SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Berceita dengan sahabat lama yang sudah lama tidak bertemu


__ADS_3

Malamnya Maisi keluar dari kamar tamu kerena dia merasa bosan dikamar itu, siap mandi Maisi dengan munkah segar keluar dari kamar itu.


Maisi memperhatikan pintu kamar sebelahnya itu masih tertutup maka dengan cepat Maisi keluar sebelum Albert keluar dari kamar itu.


Maisi keluar dari rumah besar itu mencari agin diluar dihalaman depan rumah Kevin dan Maya,Maisi memainkan hpnya, saat ini juga kebetulan Hpnya itu juga bedering dengan nada pagilan.


Maisi melihat layar hap itu tidak ada nama yang tertuslis disana.


"Siapa yang menghubungi gue ya, ini guk ada nama lagi." kata Maisi bingung tapi dia masih menerima pangilan itu.


"Hallo!! ", sapa Maisi dengan lembut.


"Hai cantik !!",kata Seseorang yang ada di seberang sana.".


"Kak kamu!! " kaget Maisi mendegar suara itu lagi.


"Kamu langsung mengenal ku Mai, berakti kamu tidak pernah bisa melupakan aku begitu saja, ya kan? canda Pria itu.


"Kamu itu sunggu Tebal kungka yak Kak,mana ada sepeti itu, karena suara kamu itu uda pasaran ." jawab Maisi asal.


"Enak saja kamu dek bilang gitu, mana ada suara yang pasaran." kata Sakya kembali.


"Kamu lagi dimana sih?tanya Maisi


"Ya dirumahlah Mai, dimana lagi kalau gak rumah,pria sepeti aku ini." kata Sakya santai.


"Apa kabar mereka saat ini kak, aku sangat merindukanmu kedua orang itu, pasti dia sudah tampan seperti kamu ya kan.!! kata Maisi lagi.


" Benar kata kamu dia setampan aku." kata Sakya sedikit ketawa mendegar kata Maisi.


"Hai kak, mana orang selalu kamu bilang cantik itu, aku ingin mendegar suaranya.Kata Maisi tidak sabar ingin bicara Dengan Sahabatnya kuliahnya itu.


"Dia lagi masak!! " bentar lagi siap kok,jika kamu ingin bertemu dengan dia kamu bisa ke rumah kami." kata Sakya.


"Benaran aku boleh kesana."senang Maisi.


"Tentu boleh Mai, pasti dia juga senang lihat kamu, kerena dia sudah lama tidak bertemu kamu juga." kata Sakya.


"Kamu pengertian ya kak, betapa cintanya aku sama kamu, sampai kapanpun kamu tetap no satu untukku." canda Maisi selalu begitu dari zaman kuliah dengan Sakya dan sahabat itu.


"Tingkah jelek kamu itu tidak pernah berubah Mai, kalau selalu Bikin Abbell menagis terus jika dia cemburu sama kamu."


"Biarin saja, dia tahu aku kayak mana dari dulu seperti ini.

__ADS_1


"Hai apa yang tadi kekasih kamu Mai, sepertinya pilihan kamu ok juga?" kata Sakya


"Kekasih apanya,aku tidak pernah memiliki kekasih kak, hanya kamu yang selalu ada dihidupku." canda Maisi lagi.


"Mau aku bikin sate kamu Mai,jika berani menganggu sakya lagi,dari dulu kamu selalu begitu." sahut hana mendegar perbicaraan mereka berdua.


"Akhirnya dia nongol juga, apa kabar lo ?" kata Maisi pada Abell.


"Alhamdulillah gue sehat,lo apa kabar?lo tega ningal kan kita."kata Abell lagi melihat kembali saat Maisi pergi meninggalkan Abell sediri di kosnya saat itu, kerena ibunya sakit.


"Maafkan gue saat itu, gue ningalkan lo saat itu kerena gak sepat kasih tahu lo, ibu gue sakit, jadi gue harus memutuskan untuk tidak kembali lagi kebandung, gue menyelesaikan kuliah online saja selama ini, pada akhira gue bisa neyelesaikannya, dan mengajar di desaku saat ini."


"Sekarang lo disini lagi apa Mai?"


"Gue ada Studi bading dari sekolah gue selama satu tahun disini,mau gak mau gue harus jalankan ini demi anak-anak dan kemajuan untuk sekolah gue." kata Maisi menjelaskan.


"Semoga saja lo bisa meyelasaikan dengan baik Mai, dan membawa kebaikan untuk pedidikan murid lo."kata Abell.


"Terimakasih kasih bayak lo selalu teman baik gue,gue sangat merindukan lo,sudah bertahun-tahun kita putus konta, tampak ada yang bisa dihubungi." kata Maisi.


"Secepatnya kita akan bertemu Mai, lo sabar dulu, biar orang yang selalu lo cinta ini bisa meyiksakan waktunya untuk kita betemu."


"Lo kasih dia sama gue biar tu dia bisa meluangkan waktunya kita." kata Maisi sedikit tersenyum..


