
Hari demi hari, bulan dan tahun selalu berlanjut sudah tiga tahun semenjak hari itu Maisi tidak pernah lagi bertemu dengan Albert,begitu juga dengan Albert saat ini hanya pokus bekerja tidak mau mengingat kesakitan itu lagi, Albert dirinya memilih harinya dengan meyibukan diri bekerja, agar dia tidak mengingat Gadis yang selama tiga tahun ini selalu mengisi pikiranya.
Albert lebih dingin dari dulu, dia bisa dikatakan sebagai CEO orogan semenjak kepulangan dari negara Indonesia, sifat dan caranya selama ini berubah Albert menjadi seperti ini.
Selama tiga tahun itu pula Albert tidak pernah menginjakkan kakinya ke Indonesia lagi.
Ditanya dengan Maisi setahun ini dirinya sangat terpuruk kerena ibu yang selama ini menyayanginya sudah meningal kerena jatuh saat Maisi tidak dirumah, Maisi disekolah waktu itu,ibunya tiba-tiba pusing yang tingal sendiri dirumah itu,saat itu adiknya tidak tidak ada kerena angga juga sedang kuliah dibandung,Maisi menitip ibunya pada tetangganya sampai dia kembali dari disekolah.
Maisi menyalakan dirinya sampai saat ini, kerena dia tidak bisa menjaga ibunya dengan baik.
"Maafkan aku buk, tidak bisa jaga ibu. " kata Maisi duduk memegang poto ibunya sendiri dirumah itu saat ini.
"Aku kesepian buk semenjak ibu tidak ada,selama ini hanya ibu tempat kelu kesah aku, disaat aku sedih ibu pasti ada, tapi sekarang aku sendiri buk." kata Maisi sedih dan meneteskan air matanya.
"Asalamualaikum !! kata seseorang dari luar mengucapkan salam.
"Walaikumsalam..!! Maisi cepat-cepat menghapus air mata itu dan bangkit dari duduknya keluar dari kamarnya dan membukan pintu.
"Bibik?sama siapa bibik kesini?" kata Maisi pada adik ibunya itu.
"Sama abang kamu, dia baru saja kembali dari jakarta, dia citi seminggu." kata Bibinya memberikan oleh-oleh untuk keponakannya itu.
"Mana dia bik, kok aku gak lihat?" tanya Maisi melihat tidak ada siapa saja diluar.
"Dia lagi cari rokok diwarung dekat sini, ayok masuk." kata bibinya itu.
"Itu apa lagi yang dirantang itu bik?kata Maisi melihat bibinya itu membawa rantang kedalam.
"Ini Semur jengkol, bibik bikin untuk abang kamu tadi,sekalian bibik lebihkan untuk kamu." kata Bibik nya itu menarok rantang itu diatas meja.
__ADS_1
"Makasih bik, aku selalu merepotkan bibik.
"Mai, tidak ada yang merepotkan bibik, kamu adalah keponakan bibik satu-satunya perempuan dikeluarga kita,kamu tahu bibik cuma memiliki satu anak, hanya abang kamu saja."kata Bibiknya itu sangat meyayangi Maisi seperti anak sendiri.
"Bagai mana dengan angga apa kuliah akan ntuntas tahun ini?" kata Bibiknya itu.
"InsyaAllah bik begitu, dia sudah mulai nyusun,akhir tahun jika tidak ada halangan dia sudah selesai bik." kata Maisi.
"Jika dia sudah selesai kuliah dia bisa berkerja diperusahaan abang Dek, kerena perusahan itu baru satu tahun di ini berdiri di Indonesia, kerena kemajuan perusahaan itu sangat pesat saat ini, itu nangus untuk angga bekerja disana." kata Sepupunya itu.
"Itu ya terserah Angga Bang, aku gak bisa paksa dia mau masuk kerja dimana." kata Maisi santai.
"Apa kamu masih mau jadi guru yang tidak jelas pemasukan kamu disni Mai?" kata Abangnya itu.
"Tapi bang,pekerjaan ini yang membuat aku nyaman,walau gajinya tidak seberapa,tapi itu untuk aku sendiri sudah cukup." kata Maisi pada sepupunya itu.
