SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Maisi berhasil bikin Albert pata hati


__ADS_3

Mereka berdua melepas rasa yang sudah lama sama-sama dipendam dan ditahan oleh sepasang manusia ini,kali ini Albert tidak akan pernah melepaskan Maisi lagi, dia sangat mencintai Maisi.


Begitu juga Maisi saat ini juga tidak ingin jauh lagi dengan Orang yang sudah memiliki seluruh hatinya, cintanya hanya untuk Albert selama ini.


Hari ini Albert dan Maisi dipertemukan kembali,mereka tidak akan pernah disangka akan bertemu lagi.


Lama keduanya dalam dekapan dengan rasa senang yang penuh rasa cinta Albert dan Maisi saat ini belum melepaskan pagutan mereka, pelukan hangat Albert membuat Maisi nyaman bersama Pria dingin yang selalu membuat Gadis seperti Maisi kesal setengah mati.


Tetesam air mata bahagia Maisi masih jatuh pipi mulus gadis yang selalu diridui oleh Albert selama ini.


"Jangan menagis lagi aku disini bersama kamu, aku tidak akan pernah meninglakan kamu lagi Mai,aku sangat mencintai kamu." kata Albert mengusap air Mata gadis yang masih memeluknya itu.


"Aku senang Kak Albert kembali kesini,aku tidak pernah sangka kita akan bertemu lagi." kata Maisi sesegukan.


"Hai hentikan tagisnya dulu, Jagan bicara lagi." kata Albert mencium bibir manis milik Maisi lagi.


"Tinggallah di Apertemen ini Mai, jika kamu mau?" kata Albert pada Maisi.


"Untuk apa aku tingal disini Kak?tidak mungkin aku tingal bersama kamu disni." ucap Maisi bingung.


"Agar aku selalu datang kesini, kamu sudah berada di Apertemen, aku dengan mudah untuk bertemu denganmu Mai." kata Albert singkat.


"Tidak kak, aku tidak mau tingal disini, nantik akan menimbulkan piknah,walau kakak tidak ada di Apertemen ini,tapi tidak baik untuk seorang gadis tingal dirumah milik Kekasihnya, itu pemali jika ibuku mengatakan." jelas Maisi menolak ajak Albert.


"Kenapa Begitu ?" bingungnya Albert


"Kerena tidak baik seorang gadis tingal bersama seorang Pria yang belum status menikah kak, tidak baik. " jelas Maisi.


"Kamu takut ya, ada setan yang akan menghasut aku gitu, agar aku tidak melakukan macam-macam." kata Albert pas tebakannya.


"Mungkin saja bisa dibilang begitu, kamu bisa mencernah dengan cepat ya." canda Maisi pada Albert.

__ADS_1


"Jika begitu kenapa kita tidak menikah saja Mai, tidak ada yang akan menghalang kita lagi." kata Albert pada Maisi.


"Enak saja, emang nikah itu semudah membalikan telapak tangan bagi kamu ya." kata Maisi tidak abis pikir.


"Kenapa Tidak Mai, soal itu aku rasa mudah." kata Albert.


"Mudah apanya,pala peyang." kata Maisi.


"Kenapa gak, tinggal daftar KUA, ijab kabul selesai bukan, apa susah sih Mai." kata Albert lagi dengan santainya berkata begitu.


Maisi hanya menatap Albert sedikit kesal,mungkin bangiknya pernikahan itu semuda itu baginya, tapi tidak dipikirkan dulu, tangung jawab dan kesungguhan dari hatinya.


"Hai Mai, kamu kenapa Menatapku seprti itu, kayak mau menekan ku saja.?" kata Albert mendudukan dirinya disofa ruang tamu itu.


"Sapa bilang aku begitu."


"Aku yang bilang begitu..jangan marah dengan perkataan aku barusan, jika kamu tidak mau tidak apa." kata Albert yang tersenyum melihat tingkah Maisi seperti dulu, empat tahu lalu diawal pertemuan mereka berdua, Maisi selalu bersikap seperti ini padanya.


"Ini yang aku rindukan selama 4 tahun ini pada dirimu Mai,sikap pemarah kamu itu, sudah tidak pernah lagi aku lihat." kata Albert yang duduk di samping Maisi saat ini.


