
Dalam ruangan yang sudah ramai tamu datang malam ini ke resepsi pernikahan Albert dan Maisi, mereka berdua saat ini tampak gagah dan cantik, pasangan suami-istri itu sangat serasih dan cocok dengan baluatan Gaun pengantin yang sudah disiapkan oleh Mereka berdua.
Hari ini Albert merasa sangat bahagia akhirnya dia bisa menikah drang Maisi gadis selama ini yang membuat dia tidak bisa berpaling pada gadis manapun, walau seketasa apapun Ayahnya memaksa perjodohan dengan akan salah satu kalangan dari rekan kerjanya,tapi sedikit saja Albert tidak tertarik pada Gadis yang bernama Carla itu.
Selama ini Carla yang selalu mengejarnya, Albert selalu cuek dan tidak pernah sekali saja untuk membalas rasa suka gadis itu padanya, saat itu Albert pernah Melihat Carla dengan pria lain.
Nama Maisi sudah tersimpan dalam dihatinya tidak ada lagi yang bisa mengantikan gadis selama 4 tahun ini selalu membuatnya tidak bisa melupakan Nama Maisi dihatinya, sehinga dia kembali dipertemukan kembali dengan Maisi di perusahaan dia sendiri kerena Adanya Ivan diantara mereka.
Malam ini para sahabat Mereka berdua sudah datang Di pesta Maisi,namun tidak dengan orang sudah Albert tunggu dari pagi sampai malam ini apakah Tuan Ramos akan datang ke hari bahagia putranya itu?.
Sudah satu Jam Acara saat ini berlajut kalangan Pengusaha yang terlibat kerja Sama dengan Albert saat ini mereka hadir disemua, tapi tidak dengan Ayahnya.
Bunda Emi hanya duduk di sebuah tempat duduk yang sudah disiapkan untuk kelurga pengantin dan teman dari kedua pengantin, wajah itu hanya termenung saat ini tertutup pada putra nya yang lagi tersenyum bahagia malam ini bersama Istrinya itu.
"Semoga kamu selalu bahagia Nak, bunda senang melihat kamu seperti ini, semenjak adik kamu pergi kamu tidak pernah terlihat tersenyum lagi, hari ini kamu tampak bahagia, bunda juga bahagia jika kamu tersenyum seperti ini." kata Bunda Emi di dalam hatinya sedikit tersenyumlah saat ini dia masih mengingat kelakuan suaminya pada putranya, hanya memaksa kehendak pada putranya itu tampa memperdulikan hati dan perasaan Albert selama ini.
"Ayah kamu benar-benar marah sampai dia tidak datang untuk melihat kamu menikah dengan gadis yang kamu cintai, mungkin ini sudah jalan hidup bunda untuk jauh dari Ayah kamu,bunda sudah tidak ingin dia selalu masih bersikeras untuk memaksa keinginan." kata Bunda Emi berbicara dalam hati saja.
"Bun, ada apa??" Tanya Jimy mmelihat Bunda Emi dedikit melamun sehinga tidak sadar Jimy sudah duduk lama disamping saat ini.
"Hmmm Jim, kamu disini?" kata Binda Emi baru tersadar dari lamunannya itu.
"Bunda Ada Apa?apa yang membuat bunda melamun seprti ini?" Tanya Jimy pada Orang yang sudah merawatnya itu.
__ADS_1
"Tidak nak, bunda baik saja kok hanya saja Ayah kamu betul-betul marah pada kita malam ini dia benar-benar tidak datang." kata Bunda Emi.
"Jangan dipikirkan Lagi itu bun, malam ini malam Albert dan menantu Bunda bahagia, lihat senyum mereka berdua, mereka benar-benar bahagia Bun." kata Jimy menghibur hati Bunda Emi yang lagi sedih itu." Mungkin Tuan Besar saat ini belum menyadari kesalahannya Bun, biarkan itu mungkin dengan jalan ini tuan besar merasa bahagia, hidup sendiri tampa keluaga." kata Jimy lembut pada Orang berjasa dalam hidupnya itu.
