
#28
3 Tahun Kemudian....
Alma masih bekerja di Rumah Sakit Bhayangkara Batu, makin lama makin betah dia. Meskipun tiap hari selalu sibuk dengan berbagai macam berkas, tapi Alma ngerasa bersyukur bisa kerja ditengah orang-orang yang baik.
Selama 3tahun Alma bekerja disana, dia ngerasa semua karyawan seperti saudara. walaupun mereka beda bagian. Entah itu dokter, perawat, bagian administrasi, keuangan,OB, keamanan mereka gak pernah ngebeda-bedain kalau lagi diluar jam kerja. Tapi kalau lagi kerja mereka tetep profesional.
Rumah sakit ini tergolong masih baru, karyawannya juga masih belum banyak, setiap pagi selalu diadain apel pagi, dan situasi ini membuat mereka jadi lebih akrab. Walaupun ada aja segelintir orang yang nyebelin menurut Alma.
"Alma, sibuk amat kayaknya" ucap Dion, salah satu perawat UGD.
Alma emang lagi keliling RS buat nglengkapin tanda tangan perawat yang beberapa hari lalu ikut Keslap. Kalau nunggu mereka datang ke ruangan gak bakal cepet kelar.
"iya nih Mas, kejar target" jawab Alma jengah, pasalnya daritadi dia diteror Bu Septi buat nyelesain laporannya.
"Mbak" ucap seorang dokter sambil duduk di samping Alma.
"iya dokter" jawab Alma ramah.
"minta rekapan pajak saya 1tahun ini dong, mau ada perlu soalnya" kata Dokter Ridwan, salah satu dokter umum disini.
"dipake kapan dokter?" tanya Alma, pasalnya akhir-akhir dia emang lagi disibukan dengan pengurusan pajak karyawan.
"besok bisa?"
"hah?!" Alma melotot, tapi kemudian senyum "diusahain ya dokter" katanya ramah.
'ampun dah ni orang, dadakan banget mintanya' batin Alma.
Setelah itu dokter Ridwan berlalu pergi ke ruangan lain. Dion yang daritadi masih nangkring di depan Alma ketawa.
"Banyak ya kerjaan lo, semua minta dadakan, pantesan tiap malem lembur" ledek Dion sambil ketawa.
"uang lembur lebih banyak dari gaji pokok kayaknya" pancing Romi, salah satu perawat juga.
"enak yang ngomong, kenyataannya zonk, uang lembur apaan. berasa kerja rodi iya" kata Alma rada kesel.
Kedua perawat itu malah makin ketawa. Udah jadi rahasia umum kalau anak Bensat itu tiap hari lembur, bahkan sabtu minggu yang harusnya libur juga terkadang mereka harus masuk.
Banyak yang bilang mereka dapet uang lembur banyak, tapi sebenernya semua itu gak ada. gaji mereka rinciannya masih sama kayak kontrak awal, cuma kadang mereka sering dijajanin sama Bu Septi. Dan semua anak Bensat mana bisa nolak kalau Bu Septi udah ngasih perintah. mending nurut daripada kena omel.
"seru nih, pada ngobrolin apa?" tanya Dokter Rayhan yang baru dateng, mungkin beliau dapat shift siang karena sekarang udah jam 3.
"ini Dok, bahas gajinya anak Bensat yang tiap hari lembur" kata Dion. "bayangin Dok, hampir tiap hari lembur numpuk dong bonus lemburnya"
"iya ya, kalah kayaknya gaji saya" tambah dokter Rayhan sambil senyum.
Alma berdecak, "haiisssh... dokter jangan ikutan mereka dong, apa kita tukeran kerja aja biar tahu rasanya jadi saya?" tanya Alma ke Dion dan Romi.
"Ogah!" jawab Dion dan Romi bareng. Dokter Rayhan cuma senyum, berkharisma seperti biasanya.
"Uda deh saya balik ruangan aja. terimakasih lo ya daritadi udah dipuji" kata Alma sambil ngerapiin berkasnya. "permisi dok"
"iya" kata Dokter Rayhan lembut dengan senyum mengembang, bikin yang ngeliat jadi meleleh, tak terkecuali Alma.
