
Setelah siap demua urusan dengan Carla pagi ini juga mereka berdua menuju rumah sakit dimana saat ini pasti semua keluarga tuan Ramos akan berkumpul disana.
Tidak butuh lama mereka sampai juga dirumah sakit dimana menantunya dirawat, tuan Ramos berjalan menaiki life bersama Asisten nya.
Sampai didepan ruangan Maisi dirawat tuan Ramos lama berdiri menatap pintu itu sebelum masuk kedalam ruangan itu, dengan menarik nafas panjangnya tuan Ramos megetuk pintu itu dengan agak pelan dan masuk kedalam.
Albert yang melihat Ayahnya didepan pintu hanya tidak percaya saja,kerena dia tahu ayahnya adalah keras kepala, tidak mau mengalah apa yang sudah dia inginkan.
"Ayah sedang apa disini?" kata Albert sedikit dingin.
"Selamat pagi tuan Ramos,ada angin apa membuatmu bisa datang kesini." sapa Bunda Emi dengan tidak bisa bicara baik lagi pada suaminya itu, kerena sudah kecewa pada suaminya.
"Emi, Albert maafkan aku, mungkin selama ini aku sangat melukai hati kalian berdua, tapi saat ini aku datang untuk memintak maaf kerena kesalahanku pada kalian, aku sangat bersalah pada kalian, selama ini aku lebih memilih percaya pada wanita ular itu dari kelian berdua." ungkap tuan Ramos sungguh sangat menyesal.
"Apa dirimu sudah benar-benar menyadari kesalahan selama ini kau bikin untuk putraku,selama ini kau bersikeras untuk menjodohkan wanita itu untuk putra mu, apa dia gadis yang pantas untuk kau jadikan menatu??" kata Bunda Emi mengeluarkan semua rasa yang terpendam dan marahnya pada suaminya itu.
"Sayang maaf aku,sudah mengecewakan dirimu, aku mintak maaf." kata Tuan Ramos memegang tangan istri itu.
"Aku tidak pernah marah padamu, aku hanya kecewa saja atas sikapmu pada kami." kata Bunda Emi menatap suaminya itu.
"Ayah duduklah,aku tidak pernah mara pada ayah, aku memaafkan ayah." kata Albert menyuruh ayahnya itu untuk duduk lebih dahulu.
"Lihatlah menatuku,kau tahu menantuku akan memberikan kita keturunan dua sekali gus,ini mana bisa kau dengan cepat mempercayai anak orang lain cucumu, bikin aku jengkel saja." kata Bunda Emi masih merepet pada tuan Ramos ,saat ini masih menatap istri itu yang masih berdiri tidak jauh darinya..
"Maafkan aku, aku memang bersalah sayang, jadi jangan perpanjang lagi masalah ini, bisakah kau memaafkan aku???" kata Tuan Ramos melihat istri itu selalu seperti itu padanya.
"Bagai mana aku tidak selalu merepet kerena ulahmu, kerena kau itu sungguh keras kepala, seperti batu." kata Bunda Emi menyahuti kata suaminya kembali.
Albert dan Maisi hanya diam saja melihat tingkah orang tuanya itu yang masih bersitegang itu, Albert hanya bisa tersenyum melihat bunda nya itu jika kesal pada ayahnya selalu merepet tidak tentu arah.
__ADS_1
"Kak kamu kenapa tersenyum melihat mereka ribut seprti itu?" bisik Maisi telinga suaminya itu.
"Kita bisa dengar aja sayang, biarkan mereka puas dulu, nanti dengan sendirinya diam." jawab Albert santai bicara pada istrinya.
"Kamu ini aneh Kak, bukan menenangkan Bunda, malah membiarkan mereka ribut." kata Maisi bicara lagi.
"Diamlah, biarkan saja mereka, kamu lanjutkan kembali makan sarapan kamu."kata Albert menyuapi istrinya itu.
Tidak lebih lebih dari 30 menit mereka ribut akhirnya kedua orang yang duduk saling mehadap punggungnya itu,akhirnya diam juga, ruangan itu hening tidak ada suara yang terdengar.
Maisi memperhatikan tiga manusia itu saling diam saja membuat Maisi bingung, akhirnya Maisi turun tangan bikin kegaduhan yang akan membuat Albert kesal hari ini, untuk memecahkan suasana hening yang ada diruangan saat ini.
"Bunda, perutku sakit, ada apa ini, sakit sekali." kata Maisi tiba-tiba berteriak disakitin.
