
Maisi siap megelolah ikan dan sayuran itu saat ini,pas waktu makamn malam semua hidangan yang sudah dimasak maisi sudah tertata rapi dimeja makan kecil itu.
Maisi kembali keluar Mamangil tiga orang itu untuk makan malam, untuk pertama kalinya Ivan akan makan bersama Bos dan pemilik perusahaan tempat dia bekerja, juga sebagai kekasih adik sepupunya sendiri saat ini.
Ivan hanya bisa bilang, "dunia ini memang Sempit."
"Bang ayok kita maka malam dulu, kamu juga Kak Albert,sebelumya kamu kembali keapertemen kamu." kata Maksi paa Albert.
"Ayok Tuan Jimy, kita makan malam dulu. " ajak Ivan ramah pada kedua orang itu.
"Terimakasih banyak Pak ivan." kata Jimy.
Mereka berempat Makan malam dengan Canda dan tawa kerena melihat Jimy makan sambal yang dibuat Maksi kepedasan, membuat asisten Albert itu sampai mengeluarkan air mata, kerena tidak terbiasa makan pedas.
"Mulai Saat ini kamu harus biasakan makan yang pedas jim, kerena di Indonesia akan banyak menu seperti ini." kata Albert pada Jimy.
"Saya benar-benar tidak kuat Tuan."kata Jimy sambil meminum air kemabli.
Maisi hanya ketawa saja dan ada kasihanya pada Jimy saat ini.
"Kal Jimy gak usah diambil lagi sambalnya jika tidak kuat, kamu bisa makan lauk ini saja." kata Maisi memberikan ikan Nila pada Jimy.
"Terimakasih nona Maisi" kata Jimy sopan pada Kekasih Bossnya itu.
"Jangan pangil saya nona kak, pangil nama saja." kata Maisi tidak mau Jimy memanggilnya Terlalu pormal gitu.
"Maafkan saya Nona,saya tidak bisa melakukan itu." jawab jumy singkat.
Maisi mengerti apa yang membuat Jimy tidak nyaman, kerena dia takut pada Albert,tidak mungkin dia harus memangil kekasih Albert dengan panggilan nama.
Mereka berempat tidak bayak bicara lagi mereka melanjutkan makan dengan tenang dan sampai selesai.
"Alhamdulillah,akhirnya apa yang selama ini aku inginkan sudah dapat aku rasakan kembali." Kata Albert setelah Menaruh pering kosongnya itu di samping Maisi.
"Emang kenapa Kak?
"Aku sudah lama ingin makan masakan kamu, tapi baru hari ini bisa aku rasakan kembali." kata Albert.
Maisi tersenyum saja melihat Albert, tingkah Albert seprti itu membuat Maisi ingin mencibitnya saat ini.
"Kamu ini tidak pernah berubah Kak, selalu seperti itu." kata Maisi santai.
__ADS_1
"Emang kenapa dengan Aku Mai?ada yang aneh gitu?" kata Albert juga heran pada Maisi
Maisi tidak menjawab kata Albert lagi jika dia teruskan lagi pasti ujungnya akan berdebat lagi.
Maisi hanya tersenyum saja melihat Pada Albert yang masih menatapnya itu dengan rasa penasaran.
"Kamu yang aneh menurutku sekarang Mai, kerena diri kamu sudah bayak berubah, tidak seperti dulu lagi, sikap kedewasaan kamu saat ini sudah jauh dikatakan aman, tidak seprti dulu yang Bar-bar, tidak mau mengalah dengan satu hal, tapi aku suka." kata Albert.
"Kamu ini,apaan sih Kak, ada abangku dan Kak jimy." kata Maisi sedikit pelan bicara pada Albert.
"Jika orang sudah buncin, tidak tahu tempat lagi Nona." sahut Jimy apa adanya.
"Mmm benar itu Tuan Jimy, kita yang duduk ini tidak diangap ada disini." kata Ivan lagi.
"Kalian berdua ini ribut saja, selesaikan makannya, gak usah perhatikan kita." kesalahan Albert.
Maisi hanya ketawa melihat tiga pria tampan itu, sudah sama kesal,Maisi hanya diam saja mendengar itu semua, akhirnya mereka semua siap juga makan malam.
Albert yang berdiri di teras rumah kontrak Ivan menjadi angin malam sejenak,sambil mengisap satu batang rokok.
Maisi kaget pada Albert sedang merokok dengan Tiga orang itu bersamaan duduk di teras itu.
