SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Ada sedikit rasa sesal


__ADS_3

Satu bulan Albert mengutuskan untuk tingal di Indonesia bersama Bunda nya dan jimy yang selalu setia bersama sampai saat ini.


Lain dengan Ayah Albert saat ini di Jerman memikirkan tentang keluarganya yang sudah tidak utuh lagi kerena sikap dan egoisnya pada istri dan putra Satu-satunya yang dia punya saat ini.


Tuan Ramos hanya menyendiri saja saat ini diruangan yang selalu menjadi tempat dia menghabiskan waktu setelah kepergian putra dan istrinya sebulan lalu dari hidupnya.


Saat ini entah apa yang sedang dipikirkan seorang Ayah itu sambil menatap keluar jendelah dilantai gedung tinggi menjulang itu.


Leo asisten tuan Ramos masuk dengan membawa satu berkas ditangannya saat ini kerena tuan Ramos menugaskan Leo mencari tahu tentang gadis yang disukai oleh putranya , seminggu setelah Albert meningalkan perusahaan dan Jerman.


"Selamat sore Tuan!! " sapa leo baru saja masuk kedalam ruangan pemilik perusahaan besar dan ternama di Jerman.


"Ada apa Leo?"


"Saya kesini hanya memberikan ini, apa yang tuan mintak sebulan lalu tentang tuan Albert dan gadis yang dicintai tuan muda. "jelas Leo pada Tuan Ramos.


"Apa yang kamu dapatkan dari impor masih anak buah kamu yang ada diindonesia?Tanya Tuan Ramos tidak melihat kearah Leo.


"Aku baru mendapat kabar dari orangku yang ada di indonesia tuan bahwa tuan mudah saat ini memiliki perusahaan yang sudah lama di didirikan olehnya sebelum tuan mudah kembali kesini." jelas Loe pada Tuan Ramos yang diam saja mendengar kata Asistennya itu.


"Teruskan Leo apa lagi yang kamu dapat?" kata Tuan Ramos masih ingin banyak tahu tentang kabar putranya itu.

__ADS_1


"Untuk gadis yang disukai oleh tuan mudah saat ini,gadis itu adalah dari kalangan menegah tuan, gadis itu seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah ternama yang berada di kota jakarta." jelasnya kembali.


"Lanjutkan leo,bagai mana dengan istriku, apa dia baik-baik saja?" kata Tuan Ramos masih berdiri di jendela kaca itu yang masih menghadap punggungnya pada leo.


"Untuk nyonya emi dia baik-baik saja sampai saat ini, nyonya sangat bahagia, dirinya sering ditemani Nona Maisi kerena sebulan lagi tuan muda akan melamar Nona Maisi untuk menjadikan istrinya." jelas leo lagi pada tuanya itu.


Tuan Ramos hanya tersenyum getir kerena istrinya dan putranya benar-benar melupakannya sebagai seorang suami dan Ayah yang baik untuk mereka berdua selama ini.


Namun sekarang dia benar-benar kehilangan kepercayaan dari istrinya sendiri, selama ini tuan Ramos sangat mencintai istrinya itu,bertahun-tahun istrinya tidak pernah melawan atas ucapanya, namun saat ini dia dapat melawan apa kata nya, kerena tuan Ramos terlalu keras dan terlalu memaksakan kehendak pada Albert.


Sekarang ini entah apa yang sedang direncanakan disaat diam seperti saat ini, sungguh jauh pandangannya menatap gedung-gedung tinggi itu.


"Kamu boleh lanjutkan kembali pekerjaan kamu Leo, kamu bisa jemput saya malam nantik. " kata tuan Ramos pada asistennya itu.


setelah kepergian asistennya itu tuan Ramos kembali duduk di kursi kebesaran nya itu dengan rasa penyesalan sikapnya yang selama ini terlalu keras pada putranya dan tidak menuruti keingin Albert selama ini, sehinga mereka yang sangat dia sayangi meningalkan nya sendiri.


