SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Berahir Kecewa


__ADS_3

Hari berganti hari yang dijalankan Maisi saat ini, sudah tidak terasa waktu itu berlalu sangat cepat saat ini,sudah waktunya Maisi untuk kembali ke kampung halaman yang saat ini setelah sudah satu tahun berada di kota badat ini.


"Akhirnya aku selesai juga dengan tugas gue dengan baik,gue akan membawa kebaikan untuk kemajuan sekolah kami didesa." kata Maisi bicara sendiri sambil menyusun pakaiannya ke dalam koper.


Maisi setelah bersiap akan kerumah Maya untuk pamit pada Sahabatnya itu,untuk kembali lagi ke desanya, Maisi akan berjuang kembali untuk melanjutkan hidup untuk keluarganya.


Saat ini Ibu dan adiknya sudah disuruh Maisi kembali kerumahnya saat ini,Maisi akan kembali ,dia sudah banyak merepotkan bibiknya selama satu tahun ini.


Maisi selesai berkemas, kerena sore ini dia akan langsung berangkat langsung kekampung halamannya, Maisi menarik koper itu keluar kerena taksi sudah menunggunya untuk kerumah Maya sebentar.


Dalam perjalanan kearah rumah Maya saat itu melewati Apartemen Albert, Maisi menatap gedung tinggi itu,hatinya sedih melihat gedung itu, ada sedikit kenangan bersama Albert disana.


"Mungkinn sampai disini perjuangan aku untuk menunggumu kak,hal yang tidak mungkin aku harap lagi." kata Maisi masih menatap gedung itu.


Sampai akhirnya Maisi sampai juga di rumah Maya saat ini,dia turun sebentar dari taksi itu, Maisi memintak taksi menunggunya sebentar saja.


Maisi masuk kedalam rumah Dan dan menemui dahabatnya saat ini yang lagi menunggunya pas saat ini Hari libur juga da Kevin dirumah.


"Hai May, apa kabar lo?"


"Gue sehat Maisi, lo jadi berangkat sekarang ?" tanya Maya pada Maisi.


"Iya,biar gue bisa istirahat sehari sebelum Masuk sekolah besok." kata Maisi santai.


"Gue pamit ya, kerena Taksi sudah nungguin gue." kata Maisi memeluk Maya.


"Sampai ketemu lagi nantik Mai, gue harap lo samapi dengan sehat dikampung."kata Maya merasa sedih saat ini berpisah kembali dengan Sahabatnya itu.


"Kak Kevin mana May?" tanya Maisi.


"Lagi telpon sama Teman dia tapi gue gak tahu siapa." kata Maya Seadanya..


Tidak lama Kevin juga sudah siap dengan menelpon.


"Kenapa Kalian pelukan kayak gitu Mai, mau kemana kamu ?" kata Kevin tidak tahu bahwa Maya akan kembali hari ini.


"Aku akan kembali lagi ke desanya kak, kerena tugaku sudah selesai disini, aku pamit ya." kata Maisi pada Kevin.


"Tapi mai...!! kata Kevin terpotong kerena taksi yang ditumpangi Masin sudah megasih kode.

__ADS_1


"Ya sudah May,kak aku berangkat ya." kata Maisi langsung keluar dengan air mata menetes meningalkan Sabhabatnya itu dan rasa sedihnya saat ini.


Apa yang gue bilang sama Albert saat ini dia baru saja Sampai di bandara saat ini." kata Kevin panik.


Kamu kenapa Mas kok diam saja kamu, ada masalah?" tanya Maya pada suaminya itu.


"Ahhh tidak ada apa-apa sayang, lupakan saja." kata Kevin tidak Mau istrinya tahu bahwa Albert kembali kesini.


Saat ini Maya baru saja Sampai dibandara,dan Sakya sudah menungunya dengan keluarga kecilnya saat ini.


"Kak, kalian semua sudah menunggu aku lama ya.?" kata Maisi pada Mereka yang sudah diangap keluarga itu..


" Tidak juga Mai, santai saja." kata Sakya, membantu membawa Koper Maisi masuk kedalam bandara itu sampai di pintu masuk cek,in mereka berpisah.


"Tunggu kami akan libur kesana natik." peluk Abell pada Maisi.


"Jangan Sedih gitu, nantik kita akan jumpa lagi, peluk Sakya pada Maisi yang sudah seprti adik baginya.


"Ya kak!!" tetes air mata Maisi saat ini dipelukan Sakya,dan disisi lain saat ini Abert baru saja keluar dari pintu keluar bandara.


Mereka berdua berselisih jalan dengan Albert yang sedang mengandeng wanita cantik disisinya saat ini.


Albert juga tertegun melihat Maisi menatapnya saat ini,Albert melepaskan tanganya itu dipundak gadis itu.


Maisi memalingkan wajahnya pada Albert dengan rasa kecewanya pada Albert, dia sudah membohongi dirinya, selama setahun Maisi menunggunya untuk kembali namun Alber kembali tidak pernah menemuinya.


