SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Bertentangan dengan sang ayah


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat sudah tidak terasa seminggu saja Albert dijerman,hari ini Albert sengaja pulang kerumah utama milik orang tuanya, kerena ayahnya meminta untuk kembali kerumah utama.


Albert sangat malas untuk kembali kerumah utama kerena dia akan bersitegang lagi dengan ayahnya itu,Albert hanya diam saja duduk di bangku belakang dan jimy yang mengendarai mobil hanya bisa melihat munka masam Bosnya itu.


Jimy juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga tahu batasan sebagai asistennya Albert,hari ini benar-benar mut bosnya itu hilang.


"Tuan apa anda baik-baik saja?" tanya jimy pada Albert.


"Aku baik-baik saja jimy, kamu tidak usah kawatir aku akan menangani masalah dengan Ayahku nantik dengan baik, kamu jangan pikirkan." kata Albert megerti juga saat ini asistennya itu memikirkan juga apa yang akan terjadi nantik.


"Tapi tuan saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk anda kali ini." kata jimy sebenarnya dia tahu saat ini sudah ada Carla di rumah utama sedang menunggunya bersama orang tuanya.


"Tidak apa Jim, terimakasih kamu masih memikirkan ku, sekarang kamu selalu pantau Maisi, aku juga ingin dia baik-baik saja disana, suruh orang kepercayaan kita selalu menjaganya.


"Saya sudah melakukannya dengan baik tuan, anda Jagan kawatir lagi."kata jimy megerti saat ini hati Atasannya itu.


Albert dan jimy tidak bicara lagi akhirnya mobil yang dibawa oleh asistennya itu sampai juga di kediaman kedua orang tua Albert.


Albert melihat sudah ada mobil yang terpakir dihalam rumah besar itu, Albert tidak bayak bicara lagi dia langsung masuk kedalam dengan sikap dinginnya itu dengan santai.


Para pelayan dirumah itu melihat tuan mudanya baru saja sampai mereka semua menundukan kepala pada Albert dengan sopan.


"Selamat datang tuan muda!! sapa kepala pelayan rumah itu.


"Dimana Bundan dan Ayahku Pak seto?" kata Albert pada kepala pelayan itu dingin.


"Mereka semua sudah menunggu anda didalam tuan, mereka ada diruang tamu." kata pak seto.


"Baiklah saya akan kesana paka seto selakan lanjutkan saja kerjaan anda." suruh Albert pada kepala pelayan rumah besar itu.


Albert melangkahkan kakinya saat ini keruangan tamu, Albert sudah melihat ada Carla dan kedua orang tuanya.


Carla yang melihat Albert datang wajah gadis itu tampak senang, Carla langsung berdiri dan berjalan kearah Albert.

__ADS_1


"Albert kamu sudah datang!! " kata Carla senang.


"Tetap diam disana Carla. " kata Albert tidak suka pada gadis itu.


"Albert jaga sikap kamu pada Carla, coba hargai dia." bentak ayah Albert padanya dihadapkan orang tua Carla.


"Aku tahu ayah akan membelah dia, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah setuju dengan perjodohan ini." kata Albert tidak akan menahan diri lagi atas sikap ayahnya itu.


"Albert jaga bicara kamu, hargai tamu kita." kata Ayahnya lagi.


Albert duduk di samping Bundanya saat ini hanya diam saja melihat sikap ayah dan anaknya saat ini.


"Apa kabar Bun?" kata Albert mencium Bundanya itu.


"Bunda baik Al, kamu duduklah kita bicarakan ini baik-baik." kata Bunda Albert dengan lembut.


Albert hanya mendengar saja apa kata Bundanya itu denga rasa hormatnya pada Bunda yang selama 4 tahun ini menjadi teman baginya, tempat dia bercerita tentang isi hatinya selama ini setelah kepergian adiknya Cleo.


"Sekarang apa yang ingin kalian bicarakan padaku?" kata Albert tidak banyak bicara.


"Yah, aku sudah bilang pada Ayah dari jauh hari, barusan juga aku sudah bilang, jadi jangan paksa aku untuk bicara kasar lagi pada Ayah." kata Albert sedikit tenang.


"Kamu tidak bisa menolak ini Nak, jika kamu menikah dengan Carla, perusahaan kita dan perusahaan paman akan berkerja sama dengan kerena akan membawa yang terbaik untuk kedua perusahaan itu, jadi megerti lah Al." kata Ayahnya itu.


