
Lain saat ini dengan Kedua orang tua Albert yang hanya tingal berdua saja setelah perginya keluarga Carla pulang.
Bunda Emi sangat marah apa yang sudah dilakukan suaminya pada putra satu-satunya.
"Apa kamu tidak pernah berpikir kerena sikap kamu yang selalu egois, kamu hanya memikirkan hidup kamu Pa, hari ini kamu kembali meyakiti dia pa, apa kamu tidak menyadari kesalahan kita beberapa tahun lalu pada anak-anak kita, lihat sekarang apa yang kita dapat kita kehilangan Cleo dan lagi jika kamu teruskan untuk memaksa keinginan kamu ini, bersiaplah untuk kehilangan putra kamu lagi." kata Bunda Emi pada suaminya itu yang hanya diam terpaku mendegar kata istri istrinya itu.
"Seharusnya kamu mendukung aku Ma, jangan seperti ini." kata Suaminya itu.
"Aku tidak ingin Albert pergi dan menjauh dari kehidupan kita lagi." kata Bunda Emi
"Jadi apa yang harus aku buat untuk anak yang tidak menurut itu ?" kata Ayah Albert sangat emosi"Ayok katakan padaku!! "
"Jangan paksa Albert untuk menikah dengan gadis pilihan kamu itu, aku juga tidak ingin gadis itu jadi menatu untuk keluarga kita." kata Bunda Emi sudah tersulut emosi juga.
"Apa gadis yang disukai oleh Albert adalah gadis kaya seprti keluarga Carla yang sederajat dengan kita, jika tidak kamu bisa diam dengan keinginan kamu itu,aku tidak ingin malu dengan keinginan Albert untuk kekasihnya itu."kata Tuan Ramos sangat marah pada istrinya saat ini.
"Jika itu penilaian kamu selama ini, kenapa kamu menikahiku, gadis miskin yang tidak punya apa-apa? kenapa?" tangis Bunda Emi sedih saat ini kerena sikap suaminya itu.
"Apa Kamu bisa menjawab?dulu perasaan kamu sama yang dirasakan Albert sekarang kerena kamu mencintai wanita midkin." kata Bunda Emi yang tidak tahan lagi kerena egoisan suaminya itu pada putranya.
Bunda emi hanya bisa menagis tidak tahan melihat sikap suaminya pada putranya selama ini, sikapnya tidak berubah kerena kesalahan yang sudah dibuatnya dimasa lampau tidak berubah.
"Sekarang kamu bisa memilih hidup dengan sendiri, aku akan mengikuti kemauan putraku, aku akan merestui siapa yang akan menjadi pilihan putraku nanti untuk jadi istrinya." kata Bunda Emi meningalkan tuan Ramos yang berdiri diam diruangan tamu itu.
Tuan Ramos hanya diam saja apa yang dikatakan olehnya istrinya itu, sebenarnya dulu dirinya jatuh cinta pada Emi kerena dia meyukai sifat lembut istrinya itu.
Dulu dirinya menikahi Emi tidak perna ada tentangan oleh kedua orang tua Ramos, kerena kedua orang tua Ramos tidak mempermasalakan dengan siapa putra mereka akan memilih jalan hidup dan pasangannya, tapi kenapa dengan tuan Ramos tidak bisa menerima Albert memilih hidup dengan gadis yang dicintainya.
Tuan Ramos tidak bisa berpikir lebih saat ini, pikiranya kalut karena ucapan istrinya barusan.
**
Lain saat ini di apartemen Albert baru terbangun pagi ini dengan kepala agak pusing dan tubuhnya terasa berat saat ini, Albert melihat kesekeling ruangan itu, dirinya sudah berada dikamarnya saat ini.
Albert mulai bangun dari tempat tidur itu, dan beranjak masuk kekamar mandi kerena pagi ini dia akan ada miting diperusahaan.
__ADS_1
Selesai dangan semua itu Albert berajak keluar dari kamarnya itu, melihat Jimy yang sudah siap menunggunya diruang tamu apartemen itu.
"Pagi tuan?" kata Jimy sopan.
"Pagi jim, kita berangkat sekarang!! " kata Albert dingin dan tidak bayak bicara berjalan keluar meningalkan apartemen nya itu.
Jimy hanya mengikuti kata atasanaya itu saat ini, kerena dia tahu Albert saat ini tidak Baik-baik saja.
Dalam perjalanan ke perusahaan Albert hanya diam saja tidak bayak yang bisa dibicarakan oleh nya sekarang, kerena dia masih memikirkan apa yang sudah dibilang ayahnya kemaren sore.
Sampai di perusahaan Albert masuk dengan tidak banyak bicara pada Jimy , Albert berjalan diam saja diahapan karyawan yang tertunduk hormat padanya, sikap dinginnya saja yang dilihatkan pada karyawan saat ini.
