SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Sedikit rasa senang Albert saat ini bersama keluarga Maisi


__ADS_3

"Eeeeh mau kemana lo, enak aja main pergi ,gak bisa main gitu lo, hari ini elo harus bawak gue jalan dikampung ini, megingat sala lo sama gue." kata Albert pada Maisi.


"Apa lo bilang,enak saja lo mintak gue temanin lo jalan dikampung sini, gue gak mau, jika mau pergi, pergi aja sono sendiri gue lagi malas, gue banyak kerjaan." Balas Maisi juga tidak mau kalah dari Albert.


"Ayoklah, untuk hari ini saja elo berbaik hati ama gue,gue janji gak akan ganggu elo selama kita keliling kampung sini." kata Albert benar-benar pada Maisi.


"Wowww kesambet apa lo sihhh!! tadi mulut elo benar-benar jahat tu kayak taik ayam jika ngomong, tumben elo baik,kerena suntuk lo kan disini?" tatap Maisi lagi pada Albert.


"Benar tebakan elo itu, gue suntuk sekali hari ini, gak ada kegiatan, elo berbaik hati napa sih untuk hari ini saja lo temanin gue keliling kampung dini, besok kami juga akan berangkat kejakarta, plisss!!! " mohon Albert pada Maisi.


"Tapi gue belum masak, nantik ibuk gue nunguin makan siang dirumah, apa lo mau nunguin gue siap masak dulu, setelah itu gue langsung kesini lagi jemput elo, kita jalan." kata Maisi sedikit lembut pada Albert.


"Gue ikut elo aja dehh, kerumah elo biar gue bisa kenalan sama adek dan ibu lo." kata Albert lagi.


"Jangan gila lo ya, masak gue bawak laki-laki kerumah gue, apa yang dibilang sama tetangga gue nantik lihat elo sama gue, gak-gak gue gak mau jadi bunjingan Orang kampung." kata Maisi meyerocos gitu saja.


"Gue cuma bertamu, dan nunguin elo kok dirumah elo,itu juga ada ibu dan adek lo dirumah bukan kita berdua saja." kata Albert ada benarnya juga.


"Iss elo kok makasa gitu Sih, gue paling gak bisa dengar kayak gini. "kata Maisi sedikit melemas.


"Bagai mana boleh gak?" kata Albert meligat Gadis dihadapanya itu.


" Ya sudah ayok, elo yang bonceng gue, gak mungkinkan gue gonceng elo." kata Maisi memberikan kunci motornya itu pada Albert.


"Ya sudah,,sini gue yang bawak. " kata Albert tersenyum pada Maisi.


"Ada apa dengan dia, aneh?" kata Maisi dalam hatinya.


Dalam perjalanan kerumah Maisi, Albert hanya diam saja dia pokus melihat-lihat sekeliling kampung sambil membawa motor, Maisipun juga tidak tahu apa yang harus dibicarakan pada pria dingin itu.


"Mmmmm,,, kak kita mampir kepasar bentar ya, gak apakan, lo gak keberatankan ngantar gue belanja bentar, kerena gue baru ingat bahan yang mau dimasak untuk satu minggu ini sudah habis." kata Maisi tidak tahu apa yang dikatakan pada Albert.


"Tidak masalah,gue akan temanin lo ke pasar belanja." kata Albert santai.


"Kita belok kiri aja Kak sampai simpang ujung sana!! " tunjuk Maisi pada Albert yang membawak Motornya itu.


"Ok!! kata Albert tidak banyak bicara.


Tidak lama Mereka sampai dipasar tradisonal kampung Maisi itu,Maisi turun dari motor itu menyuruh Albert untuk menunggunya sebentar saja.


"Lo bisa tunggu gue disini aja, gue sebentar saja belanjanya kok, gak bakal lama." kata Maisi berjalan santainya meningalkan Albert sendiri.

__ADS_1


"Ehhh tungguin dulu, elo main tingal aja,gue ikut kedalam sama elo, biar gue teminin." kata Albert santai berjalan dibelakang Maisi.


"Tapi, elo gak apa, bauk lo didalam. " kata Maisi sedikit tidak enak sama Albert.


"Gak masalah santai saja gue bukan anak mamy kok." kata Albert menjawab kata Maisi.


"Ya sudah!!" kata kata Maisi melanjutkan berjalan kerah tempat sayur.


Albert melihat cara belanja Maisi sangat kagum pada gadis itu, Albert memperhatikan gadis di depan nya itu dengan sedikit senyum di bibirnya,ada rasa senang melihat gadi itu, entah kenapa dia bisa nyaman dekat gadis cerewet seperti Maisi yang selama ini dia paling tidak suka jika ada gadis yang seperti Maisi ini.


"Wow bengong aja lo!! kata Maisi melambaikan telapak tangannya di depan mata Albert.


"Apa sih lo bikin jantungan orang aja." kata Albert baru tersadar dari lamunannya itu.


"Apa yang elo pikir ditengah pasar kayak gini, elo gak suka ya dengan pasar?" kata Maisi asal.


"Gak usah banya omong, sini belanjaan nya biar gue bantu bawak, itu sudah berat lo bawak!! kata Albert megambil kantong kresek yang berisi belanjaan Maisi.


