
Saat ini Albert yang masih duduk disamping istrinya setelah kepergian Jimy dan Kenna kerungannya,Albert sedikit tersenyum melihat kearah istrinya.
"Kamu kenapa tersenyum begitu kak? apa ada yang aneh dengan diriku??" bingung Maisi pada Albert.
"Kenapa ?emang aku tidak boleh tersenyum pada istrinya aku sendiri?" kata Albert kembali bertanya bukan menjawab pertanyaan istrinya itu.
"Bukan begitu kak, tapi senyuman kamu itu penuh tanya, dan ada yang tidak beres yang tersirat dibibir kamu itu, kenapa? aku ingin tahu kak??" kata Maisi menatap suaminya kembali.
"Mmmm, bagai mana ya,jika aku bilang sama kamu jangan marah ya, atau menertawai aku." kata Albert santai sambil merusak rambut panjang istrinya itu.
"Emangnya ada apa?" bingung Maisi
"Aku sudah tahu maksud kalian berdua kenapa bunda dan kamu ingin Kenna bekerja disini, kalian berdua punya masud lain bukan?" kata Albert tersenyum pada istrinya itu.
"Mana ada begitu kak, tapi gak tahu dengan bunda, aku ingin membantu Kenna saja kok,gak ada yang lain." kata Maisi menjawab dengan santai.
"Benaran begitu?Tanya singkat Albert pada istrinya itu dengan tatapan yang tidak dapat diartikan itu.
"Benaran Kak, gak ada yang lain kok, kamu gak percaya padaku?" Maisi bicara santai pada Albert.
"Percaya, tapi sedikit saja kerena aku juga tidak percaya dengan kata-kata kamu beby, kerena kamu juga ingin juga mendekati mereka bukan??" kata Albert lembut pada istrinya itu.
"Bukan aku kak, tapi itu keinginannya bunda kali." senyuman Maisi manja pada Albert.
"Jangan memancing ku beby, ini di kantor." singkat Albert pelan ditelinga istrinya itu, sedikit mencium kening istrinya itu.
Maisi memang begitu cara dia ingin berdekatan dengan Albert kerena mereka sama-sama sibuk sehari-sehari jadi tidak banyak waktu untuk bersama suaminya itu, jika sudah malam saja mereka bisa bermanja dan berbincang.
Lain saat ini Kenna dirungan Jimy yang lagi sibuk mengerjakan apa yang sudah disuruh oleh pria dingin seperti jimy.
Kenna harus menyiapkan semua itu sebelum atasannya itu kembali kekantor lagi, dan hari ini pertama dia bekerja setega hari untuk belajar bagai mana besok tugasnya pagi bisa dia kerjaakan tampa diantar Maisi lagi keperuasahan milik Albert itu.
"Aku tidak mau pria dingin memarahi aku pas dia kembali nantik, aku harus bisa menyiapkan kerjaan ini dengan baik, jika tidak aku bisa tamat hari ini riwayat ku." kata Kenna bicara sendirian diruangan milik Jimy itu.
Kenna kembali pokus kembali ke layar komputer yang ada di hadapannya itu, dan sudah tidak terasa jam sudah menujukan pukul 4 sore, Jimy baru saja kembali dilihatnya Kenna masih saja pokus dengan pekerjaan.
__ADS_1
"Apa kamu sudah siap dengan tugas yang aku suruh tadi ?" Tanya jimy sedikit dingin dan tidak bayak expresi dia acuh dan santai saja berdiri disamping Kenna melihat kearah layar komputer itu.
"Ahhhh,sudah pak. " Kaget Kenna kerena Jimy sudah berdiri disampingnya.
"Mana coba kamu tunjukan padaku, aku ingin lihat seperti apa. " kata Albert melihat kelayar komputer itu.
"Baik pak, ini saya sudah coba mengerjakan dengan baik pak." kata Kenna membuka file yang sudah disimpan ya tadi sebelum Jimy sampai kantor itu kembali.
Lama Jimy memeriksa kerjaan Kenna, namun tidak ada satu kesalahan dari kerjaan gadis itu, Jimy hanya senyum simpul saja, kerena dia juga suka dengan kerja kerasnya gadis kecil disebelahnya itu.
"Baik, kerjaan kamu hari ini cukup memuaskan aku dihari pertama kamu kerja, jadi untuk besok kamu harus lebih baik lagi jangan coba kamu melakukan kesalahan untuk hari esok." kata Jimy santai.
"Saya akan berusaha lagi lebih baik Pak, untuk hari besok, semoga saja saya bisa membantu pak Jimy ." kata Kenna dengan semangat.
