SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Kembali melihat dua sahabat Maisi di rumah sakit


__ADS_3

Akhirnya Albert dengan Maisi meningalkan hotel milik Temannya itu untuk karumah sakit mejenguk sahabatnya, dengan agak susah Maisi berjalan kerena ulah Albert.


Maisi hanya diam saja saat ini dia hanya kurang nyaman saja kerena miliknya merasa sedikit perih saja, jadi membuatnya tidak bisa bergerak lebih nyaman deperti biasanya.


"Apa kamu nyaman Beby? jika begitu bagai mana jika kita tudak usah kerumah sakit, kita bisa kembali lagi kehotel." kata Albert juga tidak tega melihat istrinya saat ini tidak merasa nyaman duduk di samping kenudi mobil yang dibawak Albert.


"Tidak apa Kak, aku baik saja kok, kita bisa pergi kerumah sakit sekarang." kata Maisi berkata pada Suaminya itu sedikit senyuman dibibirnya manisnya itu.


"Beranaran kamu gak apa-apa ?" kata Albert kembali.


"Benaran, hanya dedikit perih saja. " kata Maisi santai.


"Maaf ya aku sudah bikin kamu mersa sakit hari ini." kata Albert tidak tega melihat istrinya itu.


"Jangan berkata begitu, aku istrinya kamu Kak, sudah jadi kewajiban aku melayani kamu sampai puas." kata Maisi mersa bahagia kerena sudah bisa melayani suamiya.


Albert hanya tersenyum saja apa yang sudah diucapkan oleh istrinya itu, dan tidak lama mobil yang dikemudikan oleh Albert sampai juga di rumah sakit itu, Albert membawah turun istrinya dari mobil dan mengandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam, dengan maisi membawa buah di tangannya, untuk sahabat nya yang sakit itu dan makanan untuk para sahabatnya yang sudah satu harian menjaga Kedua Sahabat nya itu yaitu Kevin Dana Maya masih di menunggu Kenzi dan Ririn di rumah sakit itu.


Maisi masuk ke dalam ruang rawat yang ada di lantai 3 dimana para sahabat nya itu saat ini, Maisi masuk dengan megetuk pintu dan tidak lupa megucapkan dalam sebelum masuk keruang rawat itu.


"Asalammualaikum...!! " kata Maisi barengan dengan Albert masuk kedalam rungan itu.


"Waalaikumsalam...!! "sahutan orang dari dalam.


"Ehhh manten baru di sini, ayok masuk Mai, kata Maya melihat sahabat nya itu baru datang.


"Itu orang kenapa May, sudah terkepal saja di sana." kata Albert melihat Kevin sudah tidak sadar tidur disofa tunggu yang ada di ruangan rawat Kenzi dan Ririn saat ini.


"Seperti dia kelelahan Kak Albert kerena dari semalam dia belum tidur sekejap saja." kata Maya menjelaskan pada teman suaminya itu.


"Pelan sedikit kenapa sih suara kamu Kak, mereka lagi tidur itu." tunjuk Maisi pada Kenzi dan Ririn yang berada ditempat tidur rumah sakit itu.

__ADS_1


"Kamu bisa ajak kak Kevin istirahat di rumah Kenzi saja May, biar aku yang jaga mereka kita gantian." kata Maisi pada Maya.


"Rumah Kenzi agak jauh dari siani, kami kehotel saja lebih dekat dari sini." kata Maya juga ingin tidur, kerena belum sekejap saja Maya tidur dari mereka datang kekota ini.


"Ya sudah kamu pergilah aku dan kak Albert saja yang jaga mereka, kamu pergilah may istirahat." kata Maisi juga megerti saat ini Mata dan Kevin juga perlu istirahat juga.


"Terimakasih banyak Maisi kamu megerti kita." kata Maya tersenyum pada Sahabat baiknya itu.


"Jangan begitu kita sudah berteman lama May, kita sudah seperti saudara selama ini jadi kamu jangan sungkan seperti ini padaku, Mereka berdua juga Teman baikku May." kata Maisi lembut.


"Maaf ya Maisi kita bikin kamu gak bisa manikmati hari bahagiamu." kata Maya merasa tidak enak hati pada sahabat nya itu.


"Sudah janagn bahas lagi ini May, pergilah dan bangunkanlah kak Kevin untuk beristirahat kehotel." kata Maisi kembali.


"Baiklah" kata Maya pada Maisi dan dia juga langsung membangunkan suaminya itu untuk kehotel.


"Mas kita istirahat kehotel saja, sudah ada Maisi dan kak Albert disini yang gantikan kita hari ini." kata Maya pada Kevin.


