SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Menghabiskan waktu di rumah sakit bersama sahabat Maisi


__ADS_3

Malam nya Albert masih setia di rumah sakit menemani Istrinya mengaja dua sahabatnya saat ini, Albert masih pokus dengan kerjaan yang masih dia kerjaan dengan ponselnya itu, Maisi yang melihat suaminya itu masih berkutat dengan ponsenya saat ini di juga tidak bisa melarang, karena jika tidak begitu Albert pasti merasa suntuk selama di rumah sakit.


Saat ini Maisi meyelimuti Tubuh Ririn selimut kerena sahabatnya itu sudah tertidaur akibat baru memakan obat yang sudah diberikan oleh perawat beberapa menit lalu, begitu juga dengan Kenzi saat ini sudah mulai mengantuk. Sebelum dia tidur dia masih birbicara pada Sahabat itu.


"Mai,Gue mintak maaf ya sudah merepotkan lo hari ini. " kata Sahabatnya itu.


"Tidak apa Ken, gue senang bisa rawat lo disni, kerena kita sudah berteman lama, lo juga selama ini selalu menemani gue, susah senang lo selalu ada buet gue." kata Maisi tersenyum pada Kenzi. " jangan lo pikirkan ini lagi tudurlah, lo pasti sudah merasa lelah Ken, gue akan jaga lo disini." kata Maisi meyelimuti tibuh sahabatnta itu dengan selimutnya.


"Terimakasih ya Mai, lo memang temsn baik gue." kata Kenzi kembali.


"Tudurlah Gue akan duduk dekat Kak Albert." kata Maisi berjalan ke arah suaminya yang lagi sibuk itu.


Maisi duduk disamping Albert dan meyadarkan kepalanya di bahu suamianya itu dengan sedikit Manja.


"Jangan manja beby, disini masih ada orang selain kita." kata Albert lembut.


"Emang kenapa Aku gak bisa seperti ini padamu??" kata maisi santai saja .


"Tidak seperti itu Sayang, kamu jangan memancingku lagi, tidak tepat tempatnya disini, nantik aku kilaf." bisik Albert sedikit hangat ditelinga istrinya itu.


"Jangan mesum kamu mas, ini rumah sakit." kata Maisi lagi.


"Maka dari itu jangan memancingku beby." kata Albert tersenyum dan mencium pipi istrinya itu.


"isss kamu ini resek ya." kata Maisi dengan sedikit cubitan di perut suaminya itu.


"Jangan diteruskan lagi nanti dia bangun." canda Albert pada Istrinya .


Maisi hanya tersenyum senang saat ini melihat tingkah suaminya itu, lebih agresif lagi dari biasanya.


"Kak apa kamu tidak bisa menghentikan kerjaan kamu itu? sudah dari tadi kamu melihat ponsel itu, apa kamu tidak merasa sakit matamu itu??" Tanya Maisi pada Albert.


"Ya kanyak mana lagi sayang hanya ini yang aku punya saat ini, jadi ini sebisa mingkin memafaatkan ini saja." kata Albert lembut dan tersenyum kearah Meisi.

__ADS_1


"Sudah lanjutkan saja kerjaan kamu itu, aku juga ingin Baca Novel saja, dari aku kebigungan sendiri." kata Maisi akhirnya membuka Novel diaplikasih ponselnya itu.


Akhinya mereka berdua sama-sama diam saja kerena sudah disibukakan dengan aktivitas mereka masing-masing.


sejam berlalu Albert siap dengan kerjaannya itu, dia melihat maisi lagi asik membaca cerita ponselnya itu.


"Sudah sayang sudah satu jam lebih kamu Baca ini, apa tidak kakit matamu melihat layar itu???" kata Albert mengbil ponsel istrinya itu dari tangan Maisi.


"Mas, sedikit lagi abis satu badnya,ini bangung banget itu." kata Maisi merebut kembali ponselnya itu dari tangan suaminya itu.


"Hap....!! Ambil jika bisa." kata Albert meningikan ponsel milik istrinya itu. "Sudah aku katakan beby, jangan terlalu lama lihat ini, kasihan matanya kamu." kata Albert mematikan Ponsel Maisi dan menaruh ponsel itu diatas meja yang ada Di samping sofa dekat mereka.