"Sebaiknya kamu coba untuk mencari sekola yang bisa menjanjikan lebih dari disini penghasilannya Dek, itu agak sebanding dengan waktu dan ilmu yang kamu miliki selama ini untuk mereka."kata Abang sepupunya.
"Nantik abang tanya pada Teman abang sekolah tempat dia mengajar apa masih membutuhkan tenaga mengajar, biar kamu tidak suntuk tingal dirumah ini sendiri." kata Irvan pada adik sepupunya itu.
"Terserah kamu saja Bang. " balas Maisi santai.
Maisi saat ini hanya bibik dan Irvan juga angga yang keluaganya saat ini, Bibiknya sangat meyayangi Maisi dari dulu, semasih ibunya hidup bibinya itu selalu memperhatikannya.
"Mai kenapa kamu tidak tinggal sama bibik saja, dari pada kamu sendiri dirumah ini." kata Bibiknya itu untuk meganjak Maisi kembali tingal bersamanya.
"Bik, bukan aku menolak untuk tingal bersama bibik, tapi rumah ini penuh kenangan ibu, inilah alasan aku tidak mau bik." kata Maisi pada Bibiknya itu.
"Apa sebaiknya kamu menikah saja Mai biar kamu tidak merasa sendiri lagi, kerena sudah ada suami yang menemani kamu setiap saat."
__ADS_1
"Belum terpikir oleh ku bik untuk ke arah sana." kata Maisi sedikit terdiam kerena dia masih ingat dengan Albert.
"Terus apa yang kamu pikirkan lagi, umur kamu sudah 27 tahun Mai, jadi kapan lagi kamu akan memikirkan diri kamu." kata Bibinya itu dengan lembut.
"Dia mau jadi perawan tua buk." sambung sepupunya itu.
"Ahhh kamu ini kak,jangan sembarang bicara saja,nantik ada masanya aku untuk menikah, tapi belum untuk saat ini."jawabnya singkat.
"Ya sudah bibik pamit pulang dulu. Kata bibik Maisi meningalkan rumah itu.
Maisi hanya diam setelah Bibiknya meningalkan rumahnya itu,maisi hanya berpikir tentang dirinya itu.
"Apa benar apa yang dikatakan bang ivan tadi, aku jadi perawan tua?ahhh gila gak kepikiran olehku semua kata Bang ivan tadi. " kata Maisi bicara sendiri.
Saat seprti ini Maisi selalu ingat Albert,dia melihat no ponsel Albert yang tampak gagah dipotoh profil Whatsapp nya itu.
"Apa kabar kamu Kak, pasti kamu sudah hidup bahagia sekarang,kamu mungkin sudah menemukan orang yang tepat untuk mendampingi diri kamu." kata Maisi mengubur kembali persaan itu.
Maisi meletakan kembali ponselnya itu dan bangkit duduk di meja yang sudah ada buku tugas anak-anak dibawa siang tadi pulang.
sehari-hari Maisi meyibukan dirinya seperti ini setiap hari, kerena jika ingin kerumah Kenzi dan Ririn mereka sudah tidak tingal dirumah Bunda mery kerena sahabat nya sudah pindah ke Bandung untuk menjalankan bisnis Kevin.
Saat ini hanya dia sendiri yang tingal di desanya itu, tampa ada sahabat didekat lagi, semua yang mengerti dia sudah menjauh, kerena sudah sibuk dengan keluarga masing-masing.
"Maisi hanya merenungi dirinya sendiri saat seperti ini, kadang dia tidak bisa lari dari perasaannya pada Albert yang masih tertanam cintanya selama ini yang di kubur dalam hatinya.
Tiga tahun lamanya Maisi tidak lagi mendegar nama itu, dan pembicaraan tentang Albert juga tidak pernah mereka bahas lagi jika digrup chat mereka.
"Apa ini hukuman untuk aku telah menyakiti hati orang yang mencintaiku,sehinga karma itu aku tangung, tidak ada cinta lelaki lain untuk aku setelah kepergiannya dengan hati sangat terluka oleh ku." kata Maisi menyesali semua tindakannya itu, setelah Albert pergi dari hidupnya.
__ADS_1
"Mungkin sekarang kamu sudah hidup bahagia dengan orang yang kamu pilih saat ini, mungkin saja kamu sudah menikah dengan gadis yang lebih sepadan dengan kamu kak." kata Maisi.
***********