
SK95
Suasana pulau Bali terlihat seperti biasanya, penuh dengan para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Hampir semua tempat wisata penuh, apalagi weekend seperti sekarang. Semua orang ingin melepas penat dengan berlibur, begitu juga dengan keenam manusia ini.
Tiga orang cowok terlihat sedang bermain bola di pinggir pantai, entah dapat darimana bola itu, yang jelas ketiganya seperti menghipnotis para pengunjung lain, terutama kaum hawa. Tampang mereka yang cukup tampan mempunyai daya tarik sendiri.
Berbeda dengan tiga cewek yang lagi duduk di kursi santai, mereka lebih memilih menikmati suasana. Duduk santai dengan pemandangan sunset, juga sesekali mereka menggunakan ponselnya untuk berfoto.
"tuh cowok-cowok kayaknya sengaja banget deh!" ucap Karin tiba-tiba.
"maksutnya?" tanya Alma tanpa melepas pandangan dari ponsel, dia lagi sibuk chat sama mbak Lina kakak iparnya, Biasa lagi request oleh-oleh.
Sedangkan Bebi dari tadi lagi sibuk berselfi, mengabadikan setiap moment dan langsung mengupload di sosial media.
Karin menghentakan kakinya, "liat aja mereka seperti sengaja narik perhatian cewek. Ck... keliatan makin ganteng mereka kalau lagi ketawa gitu"
Alma meninggalkan sejenak urusan ponselnya, dilihatnya objek yang daritadi bikin Karin ngedumel. Benar, ketiga cowok itu lagi asyik main bola dengan sesekali saling ketawa saat bola itu tak sengaja malah kena badan salah satu dari mereka. Alma melihat kesekitarnya, ada beberapa cewek yang saling bisik dengan melihat kearah para cowok itu. Ada juga yang diam-diam memfoto, bahkan sekarang ada sekumpulan cewek yang berani mendekati mereka dan ikutan bermain.
"Dasar playboy!" umpat Alma kesal.
Bebi juga ikutan memperhatikan mereka, dia geleng-geleng ketika ada seorang cewek yang mendekat ke arah Rayhan dan minta tolong untuk difotokan, gak berhenti disitu, cewek yang mungkin berusia sekitar 20 tahunan itu juga minta untuk berselfi dengan Rayhan, parahnya Rayhan juga mau. Jarang banget Rayhan mau ngelakuin itu.
"Kita samperin yuk! udah gatel tangan ku" ucap Karin, Alma mengangguk tanda setuju.
"Sabar girls... main cantik dong kita" kata Bebi sambil senyum.
Alma dan Karin langsung noleh ke arah Bebi, yang ditoleh malah lagi celingukan ke arah lain. Alma dan Karin saling pandang. Tak lama Bebi menemukan yang dia mau. Dia mendekat ke arah kumpulan empat bule,saling berbincang dan akhirnya keempat bule itu berjalan mengikuti Bebi ke tempat Alma dan Karin duduk.
Alma dan Karin ketawa,mereka paham maksut Bebi. Kini ketujuh orang tersebut saling berkenalan dan berbincang santai. komunikasi dengan bahasa inggris yang sebenarnya cukup bikin ketiga cewek itu mikir, maklum mereka kurang jago bahasa internasional itu.
"Yank..." panggil Kenzo dengan nafas terengah-engah, dia seperti baru lari.
Diikuti dengan Rayhan juga Gio, ketiga wajah cowok itu seperti menahan amarah. Tapi mereka berusaha terlihat santai, apalagi dihadapannya ada empat cowok bule. gengsi dong kalau keliatan marah karena cemburu.bule-ay... udah selesai main-mainnya?" tanya Alma.
"udah" Kenzo mendekat ke Alma dan berbisik "kamu ngapain sih sama bule-bule ini?"
"ngobrol aja, ganteng ya mereka" jawab Alma santai, dan sontak bikin Kenzo cemberut.
"Rin, jangan deket-deket" bisik Gio sambil narik tangan Karin agak menjauh dari salah satu bule itu.
__ADS_1
"Apaan sih Kak Gi, dia lagi cerita itu" protes Karin.
"bodo amat!" kata Gio sambil bersedekap.
Beda dengan Rayhan, daritadi dia terus memperhatikan Bebi tanpa berusaha buat menegur. Diantara tiga cewek itu memang Bebi yang terlihat akrab bahkan saling ketawa. Rayhan mencoba sabar, sampai akhirnya dia mendekat dan ngobrol kepada bule-bule itu dan dengan sopan meminta bule-bule itu pergi.
