SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Tidak disambut baik


__ADS_3

Lima hari sebelum pernikahan Albert kembali ke Jerman untuk memberi tahu Ayahnya akan pernikahan yang dengan Gadis yang disukai nya, Albert masih mengingat tuan Ramos adalah Ayahnya.


Setelah siap dengan pembicaraan kerja sama perusahaannya yang baru tiga tahun ini berkembang pesat dindonesia, hari ini dia melakukan kerja sama dengan perusahaan Jerman dibidang elektronik itu.


Albert dan jimy tidak pernah jauh, mereka selalu bersama semenjak Albert megabil jimy sebagai Asistennya, dan tangan kanan yang dipercayai nya saat ini.


Hari ini Jimy baru saja berjalan leluar dari perusahaan rekan kerja perusahaan Albert itu,saat diluar Jimy tidak sengaja melihat Carla dengan Seorang laki-laki yang sedang bergandengan dengan nya.


Dengan cepat jimy mengambil poto wanita yang selalu dibanggakan oleh ayah Albert itu.


"Semoga saja ini berguna untuk tuan Albert." gumana jimy dalam hati, sambil memasukan kembali Ponselnya kedalam jasnya.


Tidak lama Albert baru saja turun dengan pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaannya.


"Jika begitu tuan Sian, saya undur diri dulu, jika anda ada waktu datanglah ke Indonesia pas hari pernikahanku!! " kata Albert ramah.


"Saya akan meluangkan waktu untuk bisa datang acara pernikahan anda nanti tuan Albert." kata Tuan sian juga sangat ramah lagi dari Albert.


" Kalau begitu saya udur diri dulu, kerena kami hari ini akan kembali ke Indonesia langsung tuan." kata Albert.


Setelah itu Albert dan jimy langsung ke perusahaan milik ayahnya untuk menemui tuan Ramos yang saat ini berada di perusahaan miliknya itu.


"Apa kita Akan langsung ketempat tuan besar Tuan Albert?" Tanya Jimy pada Bosnya itu.


"Ya Jim, kita langsung kesana saja, kerena saya juga ingin bicara pada Ayah." kata Albert sedikit sendu.


"Baiklah tuan." Kata jimy tidak bertanya lagi. Tidak lama perjalanan ke perusahan Milik Ayahnya itu akhirnya mereka berdua sampai juga,Albert dan jimy langsung menuju ruangan dimana Ayahnya itu berada.


Saat mereka Mau masuk Leo sang Asisten Ayahnya itu baru saja keluar.


"Selamat siang tuan muda. " sapa Leo melihat Albert.


"Apa Ayahku ada ?" kata Albert santai.


"Tuan besar ada tuan, silakan masuk saja." kata Loe memabukkan pintu untuk anak Bosnya itu.


Albert masuk kedalam ruangan ayahnya saat ini dibelakangnya ada Jimy yang selalu ada didekatnya, begitu juga dengan Leo, selalu mendampingi tuan Ramos.

__ADS_1


"Selamat siang Ayah...!!! " sapa Albert dengan Seprti biasa pada ayahnya itu.


"Ada apa kalau datang kesini Al?" kata tuan Ramos pada putranya itu.


"Aku kesini hanya ingin melihat keadaan ayah saja, apa saat ini ayah baik-baik saja?"


"Kamu tidak usah mencemaskan aku, aku selalu kuat tidak ada yang perlu dikawatirkan." jawab tuan Ramos dengan nada sedikit ketus, kerena dapat Albert menilai kata yang keluar dari mulut ayahnya itu.


"Jika begitu anda sangat baik, saya undur diri saja." kata Albert tidak jadi bicara lagi kerena sambutan dari Ayah tidak baik.


Albert keluar dari ruangan itu, saat Ingin keluar dari pitu ruangan itu dia membalikan tubuhnya kembali .


"Jika anda ada waktu datanglah kepernikahanku minggu ini akan diadakan di kediaman Bunda, aku tidak bikin acara yang mewah." kata Albert kembali melanjutkan langkahnya setelah apa yang sudah diucapkannya.


Albert berjalan duluan dari jimy kerah Life, jimy yang masih berdiri juga berkata apada Leo.


"Maaf tuan Leo, mungkin saat ini Tuan besar belum bisa menerima calon istri tuan muda, sebaiknya anda mulailah untuk mecari tahu wanita yang selalu ingin dijodohkan pada Tuan Albert.Aku baru saja mengambil poto wanita itu, sudah saya kirim ke ponsel Anda tuan Leo, sampai jumpa kembali." kata Jimy santai dan melanjutkan langkahnya kembali kearah Albert yang sudah berdiri di pintu life.


