
Sudah satu bulan semenjak acara pesta Maya diadakan dijakarta Naisi tidak pernah berjumpa lagi dan tidak pernah bekonikasih denga Albert, begitu juga dengan Sahabatnya itu, hanya sekedar chat digrup saja mereka berkomunikasi saat ini, dengan seadanya saja ingin tahu kabar mereka.
Maksi hari ini hari saja siap makan siang dimejanya di kantor sekola saja, kerena semenjak maya sudah mengajar lagi hanya dia sendiri, jadi malas baginya untuk ke kantin sekolah.
Maksi menghabiskan waktu istrahat dengan Memeriksa latihan Yang baru dikumpul oleh anak-anak barusan.
"Buk maisi, dipanggil oleh kepala sekolah, ada yang ingin dibicarakan oleh kepala sekolah pada Buk Maisi." kata Salah satu guru yang sama mengajar disekolah itu.
"Ada apa ya buk?kepala sekolah memangil saya ya?" kata Maisi juga bingun.
"Saya juga gak tahu buk, coba saja kesana dulu biar tahu masalahnya." kata guru itu.
"Ohh ya saya langsung kesana saja dehh, biar tahu." kata Tari meranjak pergi ke kantor kepala sekolah tempatnya mengajar.
Sampai didepan Ruangan kepala sekolah itu Tari langsung megetuk pintu, dan kepala sekolah yang ada didalam mempersilakan Maisi masuk dan duduk dihadapannya itu.
"Mmm, ada apa ya buk,ibuk memangil saya, apa ada yang salah dengan saya buk?" tanya Maisi pada kepala sekolah.
"Gini Buk Maisi, ada sedikit yang saya bicarakan dengan kamu, sehubungan untuk kondidat sekolah kita dari guru yang akan melakukan studi banding kesekolah lain, jadi hanya Buk Maisi lah yang mungkin bisa mewakili dari sekolah kita selama satu tahun ini, mengajar di sekolah dijakarta untuk membawa kebaikan sekolah kita nantik, saya harap ibu Maisi tidak menolak permintaan Kami." kata Kepala sekolah.
"Apa tidak ada lagi yang lain yang bisa buk ?" tanya Maisi agak berat menerima ini semua kerena tidak mungkin lama meningalkan ibunya didesa berdua saja sama adeknya.
"Tidak ada lagi buk, hanya buk Maisi harapan dari sekolah ini, kerena ibu belum menikah jadi tidak ada yang perlu ibu risaukan." kata Kepala sekolah itu.
"Bukan saya tidak mau buk, kerena saya tidak mungkin meningalkan Ibu dan adik saya dalam waktu lama Buk, apa lagi ibunya saya juga dalam sakit, itu akan membuat saya tidak pokus buk." kata Maisi menolak itu semua.
"Apa tidak ada tempat menitipkan ibu kamu selama setahun ini dulu Buk Maisi?"kata kepala sekolah lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya ada Buk, tapi jauh dari desa kami, ada bibik saya Yang bisa menjaga ibu saya untuk sementara waktu, kerena Jauh itu saja Buk saya jadi agak malas megantar ibu kesana." kata Maisi menjelaskan pada Kepala sekolah itu.
"Tapi tolanglah Buk Maisi untuk sekolah kita, agar dekolah kita bisa lebih maju dan terbaik untuk kedepanya untuk anak-anak kita didesa ini." kata kepala sekolah itu lagi.
"Saya belum bisa memutuskan saat ini buk, saya harus bicarakan ini semua dulu pada ibu saya." jelasnya pada kepala sekolah itu.
"Waktunya hanya tiga hari lagi Buk Maisi, jadi saya harap besok pagi ibu Maisi sudah memutuskannya, hanya Buk maisi harapan sekolah ini." kata Kepala sekolah itu sedikit sendu pada Maisi.
"Saya usahakan hari ini bicara paa ibu dan adik saya buk!! " kata Maisi menatap Kepala sekolah dengang sedikit tidak semagat,kerena sekolah ini berharap padanya saat ini.
"Baiklah, semoga saja kabar baik saya dengar hari besok, sekarang buk Maisi bisa kembali." kata Kepala sekolah ranah.
"Ya buk,saya permisi keluar dulu buk. " kata Maisi keluar dari ruangan kepala sekolah itu dengan hati berat, apa yang akan diambil keputusannya dihari besok.
