos. Entah kenapa dadanya sesak saat ini. Ada rasa marah, kecewa, tapi tak dipungkiri dia juga lega karena sudah selesai ijab kabul.
Alma duduk di depan cermin, mulai membuka hiasan yang ada dikepalanya. Sesekali dia melirik Kenzo, masih terpejam tanpa ada pergerakan sama sekali. Alma menghela nafas kasar.
Bukan pernikahan seperti ini yang dia bayangkan, tak ada kehangatan dari sang suami, tak ada obrolan, tak ada keromantisan. tak ada...
"Ck... bayangin apa sih aku" gumam Alma pelan sambil geleng-geleng.
"Kamu kenapa?" tanya Kenzo sambil duduk dan bersender di ranjang.
"Ehm... gak papa," ucap Alma kaget sambil terus ngelepas hiasan di kepala dan bajunya.
"bisa gak nglepasnya? panggil siapa kek gitu buat bantuin" ucap Kenzo sambil mainin ponselnya.
"kan ada kamu, bantuin kek, gak peka amat" ucap Alma sewot.
"heleh manja" kata Kenzo sambil berdiri "ngrepotin amat sih" ucapnya datar.
Kenzo bantu membuka jarum kecil yang banyak terpasang di Hijab Alma. Setelah hijabnya terlepas Alma bisa bernafas lega, dia kembali ngerapiin kunciran rambutnya. Kenzo bengong saat ngeliat leher jenjang Alma.
"Ken sekalian bantu turunin resletingnya ya, gak nyampek tangan aku" kata Alma santai.
Kenzo makin kaget, "Apaan! kamu sengaja godain aku ya."
"enggak ih, beneran gak nyampek ini Ken!" ucap Alma sambil mempraktekan.
"Enggak mau, kamu sengaja godain aku kan, nyuruh aku buka resleting baju kamu, biar aku sengaja liat tubuh kamu, terus kamu godain aku, terus..."
"Piktor banget sih kamu!" Belum selesai Kenzo ngomong, Alma udah bentak sambil mukul tangan Kenzo keras.
"Sakit woy!" protes Kenzo.
"Habisnya kamu, ini tuh aku masih ada baju daleman gak mungkin kamu bisa liat langsung tubuh aku,
pikiran tuh dibenerin, jangan nyerocos aja" kata Alma kesel.
Kenzo keliatan salah tingkah, jujur dia tadi memang sempet mikir macem-macem. Gimanapun juga dia cowok normal.
tok.. tok... tok...
"Bukain dulu sana" perintah Alma, sambil menutup kepalanya dengan kain panjang.
__ADS_1
Bisma nyengir di depan pintu kamar pengantin, Kenzo jelas kaget dan kesal. Dia natap tajam Bisma.
"Ngapain?"
"Ini ada beberapa kado dari tamu, kata Mamanya Alma suruh bawa kesini" kata Bisma sambil nyerahin beberapa kado ke Kenzo. "Yaudah gue pergi"
"Pergi sono yang jauh" kata Kenzo sambil nutup pintu "dasar Brengseek!"
"Siapa?"
"Mantan pacar kamu! heran kenapa juga pake WOnya dia. sengaja ya kamu biar bisa deketan terus sama cowok itu"
"Ck... kamu cemburu?" goda Alma.
"Oraaaa..."
"Yaudah biasa aja kalau gitu." kata Alma "Ini jadi bantuin buka resleting gak?"
"Emoh, panggil saja orang lain"
"Yaudah, aku panggil Bisma aja suruh bukain"
"Gila ya kamu!" bentak Kenzo tertahan, bikin Alma kaget.
"Mau main gila sama dia kamu hah?!" tanya Kenzo sambil berjalan ke Alma. Yang ditanya cuma diam, dia malas debat yang gak penting sama Kenzo. toh tadi Alma cuma bercanda.
Tangan Kenzo bekerja untuk membantu Alma ngelepas gaunnya, mulutnya juga bekerja mengomel gak jelas, bikin Alma heran.
"ikhlas gak sih bantuin?" tanya Alam pelan.
"Enggak!" jawab Kenzo "Udah selesai, sono gantinya di kamar mandi aja. awas godain aku"
"bakal gimana pernikahan ku entar. baru nikah aja udah debat gini" gumam Alma sambil mandi.
Saat Alma keluar kamar mandi, Kenzo lagi rebahan di sofa sambil mainin ponselnya. Alma cuma melirik sambil berjalan ke meja riasnya.
"Kamu mau makan sekarang apa nanti?" tanya Alma ke suaminya.
"nanti aja, aku mau tidur dulu" kata Kenzo sambil naruh ponselnya di meja sebelah sofa.
