
Maisi baru saja samapai di bandung dan keluar dari Bandara dengan dua koper di tangan dan menariknya keluar dari bandara, Maisi langsung keterminal Biss untuk melanjutkan perjalanannya ke desa,dimana tempat dia dibesarkan.
Maisi sudah berada didalam bis saat ininiMaisi duduk dibangkau bis dengan pikiran yang masih pada Albert saat ini, kerena masih teringat dengan gadis yang sudah dua kali dia lihat bersama Albert waktu itu yang disangka Dia hanya halu saja, namun semua itu adalah benar adanya.
Maisi sedih dengan apa yang sudah dilihat hari ini dengan hati yang sakit, kecewa rapuh dan bercampur aduk menjadi satu tidak dapat Maisi untuk mengucapkan rasa kecewanya saat ini pada Albert.
"Aku benci Padamu Albert, kau pembohong,kau sunggu menyakitiku dengan apa yang engkau lakukan padaku hari ini,kau sunggu tidak adil padaku Albert." kata Hati Maisi berkecamuk dengan dengan rasa kecewa yang tidak bisa dikatakan oleh nya pada Pria yang selalu dia musuhi itu selama ini.
"Aku benar-benar benci." kata Tari diselah diamnya sambil berkata pelan saat ini duduk tersandar di bangku penumpang bis itu.
Tidak sampai 3 jam dalam melakukan perjalanan malam ini maisi sampai juga diterminal tempat tidak jauh dari desanya itu, saat ini Angga adinya sudah menunggunya.
Angga melihat kakaknya itu baru saja turun dari bis dia langsung memangil Maisi.
"Kak,selamat datang kembali ditempat kelahiranmu." canda angga pada kakaknya itu.
"Kamu bantu dulu kakak dek, bawak ini barang." kata Maisi pada Adiknya itu.
Angga membantu kakak itu membawak barang kakaknya untuk ke motor nya saat ini,setelah Mereka langsung menuju rumah Maisi bersama adiknya itu,saat ini Ibunya sudah menunggunya dirumah.
Sampai dirumah Maisi lansung menemui ibunya yang satu tahun ini tidak dilihatnya wajah keriput ibunya itu, rasa rindu pada ibunya itu ditahannya selama ini.
"Asalamualaikum buk!! " sapa Maisi masuk kedalam rumah itu.
"Nak kamu sudah sampai?"kata buk Mai pada puri nya itu.
"Ibu aku sangat merindukan ibu, apa selama aku gak dirumah ibuk baik-baik saja selama dirumah bibik?" kata Maya.
"Ibu baik-baik saja nak, bibik kamu dengan baik merawat ibuk."kata ibunya itu.
" Syukurlah buk, aku sangat mencemaskan ibuk selama aku dijakarta." kata Maisi lagi.
"Bagai mana dengan kamu nak apa kamu baik-baik saja dengan kamu selama disanaa Nak?" kata Buk Mai pada Putrinya itu, saat ini terlihat Kesedihan diwajah cantik putrinya itu.
__ADS_1
"Aku baik saja buk, ibu gak usah terlalu memikirkan aku." kata Maya Pada ibunya itu walau saat ini hatinya sedang sangat gundan dengan rasa kecewa pada Albert, yang selama setahun ini menganggu pikirannya.
"Istirahatlah Nak, kamu tampak lelah hari ini" kata Ibunya itu.
"Baiklah bu aku masuk dulu ya,angga kamu bantu ibu untuk kekamar lebih dahulu biar ibu juga istirahat juga." kata Maisi pada Adiknya itu.
Setelah itu Maisi juga masuk kedalam
kamarnya saat ini yang sudah lama di tingalkan kamar yang selalu membuatnya nyaman.
Setelah membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya itu saat ini bayangan Albert selalu berputar dipikirannya saat ini.
Maisi masih saja mengingat wajah bahagia dan senang Albert bersama Gadis cantik itu, Maisi tidak bisa melupakan itu dengan mudahnya.
