
Maisi hanya melihat Albert sebentar setelah itu dia megikuti Kevin masuk, namun Albert kembali memangil namanya.
"Mai tinggu bentar!!! " panggilnya
"Ya!! kata Maisi memutar tubuhnya mengadap kearah Albert yang baru turun dari dalam mobilnya saat ini.
"Kita bisa bicara bentar?" kata Albert
"Bicara!! kata maisi bingung" emang apa yang Mau dibicarakan denganku kak? kata Maisi yang tidak seperti pertama dia bertemu lagi, sekarang meisi lebih bersikap lembut tidak Bar-bar lagi pada Albert lagi.
"Tidak ada aku ingin kita bicara sedikit kerena sudah lama kita tidak bertemu. " kata Albert.
"Boleh, tapi disini saja Ya." kata Maisi santai.
"Jangan disini, kita kekuar bentar boleh, sambil ngopi." kata Albert mengajak Maisi ikut dengannya.
"Ok, tapi bentar aja ya." kata Maisi Megikuti Albert sebentar.
"Mari kita pergi!!" kata Albert pada Maisi
"Yah sudah, Mari kak." kata Maisi masuk kedalam mobil Albert.
Mereka berdua Pegi mencari tempat untuk mereka bercerita, karena Albert juga satu bulan ini dia juga tidak pernah bertemu lagi dengan Maisi terahir bertemu dirumah Maisi pas pulang dari pasar, sampai saat ini dia tidak pernah jumpa lagi dengannya.
"Apa Kabarnya Ibu kamu sekarang Mai?tanya Albert megisi kesunyian didalam mobilnya saat ini.
"Saat ini ibuk baik!! cuma dirumah Bibik aku titip ibu, kerena tidak ada lagi tempat yang bisa aku titip ibu, hanya pada bibik ku sajalah tempat ibu bisa aman,dan juga bibik bisa merawat ibu sampai aku kembali ke desa lagi kak." kata Maisi begitu sendu.
"Pasti sulit untuk kamu meningalkan ibumu saat ini Mai " kata Albert paham perasaan Maisi saat ini.
"Sebenar berat bagiku meningalkan ibuku sama bibik, aku takut merepotkan bibik selama setahun ini aku disini." jelas Maisi lagi.
"Kamu yang sabar saja, semoga saja ibumu baik-baik disana sama Bibik kamu, dan adik kamu juga akan menjaga Ibumu Mai." kata Albert sedikit perhatian pada Maisi.
"Aku juga berharap begitu kak, selama aku disini ibu sehat-sehat saja,tidak merepotkan bibiku." kata Maisi masih sendu.
Albert membelokkan Mobilnya disalah satu caffe didekat rumah Kevin, mereka disana berbicara sambil ngopi sore ini,Maisi santai saja berjalan dibelakang Albert saat ini berjalan kesalah satu meja yang ada dipojok kafe.
"Duduklah dulu,, Aku akan pesan kopi dan makanan untuk kita."kata Albert.
"Ok!! jawab singkat Maisi tidak banya bicara.
Albert selalu heran dengan tingkah Maisi belakangan ini padanya,semenjak kejadian itu,Maisi agak berubah tingkahnya pada Albert.
Tidak lama Albert kembali duduk di depan Maisi sambil meyugingkan seyuman pada Maisi yang baru melihatnya.
__ADS_1
"Aku baru pesan bentar lagi kopinya akan sampai." kata Albert duduk.
Maisi hanya menjawab dengan senyumannya saja,dia tidak mau banyak bicara lagi pada pria yang seprti Albert, Maisi takut melakukan kesalahan lagi seperti hari itu, Albert sedikit kasar padanya, Maisi menjaga agar kejadia hari itu tidak terjadi lagi.
"Mai Bolehkah aku bertanya sesuatu pada kamu?"kata Albert menatap Maisi.
"Apa Kak?" kata Maisi bingung.
"Kamu Jagan marah ya." kata Albert lagi.
"Apa yang ingin kamu tanyakan padaku?" tanya mesi ragu.
"Kenapa Kamu sekarang beda sama aku Mai? tidak seperti kita bertemu pertama dulu, kamu sudah banyak diam, cara kamu bicara sekarang sudah sangat berbeda, gaya kamu yang bar-bar itu tidak pernah akau dengar lagi,, kenapa? apa itu kerena kejadia dihari itu?" kata Albert masih penasaran atas sikap Maisi.
Lama Maisi Menatap pada Albert,baru dia bisa menjawab pertanya itu dengan santai dan lembut pada Orang yang juga menatapnya saat ini.
"Begini kak, bukan aku mara pada kamu, tidak tapi, mungkin caraku selama ini pada kanu terlalu,atau sangat keterlaluan, jadi aku sudah mengubah semua itu, agar aku bisa bersikap sopan bicara pada kamu kak, selama ini kakak sangat tidak suka dengan caraku,aku juga sadar selama ini aku selalu bikin kakak kesal." jelas Maisi pada Albert yang memndegarkan kata gadis itu.
