
Jimy yang merhatikan tuannya diam, seperti memikirkan sesuatu di hatinya saaat ini, jimy hanya bisa menatap atasanya itu dengan tanda tanya dibenaknya saat ini.
"Apa tuan besar akan menyukai Nona Maisi untuk tuan Albert, kerena Nona Maisi tidak calon menantu yang disukai tuan besar, bukan dari kalangan orang kaya." pikir jimy saat ini yang masih melihat Albert.
"Ada apa Jim., kamu menatapku seperti itu, apa ada yang ingin kamu katakan?" kata Albert bingung.
"Tidak tuan, aku hanya memikirkan sesuatu tentang hubungan Tuan dan Nona Maisi saat ini."
"Emang ada apa Jimy dengan hubunganku dengannya?" kata Albert kembali bertanya.
Lama jimy akan menjawab kata dari albert bos yang selama beberapa tahun ini sudah sangat dekat dengannya, kata itu berat untuk diucapkan Jimy yang madih tampak ragu.
Albert juga menatap asistennya itu dengan bigung saat ini kerena tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan barusan.
"Ada apa Jim, aku bingung jika melihat kamu seperti itu." ucap Albert yang menatapnya saat ini.
"Maaf kan saya Tuan, bukan tidak menghargai tuan, tapi melihat Ayah tuan yang akan memaksa perjodohan tuan dengan Nona Carla selama ini, itu membuat aku ragu akan hubungan Tuan dengan Nona Maisi, apa tuan besar akan menerima Nona Maisi jika tuan ingin menjadikan gadis itu istrinya Tuan?" kata Jimy dengan berat hati.
"Kamu tidak usah cemas Jim, aku akan tetap akan menikahi Maisi walau Ayahku tidak setuju dengan gadis yang aku sukai selama ini, hanya dia yang bisa memiliki hatiku selama beberapa tahun ini, aku tidak bisa jauh lagi Jim dengannya." jelas Albert Asistennya itu.
"Tapi selama ini tuan besar selalu menetang hubungan tuan dengan wanita manapun selain putri dari sahabatnya itu sendiri, apa itu itu tidak akan membuat Tuan besar marah pada anda tuan?." kata Jimy lagi.
"Jangan cemaskan aku Jimy, aku akan mengurusnya nanti dengan caraku sendiri." kata Albert tidak bayak bicara lagi.
Albert pokus lagi dengan pekerjaan Saat ini, dia mentap leptop nya lagi yang tertarok diatas meja didepanya itu.
Akhirnya Albert ikut memikirkan apa yang baru diucapkan oleh asistennya itu ada benarnya juga.
"Aku tidak pernah bisa menyerah lagi, aku akan memperjuangkan cintaku pada Maisi, walau ayah tidak setuju sekalian, aku akan meninggalkan demi Maisi, walau aku akan bekerja kembali dengan orang lain, jika itu tidak akan bisa ayah pertimbangkan nantik keinginan aku." kata hati Albert saat ini sedikit melamun.
"Tuan anda memikirkan itu lagi?" kata Jimy yang membuat Albert tersadar dari lamunannya.
"Ahhh tidak Jim, aku hanya sedikit lelah, mari kita tidur saja, besok pagi kita harus keperusahanku." kata Albert pada Jimy yang masih menatapnya dengan heran.
Albert meningalkan Jimy sendirian di ruangan tv itu dengan bingung.
__ADS_1
"Dasar boss aneh anda tuan." kata Jimy sedikit herann pada Bosnya itu.
Jimy akhirnya ikut membaringkan tubuhnya itu disofa Albert saat ini kerena Apartemen itu hanya memiliki satu kamar saja, mau tidak mau Jimy harus mengalah untuk bosnya itu.
Sampai dikamar Albert hanya berbaring saja di tempat tidur itu, dia tidak bisa untuk memejamkan matanya saat ini kerrna masih ingat apa kata Jimy barusan.
Albert juga harus berpikir lebih licik dari pikiran Ayahnya saat ini ingin maksa dirinya untuk menikahi Carla.
"Apa Maisi akan mau mendegar semua penjelasanku untuk kedua kalinya nantik jika dia tahu aku akan dijodohkan dengan wanita pilihan ayahku?" tanda tanya pada diri Albert saat ini.
"Ahhhh memikirkan saja aku sudah sangat takut untuk kehilangan Maisi untuk kedua kalinya,apa aku harus menelan masa sulit ini untuk kedua kali, berpisah lagi dengan Maisi." pikir Albert menerawang kemana-mana saat ini.
