
Lain saat ini Albert anya gelisah kamar saat ini memikirkan kata Dari Maisi barusan, hati nya tidak Terima Maisi berkata seprti itu,Albert tidak mau Maisi menjauh darinya, entah apa yang terjadi dengan perasaan hatinya saat ini,Albert ragu dengan hatinya.
Lama Albert berpikir malam ini, kerena rasa hatinya tidak Terima dengan hal ini, dia sangat gelisa, jika benar-benar Maisi menjauh berakti dirinya tidak bisa melihat gadis itu lagi yang menganggu hatinya beberapa Bulan ini.
"Kenapa gue kayak gini,ada apa dengan hati ini, rasa tidak rela Maisi pergi dari gue."kata Albert sangat gelisa.
"Gue tidak bisa diam saja seperti ini, gue harus pastiin hati gue saat ini, sebelum dia tambah menjauh dari gue." kata Albert lagi bicara sendiri.
"Tapi bagai mana dengan dia tidak mau memaafkan gue, seperti apa yang baru dia bilang, melupakan semuanya."kata Albert tidak bisa memikirkan apa yang sudah dikatakan Maisi barusan.
Albert membaringkan tubuhnya saat ini diranjangnya dengan masih memikirkan Maisi yang ada disebelah kamarnya saat ini, ingin Albert untuk mengetuk pintu kamar Maisi,Albert takut gadis itu bertambah marah padanya.
Setelah tengah malam Albert tidak juga bisa tidur, dia keluar dari kamarnya dan mengambil minum kedapur, seluruh penghuni rumah itu sudah pada tidur, hanya Albert yang terbagun saat ini, Albert duduk dimeja makan sambil menuang minum kegelasny.
"Kenapa mata gue gak bisa Tidur, ada apa ini?tanya Hati Albert pada dirinya sendiri.
"Lo kenapa Al, kok malam-malam berada didapur.?" tanya Kevin barus saja turun dari lantai dua rumahnya itu.
"Gue haus, ingin minum,mata gue gak bisa tidur!! " kata Albert santai.
"Kenapa lo?" kata Kevin lagi heran melihat temanya itu.
"Entahlah, gue juga gak tahu Vin, dari tadi gue coba pejamkan ni mata gak mau tidur-tidur."
"Lo lagi mikirkan apa lagi Al,ada yang lo pikirkan saat ini?Tanya Kevin kembali.
"Gue habis ribut sama Maisi, tapi beda dari biasanya,gue gak bisa Terima Kata-kata dia kali ini." jelasnya pada Kevin.
"Bukan lo selalu begitu sama Dia, selalu bertengkar sama dia." kata Kevin lagi.
"Yang biasanya dia gak pernah semarah ini Vin sama gue, tapi hari ini dia sangat marah kerena gue berkata kasar lagi padanya."kata Albert sedikit lesu.
"Ya sudah lo coba sekali lagi mintak maaf,mana tahu besok dia sudah bisa maafkan lo, Maisi itu tidak pendendam kok, setahu gue ya."
"Lihat nantik jika mut dia lagi bagus, jika tidak mana berani gue mendekati singga betina yang lagi ngamuk Vin, jangan gila lo nyuruh gue mintak maaf sama dia." kata Albert sedikit takut.
"Jika gitu, lo nikmati aja Maisi marah sama lo, jika itu yang lo pikir." kata Kevin sambil mengisi gelasnya dengan air putih.
"Dasar teman gak ada hati lo, bantuin ke gue kayak mana bisa gue dekat lagi sama Maisi." kata Albert pada Kevin
"Bukankah dari beberapa bulan lalu gue sudah bilang sama lo, jika lo suka, bilang sama dia langsung, lo lebih milih mementingkan gendi lo, ya telan tu gensi ."kata Kevin pergi naik ke lantai dua lagi.
"Dasar lo," kesal Albert pada Kevin.