Maisi kembali mengabil Ponselnya saat ini,Maisi juga mengirim potonya drup Chatnya itu bahwa dirinya saat ini sudah sampai dirumah.
Tidak lama sempat sekawan itu lansung merespon.
"Syukurlah lo sudah sampai Mai!! " kata Maya saat ini.
"Gue mintak oleh-oleh dari buk guru cantik saja dehh." canda kenzi.
"Itu bapak orang ngapain bersarung kayak gitu " Komentar Maisi pada Kenzi yang baru saja mengirim photonya.
"Kurang kerjaan saja Kamu Ken!! " kata Maya lagi.
"Gue baru mau sholat Isyah Beb." kata Kenzi
"Sangka gue lo mau mintak jatah, kerena sudah lama puasa." sindir Maisi lagi pada Kenzi.
"Tu mulut tambah pedes saja jika bicara sekarang ya,awas saja lo besok gue tidak makan diam saja. " kata Kenzi pada Maisi.
"Alah gitu aja lo marah,gak seru lo sekarang, kerena sudah lama puasa Jadi bawaannya ingin melahap orang saja." balas Maisi lagi.
__ADS_1
"Tu Ra, lo kasih jatah tu dia, biar pikiran dia agak melek sedikit." sambung Maya lagi.
"Ini satu anak ikut nyambung lagi, besok tu laki lo juga sama nasibnya sama gue, puasa pas bini lahiran." kata Kenzi tidak mau kalah.
"Ya sudah gue lelah kali hari ini, gue cabut duluan ya."kata Maisi keluar dari grup itu.
Tidak lama Maisi menarok kembali Ponsel itu setelah perbincangannya sama Para sahabatnya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Lain saat ini dengan Albert yang berada dirumah Kevin sambil memegang Ponselnya setelah Memintak No hp Maisi pada Sahabatnya itu.
"Coba saja lo hubungi lagi dia Al, mana tahu dia mau Angkat." saran Kevin pada Sahabatnya itu.
"Gue belum berani untuk untuk menghubunginya saat ini Vin, dia masih sangat kecewa padaku." jawab Albert pada Kevin.
" Ya terserah lo saja,gue hanya menyarankan saja sama lo." kata Kevin tidak banyak bicara lagi pada Temannya itu.
"Kenapa lo gak bilang dia akan kembali hari ini ke desanya vin?", kata Albert
"Gue juga gak tahu Al, baru hari ini saja aku tahu dia berangkat, pas jumpai istri gue tadi pas lo nelpon gue, dia sudah mau berangkat kebandara itu." kata Kevin seadanya.
"Gue sangat bersalah padanya, semua yang pendam semua pada gue, tadi gue dengar semua dari mulut dia Vin saat dia megupat gue habis-habisan." jelas Albert.
"Lo salah Al, dari dua bulan lalu sudah gue bilang, gue sudah nyuruh lo untuk menemui dia pas saat kita ketemu dimoll itu, dia ada disana saat itu Al."Terang Kevin pada Albert.
"Apa itu yang dimaksud maisi tadi,dia sangat marah sudah dua kali lihat gue sama Zira." Jelas Albert kembali.
"Bisa saja begitu Al,mungkin dia tidak sengaja lihat lo pas hari itu bersama Zira, Lo tingal jujur saja Al, bilang bahwa Zira sepupu lo anak dari tente lo yang ada jakarta juga, lo jika tidak jujur Al, lo akan nyesal tidak akan bisa lo dapatkan hatinya lagi." kata Kevin tahu sifat Maisi,gadis itu sangat teguh atas pendiriannya.
"Gue harus datang kesana Vin?" kata Albert lagi saat ini dia sudah tidak bisa berpikir bayak lagi.
"Gak usah, lo hubungi dia malam ini, jika sampai besok dia juga gak mau bicara sama lo, baru lo susul dia kesana nantik gue juga akan ikut bersama kamu, sekalian gue sama Maya mengunjungi Bunda disana." jawab Kevin saat ini sangat paham apa yang dirasakan oleh temannya itu.
__ADS_1
*********