
#33
Setelah kejadian Kenzo ngeliat Alma sama Bisma, Alma dan Kenzo gak pernah komunikasi, Kenzo bakal ngalah pergi ke RS dan neplon Pak Pram kalau emang ada hal yang harus mereka diskusiin.
Hari ini mereka akan berangkat ke Bali, bus udah nunggu di depan RS. Alma keliatan sibuk ngabsen temen-temennya. untuk kloter pertama ini lebih di dominasi karyawan yang muda.
"Semua udah dateng Al?" tanya Kenzo yang tiba-tiba muncul di samping Alma.
Alma noleh ke arah Kenzo, "Kog kamu yang dateng? katanya Gio?" Alma malah balik nanya.
Jadi ternyata Kenzo dan Gio itu mereka kerja sama bikin agen travel ini, bahkan udah lama, sebelum mereka lulus dulu. itu juga yang nyebabin mereka telat nyelesaiin skripsi. Rencananya emang yang ikut dampingin kloter yang sekarang itu Gio. Alma udah seneng aja, tapi nyatanya...
"Gio sakit, jadi aku gantiin. kloter kedua nanti dia yang handel" terang Kenzo.
"padahal udah seneng aja mau nostalgia sama Gio" gumam Alma.
"yaudah nostalgia sama aku aja" kata Kenzo datar.
"emoh!" kata Alma sambil mainin ponselnya.
"kamu sendirian aja? keluargamu gak ikut?"
"enggak lah"
"emang gak papa ditinggalin?"
"Ya gak papalah, biasanya juga kayak gitu. pertanyaan kamu tuh aneh" kata Alma sambil berlalu pergi. Kenzo ngeliat Alma sambil geleng-geleng.
Setengah jam kemudian bus berangkat. Alma duduk berdua dengan Bebi. Sendangkan Kenzo di depan. dia lebih banyak ngobrol sama pejabat RS.
Selama perjalanan Kenzo muter film komedi, biar penumpang gak bosen. kadang juga diselingi karaoke dari temen-temen Alma. suasana bus jadi rame.
Alma menghela nafas panjang, melihat keluar jendela. Pikirannya melayang ke beberapa tahun lalu, saat dia keBali bersama temen-temennya.
"Alma, kamu sama Kenzo tuh musuhan ya?" tanya Bebi disela perjalanan mereka.
"keliatan kayak musuh ya?"
"iya, katanya temen lama, tapi kalau ketemu kayak gag ada baik-baiknya pada cuek."
"Dulu tuh kami sahabatan, sempet pacaran juga. tapi ya karena alasan gak jelas kita ngejauh, gak komunikasi lama. baru ketemu waktu ngurusin wisata ini"
"Seriusan dia mantan kamu?" Bebi gak percaya.
"iya, itupun kalau diakuin sih" kata Alma sambil ketawa.
"jangan bilang kamu ngaku-ngaku"
"dih sory ya, gak ada faedahnya ngaku-ngaku pacaran sama dia. Males, kayak sok ganteng aja dia" sewot Alma.
"ya kan emang ganteng dia, anak RS banyak yang suka dia tauk"
"bakal girang banget dia kalau sampek tau. bilangin dia Playboy jangan sampek ketipu"
__ADS_1
"termasuk kamu dong ketipu" ledek Bebi.
"Hasyeeeem" kata Alma sambil mukul lengan Bebi.
"ojo sampek CLBK lo ya Al, inget sama tunangan di rumah" bisik Bebi. Alma senyum.
Bebi emang udah tau kalau Alma tunangan, tapi dia gak tau siapa cowoknya. Alma selalu bilang rahasia.
Mereka nyampek pelabuhan malam hari, Semua orang turun dari bus, dan milih menikmati angin laut. Alma dan Bebi milih berdiri di pinggir.
"Jadi sampek sekarang lo masih berantem gitu Al sama Ken?"
"gak tau. kita udah lama gak komunikasi. dan saat terakhir tuh dia bikin gue kecewa, jadi kayak ngebekas gitu"
"Yaudah sih lupain aja. masa lalu ini. gue tau dia kadang suka merhatiin lo. mungkin dia juga gatel pengen ngomong ke elo, ya cuma sekedar ngobrol ringan gak masalah kan Al, toh kalian dulu sahabatan. mau sampek kapan gini terus?"