Alma berjalan cepat ke dalam ruangannya, hari ini lumayan banyak kerjaanya. dan otomatis dia harus lembur, apalagi Bu Septi masih setia diruangannya.
Didalam ruangan sepi, tinggal Alma, Bebi dan mbak Rita. jadi Alma bebas mau benerin hijabnya yang dirasa udah berantakan. Ya udah 2tahun ini Alma mutusin berhijab.
triing...
#Lembur lagi? mau dikasih vitamin gak?
Bunyi pesan yang masuk di ponsel Alma, dia senyum. Siapa lagi yang ngirim pesan kalau bukan tunangannya.
__ADS_1
Ya Alma sudah bertunangan 2bulan lalu, dan rencananya 2 bulan lagi mereka akan menikah. Kalau ada yang nanya siapa tunangan Alma, yang jelas itu bukan Kenzo. karena selama ini mereka bener-bener lost contact.
*Makasih mas, masih setrong kog aku 😁
#kesehatannya dijaga ya
*Siap pak dokter 🤗
Alma bertunangan dengan seorang dokter, bahkan mereka bekerja satu Rumah Sakit, tapi mereka berdua sengaja menyembunyikan status mereka. Mereka gak mau aja kerja mereka terganggu, ditambah pasti bakal ada gosip yang mereka denger.
---Flashback on---
5 bulan yang lalu...
"Al, kamu udah punya pacar belum?" tanya Radit, sepupu Alma.
Saat ini mereka lagi makan bakso berdua, Radit ini usianya 3 tahun lebih tua dari Alma. tapi mereka emang dari kecil sering main bareng jadi akrab.
"Belum" jawab Alma datar.
"Mau gak kalau kenalan sama temenku?"
"hah?!"
"iya, dia itu tipe cowok yang kenceng, gak mau pacaran sana sini, kalau ada yang cocok pengennya langsung nikah aja. Nah sekarang tuh dia udah ngerasa mapan dan mampu buat nikah. jadi dia lagi cari pasangan"
"terus kenapa mau dikenalin sama aku? biasanya kan cowok kayak gitu nyari pasangan yang sama juga. maksut aku yang gak pernah pacaran juga gitu"
"iya sih, cuma aku tuh gak sengaja sering cerita tentang kamu ke dia. dan kayaknya dia tertarik gitu ke kamu"
"wah pasti gosipin yang jelek-jelek" protes Alma.
Radit ketawa "ya kan berarti cerita apa adanya dong, mungkin karena itu dia tertarik. gimana?"
"gak tau. bingung"
"iya, tapi ntar malah dia yang nyesel setelah ketemu aku"
"kayaknya sih gitu" kata Radit sambil ketawa lagi. Alma manyun.
Beberapa hari setelah obrolan itu Radit bener-bener ngajak temennya itu ke rumah Alma. Alma yang emang lagi libur duduk santai di teras.
"Assalamualaikum" salam Radit.
"Wa- Waalaikumsalam" jawab Alma rada gugup, pasalnya yang datang bareng Radit itu dokter Rayhan. Dokter UGD di tempat dia kerja.
"Al, ini temen gue. udah pada kenal dong kan satu tempat kerja"
"Siang Alma" sapa dokter Rayhan
"siang juga dokter, masuk dulu silahkan" kata Alma rada gugup.
Selama ini temen-temen Alma banyak yang ngidolain dokter Rayhan. masih muda, ganteng, pinter, paket komplit lah. Alma sebenernya juga suka, tapi dia terkesan cuek, karena dia sadar diri. Seorang Alma yang biasa saja ini mana mungkin dilirik seorang dokter Rayhan.
Sebenernya Dokter Rayhan juga agak kaget karena orang yang selama ini bikin dia penasaran ternyata Alma. mereka memang gak deket, tapi karena Alma yang ngurusin perihal gaji dokter, jadi mereka otomatis kenal.