"Gak usah, gue bisa bawak sendiri!! " tolak Maisi lagi


"Janagn banyak omong lo, sini gue bantu." kata Albert kembali megambil kantong itu belanjaan ditangan Maisi.


"Ya sudah terimakasih ya!! " Kata Maisi sedikit tersenyum pada Albert.


"Aku mau ketempat ikan, elo apa mau ikut juga, disana bauk lo!! " kata Maisi berkata pada Albert.


"Ayok jalan Gak usah nanya sama gue." kata Albert mengikuti Maisi kedalam tempat penjual ikan itu.


Maisi memilih beberap jenis ikan dan setelah siap Mareka berdua keluar dari tempat ikan itu dan langsung pulang menuju rumahnya Maisi.


"Apa lo sering belanja kepasar seperti tadi?" tanya Albert.


"Sering bangat Kak, jika tidak gue belanja, terus siapa lagi, ibu gue sakit." kata Maisi santai.


"Maaf deh, bukan maksud gue apa-apa kok?" kata Albert tidak enak.


"Santai aja gue gak masalah kok!! " kata Maisi mengerti kerena Albert juga tidak tahu tentang keluarganya itu.


"Boleh gue tanya gak?" kata Albert sedikit membuat.


"Tanya aja Kak, apa yang ingin lo tanya?" jawab Maisi

__ADS_1


"Emangnya ibu elo sakit apa,sudah lama ibu lo sakit?" tanya Albert


"Ibu gue lumpuh,dulu kerena diabetes mengakibatkan dia lupuh, dan sekarang ibu gue sering pinsan makanya gue gak bisa lama pergi jika gak ada Adek gue dirumah" kata Maisi menjelaskan pada Albert.


"Apa ayah lo masih hidup?" kata Albert lagi.


"Ayah gue sudah lama meningal,semenjak gue sekolah satu SMP, sekarang akulah tulang punggung keluarga, gue yang mencukupi kebutuh kelurga gue kak." kata Maisi bercerita dalam perjalanan ke rumahnya.


Tidak lama mereka berdua sampai dirumah Maisi, Albert melihat rumah Maisi tidak begitu cantik, hanya sederhana saja, tapi bersih dan mata melihatnya nyaman.


"Maaf rumah gue hanya seprti ini kak, maaf jika tidak membuat kakak nyaman, kerena lo gak biasa berada ditempat seprti ini." kata Maisi Tersenyum.


"Tidak apa, itu gak masalah sama gue, lo santai saja."


"Ayok masuk, ada ibu gue lagi duduk di teras tu, mari gue kenal kan sama ibu gue." ajak Maisi pada Albert.


"Asalamualaikum Buk...!!


"Waalaikumsalam Nak....!!!kamu kok baru pulang kemana saja kamu? sudah siang gini baru pulang." kata Ibunya itu.


"Maaf buk aku kepasar dulu tadi, semua yang akan dimasak untuk minggu ini sudah habis buk. " jawab Maisi lembut pada Ibunya itu.


"Itu siapa pemuda yang bersama kamu Nak?" kata Ibunya itu.


"Ohhh ini Temannya Kak kevin dari jakarta, tadi dia lagi suntuk dirumah bunda Mary, karena Orang dirumah itu pada pergi jadi dia ingin mintak ditemani jalan di kampung sini buk,dia Albert buk teman suaminya Maya." jelas Maisi pada ibunya itu.


"Saya Albert buk, maaf menganggu waktu istirahat siang ibuk!! " kata Albert sopan.


" Tidak apa nak Albert ,ibu juga senang kamu bisa main kesini dan memintak Maisi untuk menemani kamu Jalan dikampung sini." kata Ibunya Maisi juga senang melihat Albert.


"Aku masak bentar ya Kak, lo bisa ngobrol sama ibuk bentar, sebentar lagi adik gue juga sampai rumah." kata Maksi masuk kedalam untuk memasak makan siangnya hari ini.


Satu jam berlalu akhirnya Maisi siap juga megerjakan tugas rutin yang itu setiap hari kerena tidak ada yang bisa menbantunya dan megantikannya untuk pekerjaan rumah kerena hanya dia satu-satunya anak pertama dikeluarganya itu.


"Buk aku sudah siap masak kita makan didalam aku sudah siapkan dimeja makan dibelakang.


"Ayok nak Albert kita makan siang dulu disini selagi kamu berada dirumah ibuk, entah kapan lagi kamu bisa kesini nak." kata ibunya Maisi pada Albert.


"Baiklah buk, saya juga gak bisa nolak." senyum Albert mendorong kurdi roda ibunya Maisi masuk kedalam rumah kecil dan sederhana itu.


Mereka bertiga makan sambil bercerita dimeja makan itu, Albert memperhatikan Maisi hangat dalam kelurganya,dibandingkan dirinya saat ini sudah lama tidak bersama kelurganya.

__ADS_1


"Kamu sungguh beruntung memiliki keluarga seprti ini, walau dengan kehidupan sederhana namun keluarga kamu bahagia dan tenang seperti ini Maisi, lain denganku,memiliki keluarga tapi tidak ada merasa punya keluarga, mereka hanya mementingkan hidup mereka masing-masing, tidak perduli dengan perasaan dan hati Anak-anak mereka, aku iri melihatmu Maisi." ungkapan hati Albert diam sambil megunyah nasih yang baru disuap nya itu.


*************


__ADS_2