"Al, gue titip mereka berdua dulu ya, untuk putra Mereka sudah ada Bunda yang jaga dan beby sisternya." kata Kevin pada temannya itu.


"Baiklah, lo bisa istirahat sekarang, untuk mereka lo gak usah cemas." kata Albert santai saja.


"Ya suda kami tingal dulu nantik malam gue akan kembali lagi kesini." kata Kevin.


"Terserah lo." kata Albert tidak banyak komen. Akhirnya Kedua orang itu saat ini meningalkan ruangan rawat Kenzi dan Ririn hanya Maisi dan Albert saja yang yang tingal menjaga Kedua sahabat nya itu.


Albert hanya santai saja melihat ponselnya saat ini, kerena Jimmy baru saja mengirim imeil bersangkut dengan kerjaanya saat ini.


Albert hanya pokus pada ponselnya saat ini, sedangkan Maisi duduk disampaingnya Ririn yang sudahh terbangun dari tidurnya.


Maisi dan Ririn saat ini berbicara pelan saja kerena Kenzi masih tidur.

__ADS_1


"Bangai mana Kabar lo Rin?apa lo sekarang sudah merasa baikkan?" tanya Maisi melihat kondisi sahabat itu sudah tidak pucat seperti semalam dia baru samapai.


"Gue sudah mulai baikkan Mai lo gak usah takut lagi, gue sama Kenzi tidak apa-apa sekarang." kata Ririn juga mersa bersalah pada sahabat itu, kerena di hari baik mereka hari ini tidak bisa berangkat bulan madu kespayol. " maafkan kita Ya Mai, lo gak jadi kespayol untuk bulan madu." kata Ririn merasa bersalah.


"Tidak usah pikirkan itu Rin, melihat lo siuman seperti ini gue merasa senang, itu tidak penting sekarang, melihat lo bisa kembali dengan kita gue sudah senang Rin." kata Maisi memeluk sahabatnya itu.


"Terimakasih ya Mai, lo sudah bela-belain datang kedini jegukin gue masih memakai gaun pengatin semalam." kata Ririn tidak enak hati pada Sahabatnya itu.


"Sudah janagan bahas lagi, sekarang yang pengting kesembuhan lo Rin, kasiahan dengan putra lo sekarang berada di ruangan lain,hanya Bunda Mery dan pengasuhnya saja yang jaga dia."kata Maisi pada Ririn.


Sampai mereka berempat hanya menghabiskan waktu bercerita begitu juga Kenzi saat ini juga sudah terbangun, Albert hanya sekali-sekali ikut bicara dengan mereka kerena dia juga sibuk untuk malakukan pekerjaanya.


"Kak, bisa gak kamu berenti dangan kegiatan kamu itu, aku lihat dari tadi kau sibuk amat."kata Maisi pada suaminya itu.


"Bentar lagi beby, aku akan siapkan ini dulu, kerena aku gak bawak leptop jadi agak sulit lewat ponsel mengerjakan ini." kata Albert santai bicara pada istrinya itu.


"Biarkan Saja Mai, dia juga untuk cari nafkah untuk lo jangan ganggu dia." sahut Kenzi juga megerti Albert saat ini.


"Itu kenzi saja megerti Sayang." kata Albert meyahuti kata Kenzi.


"Kalaian berdua ini sama saja, gila kerja,lihat saja jika dia sembuh nantik Mai, pasti gak bisa meluangkan waktu sama anak istrinya."kata sindir Ririn pada Pada kedua pria itu.


"Sayang jangan gitu dong, aku juga cari makan untuk kamu dan anak kita,bukan gak punya waktu, tapi aku besar-benar sibuk." kata Kenzi lagi pada Istrinya yang cemberut saja.


"Nanti aku ingin kamu meluangkan waktu untuk kami,setiap bulannya aku ingin kamu bawah kami libur ke Jakarta, kerena kedua sahabatnya aku sudah manetap di sana." kata Ririn juga tidak mau kalah pada Suaminya itu.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan." kata Kenzi hanya bisa mengikuti kata istrinya itu jika tidak bisa-bisa Kenzi tidak bisa tidur dikamar, Dia akan tidur di kamar putranya.


Maisi hanya tersenyum saja melihat sepasang suami-istri itu kerena dari dulu dia mereka selalu suka berdebat dari zaman sekolah samapi mereka berdua menikah tidak ada yang berubah dari keduanya.


Maisi sangat bahagia memiliki sahabat seperti mereka, kerena selama ini mereka semua yang selalu megerti tentang dirinya,kesedihan,rasa bahagia mereka selalu berbagai tidak ada yang selama ini mereka sembuyiakan, mereka semua memahami dari sifat dari sahabat nya itu dari mereka masing-masing .

__ADS_1


*********


__ADS_2