Maisi tiba-tiba saja mencabut rokok yang baru saja dibakar Albert di mulutnya.
"Ini hanya pas pengen saja Mai, aku baru merokok." kata Albert menjawab kata maisi.
"Tapi setiap hari bukan?"
"Gak juga, jarang bangat kok. " kata Albert santai.
Melihat Ivan jiga merokok saat ini, membuat Maisi kesal saja, dia betul marah pada Abangnya itu.
"Bang kamu tidak merokok kok bisa ngisap itu racun lagi?"tanya Maisi.
"Cuma pengen saja dek." kata Ivan santai.. "Alah kelian ini sama saja." kesal Maisi.
Maisi hanya bisa diam saja melihat ketiga Pria yang lagi merokok saat ini ,dia tidak dapat melarang mereka terlalu sering.
Malam ini Albert dan Jimy sudah pulang ke apartemennya, kerena sudah malam, Albert tidak enak jika bertamu terlalu lama ditempat Maisi.
Albert baru saja siap dengan membersikan dirinya dari baik keringat yang sudah seharian ini beraktivitas.
__ADS_1
Albert Duduk dengan membukak Laptopnya sebelum dia tidur,Albert selalu menyempatkan bekerja sebentar.
Jimy yang baru saja dari luar membawa kantong ditangannya membuat Albert heran dengan Asisten nya itu.
"Apa yang kamu bawak Jim?kata Albert ingin tahu.
"Aku lagi suntuk tuan Albert, ingin cari makanan,cemilan dan minuman yang bisa buat menyegarkan kerongkongan." jawab jimy apa adanya.
"Tumben sekali kamu ingin meminum minuman segar?"tanya Albert lagi.
"Udara ditempat kita tidak sama di Indonesia Tuan, aku disini merasa gerah,kerena tidak biasa." kata jimy lagi.
"Menjelang kamu terbiasa saja Jim,jika kamu sudah biasa dengan udara disini, kamu akan nyatai saja." kata Albert.
"Apa tuan dulu pertama datang ke sini seperti ini?"
"Ya Jim, sama yang kamu rasa saat ini." kata Albert singkat..
Jimy tidak bertanya lagi banyak pada bos dinginnya itu.
Albert melanjutkan kerjaanya lagi dan tidak bertanya lagi pada jimy saat ini yang asik meminum minuman yang baru dibelinya itu.
Albert baru ingat tentang rencana Ayahnya akan menjodohkan dia dengan Carla anak dari teman Ayahnya, apalagi Carla gadis yang tidak disukainya, jika Albert dijerman Carla selalu mencari cari untuk menemuinya, kerena Albert tidak menyukai Gadis itu selama ini, walau dia tahu mereka akan dijodokan dengan Carla.
"Jim, apa ayahku ada bicara tentang Carla pada kamu?" kata Albert bicara lagi pada asistennya itu.
"Sejauh ini tidak pernah lagi tuan besar bicara tentang nona Carla, semenjak tuan menolak gadis itu." kata Jimy santainya menjawab kata Bosnya itu.
"Apa bunda sudah ngomong tentang itu semua pada Ayah?" kata Albert dalam diamnya.
Jimy yang merhatikan tuannya diam, seperti memikirkan sesuatu di hatinya saaat ini, jimy hanya bisa menatap atasanya itu dengan tanda tanya dibenaknya saat ini.
"Apa tuan besar akan menyukai Nona Maisi untuk tuan Albert, kerena Nona Maisi tidak calon menantu yang disukai tuan besar, bukan dari kalangan orang kaya." pikir jimy saat ini yang masih melihat Albert.
"Ada apa Jim., kamu menatapku seperti itu, apa ada yang ingin kamu katakan?" kata Albert bingung.
"Tidak tuan, aku hanya memikirkan sesuatu tentang hubungan Tuan dan Nona Maisi saat ini."
"Emang ada apa Jimy dengan hubunganku dengannya?" kata Albert kembali bertanya.
***************
__ADS_1
Hai para pembaca setia Novel ku, saat ini Thorr tidak bisa up tiap harinya karena waktu akan Lebaran tidak lama lagi, saat ini Thor sagat sibuk megerjakan pekerjaan rumah, jadi tolong paham saja ya say.
Mungkin abis lebaran kita Up baru bisa lancar lagi, maaf ya Para pembaca Novel Thorr belum bisa memuaskan.