Dilam ruangan Albert hanya memintak jimy untuk membikin segelas kopi untuknya, tidak lama kopi yang dimintaknya sampai juga.
"Ini tuan kopi anda!! " kata Jimy
"Terimakasih banyak jim, apa kamu sudah meyiapkan berkas untuk miting pagi ini?" tanya Albert pada jimy.
"Sudah tuan, sebentar lagi kita akan keruang miting tuan." kata Jimy pada Atasannya itu.
"Jim apa kabarnya Maisi disana saat ini, apa kamu sudah tahu kabarnya hari ini?" kata Albert sangat merindukan kekasihnya itu.
"Nona Maisi saat ini lagi disokolah mengajar seperti biasa tuan, Nona sangat baik-baik saja." jawab asistennya itu dengan santai memberi tahu tentang kedaan kekasih Bosnya itu.
"Baguslah Itu, aku senang jika dia dalam Baik-baik saja saat ini." kata Albert sedikit tersenyum melihat layar yang diponselnya itu ada poto Maisi yang menjadi profil dilayar benda pipi itu.
"Melihat kamu tidur dengan nyaman seperti ini aku sangat senang Mai,aku merindukan kamu,aku harap kamu bisa menungguku nanti sampai 6 bulan kedepan." kata Albert megusap layar pipi itu sambil mengirim satu pesan pada Maisi.
(HAI APA KABAR KAMU MAI, AKU HARAP KAMU SALALU BAHAGIA TAMPA ADA AKU SAAT INI DIDEKAT KAMU, AKU MERINDUKAN KAMU.)
Itu sebuah isi chat yang ditulis Albert saat ini, sampai dia lupa akan miting pagi ini,jimy masuk kembali keruangan bosnya itu untuk mengingatkan kembali pada Albert akan miting pagi ini.
"Tuan, sudah waktunya kita keruangan miting!! " kata Jimy.
"Ohhh ya, mari Jimy!!" kata Albert Langsung berdiri kerena di sedikit lupa setelah melihat poto kekasihnya itu.
__ADS_1
Mereka berdua saat ini menuju ruangan miting kerena kolega dari rekan bisanisnya sudah menunggu kedatangan Albert diruangan itu.
Dengan wajah datar dan sikap dinginya Albert masuk dan duduk di dimeja miting itu dengan samtai.
"Mari kita mulai matinya !! " kata Albert santai tidak bayak cerita saat ini.
Semua kolega bininya saat ini mulai membicarakan tender yang sudah dimenangkan oleh Albert sebulan lalu, saat ini proyek itu lagi dikerjakan.
Tuan Albert kami ingin kita sama untung disini, kerena kami tidak ingin rugi jika anda tidak bisa menyelesaikan proyek yang sedang berlangsung pekerjaannya saat ini." kata Salah satu rekan kerjanya.
"Tuan, tidak usah takut dengan cepat saya akan meyiapkan kerjaan ini,sebelum waktunya tiba saya akan berusaha menyelesaikan." kata Albert dengan santai.
"Kami percaya dengan kerja anda selama ini." kata Salah satunya lagi.
"Terimakasih banyak pada semua rekan saya disni sudah mempercanyakan saya untuk memegang proyek ini, saya akan bekerja dengan baik." kata Albert dengan bangga dia mampu, kerena kepintarannya dalam bersaing dengan perusahaan besar lainya.
Setelah siap miting dalam 3 jam membahas tender dan proyek yang sedang berjalan saat ini dengan perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik Keluarga Ramos itu.
Albert kembali masuk keruangan nya dengan perasaan lelah saat ini, namun dia tidak bisa berbuat banyak saat ini, dia harus bisa pokus dengan pekerjaan yang lagi ditangani saat ini sampai selesai.
"Tuan apa ada yang anda inginkan saat ini?" kata Jimy yang masuk keruangan Albert membawa satu berkas pada Albert.
"Tidak jimy, kamu bisa lanjutkan kerjaan kamu,apa jabwalku hari ini Jim?" kata Albert milihat pada Jimy.
"Untuk hari ini hanya melihat proyek ke lokasinya tuan." terang Jimy santai menjawab kata Bosnya itu sopan.
"Baiklah kita kesana seabis makan siang saja Jim, aku akan istirahat sebentar, aku sunguh lelah." kata Albert kurang semagat hari ini.
"Baiklah tuan, jika tidak ada lagi yang inginkan saya permisi." kata Jimy meningalkan kembali rungan Albert.
Albert melihat kepergian Jimy dengan rasa lain saat ini, dia tahu jimy juga sangat megawatirkan dirinya saat ini,jimy sangat dekatnya dalam beberapa tahun ini dengannya, mereka selalau berbagi cerita jika sudah diluar jam kerja.
"Maafkan aku Jim membuat kamu juga tidak pokus kerena masalahku saat ini." kata Albert sedikit tidak enak asistennya itu.
**************
__ADS_1
**********