
Selesai dengana makan siang mereka kembali ke rencana awal mereka, Alber yang ingin keliling kampungnya itu.
"Apa tidak ada tempat yang bisa kunjungi disini ?aku ingin kita duduk santai dan bercerita!! " kata Albert pada Maisi.
"Ada tapi agak jauh dari kampung sini, apa tidak keberatan lo kesana ?" tanyanya lagi pada Albert.
"Tidak masalah, sebaiknya kita ke sana saja, besok gue harus sudah berangkat kejakarta dengan Kevin." kata Albert.
"Ok, baiklah kita berangkat sekarang!! kata Maisi pada Albert.
"Buk kita pamit ya, saya bawak Maisi sebentar keliling kampung sini." izin Albert pada Ibunya Maisi.
"Pergilah nak, jaga saja Maisi bersama kamu nak." pesan ibu Maisi.
"Baik buk saya akan menjaganya."kata Albert pamit dan meninggalkan Ibunya Maisi yang lagi duduk di kursi roda itu, melihat kepergian kedua manusia itu.
Maisi duduk tenang diatas motor itu, saat ini Maisi sedikit salah tingkah saat berboncengan dengan Albert.
"Kenapa lo diam aja,beda dari yang aku perhatikan pertama lo ketemu gue.? " tanya Albert santai pada Maisi.
"Gue harus ngomong apa gitu!! " kata Tari merasa kurang nyaman.
"Lo merasa gak nyaman menemani gue jalan ya?elo santai aja, gue gak akan ganggu lo." kata Albert sedikit tersenyum senang saat ini Maisi tidak terlalu cerewet padanya.
"Sapa bilang gue gak nyaman, gue biasa saja saat ini, jangan suka asal jika ngomong deh lo. " kata Maisi santai walau saat ini memang itu kenyataannya,"kenapa dia tahu apa isi pikiran gue ya, emang dia bisa baca pikiran orang?" pikiran Maisi pada Albert saat ini dalam diamnya itu.
Tidak lama Mereka Sampai ditempat yang ditujukan Maisi tadi sama Albert, mereka turun dari motornya itu, Albert mencari tempat nyaman duduk ditempat Bersantai anak muda-mudi itu pas siang dan sore ditempat ini.
"Kita duduk dipojok sebelah sana Yok!! ajak Albert pada Maisi, "seperti nya disana ada kedai deh, kita bisa pesan minum disana saja." kata Albert sambil berjalan kearah tempat duduk yang ditunjuknya itu.
Maisi hanya bisa mengikuti apa kata Albert saja saat ini, kerena juga tidak enak jika menolak apa yang inginkan Albert kerena dia tamu dikampung dan juga teman dari suami sahabatnya sendiri.
"Elo kenapa,kok diam saja Gue perhatikan dari tadi?elo nyesal jalan sama gue?" kata Albert pada Maisi.
"Emang gue berkata gitu?engakkan, jadi jangan suka sauson." kata Maisi pada Albert yang tersenyum saja dari tadi melihat Maisi sebenarnya lembut orangnya.
"Siapa yang sauson,gue cuma merasa saja dari cara lo!!lihat tu mungkanya lo itu gak ada semangat gitu." kata Albert lagi.
"Diam lo, katanya gak mau bikin gue ribut,nyatanya lo sendiri yang mancing gue ingin ribut sama gue,kesal gue ama elo." kata Maisi.
"Maaf dehhh!! gue janji gak bikin Lo bete ama gue lagi,Gue ingin cari suasan Yang lain disini,beda sama kota, disini gue merasa tenang, gak seperti kota suasana bising itu membuat gue sahari suntuk." kata Albert merasa tenang saat ini.
"Elo curhat ceritanya ni sama gue, gak salah tu?" kata Maisi sedikit Heran.
"Iya, emangnya kenapa,?lo gak suka gue curhat sama elo.?" kata Albert lagi.
__ADS_1
"Gue gak apa, gue senang elo sedikit baik sama gue,bukan seperti sebelumnya, elo orang dingin santai seprti es balok dan manusia kutup." kata Maisi kecolosan.
