SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Akhirnya Nyoya Emi nyerah kerena keinginan suaminya


__ADS_3

Sepulang Kerja Maisi baru bisa melihat Ponselnya, Maisi seharian ini dia tidak bisa melihat ponselnya itu kerena ada ujian akhir untuk disekolahnya, jadi Maisi megawaas ujian itu dengan baik, tanpa membawa ponselnya.


Baru dirumah Maisi ingat dengan ponselnya itu,setiap hari biasanya Albert selalu menghubunginya jika tidak menelpon dia meyempatkan mengirim chat pada Maisi.


Dengan senyuman di bibir cantik itu, saat ini ada satu nama di ponselnya itu, walau hanya pesan namun Maisi sunggu senang melihat pesan yang dikirim oleh Albert.


"Kamu selalu merindukan aku Kak, aku juga sangat merindukan kamu."kata Maisi senang membaca isi pesan itu.


Maisi kembali membalas satu pesan untuk orang yang sangat dirindukan itu.


(AKU JUGA SANGAT MERINDUKAN KAMU SAAT INI, KAMU LAGI APA, APA KAMU TIDAK LUPA DENGAN MAKAN SIANG KAMU HARI INI?, JAGA KESEHATAN KAMU UNTUK AKU KAK, AKU MENCINTAI KAMU.)


Balas Maisi untuk pesan chat yang dikirim oleh Albert hari ini untuknya.


Maisi beristirahat sejenak kerena merasa lelah sepulang dari mengajar disekolah yang selalu Maisi datangi tiap hari kerena hari-harinya hanya seperti itu, sebagai guru yang mengajar muridnya.


Setelah cukup istirahat Maisi hari ini langsung melakukan kerjaan rumah yang selalu digelutinya setiap hari, memasak jadi kebiasaan setiap hari.


setelah siap dengan kerjanya Maisi langsung membersihkan dirinya kerena berkeringat dan bauk bumbu masakan didapur.


Setelah siap dengan mandi saat ini Maisi kembali mengambil soal ujian untuk besok paginya kerena pas dengan bidang dia besok yang akan dihadapi oleh anak-anak muridnya.


Maisi mempelajari kembali lembaran ujian beberapa lembar di tanganya, saat melihat lembaran kertas ditangannya saat ini pangilan diponsenya itu selalu dikenalnya, kerena dia meberi nada yang beda untuk nada pangilan pujaan hatinya itu.


"Hallo Kak, apa kabar kamu hari ini." sapa Maisi melihat layar ponsel itu, melihat Albert yang duduk tersandar dikursi tempat kerjanya.


"Aku baik Sayang,apa kamu sudah kembali ?" kata Albert lembut pada Maisi.


"Sudah"


"Apa kamu lelah kak,? lihat wajah kamu saat ini sedikit pucat, apa kamu sakit?tanya Maysi melihat Albert sedikit pucat.


"Tidak aku tidak apa-apa, kamu tidak usah kawatirkan aku disini, kamu jaga diri kamu saja untuk aku." sambungnya Albrt manis berkata pada kekasih hatinya itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan itu?" tanya Albert lagi


"Aku lagi melihat soal ujian utuk muridku yang akan ujian besok pas itu adalah jurusan aku Kak." kata Maisi jujur pada Albert.

__ADS_1


"Ohhh!!


"Aku sangat merindukan kamu, aku harap kamu selalu menghubungiku setiap hari seperti ini." kata Maisi lagi.


"Tentu, itu pasti sayang akan aku lakukan, kerena seminggu sudah terasa bertahun hari yang aku lewatkan menahan rindu ini pada kamu." kata Albert dengan rasa rindu itu pada gadis yang ada di layar benda pipi itu.


"Aku mencintaimu kak!! " kata Maisi.


"Aku juga mencintaimu,, I love you beby!!" senyuman Albert terlihat bahagia sat ini melihat wajah cantik kekasihnya itu.


Mereka berdua megahiri pangilan itu sampai disitu saja, Albert tidak sadar ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya saat ini.


Carla hanya berdiri di pintu masuk ruangan kerja Albert, saat Albert dengan senang berbicara dengan kekasihnya , sehinga membuat Carla tersulut api cemburu dan marah pada orang yang sudah memenagkan hati seorang Albert.


Carla dengan hati marah pergi meningalkan ruangan Albert saat ini,hari ini membuat Carla tidak mau kalah oleh gadis yang sudah masuk dalam hati Albert.


"Wanita seprti apa kamu,sehinga Albert tidak melihatku lebih dari diri kamu." kata Carlah dengan hati sakit.


Saat ini Carla ingi tahu siapa gadis pujaan hati Albert itu,dia memintak orang untuk mencari tahu tentang gadis yang dekat dengan Albert.


Sudah terasa tiga bulan saja waktu sudah dilewati mereka kerena kegiatan Albert saat ini disibukan dangan proyeknya sedikit lagi rampung dikerjakan, tinggal pinising saja lagi setelah itu siap ,dengan tidak diduga Albert secepat ini dia bisa meyelesaikan pekerjaanya.


Dengan hati yang bangga dan senang saat ini dia dapat meyelesaikan ini semua, kerena tekatnya untuk Maisi, akhirnya apa yang sudah direncanakan selama ini tercapai dalam waktu singkat.