"Aku sudah mintak maaf soal itu Mai, jangan pernah ungkit lagi kesalahan yang sudah aku perbuat pada kamu." kata Albert.


Lama Kedua manusia ini diam setelah perbincangan mereka, Albert baru ingat dengan Menejer Yang ditemui Maisi di perusahaannya tadi.


"Maisi, kamu kok bisa datang ke perusahanku tadi? apa yang kamu lakukan disana, dan apa hubungannya kamu dengan menejer bagian keuangan diperusahaanku?" kata Albert ingin tahu.


"Dia adalah tunangan ku kak,mungkin ini membuat kamu kaget,maaf jika aku belum bilang ini sama kamu, aku sudah tunangan dengan orang lain, kerena aku ingin melupakan kamu,selama tiga tahun ini aku sangkah kak Albert tidak akan datang lagi kesini, jadi aku mehmgutuskan untuk menerimahnya, dia juga sangat mencintai ku, maafkan aku." bohong Maisi pada Albert karena Maisi ingin melihat reaksi Albert saat ini bagai mana rasanya sakit hati itu.


"Apa Mai, bisa kamu ulang kembali kata itu?"tanya Dan kaget Albert saat mendengar kata itu dari gadis yang dicintainya itu.


"Tunangan ku Kak." senyum Maisi pada Albert.

__ADS_1


"Kamu betul-betul akan melupakan aku Mai?"kata Albert sedikit raut kecewa diwajahnya.


"Kenapa?apa kamu tidak Terima, apa kamu merasa kecewa melihat aku dengannya, dan mendegar ini semua?" kata Maisi lagi yang masih bersikap seriuss pada Albert.


"Aku tidak mengyangka, aku kembali kesini dengan rasa kecewa lagi Mai, kamu yang ingin aku perjuangkan selama ini tidak akan bisa aku miliki lagi, kamu sudah dicintai orang lain, hati kamu sudah berbagi untuk aku." kata Albert menundukan kepalanya dengan rasa kecewa dalam hatinya saat ini.


Maisi hanya tersenyum santai melihat raut wajah pria yang selama ini selalu menganggu pikirannya selama Tiga tahun terakhir.


"Rasain lo, sapa suruh meninggal aku, selama itu, sekarang gue balas, bagai mana rasanya kecewa itu,sapa suruh lo mainkan hati gue." senyum puas Maisi saat ini sudah berhasil membuat Albert merasa sakit hati dan kecewa padanya.


"Puk puk puk...!! tepukan tangan Maisi saat ini sambil ketawa kecicikan pada Albert yang masih menudukan kepalanya kebawah.


"Emang enak gue kerjai lo, rasakan sakit bukan apa yang lo buat sama gue,sakit lihat orang yang dicintai bersama wanita,seperti itu yang gue rasa, pertama gue lihat lo bersama adik sepupu lo itu dimoll." kata Maisi hanya tersenyum pada Albert yang menatapnya itu.


"Kenapa gak Terima." kata Maisi lagi


Saat ini Albert benar-benar sangat kesal. pada Maisi yang mampu membuat patah hati dalam sekejap saja.


"Maisi Awas kamu,apa kamu ingin mencari gara-gara denganku lagi Ahhh? " Kata Albert sabagat kesal sudah dibohongin Maisi.


"Emang enak dibohongi, baru rasa bukan." kata Maisi kembali memeluk Albert.


"Apa maksud ini Mai,jangan begini Mai, aku benar-benar merasa kecewa saat kamu sudah tunangan." kata Albert sambil membalas pelukanya pada Maisi.


"Hai dia Abang sepupuku kak, jangan salah kamu aku datang kesana megantarkan makan siang untuknya hari ini, kerena aku cepat pulang mengajar hari ini." kata Maisi lembut.


"Benarkah itu?" kata Albert lagi.


"Mmmmm,, benar." kata Maisi menarik hidung mancung Albert.


"Berani kamu megerjaiku Sayang." kata Albert kembali mencubit pipi Maisi.

__ADS_1


Hati Albert senang mendengar Apa kata Maisi barusan,kerena dia tidak jadi kehilangan gadis yang sangat dicintainya itu.


*************


__ADS_2