"Ohhh Tidak-tidak Albert, kau tidak bisa menyerah lagi kerena ini, kau harus berusaha dengan baik, untuk memperjuangkan gadis yang selama ini yang sudah melekat dihatimu." kata Albert tidak bisa berpikir lagi dengan jernih.
Lama Albert akan tertidur saat ini,dia selalu memikirkan itu semua, kerena ada benarnya juga kata Jimy barusan, akan ada tentangan dari ayahnya nantik akan hubunganya dengan gadis yang dia sangat dia cintai.
Akhirnya Albert Tertidur juga sudah jam 2 dini hari,kerena sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi.
,,,,,,,,,,,,,,,
Maisi tidak lupa untuk bilang setiap ingin berangkat pada abang sepupunya itu sebelum pergi.
"Bang aku berangkat dulu ya,jangan lupa makan serapanya, dan bontot kamu sudah aku siapkan dimeja makan, jangan lupa bawa bontotnya."teriakan Maisi dipintu kamar Ivan saat ini.
"Iya, terimakasih kamu sudah bikin untukku." balas Ivan dari dalam.
"Ya sudah aku berangkat duluan, asalamualaikum." kata Maisi Langsung pergi meningalkan rumah itu menuju sekolah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Maisi berjalan dengan santai pagi ini,saat berjalan salah satu muridnya yang akrab dengannya selama dia mengajar disekolah itu berenti dihadapannya dengan motor Skupy nya.
"Pagi buk Mai. " sapa siswa itu dengan senyumannya.
"Radit, kamu tumben pagi hari ini?" kata Maisi pada muridnya itu.
"Aku ada piket rutin setiap minggu Buk, jadi aku harus pagi datang hari ini, kerena giliran aku hari ini." jawab muridnya itu dengan santai.
__ADS_1
"Ya sudah kamu sana duluan jika mau piket, entar jam masuk akan masuk." kata Maisi.
"Ya elah buk, aku berenti sengaja dekat ibu biar bisa aku bonceng, mala disuruh pergi, ayok naik buk walau itu dekat gak apa, biar aku senang bonceng guruku yang cantik." canda Radit.
"Kamu ini, ayok cepat, entar kamu telat piketnya." kata Maisi juga akhirnya naik ke motor Muridnya itu.
Tidak lama mereka sampai di parkiran sekolah itu,tidak lupa Maisi selalu memberikan Kotak makanan pada pak skuriy yang tiap pagi jaga dipintu masuk sekolah itu.
"Pak, ini serapan pagi untuk bapak,dimakan ya Pak." kata Maisi ramah.
"Aduhhh buk Mai saya rasa tidak enak pada Buk guru tiap hari bawakan saya sarapan." kata Bapak skuritiy yang sudah berumur itu.
"Tidak apa pak, nama tahu nanti aku dalam kesusahan bapak bisa bantu saya, aku masuk dulu ya." kata Maisi meningalkan skuritp?y itu.
Maisi masuk kedalam kantor sekolah itu yang belum ada Guru lain yang datang pagi ini, hanya dia yang pertama selalu datang pagi ini.
Maisi kembali melihat buku latihan anak-anak muridnya itu dan memeriksa kembali sampai jam mengajar tiba.
Jam mengajar pagi ini sudah masuk, Maisi sudah mulai dengan aktivitasnya saat ini, sambil memperhatikan muridnya yang lagi mengerjakan latihan baru dikasihnya,satu chat masuk saat ini.
Maisi melihat Ponselnya saat ini ada diatas meja tampa nada hanya tanda getar saja, dia melihat Dari siapa chat itu, senyuman tersirat bibir Maisi.
"PAGI SAYANG, APA KAMU SUDAH SARAPAN DENGAN BAIK PAGI INI, JANGAN SAMPAI TIDAK SARAPAN, AKU SANGAT MARAH JIKA KAMU TIDAK SARAPAN." ISI CHAT ALBERT.
Maisi hanya tersenyum diam saja saat ini kerena meligat chat dari Albert.
Satu tangannya mulai mengetik dilayar pipi itu.
"Kamu tidak usah kawatir, aku sudah sarapan pagi ini, aku selalu bikin tiap pagi, kerena kamu tahu kak, jika aku tidak bisa lupa hal itu, kerena sudah biasa tiap pagi aktivitas itu." kata Maisi.
Tidak ada lagi jawaban dari Albert saat ini, mungkin saja Albert sudah sibuk dengan kerjaan, Maisi juga pokus kembali menerangkan pelajaran untuk muridnya saat ini.
*************
Selamat hari raya idul fitri.
__ADS_1
Minalaidin wafaizin, mohon maaf lahir dan batin.🙏🙏🙏🙏🙏🙏.