SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Saling memuji


__ADS_3

Albert benar-benar mencintai Maisi dengan sepenuh hatinya, sampai kapanpun Maisi akan di perjuangkan walau dia akan tahu akan ada tentangan oleh Ayahnya,berhubungan dengan Maisi yang bukan kalangan orang yang berada apa yang diharapkan oleh ayahnya padanya selama ini.


Albert tidak banyak pikir lagi saat ini yang penting sekarang dia menjalankan hubungannya dengan Maisi dengan semestinya.


Albert saat ini tidak mau berpisah dan jauh dari gadis yang duduk di sebelahnya saat ini.


Kevin memperhatikan Padanganpada orang yang baru baikan itu hanya tersenyum saja, dia senang Albert bisa kembali dengan Maisi, gadis yang empat tahun ini dia sangat rindukan itu, hanya sama dia Albert bisa cerita tentang gadis itu.


"Al kapan lo kembali ke Jerman lagi?" kata Kevin bertanya pada teman dan mantan asistennya itu.


"Mungkin seminggu lagi Vin, gue juga ada miting sama karyawan perusahaan gue yang ada disini, kerena gue harus bikin peraturan baru lagi, agar karyawan diperusahaan lebih giat lagi bekerja." kata Albert.


"Tumben lo lebih lama di sini, biasanya hanya sehari saja?" tanya Kevin lagi pada Albert saat ini.


"Aku disini karena dia disamping gue Vin,dia yang bikin aku selalu merindukannya." kata Albert jujur pada Kevin.


"Apaan sih kamu Kak, kok kerena aku sihh!! " kata Maisi bingung melihat pada Albert yang tersenyum padanya saat ini.


Albert tidak menjawab kata Gadis yang disampingnya itu saat ini, dia hanya hanyaegaguk saja sebagai jawab bahwa Maisi yang menjadi alasan pertamanya saat ini dia bisa lama dinegara yang dia selalu suka, dan negara asal bundanya ini.


Tidak lama Makan yang dipesan oleh Maisi sudah sampai, Albert berdiri dan membayar Ojek online itu,dia juga tidak enak harus Kevin yang membayar itu semua.


Setelah Semua makan dengan apa yang dipesan tadi, Albert benar-benar menikmati Ayam geprek yang dia suka selama di Indonesia.


"Pedas ya Kak?" tanya Maisi pada Albert kerena Albert santai saja menikmati makanan itu.


"Tidak, kamu mau coba?sini aku suap!! " kata Albert langsung merupakan nasih itu pada Maisi.

__ADS_1


Maisi juga menerima suapan dari Albert dengan santai didepan Mereka semua, walau ada Sepupunya di antara mereka.


Ivan juga terseyum saja melihat tingkah kedua orang yang lagi mabuk cinta itu, dia juga paham adik nya juga sangat mencintai Albert, terlihat dari cara Maisi pada Albert.


"Semoga saja Tuan Albert orang yang bisa menjaga kamu dek!! Abang senang jika dia pilihan kamu, kerena dia juga sangat mencintaimu." ungkap hati Ivan dalam hati sabil menikmati makanannya itu.


Semua sudah siap dengan makan malam saat ini mereka saat ini hanya berbincang seprti biasa saja,Maisi juga sibuk mengajak Putra Kevin bermain di halaman saat ini.


Albert memperhatikan Maisi sangat meyayangi anak kecil, dia senang melihat tingkah gadis itu suka pada Anak-anak.


"Lo kenapa Al, kok gue perhatikan lo menatap Maisi terus,kenapa pengen punya anak juga? makanya lo cepat nikahi Maisi jangan lo tunggu Lama-lama lagi jika gak mau kecewa lagi untuk kedua kali." kata Kevin.


"Maisi belum mau Vin, gue ajak nikah, kerena dia gak mau buru-buru, dia ingin menjalankan hubungan ini selama enam bulan kedepan dulu, setelah itu dia baru bisa mempertimbangkan hubungan ini, jika tidak ada halangan yang menganggu kami." kata Albert sedikit sendu.


