
Sorenya Albert sampai juga ditanak air dengan Jimy, dia langsung kembali kerumah Bundanya , sampai dirumah besar itu Albert masuk dengan santai dan ingin ke lantai dua untuk istirahat dari perjalananya dari Singapura sehingga membuatnya merasa lelah hari ini, niat itu dia urungkan saat ini melihat kekasihnya ada dirumah bersama Bundanya.
"Kamu disni sayang?" kata Albert baru saja sampai.
"Kamu sudah kembali kak,?" kaget Maisi melihat Albert sudah berada dirumah.
"Sudah,, seperti yang kamu lihat sekarang, aku merindukan kamu." kata Albert santai duduk di samping Calon istrinya itu sambil merentangkan tangannya kesadaran sofa disamping Maisi duduk.
"Kamu ini jika sudah bucin Al, tidak ingat ada orang disini." Repet wanita yang juga lagi melihat mereka berdua.
"Bunda pasti paham,,bangai mana aku sangat saat ini sangat merindukan calon mantu bunda ini."
"Pukkk!! " tangan Maisi memukul tangan Albert yang usil dipungingnya saat ini.
"Aduhh sayang jangan pukul sakit." kata Albert merasa sakit saat dipukul oleh Maisi.
"Sapa suruh tangan jahil kayak gitu, ada bunda yang lihat." bisik Maisi agak malu pada bunda Albert saat ini bunda Emi melihat tingkah putranya itu.
"Sebaiknya bunda ke dalam saja biar kalian bisa bebas bicara." kata bunda Emi paham dengan sepasang kekasih itu.
"Hai beby kenapa kamu berada disini?tanya Albert setelah Bundanya tidak berada bersama dia lagi.
"Mmm,, aku hari ini tidak ada kegiatan dirumah kerena hari ini tangal mereh, tadinya hanya mengantar Bunda bubur cedil untuk bunda." kata Maisi apa adanya.
"Apa itu Mai ?? aku tidak pernah lihat apa yang kamu katakan barusan.
"Kamu tidak tahu bubur cendil itu seperti apa?" Kata Maisi ketawa pada paria sedikit berwajah Indo itu.
"Jangan menertawakan aku sayang sekarang aku bisa lihat dan ingin mencobanya, makanan seperti apa itu." kata Albert kembali.
"Jika kamu ingin ada dimeja makan tadi aku baru saja menaruhnya dimeja makan sebelum kami duduk disini." kata Maisi mengajak Albert kemeja makan.
__ADS_1
Albert mengikuti kekasih itu kemeja makan saat ini bunda dan Jimy sudah berada di sana sedang mencicipi cendil yang dibikin oleh Maisi.
"Kalian berdua sudah berada disni pantas saja kalian bedua diam saja." kata Albert menyapa Bunda Dan Jimy lagi makan bubur buatan Menantunya itu.
"Kamu ingin mencicipi ini juga tuan??" kata Jimy santai dengan makannya, dan sedikit melihat Bosnya itu yang baru saja datang.
"Emang kamu saja yang mau rasa itu Cendil."kata Albert.
" Ya ngak lah bos, masa bikinan Nona Maisi cuma kita yang merasakan, bos juga lah canda Jimy saat ini tidak pormal lagi jika saat seprti ini dengan Atasannya itu.
Albert melihat kearah Maisi untuk mengasih tanda bahwa dia ingin diambilkan Cendil bikinan Maisi dengan orangnya sendiri.
Maisi juga megerti apa yang diinginkan oleh Albert, dia tidak menunggu lama untuk megambilakan Bubur itu untuk jantung hatinya itu.
"Ini untuk kamu Kak, kerena aku juga ingin kamu merasakan bubur buatanku, jika kamu suka aku akan sering bikin untuk kamu."Canda Maisi pada Albert yang masih menatap nya itu dengan senyuman.
"Terimakasih banyak sayang kamu sunggu perhatian padaku." Kata Albert lembut pada Kekasihbya itu.
"Jangan Menatap Maisi saja Al , dia makan itu buburnya selagi masih panas." kata bunda Emi santai bicara pada putranya itu sambil menyuap bubur buatan calon menatunya itu masuk kemulutnya.
"Bangai mana enak tidak?" kata Bunda nya itu.
"Enak Bun, baru ini aku merasakan ini selama tingal disini." kata Albert benar-benar suka bikinan kekasihnya itu.