Sampai di rungan guru Maisi medudukkan pantatnya lagi dimejanya, Maisi jadi ragu saat ini, dia memikirkan ibunya yang akan ditinggalkan selama satu tahun didesa ini,sedangkan disisi lain sekolah tempatnya mengajar juga mengharapkan membawa pembaruan untuk sekolahnya, demi Nama sekolah bisa naik, Maisi harus bisa mengorbankan untuk meningalkan ibunya bersama adeknya.
"Ini bukan waktu sebentar, bangai mana bisa gue neningalkan ibu dan angga berdua disni." kata Maisi memikirkan itu dari dia duduk dimejanya itu, sampai dia tidak sadar jika Salah satu guru sudah memagil namanya berulang kali.
"Eeeh iya, buk!! ada pa buk?" tanya Maisi kurang pokus.
"Buk Maisi gak apa-apa? dari kembali dari ruangan kepala sekolah ibuk tampak melamun, ada apa?" kata salah satu guru itu.
"Saya tidak kenapa- kenapa Buk, hanya saja saat ini Saya belum bisa memberikan keputusan untuk nama baik sekoalah kita, kerena hanya saya harapan sekolah ini untuk studi banding kesekolah lain selama satu tahun ini buk,saya bukan tidak mau buk tapi ada alasan lain yang harus saya pertimbangkan, kerena orang tua saya dalam tidak sehat, jika saya harus meningalkan mereka disini." kata Maisi sedikit sendu.
"Saya juga merasa apa yang ibuk Maisi pikirkan sekarang, emang sulit untuk ngambil keputusan itu Buk, saya juga tidak tahu harus mengasih selusi pada Buk Maisi." jelas guru itu.
"Itulah buk yang membuat Saya lagi delema saat ini,sulit untuk saya mengambil keputusan." kata Maisi menbuang nafasnya panjangnya.
__ADS_1
"Pikirkan dengan baik-baik buk Maisi dan coba bicarakan dulu sama Orang tua ibu dulu, mana tahu ada selusi yang baik darinya." kata guru itu.
"Nantik saya akan bicarakan pada ibu dirumah buk." lemas Maisi.
"Ya sudah kita masuk kelas sekarang Buk, sudah waktunya jam pelajaran sekarang."Teman Seprofesi nya itu.
"Ayok buk, kita ke kelas sekarang kata Maisi juga berjalan, keluar dari kantor guru itu menuju kelas.
Setelah beberapa Jam sudah dilewatkan jam pelajaran Maisu dalam mebgajar muridnya, dia yang sebagai guru Matematika itu.
Maisi Selesai juga hari ini dengan kelasnya, semua murid nya sudah diperbolehkan pulang, setelah itu dia juga pulang kerumahnya, dengan hati sedikit bimbang.
Sampai dirumah Maisi menuju kamarnya sebelum melanjutkan pekerjaan rumah untuk keluarga kecilnya itu.
Setelah beristirahat sebentar Maisi kembali kedapur memasak untuk makan malam mereka malam ini.
"Nak, kamu tidak semangat gitu kenapa?" kata Ibunya itu melihat putrinya lagi memikirkan sesuatu saat ini.
"Ibuk, kok ada disini ?tanya Maisi juga bingung melihat ibunya sudah duduk di kursi rodanya.
"Ibu dudah dari tadi disini Nak, apa yang sedang kamu pikirkan? ibu lihat kamu melamun." kata Ibunya itu.
"Buk, saat ini Aku lagi bingung,Sekolah tepat ku mengajar memutuskan untuk studi banding kejakarta selama satu tahun kedepan buk, aku bingung saat ini harus mengambil keputusan ini, sedangakan aku tidak bisa meningalakan ibu selama satu tahun ini disini sama Angga, aku tidak bisa buk? kata Maisi menatap ibunya itu.
"Kenapa kamu sedih nak, ibu bisa ditempat bibik kamu sementara ini, menjelang kamu kembali lagi ke desa ini." kata Ibunya itu.
"Tapi buk Kita gak enak, ibu harus disana, itu akan merepotkan bibi nantik." kata Maisi pada Ibunya itu.
__ADS_1
"Tidak akan bibi kamu itu berkata begitu nak, dari kecil bibik kamu ibuk yang megurusnya,lagian selama ini bibik kamu juga memintak ibu untuk tingal bersamanya, kamu saja tidak membolehkan ibu ketempat bibik kamu itu, sudah jangan pikirkan macam- macam Nak, besok kamu bisa mengatarkan ibu ke desa bibik kamu, biarkan ibuk sama Angga disana dulu." kata ibunya itu.
****************