"Iya, Bunda juga paham itu Jim, semoga dia senang dengan keputusannya itu, bunda tidak akan pernah sedih lagi jika kalian berdua masih tetap bersama bunda." kata Bunda emi merusak bahu Jimy seperti dia memperlakukan Albert juga pada Jimy.
"Terimakasih banyak Bunda masih tetap meyayangi aku selama ini sampai saat ini aku bisa bernafas dengan baik, tatap berasa di dekat Bunda." kata Jimy sebelum bertemu dengan Bunda Emi diri banya merasakan kepahitan dimasa lalunya.
"Jangan pernah mengingat tentang masa lalu kamu itu lagi, sungguh Bunda tidak bisa membayangkan lagi Nak." kata Bunda Emi dengan memeluk Jimy dengan kasih sayang yang diberikan selama ini semenjak Albert meningalkan dirinya dan hidup sendiri selama ini.
Sekarang Jimy bisa menjalankan hidup normal berkat kedua orang tua Albert, Jimy sangat berutang budi dengan kedua orang tua Albert yang sudah membesarkan dia selama ini,selama ini dia tahu Albert juga sangat terabaikan oleh mereka berdua.
Ada rasa bersalah di hidup Jimy selama ini, dirinya sangat selama ini hidup dengan rasa bersalah pada Albert kerena dari kecil Kedua orang tua Albert mendahulukan untuk dirinya saat itu dirinya koma dalam setahun kerena kecelakan mobil orang tuanya.
Rasa bersalah Kedua orang tua Albert yang mengakibatkan tejadinya kelacekakan itu, saat itu rem Mobil Tuan Ramos blong akibatnya dihari yang meyedihkan itu merengut nyawa seluruh keluarga Jimy.
"Sudah bun, jangan mengingat itu lagi, aku juga tidak pernah menyalakan ini pada Tuan besar atas kejadian itu, mungkin sudah takdir mereka saat itu seperti itu." kata Albert santai bicara pada Bunda Emi.
" Bunda Juga mintak maaf nak, sehingga kamu kehilangan orang yang kamu sayangi." kata Bubda Emi merasa salah pada Jimy.
"Sudah bun, hari ini untuk kita semua bahagia, aku tidak ingin Albert tahu jika bunda lagi sedih seperti ini." kata Jimy.
"Ya...!!! " ucap Bunda Emi mulai tersenyum manis pada Putra angkatnya itu.
__ADS_1
Albert memperhatikan tamunya sudah mulai meningalkan tempat acara itu hanya beberapa orang disana, saat ini hanya para sahabat makasi dan juga teman dekat Albert saja yang masih tertinggal di tempat acara mereka itu.
Albert mengajak Maisi turun dari pangung pengantin itu,dan ikut bergabung dengan mereka semua,bersama Bunda dan yang lain.
Maisi masih berpikir juga tentang sahabatnya saat ini tidak datang juga sudah sangat malam tapi batang hidung sahabatnya itu tidak juga terlihat.
"Sayang kamu kenapa lagi?" tanya Albert melihat istrinya itu saat ini sedikit sendu.
"Aku entah apa alasa Ririn dan Kenzi tidak datang pada hari bahagiaku, aku sangat sedih Kak, selama ini kami tidak pernah terpisah, selama berteman dengan mereka, tapi hari ini mereka tidak datang menbuatku ada yang hilang dariku Kak." Alasan Maksi saat ini berkata Pada suaminya itu.
"Kita tanya pada Kevin saja, tadi maya juga sudah bilang suruh kevin untuk mencari tahu, tentang Mereka berdua." kata Albert menenangakan diri istri nya itu.
"Mari kita gabung sama mereka...!! " ajak Maisi pada Albert.
Albert mengikuti langkah istrinya itu saat ini berjalan santai di samping Maisi, Albert sedikit cemas juga saat ini wajah kevin dari datang sudah terlihat kusut.
"Vin,lo gue lihat tidak baik-baik saja dari tadi ada apa ?" Tanya Albert pada Temannya itu.
"Aku harus bilang apa Al, pada istrinya aku dan Maisi saat ini, mulutku saat ini tidak bisa keyapaikan langsung pada mereka berdua.
"Ada apa Mas ??" kata maya yang mendegar kata suaminya itu .
*********
__ADS_1