
"Siapa dia,sepertinya Maisi sangat senang betemu dangannya, apa dia adalah kekasihnya?" tanda tanya di otak Albert saat ini.
Sampai dirumah Maya mereka tidak biacara lagi, mereka berdua larut dengan pikiran masing-masing saat ini,begitu juga dengan Albert sampai saat ini dia masih memikirkan pria yang bertemu dengan Maisi barusan.
"Kenapa gue jadi mikir tu orang!! " Kata Albert bicara dalam hati sambil duduk didalam mobil nya itu setelah Maisi turun dari mobilnya.
"Kak apa kamu tidak mau turun dulu?" tanya Maisi yang berdiri dipintu mobil itu.
"Mmm gak Mai, gue langsung pulang saja deh, nantik malam gue kesini lagi ada urusan dengan Kevin sedikit. " kata Albert santai.
"Ya sudah, terimakasih atas traktiran kopinya ya." kata Maisi
"Ya, Sama-sama Mai." balasnya
"Aku balek dulu, titip salam tu sama Maya." kata Albert menghidupkan mobilnya saat ini.
"Daaa sampi jumpa nantik!! " kata Albert pada Maisi.
Maisi hanya sedikit tersenyum pada Albert, kerena dia juga tidak Mau banyak ikut campur lagi dengan pria seperi Albert itu akan membuatnya merasakan sakit hati jika megingat kasarnya Albert padanya beberapa bilang lalu.
Maisi masuk kedalam rumah itu dengan santainya, melihat bik Surti lagi asik membersihkan meja tamu, Maisi menyapa pembantu rumah itu.
"Bik mana manusia dirumah ini, kok sunyi amat sih?" tanya Maisi.
" Non gak tahu aja, jika Si bos sudah dirumah, bakal gak ada tu nyonya rumah ini diluar jika mereka gak sama-sama keluar dari kamar nya." ngelantur bik Surti pada Maisi.
"Bibik ini asal saja,!!" senyuman Maisi mendegar kata bik Surti, dia mengerti apa yang terjadi dengan pasangan itu.
"Ehhh Non, tadi Non Maya pesan Katanya Non istirahat dikamar tamu saja, di sebelah kamar dengan Albert." kata Bik Surti.
"Kamar Albert?emangnya dia memiliki kamar juga disini bik?seperti rumah dia saja." kata Maisi pelan.
"Jangan salah Non,den Albert memang tingal disini sebelum den Kevin nikah, mereka itu sudah teman dari lama, semenjak den Albert lari dari negara dia kesini." kata Bik Surti pada Maisi.
"Lari bik? " kata Maisi bingung.
"Sebenar gitu non, bibik juga kurang tahu juga alasan den Albert itu kayak mana sama keluarganya,jika mereka berdua berbicara bibik sering mendegar Den Albert itu sedih kadang-kadang dia suka bagis, jika cerita sama Den Kevin." ungkapan bik Sari lagi pada Maisi.
"Terus kenapa Dia gak tingal disini lagi bik?"
"Mungkin dia segan sama Non Maya saat ini dia gak mau menganggu den Kevin." kata bik Surti.
"Ohhh gitu ya bik. " kata Maisi paham apa yang diucapkan oleh bik Surti.
"Bik kamarnya Kak Albert yang mana sih bik, nanti aku salah masuk bik." kata Maisi lagi.
__ADS_1
"Mari Non bibik antar kekamar Non, biar gak salah masuk,berabe jika masuk kedalam kamar den Albert Non, dia mana ada yang berani masuk kesana non." kata Bik Surti.
"Kenapa gitu bik ? emangnya apa yang ada dikamarnya itu, sehinga tidak ada orang yang boleh masuk kedalam?" kata Maisi lagi.
"Mana bibik tahu,bibik dilarang masuk untuk membersihkan kamar den Albert, hanya dia saja yang bisa bersihkan kamarnya itu sendiri." jelas bik Surti lagi.
"Nah ini kamarnya Non, jangan sampai masuk kedalam ya, takutnya nantik Den Albert datang." ingat Bik Surti lagi pada Maisi.
"Makasih ya bik, bibik boleh lanjutkan lagi kerjaannya.kata Msisi pada Bik Surti.
"Ya sudah silakan istirahat Non, itu baju ganti sudah bibik tarok dilemari non." kata Bik Surti meningalkan Maisi yang masih berdiri di pintu kamar tamu itu.
Maisi melihat pintu didampingnya itu, ada rasa penasarannya pada kamar Albert itu,Maisi membukak kamar itu dengan pelan kerena kamar itu juga tidak pernah dikunci olehnya.
"Ahhh dasar si es balok, dia larang orang tidak masuk kekamar ini, tapi tidak dikunci."kata Maisi masuk kedalam kamar itu dan menutup pintu itu kembali,Maisi menghidupkan lampu kamar itu,dia melihat tidak ada yang banyak dicurigai didalam kamar itu, kamar itu seprti biasa saja, namun ada beberapa potoh dan buku-buku dirak buku yang terpajang rapi di tersusun dirak itu.
Maisi memperhatikan poto keluaga Albert dengan orang tuanya.
"Ibunya kak Albert orang Indonesia juga rupanya,hanya papanya saja yang orang luar,lihat lah gadis ini catik sekali, pasti adiknya."kata Maisi mengusap wajah cantik yang ada dipoto itu.
Setelah melihat poto itu, Maisi kembali melihat poto satunya lagi, poto Albert sendiri dengan senyuman gagahnya, membuat Maisi tersrnyum melihat wajah tapan itu tersenyum bahagia dipoto itu.