"Kamu gak asik mas, masa aku sebentar sudah dilarang sih. " sungut Maisi pada Albert yang menatpnya dengan tajam."gak usah melihatku seperti itu, sampai kapanpun aku gak akan pernah takut pada Anda tuan Albert Ramos." Kata Maisi menarik hidung panjang suaminya itu.


"Jangan resek jadi orang Beby, nati kamu hisa habis aku bikin." kata Albert mengigatkan istrinya itu.


"Up..!! jangan macam-macam ini bukan di hotel atau di rumah, bukan kita saja yang ada disini, lihat itu mereka." kata maisi manujuk ketempat tidalur dua sahabatnya itu.


"Iya" bisik Maisi kembali.


Albert megecup bibir itu sebentar karena Albert juga tidak ingin kedua Sahabat istrinya itu melihat kemesraan mereka.


Tidak lama Maya dan Kevin sampai sudah tengah malam,Kevin membawa nasih kotak ditangan mereka agar mereka bisa makan bersama dengan Albert dan Maisi.


"Hai Mai, apa kamu sidah lelah?" Sapa Maya pada Maisi.


"Tidak May, aku tidak lelah kok, kami baru saja berbicang dengan kenzi, mereka baru saja tidur." kata Maisi kembali.


"Ya sudah kita makan yok aku lapar bangat ni, aku belum sempat makan pas sampai hotel tadi dan Mas Kevin langsuang tidur."Jelas Maya pada Maisi.


Kevin juga ikut makan kerena mereka berdua benar-benar belum makan dari di siang, Kevin makan dengan diam saja begitu juga dengan Albert mereka tidak megeluarkan suara satupun dari kedua pria yang ada di samping istrinya masing-masing.


"May, mereka kelaparan benar seperti nya. " bisik Maisi pada Maya.

__ADS_1


"Seprtinya begitu Maisi, hihihi. " Ketawa kecil mereka berdua saat ini.


"Berenti mengetawai kita Beby, habiskan makanan kamu." kata Albert menegur istrinya itu.


"Dia Marah." bisik Maya Lagi.


"Iya, sudah kita Makan saja." bisik dua sahabat itu.


Sayang, makan dulu." tegur Kevin pada istrinya juga.


"Baik pak bos." kata Maya bercanda.


Akhirnya mereka berempat makan dengan diam saja tidak ada lagi pembicaraan mereka sampai mereka sampai siap dengan makan.


Selah siap dengan makan Mereka Albert dan Kevin hanya berbicang tentang pekerjaan saja dan bisnis yang akan mereka bicarakan berdua saat ini.


Malam ini tidak ada satupun dari mereka berempat untuk kenbali kehotel kerena mereka menjaga Kenzi dan Ririn di rumah sakit itu.


Paginya Maisi baru saja terbangun dari tidurnya, Maisi tertidur dengan meletakan kepalanya di atas paha suaminya yang bersandar duduk disofa rumah sakit itu, sedangkan Kevin berada diatas sofa bersama istrinya.


"Kalian berdua memang kompak ya, menjaga istri kalian, lihat dari cara kalian menidurkan istri masing-masing, dengan sama seperti itu."Kata Kenzi milihat dua pasang Suami istri itu.


"Diam lo Ken,jika jak mau kepala lo itu gue tonjok lagi, cepat lo sembuh kasihan sama anak lo, di sebelah sama bunda, dia juga sudah nanya lo dari kemarin." kata Kevin meyahuti kata Adiknya itu.


"Ahhh lo Kak, gak bisa lihat gue sudah agak baikkan sedikit." kata Kenzi kesal.


"Terus gue kayak mana lagi gue kasihan lihat anak lo nanya lo terus, jika lo sudah mersa bisa jalan, pergilah kerungan sebelah, kasihan dia." kata Kevin kembali.


"Iya, gue akan lihat dia bentar lagi." katanya pada Kakaknya itu.


Kenzi juga tidak mau diam saja di ruangan inap itu dia juga tidak ingin melihat anaknya menagis dan sedih mencari dia, mungkin saja putranya itu sudah merindukan dia.


************

__ADS_1


__ADS_2