"Apa lo bilang Manusia kutup!! "Albert sedikit tidak senang Maisi mengatainya begitu.
"Iya, bukanya kenyataan elo memang seperti itu?emang apa yang gue kata Salah ya?" santai Maisi.
"Elo memang betul-betul cewek bikin ngeselin ya yang pernah gue temui sebanya ini cewek yang ada didunia ini." kesal Albert
"Tu kan marah,makanya jangan pernah membangunkan singgah yang lagi tidur ya." kata Maisi Asal.
"Ehhhh elo bukan lulusan sejana pendidikan, Apa elo gak bisa cari kerjaan yang lebih menjanjikan gitu?" kata Albert
"Bukan gue gak mau Kak,hanya saja gue tidak mau meningalkan ibuk sendirian, tidak ada lagi orang dekat dengan kami,gue punya bibik tapi jauh dari kami." kata Maisi menjelaskan.
"Apa itu membuat kamu sulit menjalankan hidup semenjak Ayah kamu meningal ya?"
"Tentu saja Kak,siapa saja yang Berada di posisinya gue pasti akan merasa sulit karena baru baginya."
"Tapi saat itu Ibu masih kuat untuk menafkahi keluarganya, dengan bersusah paya ibu meyekolahkan gue dan adik gue sebelum ibu jatuh sakit,tapi itulah garis dari tuhan, gue akhirnya Tamat dengan pendidikan gue, dan langsung mengajar di SMA dekat sini biar gue bisa mengurus ibu gue yang sakit, siapa lagi bukan gue." kata Maisi lembut.
"Gue salut juga lihat elo,bisa menafkahi keluarganya elo, dengan mengajar sebagai guru konrak,yang tidak seberapa gajinya dibanding guru Sudah pegawai negri."kata Albert tersenyum pada Maisi.
"Gue juga iri sama Elo,gue selama ini jauh dari kata Bahagia bersama keluarga terdekat, kerena orang tua gue hanya sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing, sehinga sampai mengabaikan keluarganya dan anak-anak mereka, sampai saat ini gue hidup sendiri, dari pada bersama mereka, gue lebih senang hidup sendiri, memilih jalan sendiri." kata Albert curhat pada Maisi.
"Gue melihat lo tadi sangat hangat bercerita sama ibu elo,apa yang gue inginkan dari kecil seperti elo sama ibu lo tadi,jujur gue senang sama keluarga lo." kata Albert lagi.
"Semenjak Ayah meningal Ibu tidak pernah tersenyum, wajah kesedihan itu selalu terlihat diwajah Yang sudah dimakan waktu itu.
"Gue sama Adek gue bagai mana agar ibu bisah hidup nyaman, melihat kami bisa tersenyum tiap hari padanya, itu sudah mengobati lukanya saat ditingal oleh ayah gue." jelas Maisi dengan bertutur kata lembut, jauh dari kasar,cerewetnya saat ini.
Albert mendengarkan cerita Maisi sambil memperhatikan Maisi,ada sisi lain di diri gadis itu.
"Kamu sebenarnya gadis lembut,kamu tidak seperti apa yang aku nilai sebelumnya Mai,kamu kuat bisa menjalankan hidupmu dengan baik,sedangkan aku tidak, aku sudah bertahun-tahun jauh dari kedua orang tuaku, mereka menyuruh untuk kembali, tapi aku masih memilih jalan hidupku sendiri." kata Albert larut dalam pemikirannya sendiri.
"Wowww malah bengong lagi,apa sih yang elo pikir, sanapai berkali-kali gue pangil gak nyahut-nyahit sih?." kata Maisi lagi.
"Minum ni teh botol lo, biar gak kesambet lo entar." celoteh Maisi gak habis-habis.
"Kok bisa gue ketemu gadis seprti elo ya, ngesalin banget sumpah, kesal abis gue sama lo."
"Sapa suruh melamun kayak gitu, awas entar elo, jatuh cinta sama gue baru rasa, lihat gue kayak gitu." ceplos Maisi.