Setelah kenalan singkat itu Rayhan milih langsung tunangan sama Alma, dia ngerasa cocok dan nyaman. Dan dia juga gak mau resiko lama-lama pacaran.
--Flashback Off--
Alma dan Rayhan sangat rapi nyembunyiin status mereka, kebetulan mereka juga memang gak pacaran seperti pasangan pada umumnya. Mereka jarang keluar bareng, ketemu paling saat kerja dan saat Rayhan main kerumah Alma.
Rayhan bener-bener menjaga batasannya, dan dari Rayhan juga Alma banyak belajar, terutama tentang agama. jangankan pergi kencan berdua, pegangan tangan aja gak pernah mereka lakuin.
Rayhan terkesan kalem, kadang Alma sendiri sampai bingung. Sebenernya keduanya samay tipe pemalu dan pendiam. Dan selama ini komunikasi mereka lebih sering lewat chating aja.
__ADS_1
"Alma... dokter jaga UGD siapa?" tanya Bebi.
"Dokter Rayhan"
"wah cucok, gue mau periksa ke UGD dulu kalau gitu" kata Bebi sambil ngerapiin dandanannya.
"elo sakit?"
"iya sakit, jantung gue berdebar kalau deket dokter Rayhan, dan rasanya nusuk banget kalau gak ketemu."
"parah kayaknya sakit lo" kata Alma kesal.
"genit!" tambah Bayu yang baru dateng.
"jangan pada iri ya" kata Bebi sambil berlalu pergi.
Begini ini tingkah salah satu fans dokter Rayhan, frontal. bahkan Bebi selalu ngegombal di depan Dokter Rayhan, bikin Alma selalu panas.
*kalau lagi periksa pasien gak usah pasang wajah ganteng. fans dokter lagi meluncur kesana. awas ikutan ganjen!!!
#hahaha... gantengnya udah dari lahir gimana dong
*oplas gih, biar berubah rada jelekan dikit
#wah, emang kamu mau nanti punya suami jelek
*enggak. pake topeng aja sana
#hahaha... ada-ada aja kamu
Alma ngerjain laporannya dengan perasaan kesal, selalu begini kalau dokter Rayhan jaga di RS itu, bikin Alma ketar-ketir. masalahnya di sana dia tau langsung kondisinya. beda kalau dokter Rayhan lagi jaga di RS lain, sekalian Alma gak tau ada kejadian apa.
"Geeennngs.... " teriak Bebi "dokter Rayhan baik banget tauk. perhatian gitu. nih lagi-lagi kita dikasih vitamin"
Bebi bagi-bagiin vitamin ke temen-temennnya. Alma senyum, selalu kayak gini, tiap ada anak satu ruangannya yang periksa dia slalu ngasih vitamin ke semua orang. walaupun sebenernya ditujuinnya ke Alma, kamuflase aja.
*Makasih vitaminnya ☺
#iya sama-sama dek
Bersama dokter Rayhan, Alma seperti menjadi orang lain. dia lebih suka bersikap hati-hati sekarang, karena tunangannya itu orang yang lempeng, gak suka neko-neko, jadi Alma berasa harus nyesuaiin.
"Mau kemana?" tanya dokter Rayhan saat mereka gak sengaja papasan dikoridor rumah sakit.
"mau ke ruang perawatan dokter" jawab Alma lembut sambil senyum.
"belum selesai kerjanya?"
"bentar lagi balik kog"
"hati-hati pulangnya
" iya dokter juga,"
"saya juga?" tanya dokter Rayhan bingung.
"maksutnya dokter hati-hati juga kerjanya yang semangat hehehe" kata Alma sambil nyengir
"owh iya"
"duluan ya dok" kata Alma mau pergi, entah kenapa tiap kali ngobrol Alma masih ngerasa gugup, rasanya kayak gak nyangka banget.
"iya"
Selalu begitu, hanya obrolan ringan dan biasa tanpa ada sesuatu yang intim. Tapi sepertinya malah pasangan seperti ini yang nantinya punya cinta dan Cerita yang indah setelah menikah.
__ADS_1
***