"Seperti ini kamu setiap hari pasti bertambah tampan dengan wajah kamu yang bahagia dan terseyum lepas seprti ini." kata Maisi mengusap poto itu sebelum meletakan lagi.
"Ini poto siapa ya, apa poto kekasihnya?" kata Maisi ingin mengambil poto itu yang berada di rak buku yang ada disebelahnya itu.
"Kak Albert!! " Kata Maisi kaget kerena dia ketahun masuk kedalam kamarnya Albert.
"Kenapa kamu bisa masuk kesini?tanya Albert dengan sikap dinginya lagi.
"Maafkan saya kak, saya salah masuk, kerena tidak tahu ini kamar kamu." kata Maisi dedikit berbohong kerena dia penasaran apa yang dikatakan bik Surti tadi.
"Sekarang keluarlah,jangan pernah masuk ke kamarku lagi." kata Albert dingin.
"Dadar manusia nutup lo" kata Maisi juga emosi kerena Albert yang mengusirnya keluar dari kamarnya.
"Apa lo hilang? kata Albert lagi.
"Dasar manusia nutup, mau apa lo!! " lawan Maisi lagi.
"Lo itu jadi orang gak akan pernah lembut dan bersikap baik sama Gue."kesal gue sama lo." kata Maisi
"Cewek kayak lo tidak akan bisa gue lembutin yang berani masuk kekamar gue dengan lancang lo." kata Albert lagi tidak mau kala bicara pada Maisi.
"Nyesal gue kenalan sama orang seprti lo,ankuh dan sombong lo gak bakal pernah hilang, tidak akan pernah menghai orang lo. " balas Maisi lagi bersitegang kembali sama Albert, sifat dan cara bicaranya Maisi kembali kerena tidak bisa mendegar kata kasar Albert.
__ADS_1
"Lo sudah tahu gue seprti lo bilang terus ngapain lo berada dikamar ini, apa yang ingin lo cari?" kata Albert mendekatkan tubuhnya pada Maisi yang sudah terpojok di diding saat ini.
Maisi sedikit takut pada Albert saat ini, dia masih teringat kejadian disaat dihotel berberapa bulan lalu.
"Apaan sih lo,lepaskan gue, jangan macam-macam lo, awas dari gue,gue mau keluar." kata Maisi menolak tubuh Albert dengan kuat tapi tidak bisa kerena tenaga Albert di tidak sebanding dengannya.
Albert juga tidak mau melepaskan Maisi begitu saja, dia mencium bibir itu dengan lembut, membuat Maisi kaget, kerena tidak meyangkah Albert akan melakukan itu padanya.
"Pakkk.....!! " satu tamparan dipipi Albert kerena Maisi riplex saja menpar Albert.
"Gila lo ya,main nyosor saja, lo angap gue wanita apa, dengan enaknya lo nyium gue,gue bukan wanita murahan yang bisa lo cium gitu saja." kata Maisi meningalkan kamar Albert dan masuk kekamar tamu yang disebelah kamar Albert.
"Isss gila tu orang main nyosor saja, dia sudah megabil perawani bibir gue,anrittt tu orang." kesal Maisi pada Albert saat ini.
Lain saat ini dengan Albert hanya terdiam berdiri masih sama seprti tadi berdiri terpaku didinding itu setelah tamparan Maisi padanya.
"Aku melakukan kesalahan lagi padanya, apa dia akan bertambah menjauh kerena sikapku yang tidak sopan padanya." kata Albert berbicara sendiri dikamarnya.
"Ahhhh Albert kenapa kamu melalukan kesalahan itu lagi,kamu sudah dua kali meyakiti dia, bodoh kamu Albert." gerutuk Albert dalam kamar itu.
"Gila-gila ini sikap gue kok gak bisa lihat maisi sekarang ini." kata Albert dengan tingkah bodohnya itu.
Lama Albert terdiam dikamarnya saat ini baru dia keluar dari kamar itu dan mengetuk pintu kamar Maisi.
"Mai,maafkan gue,gue gak sengaja lakukan ini lagi sama lo." kata Albert
"Gue gak bakal pernah maafkan lo lagi kerena lo sudah mengambil perawan bibir gue, gila lo.Kata Maisi kesal menyahuti Albert didalam kamar itu.
"Tapai gue gak segaja!! " kata Albert lagi.
"Lupakan itu, lo juga gak bakal bisa megembalikan perawan bibir gue." kata Maisi lagi.
"Terus gue harus bagai mana dong agar lo bisa maafkan gue?" tanya Albert.
"Gue mau lo menjauhlah dari hidup gue, kesal gue lihat lo janagan pernah lo lihatkan wajah lo sama gue lagi." kata Maisi kesal dan juga malu sama Albert.
"Baiklah jika itu yang lo mau, gue tidak akan pernah terlihat lagi di hidup lo. " kata Albert rasa bersalah pada gadis itu.
"Pergilah menjauh dari hidup gue." teriak Maisi lagi.
Albert hanya Menghebuskan nafas panjangnya kerena merasa tidak enak sama Maisi saat ini.
Albert kembali masuk kedalam kamarnya saat ini, mereka berdua larut dengan pikiran masing-masing saat ini dikamar bersebelahan.
"Gue benci lo Albert, kenapa lo nyium gue." kata Maisi masih saja memikirkan kejadian itu.
__ADS_1
"Gue gak bisa melihat lo, gue sangat malu." kata Amisi lagi bicara sendiri dikamar yang kedap suara itu.
****************