"Baik, saya tunggu kerja kamu hari besok, saya suka dengan semangat kamu ini." ucap Jimy berjalan ke meja kerjanya yang ada di hadapan Kenna.
Kenna tidak banyak bicara lagi dia kembali duduk melihat kearah komputer nya, dia kembali melihat membuka dokumen lain yang sudah ada di mejanya itu.
Jimy sedikit memperhatikan Gadis itu yang lagi pokus dengan dokumen yang ada di meja itu, dia hanya bisa diam saja tidak banyak bicara, Jimy selama ini juga sangat irit bicara jika tidak ada yang benar-benar ingin dibicarakan pada Albert,atau sama bunda Emi.
Hari ini tidak banyak yang bisa dilakukan oleh gadis itu didalam ruangan Jimy kerena hari ini hari pertama, dan juga setengah hari saja Kenna hari ini bekerja.
"Baik pak,saya akan pulang sekarang." kata Kenna mulai membereskan kerjaanya dan merapikan kembali meja kerjanya itu sebelum dia akan pulang.
"Ingat kamu harus lebih pagi datang jangan pernah terlambat, saya tidak suka orang yang tidak tepat waktu masuk kerja" kata Albert kembali.
"Baiklah pak, jika begitu saya pamit duluan pulang, sampai jupa besok pak." kata Kenna lembut dan tersenyum manis pada Jimy.
"Silakan." cuek Jimy.
Setelah itu Kenna beranjak dari ruangan itu dan berjalan ke arah life karyawan yang biasa dinaiki oleh karyawan di perusahaan itu. Saat Kenna ingin masuk kedalam life bersamaan Albert dan Maisi baru ingin keluar juga dari ruangan Albert.
"Kenna kamu sudah ingin pulang?" kata Maisi membagil Kenna.
"Ehhh kak Maisi, belum pulang kamu Kak??." Tanya Kenna melihat Maisi bersama Albert.
__ADS_1
"Baru ingin pulang Ken, kita pulang sama saja." kata Maisi tersenyum pada Gadis yang sudah diangap adiknya.
"Gak usah kak, aku pulang pakek ojek saja sekalian ingin ke toko papa, bantu papa tutup juga." kata Kenna.
"Biar kakak antar Kenna,gak usah naik ojek." kata Albert bicara pada Gadis itu.
"Tapi kak, aku gak enak merepotkan kak Albert." kata Kenna tidak enak hati.
"Tidak apa, mari kita turun. " Ajak Maisi pada Kenna.
"Bailah." Kata Kenna terpaksa mengikuti saja apa kata mereka berdua saat ini.
Mereka bertiga turun bersama ke lantai besmen perusahaan itu, dia tidak lama Jimy sudah berjalan dibelakang Albert.
"Maafkan saya tuan Albert saya sedikit terlambat turun kerena ada kerjaan yang harus saya selesaikan." kata Jimy dedikit bicara pada Albert dengan masih memperhatikan Kenna bersama Bosnya itu.
"Hai Pak Jimy kita jumpa lagi." kata Kenna santai menyapa Jimy yang dingin itu.
"Ayok kita pulang Jim, sebelum kita pulang kita antar Kenna dulu ketoko oranga tuanya." kata Albert.
"Baik tuan, mari. " kata Jimy pada mereka semua sambil berjalan keluar dimana mobilnya Albert sudah disiapkan didepan gedung itu.
Mereka keluar dari lingkungan perusahan itu, Jimy dan Kenna duduk didepan sedangkan Albert dan istrinya duduk bangku belakang.mereka semua tidak ada yang bicara saat ini sudah ingin sampai dipasar dimana orang tua Kenna bedagang.
"Pak Jimy saya turun didepan saja." kata Kenna pada Jimy.
"Baiklah" kata Jimy menghentikan mobil yang dibawak nya itu ketepi.
"Kak Albert terimakasih ya sudah megantarku." kata Kenna.
"Buk guru sampai jumpa besok, aku pulang kerja akan kerumah kakak." kata Kenna turun dari dalam mobil itu.
"Terimakasih banyak Pak Jimy sudah mau mengatarkan aku, sampai jumpa besok di kantor." kata gadis itu sedikit hangat bicara pada Jimy.
Jimy hanya diam saja melihat gadis itu turun dari dalam mobil itu, dia juga tidak banyak bicara, kerena sifat Jimy memang seperti itu.
__ADS_1
Albert hanya tersenyum sedikut melihat kearah istrinya mereka berdua hanya bicara lewat mata saja melihat Jimy tidak ada reaksi seskdikit saja gadis seprti Kenna.
************