Albert setelah siap monum dia kembali lagi kedalam kamarnya saat ini, tapi sebelum masuk dia masih saja menoleh kepintu kamar Maisi yang ada disebelahnya.
Akhirnya Albert masuk kembali kekamarnya itu dan membaringkan Tubuhnya kembali diatas kasur yang selalu membuatnya itu nyaman,stelah 30 Menit menunggu akhirnya Albert tertidur juga.
Keesokan pagi Maisi terbangun lebih dahulu dari Semua orang, hanya bik Surti saat ini yang terbangun lebih awal dari yang lain,Maisi leluar dari kamar dia hendak meraton pagi sendiri saja pagi ini,sebelum keluar dari rumah itu Maisi kedapur dulu untuk minum air putih yang sedikit hangat.
__ADS_1
"Pagi bik!! " Sapa Maisi pada Bik Surti.
"Ehhh non Maisi pagi juga Non,kok bangun pagi kali Non Maisi?", tanya bik Surti pada Teman nyonya rumah itu.
"Aku ingin lari pagi Bik, apa bibik mau ikut?", ajak Maisi pada bik Surti.
"Jika Bibik ikut Non nantik siapa yang akan masak serapan pagi Non, bisa-bisa bibik suruh istirahat sama Dengan kevin." canda Bik Surti.
"Ya sudah bik aku keluar dulu ya,nantik kalau Maya bangun bilang aku lagi merato ya bik." pesan Maisi pada Bik Surti.
"Baik Non nantik bibik akan bilang."kata Bik Surti melihat Maisi keluar dari rumah itu.
Sampai dipintu keluar rumah besar itu, Maisi mala berpas-pasan dengan Albert yang juga hendak lari pagi.
"Apa lo lihat-lihat!! " mau gue tonjok lo kata Maisi pada Albert yang sedang menatapnya.
"Ya siapa yang lihat lo, ehhh gue juga mau keluar, bukan lihat lo, emang lo saja yang punya Mata." kata Albert juga terpancing oleh Maisi.
"Minggir lo,gue mau keluar, gak usah berdiri ditengah pintu. "'kata Maisi menerobos Albert.
"Dasar lo cewek yang paling nyebelin ya, gak nyangka gue ketemu cewek kayak lo, sunggu membuat gue Kesal saja Lo."kata Albert akhirnya ikut terpancing ribut lagi sama Maisi.
"Gak ada untung sama gue,emang gue pikirin." santai Maisi sunguh membuat Albert kesal.
Mereak Berdua keluar dari halaman rumah mewah Kevin itu,Berlari ke sekeliling komplek sekitar rumah Kevin, dengan arah yang berlawanan.
Maisi tidak bisa menahan rasa sakit di kakinya sehingga dia harus berenti dipingir jalan sekitar komplek itu.
"Aduuh Sakit kali ini, kenapa gue jadi ngijak lobang sih, apes bbanget hidup gue pagi ini, mana lagi ponsel gue gak kebawak lagi,mau mitak tolong sama Maya Juga gak bisa." kata Maisi sambil meringis menahan sakit di kakinya.
"Kenapa lo,makanya jadi orang itu Jangan kecicilan jadinya ngijak lobangkan. "kata Albert tiba-tiba ada didepan ya.
"Lo kok tahu gue ngijak lobang sihh?" kata Maya heran.
"Tahulah gue ada dibelakan lo, tapi gue malas nolongin lo." kata Albert sedikit santai.
"Jahat kali lo jadi orang,senang lo lihat gue sensara." kata Maisi kesal.
"Sini kaki lo coba gue lihat!! " kata Albert memegang kaki Maisi yang sudah membelakangi dan sedikit membiru.
"Lepaskan kaki gue,sakit Setan, jangan lo pegang kuat-kuat sakit tahu." kata Maisi merigis kesakitan saat Albert memegang kakinya itu.
