
Akhirnya Bunda EMi memutuskan untuk pergi kedesa Maisi untuk membicarakan hubungan Putranya dan Maisi pada bibiknya.Saat ini hanya bibiknya saja yang dimiliki Maisi tidak ada lagi yang lain.
Bunda Emi ditemani oleh Jimy kedesa itu seminggu setelah pembicaraan mereka waktu itu, saat ini ivan sebagai Kakak sepupu Maisi sudah memberikan kabar pada ibunya yang ada di desa bahwa ibunya Albert akan datang kembali untuk membahas masalah hubungan Adiknya itu dengan bos besarnya.
Bunda Emi baru saja sampai didesa Maisi yang ditemani Jimy saat ini,mereka berdua baru sampai dirumah Ivan.Bunda Emi dan Jimy turun dari mobil itu dengan gaya biasa saja, tidak pertama datang saat itu terlihat kali orang kaya.
Bunda Emi berjalan ke pintu rumah itu dengan santai dan mengetuk pintu dan tidak lupa mengucapkan salam.
Pintu terbukak dari dalam saat ini, tampak seorang wanita yang juga seumuran dengan bunda Emi, dia adalah bibiknya Maisi ibu dari Ivan.
"Asalamualaikum...!! " ucap lembut bunda Emi.
"Walaikumsalam... buk..!! " Sahut bibiknya Maisi yersenyum pada orang yang beberapa bulan lalu pernah kerumahnya.
"Ayok kita masuk dulu Buk, tidak enak jika diluar berlamaan..mari buk, nak!! " kata Bibinya Maisi ramah dengan tamunya itu.
"Terimakasih banyak buk, sudah menyabut kami lagi disni." kata bunda Emi menyahuti bibiknya Maisi.
"Silakan duduk dulu buk, saya akan bikin minum sebentar." kata Bibinya Maisi cepat kebelakang.
Bibiknya Maisi meningalkan tamunya itu diruangan tamu nya itu dan tidak lama bibik Maisi kembali dengan membawa minuman dan menaruh di hadapan tamunya itu.
"Silakan diminum dulu buk, kerena jauh perjalanan kedini." sopan Bibinya Maisi.
"Ohh ya buk, terimakasih banyak, telah merepotkan ibu saja.
"Tidak buk, tidak merepotkan kok, santai saja." kata Bibinya Maisih ramah dan lembut pada orang tuanya Albert.
__ADS_1
Tidak lama Bunda Emi akhirnya untuk mepersikat waktu, dia akhirnya bicara juga tentang hubungan putra dan Maisi saat ini.
"Begini buk, saya kesini ingin membicarakan tentang hubungan anak-anak kita, mungkin Maisi sudah cerita atau saja Ivan juga bicara pada Ibu sebelumnya." ungkap Bunda Emi lembut.
"Hmmm, soal itu putra saya Ivan sudah bicara padaku tentang hubungan adiknya dengan putra ibuk saat ini, saya sebagai orang tua dan kerabat Maisi yang ada saat ini,hanya mengikuti apa keinginan dari anak-anak kita bukan, jika mereka berdua ingin menikah, kenapa tidak kita restui.", senyuman Bibiknya Maisi pada Bunda Emi.
"Terimakasih buk, sudah megerti keinginan dari anak-anak kita, jadi kita bisa cari hari yang baik untuk acara mereka, saya ingin mereka secepatnya menikah, saya tidak mau berlama-lama lagi menunggu hal yang baik ini, takutnya nantik mereka ada apa-apa, mengingat putra saya juga sudah tidak sabaran lagi untuk menikahi putri ibuk." kata Bunda Emi santai bicara pada Bibiknya Maisi.
"Jika itu yang terbaik mengapa tidak kita percepat saja acara pernikahan mereka, tidak usah mereka tunangan kita bisa langsung bikin acara pernikahan mereka saja." kata Bibiknya itu dengan santai.
"Jika begitu baiklah buk, kita akan adakan acara itu seminggu lagi setelah ini, kerena hari ini kami juga ingin menjemput ibuk untuk ikut bersama kami kejakarta, agar kita Sama-sama kesana."