"Jim, saat ini aku tidak menyangka kita bisa secepat ini meyelesaikan proyek ini,tingal satu bulan lagi peresmian gedung hiburan yang sudah siap dikerjakan sudah bisa untuk dipakai." kata Albert dengan senyuman pada Jimy.


"Ini kerena Semangat anda tuan.!! " kata Jimy.


"Benar Jim,,apa yang kamu katakan itu semua ada benarnya, kerean Maisi aku bersemangat seprti ini, aku sudah sangat merindukan dia, tingal satu bulan lagi aku akan kembali ke sana untuk menemuinya." kata Albert tidak sabar menunggu satu bulan lagi.


"Tidak ada yang bisa membuat kamu untuk kesana kerena seminggu lagi kamu akan bertunangan dengan gadis pilihan ayah." kata Tuan Ramos menyabung kata Albert dengan tegas.


"Ayah!! apa bisa ayah mengulang kata yang baru ayah bilang barusan." kata Albert sangat marah Ayahnya berkata begitu padanya.


"Ya ,,kamu akan bertunangan dengan Carla." singkat kata tuan Ramos pada putranya itu dengan tegas.


"Jagan buat aku kasar pada ayah dan tolong jangan pernah ikut campur dengan hidup aku yang ingin aku jalankan, kerena aku bukan anak kecil lagi, yang selalu ayah atur." kata Albert dengan marah dan kesal pada ayahnya itu.

__ADS_1


"Sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah akan setuju dengan apa yang kamu inginkan, kamu akan tetap menikah dengan gadis itu, Ayah tidak segan mencabut semua apa yang kamu sudah miliki selama ini,juga mengeluarkan kamu dari nama kelurga." ancam ayahanya itu.


"Cukup pa,kamu mengatur hidup Albert Mama juga tidak ingin keluarga kita akan seperti ini, kerena keinginan kamu bersekeras untuk memaksa Albert dengan gadis pilihan kamu itu." sahut Bunda Emi yang baru masuk keruangan Albert.


"Bunda!! kaget Albert kerena ada bundanya saat ini.


"Cukup nak, kita mengikuti keinginan orang kaya seperti dia ini, sikap sombongnya dan keegoisan Ayah kamu, dia tidak akan pernah bisa untuk memahami hati dan perasaan kamu, Mari kita tingalkan ini semua, jika dia mau biarkan dia sendiri untuk menikahi carla." kata Bunda Emi sangat marah pada Suaminya itu.


"Apa kata kamu Emi!! " apa seperti itu kamu menilai sikap aku selama ini.


" Iya!! Mulai saat ini aku ingin kembali ke negara kelahiranku dengan putraku, kami tidak ingin tunduk atas apa yang kamu inginkan." kata Bunda Emi menarik tangan Albert keluar dari ruangan itu, dan meningkalkan tuan Ramos sediri diruangan itu.


Dengan hati yang menagis Bunda Emi meningalkan suaminya demi kebahagian putranya saat ini.


"Bunda tunggu, jangan seprti ini pada Ayah, apa bunda sudah benar-benar memikirkan ini semua?" tanya Albert menatap Bunda dengan hati sedih.


"Kamu jangan hiraukan tentang hati bunda,Bunda akan meningalkan ini semua Nak, demi kebahagian kamu, mari kita kembali ke Indonesia untuk gadis itu." kata Bundanya itu dengan tersenyum pada Albert.


"Jim, mulai hari ini kamu akan ikut dengan Bunda, kamu akan selalu jadi putraku." kata Bunda Emi pada Jimy yang sudah dibesarkan yang selama ini kerena Albert selama ini sangat menjauh selama bertahun-tahun dari keluarganya.


"Baik Bun, tapi aku tidak bisa meningakkan tuan besar disini sendiri saja."kata Jimy tidak tega dengan orang yang sudah berjasa padanya selama ini.


"Kamu tidak usah pikirkan dia ada Asistennya leo yang menurusnya, mari kita pergi dari Negara ini, yang tidak akan membuat kita bahagia." kata Bunda Emi memeluk kedua pria tampan itu.


"Tapi bun, kami tidak bisa sekaran pergi dari sini, kerean masih ada satu bulan lagi kerjaan yang kami urus, jika Bunda tidak ingin disini bunda boleh pergi dulu,aku akan meyusul bunda setelah kerja ini siap." kata Albert dengan megerti hati Bunda Emi saat ini.


"Baiklah bunda akan menunggu kamu diindonesia, hari ini Bunda akan berangkat juga biarkan Ayah kamu dengan keinginan dia itu." kata Bunda Emi merasa kecewa pada suaminya saat ini, terlalu memaksakan keinginan pada Albert.


Selama ini Albert sudah menuruti keinginannya,tapi sampai untuk jalan hidupnya sendiri tuan Ramos masih saja mengatur itu semua, tidak membiarkan Albert bahagia dengan pasanganya.


Bersambung.........


Hai teman-teman yang masih setia di Novel ini,saya mintak Maaf dalam beberapa hari belakangan ini tidak bisa pokus dalam cerita ini


Kita kembali lagi pokus cerita Maisi dan Albert ya, ada apa lanjutan kisah mereka berdua... yok baca lagi Novel ini.


Terimakasih banyak masih setia bersama kami disiniπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.

__ADS_1


__ADS_2