"Apa !!!" Kata Bunda Emi dan tuan Ramos bersamaan.
Albert jadi bingung dan tidak tahu harus apa yang dilakukan, kerena panit melihat istrinya dengan tiba-tiba sakit di perutnya.
"Hai bodoh cepat kamu pangil dokter sekarang, Bunda takut kenapa pada bayi kalian." kata Bunda Emi pada Albert.
"Hahahahahaha..!! " ketawa Maisi memecahkan suasana yang sunyi tadi menjadi heboh."Kalian semua rupanya sangat perduli pada ku, tapi kenapa ruangan ini seperti kuburan hanya diam saja, aku sungguh bingung apa yang akan aku buat melihat kalian bertiga sama diam." kata Maisi santai.
"Beby,ini tidak lucu ya." kata Albert mentap istrinya itu sangat kesal.
"Abis kalian yang buat aku seperti ini, saling memaafkan kenapa sih." kata Maisi pada Albert.
"Siapa yang marah sayang aku sudah maafkan ayah, aku tidak pernah marah padanya." kata Albert mulai terseyum lagi pada istrinya.
"Terus bagai mana dengan Bunda dan ayah, aku tidak ingin melihat kalian diam seperti itu, membuat aku jadi berpikir banya, sehingga aku mejadi serbah salah melihat kalian seprti itu.Ayah aku juga mintak maaf, kerena aku bukan menantu yang ayah impikan, aku bukan dari kalangan orang berada, bukan terlahir dari keluarga kaya, keluargaku tidak punya apapun, aku hanya punya cinta dan kasih sayang buat putra ayah, maafkan aku." kata Maisi menagis bicara pada tuan Ramos saat ini yang memperhatikan menantunya itu, bicara lembut dan sopan padanya, walau dirinya baru pertama kali bertemu dengan Menantunya itu.
__ADS_1
"Kamu tidak salah Nak,ayah yang salah dalam masalah ini selama ini ayah yang terlalu bersikeras memaksakan keinginan ayah pada Albert ,pada akhirnya ayah kehilangan mereka berdua." kata Tuan Ramos sangat meyesali perbuatannya.
"Hari ini ayah juga memintak maaf pada kamu, tidak merestui kamu menikah dengan Albert, maaf. " kata Tuan Ramos kembali.
"Kami sudah memaafkan ayah, Jangan merasa bersala lagi, aku tidak pernah marah Pada ayah selama ini,tapi aku ingin satu saja dari ayah. " kata Albert melihat ayahnya itu.
"Apa Al, katakanlah, jika aku bisa memberikan padamu Nak." kata Tuan Ramos.
"Aku ingin menetap disini,jadi aku tidak ingin kembali lagi ke Jerman aku lebih nyaman tingal disini dari dinegara kelahiranku."ungkap Albert jujur pada ayahanya itu.
"Ayah Mengerti dengan keinginan kamu Al, ayah tidak masalah dengan keputusan kamu itu,tapi kamu harus tetap untuk mengurus bisnis,siapa lagi yang akan menugurus semua itu nak.,ayah ingin pensiun dari pekerjaan ayah." kata Tuan Ramos.
"Untuk soal itu, masih ada putramu satu lagi, suruh dia untuk mengelolah bisnismu disana." kata Bunda Emi santai.
"Apa dia mau,untuk meneruskan bisnis kita?" kata Tuan Ramos pada istrinya itu.
"Tentu saja, dia juga pintar, tidak kalah dari putra kamu. " kata Bunda Emi pada suaminya itu.
"Baiklah, aku akan melepaskan jabatan ku, akan aku berikan pada putraku yang satu lagi."kata Tuan Ramos sangat senang.
"Jangan bilang kalian akan menyuruh jimy untuk mengurus perusahaan di Jerman." kata Albert menatap kedua orang tuanya itu.
"Terus siapa lagi Al, jikan bukan dia,jika Leo yang aku surah tidak mungkin kerena dia juga akan mengambil ahli perusahaan yang ada di negara lain. " kata Tuan Ramos santai dan tersenyum.
"Kalian tidak bisa melihat aku senang, dengan asisten ku." kata Albert sedikit lesuh mendegar jimy akan mengurus perusahan ayahanya yang di Jerman.
Albert hanya bisa pasra saja mendegar semua permintaan orang tuanya itu,bahwa dia akan mengakat jimy mejadi CEO yang akan mengantikan dirinya dan ayahnya untuk perusahan Milik keluarganya itu.
**********
__ADS_1