"Ohhh tidak masalah buk,saya akan berkemas sebentar, kerena saya juga sudah merindukan mereka berdua.", kata Bibiknya Maisi senang akan kejakarta.
Akhirnya Bibiknya Maisi akan ikut dengan orang tua Albert kejakarta kerena pernikahan mereka akan dilangsungkan seminggu setelah kembalinya Bunda Emi kejakarta bersama ibunya Ivan.
Lain saat ini dengan Albert yang baru saja sampai disekolah Maisi dimana gadis itu mengajar.
Pas hari ini Maisi tidak banyak jam belajar jadi Maisi bisa pulang lebih awal, Maisi melihat Albert yang sudah menunggunya dipikiran, dia langsung berjalan kearah mobil mewah yang sudah menunggunya itu. sampai di dalam mobil itu Maisi sedikit tersenyum dan kecium pipi Albert.
"Sayang aku sangat merindukan kamu!! " kata Albert melihat kekasihnya itu.
"Apa kamu sudah lama menungguku kak?"Tanya Maisi .
"Tidak terlalu lama Beby, kita berangkat sekarang, aku sudah sangat lapar." kata Albert keluar dengan mengemudikan mobilnya itu keluar dari lingkungan sekolah itu.
Mereka berdua hanya tersenyum selama dalam perjalanan tempat mereka makan siang hari ini.
__ADS_1
Tidak lama mereka sampai di restoran yang sudah dibilang Albert hari ini untuknya bisa makan siang bersama kekasihnya itu berdua saja, tidak ada pengujung lain selain mereka berdua disana.
Albert membawa Maisi masuk kedalam restoran itu dengan menggandeng Maisi dengan tangannya pinggang Maisi.
Maisi sedikit bingung memperhatikan sekitar restoran itu, tampak sunyi hanya beberapa karyawan saja ada disana.
"Maisi melihat meja Sudah terhiyas cantik saat ini dihadapanya, Maisi tidak meneruskan lagi langka hanya saat ini, kerena bersamaan Albert juga sudah mengulurkan tangan dan bersimpuh di hadapannya, Albert megulurkan kotak kecil pada Maisi yang sudah meneteskan air mata bahagia, dengan melihat tulisan yang terpampang di hadapan saat ini.
"Menikahlah denganku. "tulisan itu di hadapan.Dan juga saat ini Albert yang juga bersimpuh di hadapan.
"Mai, apakah kamu mau menikah dengan ku? kata Albert sambil megilurkan satu cicin di dalam kotak dihadapan kekasinya itu.
"Kak,hmmmm...!! Aku mau. " jawab Maisi menagis bahagia saat ini supres dari Albert untuk nya.
Albert mendegar jawabannya itu dia juga berdiri saat ini dan memasangkan cicin lamarannya itu pada Maisi.
"Terimakasih banyak kamu mau menikah dengan ku." kata Albert mencium tangan yang sudah terpasang cicin berlian cantik itu.
Maisi kerena senang dan bahagia saat ini dia tidak bisa mengucapkan satu kata saja, hanya senyuman sebagai jawaban yang diberikan pada Albert saat ini.
"Ayok duduk kita Makan sekarang, pasti kamu sudah sangat lapar jiga beby." kata Albert senang.
"Ya."kata Maisi singkat.
Akhirnya mereka makan siangan romantis dengan sangat bahagia, sangat terlihat diwajah keduanya saat ini rasa senang kerena Bagi Maisi tidak menyangka Albert akan melakukan hal seperti ini, kerena Albert tidak suka memperlihatkan rasa cintanya selama ini pada orang lain, kerena orang menilainya hanya CEO yang erogan dan sombong.
Namun hari ini dengan terang-terangan Albert melamarnya dengan hal yang tidak pernah terduga oleh Maisi sebelumnya, Albert orangnya tidak terlalu romantis selama ini penilaian diri Maisi.
__ADS_1
Hari ini Albert begitu romatis pada kekasihnya itu, dapat terlihat dari cara dia memperlakukan Maisi saat ini dengan rasa cinta dan sayang Albert pada gadis yang selalu menggangu hari-harinya dan pikirannya selama 4 tahun belakangan ini, namun hari ini Albert memantapkan hati dan pilihan yang untuk Maisi, akan dia jadikan ratu dalam hatinya.
**************