"puas ngobrol sama mereka?" tanya Rayhan dengan wajah datar.
"belum puas, eh malah udah kamu usir!" jawab Bebi rada jutek.
"sikap kamu itu harus dijaga Beb, ada calon suami disini malah asyik sama cowok lain!" tegur Rayhan. Bebi hanya mencibir.
"kita disini cuma ngobrol kog" bela Alma.
"tetep aja gak boleh yank, kamu itu udah nikah" ucap Kenzo sambil nyubit hidung Alma.
"terus apa kabar kalian yang tebar pesona sama cewek-cewek tadi?" protes Bebi sambil ngelirik Rayhan, yang dilirik pura-pura gak tau.
"gak tebar pesona, kan cuma main bola" kini Gio yang gak terima.
"iya modusnya main bola, tapi seneng kan tadi dideketin sama cewek-cewek. udah dapat nomer telphonnya belum?" sindir Karin.
"tauk ah, kalau emang mau modus sama cewek-cewek monggo sana, aku juga bisa" ucap Karin lantang.
"mbak temenin Rin!" Alma ikutan.
"Yank!" protes Kenzo
"jadi kalian mau balas dendam ini ceritanya" Rayhan mulai sedikit santai, dia berjalan ke sisi Bebi.
"gak balas dendam. kalian tuh egois tau gak, nyuruh cewek jaga sikap tapi kaliannya bebas ganjen sama cewek lain!" Bebi membalas ucapan Rayhan tadi.
Rayhan senyum "cemburu?" bisiknya.
"Enggak!"
Rayhan makin senyum lebar, "kalau tau kamu gak cemburu tadi aku iyain aja ajakan mereka makan malam bareng" goda Rayhan, Bebi melotot denger ucapan calon suaminya.
"bener juga Ray, apa gue chat aja.tadi kayaknya sempet nyimpen nomernya!" Gio ikutan kompor. Karin mencubit perut pacarnya itu.
__ADS_1
"iya..." Kenzo mau ikutan ngomong.
"Iya apa?" tanya Alma kesal.
"iya gitu deh yank, hehehe" ucap Kenzo sambil nyengir.
"emang dasar para buaya!" kesal Alma. "awas aja ntar malem!sono pergi makan malam sama cewek-cewek itu" ancem Alma.
"lah... aku gak ikutan yank!" protes Kenzo, titik lemahnya ada di jatah dari Alma nanti malam.
"yuk lah kita makan malam sendiri, monggo yang pada mau makan sama cabe-cabean!" Bebi ngeliat ke arah Rayhan "cemburu? gak level!" ucap Bebi sambil menyibakan rambutnya dan berlalu ninggalin yang lain.
Rayhan melongo sama sikap Bebi, tadi dia cuma gertak aja karena dia yakin kalau Bebi cemburu, mangkannya dia nyoba manas-manasin. eh ujungnya malah kayak gini. dia sendiri kan yang repot.
"Mbak Beb, aku ikutan!" teriak Karin dan langsung nyusul Bebi.
Alma juga ikutan mau pergi "kemana?" tanya Kenzo sambil nahan tangan Alma.
"ikut merekalah" jawab Alma
"terus aku gimana?" ucap Kenzo manja.
"gak tau, lagi males sama kamu!" ucap Alma tegas dan langsung lari.
Kenzo geleng-geleng liat istrinya yang udah berlari menyusul Karin dan Bebi. Dia menghela nafas panjang.
"gimana? mau lanjutin bikin mereka cemburu gak nih?" tanya Gio sambil ngutek ponselnya.
"gak deh, gue lebih takut ntar malem gak dapat jatah" ucap Kenzo dan berlalu nyusul Alma.
"dasar bucin!" umpat Gio, dia noleh ke Rayhan "lo ikut gue kan? setia sama rencana awal?"
"gak deh, gue nyerah aja. trauma gagal nikah lagi" kini Rayhan yang juga ikutan pergi.
"dasar ya kalian!" teriak Gio.
Sebenernya tadi memang Gio yang ngrencanain buat bikin cewek-cewek cemburu. dia sengaja ngajakin main bola dan sedikit tebar pesona ke cewek-cewek. tapi diluar dugaan, para cewek itu malah bikin mereka cemburu juga.
Rencana awalnya setelah ini mereka masih lanjut ngerjain para cewek dengan ajakan makan malam cewek lain. Mereka pengen tahu seberapa besar rasa cinta pasangannya. tapi kalau udah kayak gini beda lagi ceritanya.
__ADS_1
***