"Masa sih Kak kamu gak pernah makan bubur seprti ini, dipinggir jalan saja banyak yang jual, setiap pagi ada jual itu." kata Maisi santai.
" Mungkin aku tidak biasa dengan jajanan pinggir jalan kali Mai, jadi aku tidak pernah coba yang beginian." kata Albert santai sudah mengabiskan satu mangkok bubur.
"Masih adakah bun ? aku ingin lag" katanya pada Bunda Emi yang menatapnya dengan senyuman pada putranya itu.
"Kamu ini benar-benar berselerah Indonesia Al, lihat saja kamu tidak pernah suka dengan masakan jerman, kamu selalu ingin makan biasa yang sering bunda masak." kata Buda Emi pada Putranya itu.
__ADS_1
"Itu bukan kah Bunda sendiri yang mengajarkan padaku, jadi jangan Salakan siapa disini." kata Albert santai masih menyuap bibur tambahan yang baru dimintak pada Bunda Emi.
Mereka berempat menikmati Bubur itu dengan canda dan tawa saat ini dimeja makan, rasa kebersamaan dan kedekatan mereka saat ini terjalin baik, tidak seperti sebelumya, Albert hanya hidup menyendiri dari keluarga bertahun-tahun lamanya.
Saat seprti ini yang diinginkan oleh Albert sebelum adiknya pergi meninggalkan dia dan bundanya untuk selama-lamanya.
Setelah siap dimeja makan itu Albert langsung ke kamarnya saat ini ingin mandi kerena sudah tidak nyaman lagi dirinya dengan tubuh yang berkeringat saat ini.
Maisi hanya duduk diruangan keluarga dirumah besar milik bunda Emi saat ini.
"Maisi !! pangil bunda Emi padanya. " Bunda mintak tolong kamu antarkan ini kekamar Albert ya, semalam ada paket dari cina untuknya, mungkin saja ini penting atau apa, tadi bunda lupa bilang padanya." kata Bunda Emi memintak calon menatunya itu untuk mematarkan paket ditangannya itu pada Albert.
"Baiklah bun, tapi aku tidak tahu yang mana kamarnya Kak Albert bun!! " bingung Maisi saat ini dengan mengambil paket ditangan bunda Eni.
"Kamu jangan bigung seperti itu Mai, kamu bisa Lihat disitu Pintu yang sudah bunda kasih tanda dengan bunga mawar di pintu kamar Albert.
"Jika Begitu biar aku antar dulu bunda, bunda bisa duduk disni saja." kata Maisi berjalan naik ke lantai atas menuju kamar Albert.
Maisi melihat apa yang sudah dikasih tahu oleh bunda Emi tadi,lama Maisi berdiri di depan pintu kamar Albert saat ini kerena dia tidak terbiasa seperti ini sebelumnya, kerena ada bunda Emi dirumah itu tentu saja Maisi sedikit rasa segan.
Saat Maisi ingin megetuk pintu kamar Albert saat bersamaan juga Jimy juga baru keluar dari kamar sebelahnya,Jimy dengan sedikit bingung melihat apa yang ada ditangan Maisi.
"Apa yang sedang Nona Maisi lakukan disini, apa ada yang igin saya bantu?" tanya Albert pada Maisi yang bingung itu.
"Maafkan saya Kak Jimy ini bunda suruh antar paket ini pada Kak Albert tapi aku sangat segan masuk dan memanggilnya." kata Maisi pada Jimy.
"Masuk saja Nona, tidak ada yang akan marah pada Nona masuk kekamar tuan Albert. " kata Jimy santai berkata begitu, kerena Albert selama ini tidak akan pernah diam saja jika Maisi tidak Nyaman.
"Tapi aku segan kak, Kakak saja yang kasih ini ya!! " kata Maisi memberikan paket itu pada Asisten Albert.
"Maafkan saya Nona, nantik hidup saya jadi tidak tenang jika sampai saya yang kasih paket itu.Anda saja yang kasih sendiri Nona. " kata Jimy langsung turun ke lantai bawah, meningalkan Maisi yang lagi mematung di depan pintu kamar Albert.
__ADS_1
"Kenapa orang dirumah ini pada aneh ya, membuatku bingung saja. " lemas Maisi saat ini masih tersandar dipintu kamar Albert.
*************