"Jadi semua itu kerena aku Mai?maaf jika aku melakukan kesalahan pada kamu." kata Albert
"Tidak usah mintak maaf kak,itu salah aku kok,aku tidak akan pernah mengaggu kamu lagi mulai hari itu, aku sudah janji pada diriku untuk menjauh dari kakak, selama ini kakak tidak menyukai hal-hal yang aku buat dan tingkah ku sama kakak selama ini, maafkan aku juga!!" kata Maisi sedikit menunduk.
Albert mendegar kata-kata Maisi barusan hati merasa tidak enak, kerena memuat Maisi merasa bersalah padanya, dan tidak mau bayak bicara padanya lagi, Albert sangat merindukan cara bicara yang dulu, pada sekarang Maisi banya diam.
"Kamu tidak salah Mai,saat itu mungkin aku lagi emosi sehiga aku sampai tidak sadar berkata kasar pada kamu, maafkan aku juga." kata Albert menatap Maisi kembali.
"Kenapa? kata Albert
"Gak kenapa- kenapa, hanya begitu saja menurutku." santainya.
Albert mendegar penjelasan dari Maisi hanya tersenyum saja, kerena tidak jelas ungkapan yang Maisi katakan itu.
"Kamu sedikit diam tapi tingkah konyol kamu itu tidak bisa berubah Mai." kata hati Albert yang masih menatap Maisi dengan tajam.
"Kenapa Menatapku begitu kak, ada yang aneh ?" kata Maisi ciligak ciliguk memperhatikan dirinya sendiri.
"Tidak ada apa-apa kok Mai, aku hanya melihat kamu sebentar saja kok." kata Albert santai.
Miasi mendegar jawaban Albert barusan membuat Dirinya bingung dan sedikit salah tingkah.
"Kenapa kamu malah bingung gitu, santai Saja, aku tidak akan menganggu kamu kok." kata Albert pada maisi yang sudah salah tingkah oleh Albert.
"Bingung?mana ada begitu kak, aku biasa saja dari tadi. " kata Maisi sedikit menutupi salah tingkahnya itu.
Albert menderagar jawabannya Maisi dia hanya tersenyum saja sambil menyeruput kopinya yang sudah diantar oleh pelayan kaffe.
__ADS_1
"Minumlah kopinya, dan ini ada cemilan." kata Albert meyodorkan sepiring Cemilan didepan Maisi.
"Ohh ya kak, terimakasih ya." kata Maya mengambil cemilan itu dan memakannya.
Maisi sudah tidak tahu mau bicara apa lagi saat ini dengan lawannya itu, hari ini tampak berbeda mereka bicara kali ini, bukan berantam lagi setiap mereka betemu, Maisi masih ingat waktu mereka bertemu dirumah Metua Maya.
Diawal pertemuan mereka berdua tidak baik-baik Saja selalu ada yang mereka perdebatkan.
Maisi Memakan cemilannya itu Samapi ludes didalam piring itu, tampak ada bicara lagi sama Albert, maisi hanya diam saja.
Albert juga sudah keabisan bahan bicara sama Maisi saat ini, mereka hanya diam sampai kopi itu habis.
"Mmm kak, jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan sebaiknya kita kembali lagi kerumah Maya, takutnya Maya nyariin." kata Maisi.
"Baiklah, ayok !!"kata Albert" kamu tunggu aku diluar dulu ya, akau ingin bayar dulu kopinya." kata Albert meningalkan Maisi ditempat duduknya saat ini.
Dengan tidak banyak bicara Maisi keluar dengan santai dan menunggu Albert di luar kaffe itu.
"Ayok Mai, kita kembali kerumah Maya." ajak Albert ke tempat parkir mobilnya.
samapai di mobil Albert sebelum Maisi masuk kedalam mobil Albert, dirinya saat ini m dipanggil oleh seseorang.
"Maisi!! " pangil seseorang itu.
Maisi memutar tubuh kearah belakangan nya.
"Kak Sanya!! kaget Maisi tidak disangkah bertemu lagi dengan Kakak kelas waktu kuliah di bandung.
"Ini kamu kan Maisi?kata Sakya yang masih berdiri didepan nya itu dengan senyuman diwajah tampan itu.
"Kak Sakya!! kita bertemu lagi sudah bertahun-tahun lama gak jumpa semenjak kakak pindah kekuar negeri." kata Maisi senang.
"Senang bertemu kamu kembali Mai,kamu bertambah cantik saja,eeh tunggu kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Sakya bingung.
"Nantik saja aku akan hubungan kamu kak,aku sangat merindukan kamu." kata Maisi senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan orang yang pernah dekat dengan itu.
"Kasih aku no kamu, nanti samapai rumah akau akan menghubungi kamu, dan kapan-kapan kita bisa betemu." kata Sakya.
"Ini No hpku, jangan lupa hubungi aku nanti, aku tunggu ya." kata Maisi langsung masuk kedalam mobil Albert yang dari tadi menuggunya.
"Da kak Sakya!! "kata Maisi senang.
"Sampai jumpa nantik." balas Sakya.
Albert hanya bisa diam memperhatikan wajah bahagia Maisi setelah bertemu dengan pria barusan.
__ADS_1
"Siapa dia,sepertinya Maisi sangat senang betemu dangannya, apa dia adalah kekasihnya?" tanda tanya di otak Albert saat ini.
**************