"Apa lo bilang mana mungkin gue jatuh cinta sama gadis kayak elo,anti gue sama lo, Gue paling gak suka dari dulu gadis seprti elo, cerewet abis, dan juga bar-bar." kata Albert juga tidak mau kalah.
"Ya sudah ini sudah sore banget Kita pulang yok!! " ajak Maisi pada Albert.
__ADS_1
"Ya sudah kita pulang, entar gue gak enak sama ibu lo, bawak anak gadisnya lama-lama." kata Albert santai.
"Yok kita pulang.kata Albert mengajak Maisi pulang..
Mereka berdua pulang dan Maisi megantar Albert pulang ke rumah bunda mery kembali, kerena Maisi besok sudah mengajar, tidak bisa meningalkan motornya dirumah Mertua sahabat itu.
Samapai dirumah itu, mereka semua lagi duduk ditaman depan itu, mereka heran melihat dia manusia itu bisa pergi bersama hari ini, yang biasanya seperti ajing dan kucing saja jika sudah bertemu.
"Lo dari mana Mai?" tanya Kenzi sedikit ingin tahu.
"Sibuk aja Lo Ken." kata Maisi santai.
"Kalian tumben akur berdua.?" kata Kenzi lagi.
"Lo kenapa Sih Ken, ingin tahu aja kita kemana." kata Maisi malas.
"Iya-iya Dong, kucing sama Anjing kok bisa bersatu, apa itu gak aneh gitu?" kata Kenzi lagi suka asal jika sudah ngomong dengan sahabatnya itu.
"Kita gak kemana-mana kok Ken hanya Jalan keliling kampung sini saja kok." kata Maisi lagi.
"Benar tu apa yang lo kata?" kata Kenzi penasaran.
"Gak kemana-mana Ken!!! " kesal Maisi lagi.
"Kalian berdua lagi dari mana Al, kamu bawak anak gadis orang nantik Orang tuanya Marah baru tahu rasa." sambung Kevin tetsenyum melihat Asistennya itu dan juga Sahabatnya itu.
"Gue gak kemana-mana Vin, hanya ingin keliling saja, gue ajak dia ngantar kerenan dia sudah lempar gue pakek sendal jepit tadi pagi itu, hitung-hitung balasan maaf dia sama gue." jawab Santai Albert.
"Apa Lo bilang enak saja, sapa suruh cari ribut sama gue, apa mau lo gue tabok lagi pakai sedal Jepit ini lagi."ancam Maisi geram pada Albert.
"Jangan dong, gue gak mau kenak sendal elo lagi.!! Takut Albert pada Maisi.
"Awas lo, ya macam-macam sama gue." kata Maisi kesal.
"Gue pulang dulu ya May,Ken, Rin, ada buku latihan anak-anak yang harus gue priksa hari ini, besok tingal bawak kesekolah.
"Ehh tunggu dulu aku, jangan main meyelonong gitu aja Kamu Ahh,aku pamit ya, besok aku gak bisa menemui kamu, paginya aku sudah berangkat." kata Maya, mengatakan perpisahannya pada sahabatnya itu.
"Iya,!! kata Maisi akhirnya menagis juga berpisah dengan sahabatnya itu yang selalu dekat dengannya,lo hati-hati maaf gue gak bisa ngantar lo." kata Maisi memeluk sabatnya itu.
"Kamu juga jaga diri baik-baik,titip salam aku sama ibu dan angga ya, aku gak sempat kesana." kata Maya sambil memeluk sabatnya itu.
"Lo jangan sampai lupakan gue, lo ingat gue disini!! " sesegukan tagis Maisi di pelukan sahabatnya itu dan dikuti Ririn juga Kenzi,Kerena 4 sekawan ini tidak bisa dipisahkan dari masih sekolah dulu.
Albert dan Kevin ikut marasakan kesedihan melihat Mereka berempat, tapi ini sudah jalan mereka sudah memiliki hidup masing-masing, mau tidak mau mereka harus berpisah.
__ADS_1
***********