Itu yang ada dipikiran Maisi saat ini sambil menarik Kopernya melangkah menjauh dari Albert saat ini yang juga meliihat kepergian Maisi dihadapannya.


"Tuan, apa yang sedang abda lihat?" kata Jimy heran melihat pada punggung gadis yang sudah menjauh itu.


"Zira kamu duluan dengan Jimy ke mobil aku akan pergi sebentar. " kata Albert pada kedua orang itu.


"Kamu mau kemana kak?" kata Gadis itu melihat Albert pergi.


Albert berlari mengejar Maisi yang sudah megilang saat ini,Maisi juga sedang menangis di sudut tidak jauh dari Albert berdiri.


Albert mendengar isak tangis Maisi gadis yang sangat diridukannya itu selama satu tahun ini dia tidak bertemu dengan Maisi.


"Aku benci kau Albert,kau memintakku untuk menunggumu, tapi apa yang aku lihat hari ini kamu sudah dua kali aku lihat bersama gadis itu,kamu sunguh pembohong, sunggu jahat tidak adil denganku." kata Maisi melepaskan kekesalan dengan rasa sakit hatinya saat ini, apa yang sudah dilihat dan kenyataan yang di lihat pada waktu itu benar Abert.

__ADS_1


"Kenapa selam ini aku tidak pernah sadar jika kau tidak akan pernah jatuh hati padaku, hanya aku yang memiliki perasaan itu sendiri dan berharap bayak Pada kamu!!" ungkapan Maisi masih kesal.


Albert mendegar semua itu dengan tidak percaya, Maisi melihat dia waktu itu habis bertemu dengan Kevin di Moll saat itu.


"Kau sudah memiki gadis disampingmu, tapi kenapa kamu memintaku untuk meninggu, mengapa Albert,kenapa Albert!! " isak tangis pilu Maisi masih saja didengar Albert saat ini berdiri mematung mendegar keluh kesah dan kesalnya gadis itu padanya.


"Apa salahkah untuk mencintaimu?"kata Maisi lagi bertanya sendiri.


Albert membiarkan Maisi mengeluarkan semua apa yang dipendam selama ini dan rasa kecewanya itu pada Albert.


Maisi kehapus air matanya saat ini dan megabil kembali kopernya dan menuju tempat cein pesawat yang akan membawanya untuk kembali hari ini ke desanya.


"Sudah Maisi, jangan sedih, mungkin ini perjuangan kamu untuknya selama ini sampai disini, lupakan dia." kata Maisi berjalan kedepan kebali sambil menghapus air matanya saat ini.


Sebuah tangan menahan kopernya,Maisi berdiri mematung tampa melihat orang yang menahan kopernya itu.


"Tunggu Mai, aku bisa jelaskan ini semua." kata Albert pada Maisi.


Maisi yang mendegar suara yang sudah lama tidak didengarnya itu,dia hanya diam saja tidak menatap Albert sedikit saja, pandangan lurus kedapan.


"Lepaskan tangan kamu dari koper ku,tidak ada yang perlu dijelaskan lagi semua sudah jelas, kamu membohongiku,aku benci orang pembohong sepertimu.


"Kata Maisi menarik Kopernya itu agar terlepas dari tangan Albert.


"Tunggu Mai, aku akan jelaskan ini semua pada kamu, jangan pergi." kata Albert yang tidak didengar Maisi lagi


Maisi tidak mendegar kata Albert lagi saat ini,dia masuk kedalam pesawat yang waktunya sudah harus berangkat.


Albert hanya menurut saja melihat Gadis itu pergi meninggalkan dia yang masih berdiri mematung melihat tidak ada lagi Maisi disana.


"Tuan maaf kami ingin membersihkan Lantai ini." kata Klening servis bandara itu, menyadarkan Lamaunan Albert.


"Dia sudah pergi? kata Albert mengacak rambutnya saat ini kerena kesal pada dirinya sendiri tidak bisa menahan diri Maisi sebentar saja.


"Ahhhhh sial,kenapa begini jadinya, gue akan senang akan bertemu dia hari ini, kenapa mala gue sediri yang mebuat hatinya sakit." kata Albert tidak bisa berpikir lagi.


Albert meningalkan bandara itu dan kembali keapertemenya saat ini,pikiranya saat ini sangat kacau,dia kembali untuk Maisi, meluangkan waktunya selama sebulan di Indonesia ingin bersama Maisi wanita yang sangat dirindukan nya saat ini, namun sampai dinegara yang selalu membuatnya nyaman selama ini,tidak disangka akan seprti ini jadinya, Maisi sungguh kecewa padanya saat ini, yang sudah membohonginya selama ini, sudah beberapa kali dia kembali ke Indonesia untuk bekerja tapi tidak sekali Saja dia menemui Maisi, kerena waktu nya tidak pernah lama berada dinegara ini.


**********

__ADS_1


__ADS_2