"Akun sangat meridukan saat seperti ini lagi Kak,hidup gue selama ini tidak seperti dulu,banyak yang menjadi,kakak tahu bukan semenjak ibu sakit dan ayah meningal, apa lagi kamu pergi dari hidupku, itu membuatku susah mejalankan semua ini, tampa ada orang selalu memberi semagat dan menabatu ku lagi,miris hidupku ini kak, entah sampai kapan beban kesedihan ini akan lepas dari hidupku kak."kelu kesahnya selalu seprti ini sama Sakya dari dulu, walau Sakya adalah kekasih Sahabatnya sediri tapi ketiga orang itu sangatlah dekat, sampai orang lain meyangkah Maisi lah kekasih Sakya.


"Lo harus bisa sabar Mai, gue yakin lo bisa melewati beban yang berat ini, suatu saat kebahagian itu pasti datang untuk lo." jawab Abell lagi.


"Benar dek, Jagan pernah lemah, lo tetap tegar jalankan ini dengan iklas,kamu bisa." kata Sakya mengerti baban gadis itu dari SMP, sudah ditanggungnya semenjak ayahnya menilgal.


"Kakak harap kamu melewati ujian ini dengan kesabaran, pasti kebahagian pasti menanti kamu Dek, suatu saat kamu akan hidup bahagia."kata Sakya sangat jauh lebih mengenal maisi,kerena dia sudah berteman dari kecil dengan Maisi, waktu itu orang tua Sakya ditugaskan kedaerah Maisi sebagai polisi, disanalah Sakya bisa berteman dengan Maisi.


setelah itu mereka dipertemukan kembali di bangku kuliah dikampus yang sama,disana mereka saling dekat seprti pasangan kekasih, tapi tidak dengan hati mereka.


"Kapan kamu libur kita ketemu,?" tanya Sakya.


"Hari ini aku libur dan besok juga libur!! " jawabnya Maisi seadanya.


"Jika besok kamu libur kata bisa ketemu besok, aku akan menjemput kamu." kata Sekya santai.


"Ok aku tungguin ya, janji kamu ya." kata Maisi senang.


"Kita tutup sampai disini dulu,itu sang kajian ku lagi berulah."kata Sakya mematikan sambungan telponnya itu.

__ADS_1


Maisi membuang nafas berat didadanya,dia senang akan bertemu kembali dengan mereka berdua,sudah lama mereka tidak bertemu.


"Maisi lo kenapa diluar, lagi apa lo?" sapa Maya Dari dalam.


"Lo baru keluar dari pingitan ?" kata Maisi asal.


"Mana ada begitu Mai,gue cuma ingin serpis yang baik saja untuknya." kata Maya santai.


"Ya lah,bukan seprti gue yang selalu jomlo ini May." kata Maisi lemas.


"Maka nyo lo cari pacar jadi ada orang selaalu nemanin lo." kata Maya santai.


"Dasar lo, mentang-mentang lo sudah nikah jangan seenaknya aja ngejek gue." kata Maisi.


"Eeh lo bicara sama siapa si tadi?" tanya Maya sedikit penasaran.


"Sama Pujaan hati gue cinta."jawabnya lemas.


"Benaran lo bicara sama Sigateng Sakya!! " kata Maya langsung megerti apa yang di maksud sahabatanya itu.


"Benar, tadi gue keluar sama Albert gak segaja jumpa sama dia baru saja pulang dari dianasnya." kata Maisi santai.


"Pasti senang tu ketemu pujaan hati yang lo cinta itu Mai?" kata Maya lagi terseyum sama gila saat ini dengan Temannya itu.


"Siapa lagi tu orang yang kamu bilang sigantaeng Sakya itu sayang?" ucap Kevin tiba-tiba menyahuti omongan istrinya itu.


"Bukan aku mas, tapi pujaan hati nya Maisi." kata Maya cepat sebelum Kevin salah paham padanya.


"Benar kak,pujaan hati gue." kata Maya santai bialang pada Kevin saat ini ada Albert disampingnya.


"Kamu punya pujaan hati,sejak kapan mai?" kata Kevin tidak percaya.


"Itu dia mas si sakya." kata Maya ikutan.


Maya segaja menekan kata Sakya agar dia dapat melihat reaksi Albert pada Maisi,Maya tahu pria yang berada di samping suaminya itu menyukai sahabatnya itu, namun Albert tidak mau jujur dengan hatinya saat ini.


"Kenapa kalian mala bahas Sakya sih,sudah kita masuk yok Mai malas gue disini, suasananya jadi dingin." kata Maisi sedikit sensi pada Albert.


"Gue masuk dulu ya." kata Maisi meningalkan tiga orang itu.


"Kenapa tu anak? " tanya Kevin heran.


"Mana gue tahu Vin?"kata Albert memperhatikan Maisi masuk dengan cepat-cepat kedalam.

__ADS_1


************


__ADS_2