"Kenapa gak tidur di ranjang sih? tambah pegel ntar kalau di sofa"
"disini aja, takut kamu perkoosa" Alma melotot denger omongan Kenzo.
"Sembarangan aja. harusnya tuh aku yang bilang gitu" ucap Alma sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu.
"Mau kemana?" tanya Kenzo masih sambil rebahan.
"keluar lah, katanya takut diperkoosa" sindir Alma, dia sudah pakai gamis rumahan dengan hijab yang senada.
"jangan ganjen di luar sana, inget udah jadi istri!" ucap Kenzo sambil pindah tidur di ranjang.
"Ck.. bawel ih" kata Alma sambil keluar kamar.
Saat Alma keluar kamar, semua mata tertuju ke arahnya, bikin Alma salah tingkah. Dia cuma bisa senyum maksa dan garuk tengkuknya.
__ADS_1
"Kamu gak istirahat aja Al? nanti pasti capek lo" ucap Mbak Lina sambil senyum aneh.
"gak papa mbak, Kenzo lagi tidur di dalem"
"harusnya kamu tuh nemenin suami kamu" Arkan ikut nimbrung "dipijit kek, diapain gitu"
"gak! Alma disini aja, ada yang bisa dibantu gak?"
"Gak ada nduk, lagian kamu ini kan penganten, gak boleh ngapa-ngapain. temeni suamimu sana" kini Bude Alma ikutan ngomong.
"Suaminya Alma capek Bude, biarin aja dia istirahat" ucap Alma, dia masih ngerasa geli saat nyebut Kenzo suami.
Alma akhirnya milih gabung ngobrol sama sepupunya. Hampir setengah jam Alma keluar kamar, ninggalin Kenzo sendirian.
"Alma, Kenzo masih tidur?" tanya Mama Alma.
"Iya kayaknya Ma,"
"kalau udah bangun ajak makan, kalian kan harus ke hotel duluan buat di make up"
"iya Ma"
Alma pergi ke kamarnya, Kenzo masih lelap dengan tidurnya. Akhirnya Alma milih nyiapin baju buat dibawa ke hotel, rencananya dia akan nginap semalem di hotel. Entah bakal terjadi apa nanti malam, rasanya Alma takut buat bayangin.
Alma agak canggung ikut gabung tidur diranjang, akhirnya dia milih sandaran di sofa sambil mainin ponselnya. Karena emang kecapekan akhirnya Alma malah ketiduran di sofa.
"Nih anak, tadi nyuruh pindah. malah dia sendiri tidur di sofa" ucap Kenzo, diangkatlah Alma ke ranjang.
Setelah mengangkat Alma, Kenzo pergi ke kamar mandi. Saat keluar kamar mandi, Alma masih tiduran. Kenzo ngeliat jam, udah waktunya mereka ke hotel. Tapi ngeliat Alma masih tidur pulas Kenzo malah senyum tipis. dia milih duduk di sofa.
tok... tok...tok...
"Ken, ayo kamu sama Alma makan dulu, kalian belum makan siang. udah waktunya ke hotel soalnya" kata Mama Alma setelah Kenzo bukain pintu.
"Iya Ma bentar lagi" ucap Kenzo sambil senyum manis.
Kenzo kembali masuk ke kamar, diliat Alma masih nyenyak. ide jahil pun muncul. Dia ambil air di kamar mandi sedikit, dan di cipratkan ke Alma.
"Haiiish... Apaan sih ?!" protes Alma.
"Bangun istriku. molor terus. jadi gak nih resepsinya?" tanya Kenzo dengan nada menyebalkan.
"iya-iya." ucap Alma sambil manyun.
Dia milih mandi cepat dan segera siap-siap ke hotel. Alma keluar kamar, mencari Kenzo yang udah keluar duluan.
"Ken mana Ma?" tanya Alma saat ketemu Mamanya.
"di teras depan, lagi ngobrol sama Papa dan keluarga yang lain, ajakin makan dulu Al. tadi udah Mama suruh, tapi katanya nunggu kamu aja biar barengan" ucap Mama Alma sambil senyum goda.
Alma malah mencibir, "Dasar manja, makan tinggal makan aja repot" gumam Alma sambil berjalan ke teras, nyari Kenzo.
Selesai makan, Alma dan keluarganya pergi ke hotel tempat diadakan resepsi. Saat akad nikah tadi pagi cuma keluarga dan temen dekat saja yang datang, Alma ingin suasana akadnya bener-bener sakral. Dan semua tamu akan tumpek blek saat resepsi.
Alma masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk make up. Kenzo yang nanti cuma butuh ganti baju milih keluar dan ngobrol sama Gio dan yang lainnya.
__ADS_1
***