"Lo harus bersiap lagi untuk kehilangan dia Al !! kerena Ayah lo tidak akan pernah mau menerima Maisi semudah yang gue bayangkan, dari cerita lo selama ini gue sudah bisa bayangi, Maisi bukan tipe menantu yang diinginkan oleh Ayah kamu, lain dengan bunda kamu tidak memaksa kehendaknya." penjelasan Kevin.


Selama ini Albert tidak bisa melepaskan Maisi dari hidupnya walau sudah 4 tahun mereka terpisah oleh jarak yang memisahkan mereka.


Namun Albert masih saja tidak bisa melupakan gadis yang sudah membuat hatinya dudah terpikat pada Seorang gadis desa yang cantik,dipertemuan pertama kali mereka saat itu, mereka berdua selalu berantam tidak pernah akur.


Tapi Maisi yang bisa masuk kedalam hatinya dan menaklukan hati dan rasa cintanya semakin kuat pada seorang guru cantik itu.


"Lo harus bisa mempertahankan Maisi Al, jika lo benar-benar mencintai dia,apapun lo harus perjuangan demi cinta lo sama dia." kata Kevin lagi.


"Benar kata lo Vin, gue gak bisa nyerah gitu saja, gue harus bisa memperjuangkan Dia untukku kerena selama ini kami sudah membuang waktu selama bertahun-tahun." balasnya lagi Pada Kevin.


"Berjuanglah untuk orang yang lo sayang, gue selalu mendukung lo." Kevin menepuk punydak Temannya itu.

__ADS_1


"Apapun untuk Maisi gue akan lakukan Vin,jika harus meninggalkan semua ini demi dia, kerena gue gak mau lagi kehilangan dia Vin, cukup waktu tiga tahun ini aku meyia-nyiakan." kata Albert mengingat terahir mereka berpisah beberapa tahun lalu.


Kevin hanya bisa memahami perasaan temannya itu,Albert juga sangat meyayangi Krdua orang tuanya,tapi dia juga tidak mungkin lagi untuk mengalah demi Orang yang dicintainya demi keluarga.


"Lihatlah wajahnya Vin, dia selalu tersenyum manis, itu yang tidak bisa aku melupakan dia." kata Albert kembali.


"Ahhh dadar lo lagi bucin." kata Kevin kesal.


"Kenapa Lo yang sewot, emang dia manis Vin." ketawa Albert sudah berhasil membuat Kevin kesal.


"Istrinya gue juga Manis, dan cantik Al, jangan memuji gadis lo terus." kata Kevin dantai.


"Kenapa kita bisa suka sama Gadis desa September mereka berdua ya.


"Kerena Istrinya gue cantik dan baik Al, jika menurut lo Maisi bagai mana ya guee gak tahu."kata Kevin santai dan tersenyum pada Albert.


"Dadar lo emang lo aja yang bisa puji istrinya lo, gue juga memiliki bidadari semanis Dia." kata Albert tidak mau kalah.


Akhirnya mereka berdua ketawa sendiri kerena tingkah bodohnya berdua,dua wanita cantik yang di hadapan mereka saat ini lagi asik bermain dengan putra Kevin, juga heran melihat mereka.


"May kenapa tu mereka?apa ada yang anehh sama kita ?" kata Maisi juga heran.


"Aku juga gak tahu Maisi, ahhhh biarkan saja mereka berdua, jangan dihiraukan mereka.


"Benar juga tu kata kamu, ngapain pusing sama dua bos itu." kata Maisi santai dan melajutkan main dengan bocah imut itu.


Maisi sungguh senang bermain dengan Putranya Maya saat ini, sudah lama mereka berdua tidak ketemu, kerena Maya dan Kevin juga jarang kembali ke desa mereka, kerena bundan Mery yang sering kejakarta mendatangi mereka.

__ADS_1


***************


__ADS_2