"Apa semarah itu kalian berdua padaku sudah satu bulan kalian disana , tidak pernah mengabarkan kedaan kalian atau bertanya tentang aku disini selalu memikirkan kamu Emi." ucapan tuan Ramos sedih saat ini kerena istri dan putranya Betul-betul melupakan dia.


Tetesan air bening itu akhirnya jatuh juga di kelopak mata dari seorang tuan Ramos yang selama ini tidak mau menyerah dengan apapun jika apa yang diinginkan belum tercapai.Tapi beda yang dirasakan saat ini dia benar-benar merasa kehilangan saat ini, dirinya sudah tidak memiliki siapa lagi kerena sikap kerasnya.


Lain saat ini dengan Albert yang lagi berada di Singapura untuk urusan kerja dengan rekan bisnisnya.saat ini dia ingin cepat kembali keindonesia kerena Albert saat ini sudah hampir satu minggu berada didinegara singga itu kerena butuh lama Albert dengan pekerjaan ini.

__ADS_1


Jimy yang saat ini masih pokus menyimak miting yang masih berlanjut diruangan miting disalah satu perusahan rekan bisnis Albert.sudah 3 jam miting hari ini mereka lakukan akhirnya selesai juga, ada rasa lega saat ini dihati Albert dia bisa kembali lagi ke tanak air kerena gadis yang lagi menunggunya saat ini sudah sangat dia rindukan sudah hampir satu minggu ini tidak bertemu dengan Maisi pujaan hatinya .


"Jim,Kita langsung kembali ketanak air saja, aku sudah sangat merindukan dia dan juga bunda." kata Albert pada jimy.


"Baik tuan,saya akan memesan tiket pesawat untuk kembali hari ini." kata Albert tidak banyak bicara lagi jika itu sudah perintah bosnya itu.


"Bagai mana kabar Ayahku saat ini Jim? apakah kamu sudah mendapat kabar dari orang kamu disana?" kata Albert yang masih selalu mengingat Ayahnya itu, walau saat ini ayahnya marah padanya namun dia tetap memperhatikan kegiatan ayahnya dari jauh.


"Tidak banyak perubahan pada tuan besar tuan Albert, tuan besar sering melamun semenjak tuan dan Bunda meningalkanya.Untuk kesehatannya tuan bersar masih bisa menjaga dirinya dengan baik. " jelas Jimy mengasih tahu tentang Ayah bosnya itu.


"Shukurlah jika Ayahku baik-baik saja, aku bisa legah mendegar ini semuanya." kata Albert santai berjalan disamping jimy ingin keluar dari perusahaan rekan kerjanya itu.


"Semoga saja tuan besar saat ini bisa menyadari kesalahan dia pada anda tuan."kata Jimy juga sedikit ada rasa perhatian pada orang yang berjasa dalam hidupnya itu.


"Semoga saja Jim Ayah bisa memahami aku dan bunda,selama ini dirinya terlalu mengatur hidupku dan urusan pribadiku." kata Albert sedih jika mengingat cara Ayahnya itu memperlakukan dia terlalu keras selama ini, tidak mau mengalah apa yang diinginkan olehnya.


"Anda banyak bersabar,saya yakin tuan besar akan menyadari kesalahan dia selama ini pada anda dan Bunda." kata Jimy santai dan lembut tapi sedikit tersirat senyuman dibibir pria bule itu.


"Apa saat aku melamar Maisi nanti, aku harus mengasih tahu tentang itu semua padanya jim?"Tanya Albert kembali pada Jimy yang diam saat ini mendegar kata Bosnya itu.


"Jika tujuan Anda saat ini menghormati tuan besar sebagai Seorang Ayah bagi tuan, tidak ada salahnya tuan melakukan itu,berati rasa perhatian tuan masih ada pada Tuan besar." kata Jimy agak bijak saat ini menyikapi kata-kata yang keluar dari mulut Bosnya itu.

__ADS_1


****************


__ADS_2