"Sebenernya juga gue pengen ngomong banyak hal ke dia, biar gue juga plong"
"yaudah, momen langka nih" kata Bebi, kebetulan dia ngeliat Kenzo yang lagi duduk gak jauh dari mereka.
"Mas Ken! gabung sini" panggil Bebi, Kenzo ngangguk dan berjalan ke arah mereka.
"ngapain di panggil sih Beb"
"kelamaan kalau nunggu elo mikir"
Kenzo berdiri di samping Bebi, "ngapain malah berdiri disini? gak gabung sama yang lain?"
"enggak, mereka pada berisik" Bebi beralasan.
"iya, ini mangkannya gue mau beli p*p mie, bentar ya mas, nitip Alma dulu" kata Bebi sambil berlalu pergi.
"wah somplak tuh anak, main tinggal aja" gumam Alma sambil ngeliat Bebi.
Kenzo senyum tipis "kamu mau ngomong sesuatu?" tanya Kenzo.
Alma noleh menghadap dia "Enggak!"
Kenzo senyum lagi "yaudah kalau gitu aku yang ngomong" Alma diem.
"Aku mau minta maaf sama kamu kalau dulu sering bikin kamu nangis, aku tau hubungan kita gak bakal sedeket dulu, tapi bisa kan kita gak jadi musuh kayak sekarang?" jelas Kenzo
"Aku gak pernah bilang kita musuhan lo ya" Alma bela diri.
"ya emang gak bilang, tapi dari sikap kamu udah keliatan dong Al" Alma cuma diem denger omongan Kenzo.
Alma sebenernya cuma mau menghindari Kenzo, dia gak mau pikirannya balik mikirin masa lalu.
"gimana?"
"apa?" Alma balik nanya.
"kita temenan dek"
__ADS_1
"ya kan emang kita berteman"
"sikap kamu dilunakin dikit dong" protes Kenzo "lagian juga kita udah sama-sama bahagia sama hidup baru kita, masalalu dibuat pengalaman aja"
Alma diem "iya" katanya pelan.
"Iya apa?"
"Ya berteman lah, katanya tadi ngajak temenan. nyebelin ya ni anak" Alma mulai marah.
Kenzo malah ketawa, "makasih ya dek!" Alma ngangguk.
"traktir p*p mie dong dek"pinta Kenzo
"kamulah yang traktir"
"tau sendiri dana belum cair dari atasan kamu, dompet kempes" kata Kenzo melas.
"gak berubah!" kata Alma sambil berlalu pergi nyari orang jualan p*p mie.
Alma nyamperin Kenzo yang lagi duduk di dalam kapal, "nih!"
"Makasih adek berjilbab biru" canda Kenzo, Alma emang lagi pake hijab warna biru dengan bawahan hoodie dan celana jeans. Alma duduk di samping Kenzo.
"Kabar orang tua kamu sama mas Arkan gimana?"
"Alhamdulilah baik, Mas Arkan juga udah punya anak cowok" terang Alma. "kamu gak nanya kabar aku?"
"gak usah ditanyain, udah keliatan kalau kamu lagi bahagia"
Alma senyum "tauk aja aku lagi bahagia" Kenzo cuma senyum tipis.
"Karin kapan balik Malang?" tanya Alma, dia udah beberapa kali komunikasi sama Karin. Dia sekarang lagi magang di Jakarta.
"2 minggu lagi kayaknya"
"makin dewasa dong pasti dia"
"dewasa apaan, makin bawel iya" kata Kenzo sambil makan p*p mienya.
Keduanya kembali diam, bingung mau ngobrol apa lagi, setelah selesai makan. Kenzo pamit karena kapal udah mau nepi.
"Buruan gabung sama yang lain dek, ntar ketinggalan" kata Kenzo tangannya mau nyentuh kepala Alma Tapi segera ditarik dan dia ngusap tengkuknya, salah tingkah.
Alma hanya ngeliat sikap Kenzo,lalu senyum, makin salah tingkah aja Kenzo.
"Udah sana" kata Alma ngusir Kenzo.
"iya-iya" kata Kenzo sambil berlalu pergi.
Setelah Kenzo berlalu pergi, Alma memandang lautan tengah malam. pikirannya menerawang jauh. Dia menghela nafas kasar, menunduk dan memejamkan matanya.
***
__ADS_1