"Jika itu prisip Ayah mengapa tidak menjualku saja sekalian demi menambah kekayaan yang Ayah peroleh, biar Ayah senang." kata Albert mulai terpancing emosinya.


"Al jaga emosi kamu Nak!! " kata Bubdanya lembut.


Albert kembali tenang mendegar kata Sanya Bunda, dia kembali diam tidak bayak bicara saat ini.


"Albert apa yang dikatakan oleh Ayah kamu itu benar, jika kamu menikah dengan putriku maka kerja sama antar dua perusahan besar dinegara ini akan bertambah kuat, semua ini akan sangat pengaruh Albert." kata Ayah Carla.


"Paman Nasam bisa bicara dengan enteng, adakah kalian megerti tentang hati, tidak." kata Albert langsung menjawab. "Kalian hanya bisa memikirkan tentang kekayaan dan kesuksesan kalian." kata Albert penuh tekanan.

__ADS_1


"Albert jangan seprti ini Nak, Ayah melakukan ini demi kebaikan kamu Nak." kata Ayahnya lagi.


"Carla sekarang aku tanya pada diri kamu, bisakah kau menikah dengan orang pria yang tidak mencintai kamu?" kata Albert pada Carla yang saat ini sedang diam saja disamping mamanya.


Carla hanya diam saja, lama dia akan menjawab kata Albert, apa yang dipikirkan tentang Albert saat ini Author juga gak tahu 😄😄😄.


"Al aku ingin menikah dengan kamu, aku mencintai kamu selama ini, jadi aku besedia menikah dengan kamu Al walaupun kamu tidak mencintaiku." jawab Carla santai.


"Apa sudah kamu pikirkan matang-matang Carla?" tanya Albert lagi.


"Sudah Al, mari kita menikah, aku tidak Masalah kamu tidak mencintaiku." kata Carla lagi.


"Kamu memang gadis gila yang aku kenal, kamu tidak tahu malu, dan megerti akan ucapanku, aku tidak mencintai kamu, aku sudah memiliki kekasih,gadis itu yang akan menjadi wanita satu-satunya dihatiku,dan dia juga yang akan menjadi istriku, bukan kamu." tolak Albert mentah-mentah pada Carla didepan kedua orang tua Carla.


"Dasar anak kurang ajar kamu Albert, kamu tidak sopan dangan tamu yang datang ke rumah ini, Pukkk....!!! " sebuah tamparan pada Albert melayang wajahnya.


"Cukup yah,, selama ini aku sudah mengikuti apa semua kata anda, jadi mulai saat ini berhentilah untukk megaturku, jika ayah masih bersikeras untuk aku menikahi dengan dia, aku tidak akan segan untuk melepaskan semua ini, aku hanya mencintai gadis yang aku pilih selama ini, bukan dia." kata Albert meningalkan ruangan itu dan langsung pergi dari kediaman orang tuanya itu.


Albert langsung meningalkan rumah milik keluarganya itu dengan hati yang sakit dan kesal,jimy yang membawa mobil tidak bisa bicara saat ini Bossnya sedang tidak baik-baik saja.


Jimy hanya melihat Albert menagis kerena menahan sesak saat ini, kenapa dia tidak bisa bebas untuk memilih pasangan untuk hidupnya sendiri, apa seperti ini gaya orang kaya, tidak semua mudah apa yang dipikirkan olehnya selama ini.


"Tuan apa kita langsung kembali ke apartemen saja?" tanya Jimy sedikit takut pada Albert.


"Kita ke bar Jimy, aku ingin menenangkan pikiranku." kata Albert dinginn.


"Baiklah tuan." kata Jimy mengikuti kata Bosnya saat ini.


Sampai dibar Albert mencari tempat yang agak nyaman untuk dia minum saat ini, Albert tidak berenti mereguk agur yang memabukkan itu, sudah bayak Albert minum , tapi dia masih meneguk minuman itu.


Jimy yang melihat Albert sudah mabuk saat ini, jimy akhirnya memutuskan untuk membawa Atasannya itu kembali keapertemen milik Albert.


Jimy menidurkan Albert ditempat tidurnya yang super mewah itu kerena sudah tidak sadarkan diri lagi,setelah megeracau tentang kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Aku kasihan melihat anda tuan!! " kata Jimy meningalkan Albert yang baru menyelimuti Albert.


************


__ADS_2