"Apa yang sedang kamu bicarakan dengan Leo?" kata Albert singkat.


"Hanya melihatkan ini tuan agar tuan besar bisa sadar siapa gadis yang selalu dibangakan itu." kata Jimy santai memberikan ponselnya pada Albert.


"Apa sudah kebiasaan dia seperti ini Jimy? seperti inilah gadis yang dibangakan ayah, ingin menjadikan menantu dirumahnya." sahut Albert singkat.


"Itu tergantung penilaian Tuan besar Jika melihat poto ini,tadi baru aku ambil. " kata Jimy juga sangat santai.


"Ayok kita langsung ke bandara, tugas kita disni sudah selesai." kata Albert masuk kedalam Life yang sudah terbuka itu.


Mereka berdua melanjutkan kembali perjalanannya ke Indonesia, kerena sangat singkat waktu Albert saat ini,hari pernikahannya saat ini sudah sangat dekat, jadi Albert tidak punya waktu untuk santai.


Didalam pesawat Albert masih melihat layar ponselnya dengan senyuman melihat poto profil calon istrinya itu yang lagi tidur itu.


"Aku sangat merindukan kamu Beby, satu minggu ini kita tidak boleh bertemu, kerena bibik kamu melarang kita untuk bertemu, aku sangat tersiksa." kata Albert bicara sendiri saat ini.


Jimy yang mendegar Bosnya sudah bicara seprti itu, dia sudah mulai pura-pura tidak dengar perkataan Bosnya itu.


"Jim, apa kamu tidur?" tanya Albert yang duduk di sampingnya itu.

__ADS_1


"Angap saja saya Tidur dan tidak mendegar kata Anda." santai Jimy bicara pada Albert.


"Kamu ini, tidak tahu rasanya menahan rindu itu paling sulit bagiku." kata Albert kesal pada Jimy.


"Terus aku harus apa Al, kamu saja yang tidak sabar, sebentar lagi Nona Maisi akan jadi istrinya kamu." kata Jimy santai.


"Lima hari itu lama bagiku Jim, tidak seperti kamu bayangkan." kata Albert lemas.


"Ya namanya dipingit, ya seperti itu." kata Jimy lagi.


"Jika kamu jadi aku, mungkin kamu juga akan merasakan sama seperti aku Jim."


"Aku tidak pernah jatuh cinta Al, jadi jauh-jauh dulu dariku soal cinta."Jawabnya seenaknya Jimy saja.


"Ya kamu nikmati saja Jiwa jomlo kamu sampai tua nanti,gadis Indonesia itu cantik- cantik Jim, masa tidak ada yang kamu suka salah satu dari mereka yang beribu, apa lagi di perusahaan kita Itu karyawan kita masih banyak yang cantik.


"Belum masuk tipe aku Al, jadi jangan bahas itu lagi." santai jimy santai.


"Ahhh dasar kau ini."'kata Albert kesal dan tidak banyak bicara lagi, dia hanya Memejamkan matanya agar tertidur.


Lain ditempat Maisi saat ini Bibiknya baru saja pulang dari belaja yang diantar oleh Ivan Abang sepupunya Maisi.


Maisi betul-betul tidak bisa kemana-mana lagi setelah hari pernikahannya sudah ditentukan, dia sudah tidak bisa pergi mengajar lagi, saat ini Maisi duduk diruang tamu sambil melihat majalah,baru Maisi ingin membaca majalah Bibiknya itu sudah berteriak memanggil namanya.


"Mai, bantu dulu abangmu bawak belanjaan kedapur sana, bibik akan masak ikan nila bakar hari ini." kata Bibinya itu membawa sekatong ikan nila masuk.


"Ya bik, aku bantu Abang dulu ya." Maisi cepat-cepat lari keluar.


Ivan yang terseyum saja melihat adiknya itu keluar dengan mungka yang lagi di masker terlihat seperti setan.


"Apa tidak bisa dicuci dulu mungka kamu Dek, lihatlah dirimu itu tampak jelek sekali." kata Ivan santai.


"Diamlah Bang, nantik bibik mala cerewet lagi jika aku tidak pasang masker ini." kata Maisi pelan.


"Ini bawak sayur ini kedapur, nantik jangan lupa bikin sambal terasi nya Dek, jangan diberi tahu ibuk, dia tidak akan membiarkan aku makan cabe." kata Ivan berbisik pada Adeknya.


" Sip, nantik aku akan bikin untuk abang." kata Maisi selalu dekat dengan abang sepupunya itu.

__ADS_1


"Sana Masuk." kata Ivan tersenyum pada Maisi yang selalu tahu apa yang diinginkan itu.


**********


__ADS_2