"Kaki lo sepertinya terkilir, lo harus diurut dulu baru siap itu loh harus berobat." kata Albert tidak tega melihat Maisi menahan sakit.
"Tapi gue pulang kayak mana, ini saja gue sudah tidak bisa jalan lagi." kata Maya sedikit sendu.
"Gue pantu,untuk hari ini saja, tapi besok tidak. " kata Albert lagi.
"Mimpi apa lo semalam mau bantu gue?" tanya Maisi lagi.
__ADS_1
"Gak usah bayak bicara Maisi, sekarang naik ke pugung gue, jika lo mau pulang." kata Albert merokok didepan Maisi.
"Jangan gila lo ya, masa iya lo gedong gue, jangan becanda lo ya." kata Maisi lagi masih ragu.
"Jika gak mau gue tingal lo, pulang saja lo sama kaki lo yang sakit itu." kata Albert hendak pergi dari Maisi.
Albert pura-pura berjalan bebepa langka namun Maisi dengan cepat memangil Albert kemambali.
"Hai tungguin gue kak,bantu gue. "akhir dari kata Maisi
Albert yang mendegar Maisi mintak bantuan dia tersenyum dengan liciknya.
"Tapi lo gak butuh bantuan gue."
"Maaf deh,tapi sekarang gue butu lo kak." kata Maisi sedikit lembut.
"Gitu dari tadi ngapa sih Mai, ini gak bikin gue kesal dulu baru lo mintak tolong." kata Albert Santai berkata begitu pada Maisi.
"Maafkan gue kak"Kata Maisi tidak banyak bicara lagi.
Albert mengedong Maisi dipungungnya saat ini,Maisi benar-benar tidak bisa bicara lagi, dia hanya bisa diam saja diatas gedongan Albert sampai kerumah Maya.
Setelah Mampai dirumah Maya, Albert memintak bik Surti untuk mencari tukang urut untuk Maisi.
Setelah kaki Maisi diurut oleh kukang urut yang di pangil oleh Bik Surti, Albert mengajak Maisi kerumah sakit untuk berobat Kerena Tidak mungkin Maisi harus lama-lama menahan sakit, kerenan besok senen dia harus mengajar.
"Ayok aku antar lo Berobat,selagi aku baik hati hari ini."Kata Albert menukar cara bicaranya tidak seperti awal tadi pagi.
"Nantik saja kak,aku tidak ingin merepotkan kamu lagi,nantik aku minta Kenna datang ke sini untuk bawak saya Berobat." kata Maisi sudah tidak enak hati pada pria yang diduduk disebelahnya itu.
"Jika kamu tidak berobat sekarang Mai, itu kakinya kamu akan bertambah sakit." kata Albert.
"Aku mintak tolong ambilkan Tas dan Ponselku dikamar kak, biar aku bisa telpon Kenna." kata Maisi lagi.
"Terserah kamu saja Mai jika kamu tidak mau aku mantu." kata Albert mengambilkan tas dan ponsel Maisi dikamarnya.
Alberkembali lagi dengan Tas dan ponsel di tangannya saat ini, Albert memberikan benda itu pada Maisi.
"Ni ponsel dan tas kamu Mai." kata Albert memberikan apa yang dimintak Maisi.
"Terimakasih banyak Kak." senyum Maisi pada Albert.
Setelah menghubungi Kenna raut wajah Maisi sedikit sendu, Albert yang melihat Maisi sepeti itu dia hanya bisa diam saja, dia sudah tidak mau memaksa Maisi harus ikut dengannya untk berobat.
"Baiklah aku sama kakak saja perginya, Kenna gak bisa pagi ini dia harus bantu orang tuanya dipasar." kata Maisi sedikit malu pada Albert.
"Ya suda kita pergi sekarang. "kata Albert langsung membatu Maisi keluar dari dalam rumah untuk ke mobilnya.
**************
__ADS_1