SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Candaan setelah akat nikah Albert dan Maisi dengan para sahabat


__ADS_3

"Terimakasih sudah bersedia menjadi istri untuk aku beby, aku sangat bahagia." kata Albert yang baru saja siap memakaikan cicin pernikahan pada Maisi dengan rasa cinta yang besar terhadap gadis yang selalu dia rindukan bertahun-tahun lamanya.


Hari ini akat nikah mereka sudah siap di laksanakan dirumah Bunda Emi, tingal resepsi yang akan diadakan nantik malam digedung hotel milik Kevin.


Seharian ini mereka semua sangat bahagia akhirnya Albert dan Maisi bisa menikah bersatu dengan perasaan cinta mereka sangat bersar sehingga mereka dapat bertemu kembali dan akhirnya menikah.


Jika jodoh tidak akan kemana, jika Tuhan sudah mengirimkan pasangan kita yang sudah tertulis di buku takdirnya.


"Menurut autor 😄😄😄"


Hari ini Para Tamu yang terdekat Albert saja yang tingal ,Mereka semua berbincang kerena sudah lama tidak berkumpul, jadi Para sahabat dan teman Maisi saat ini lagi bebicang dengan para sahabat yang sudah datang ke pernikahannya hari ini.


"Ehhhh may, benar-benar tidak datang itu si oncong sama Ririn ya, kesal banget gue sama mereka berdua." kata Maisi merepet saat ini.


"Hai pengantin Jagan mara-mara aja kerjaan lo entar darah tingi, gak jadi resepsinya di adakan." kata Abell mengoda Maisi.


"Biarin saja mereka jika gak datang Maisi, nantik juga akan datang, mungkin ada sedikit halangan kali" kata Maya pada Sahabat dekatnya itu.


"Jika gak sampai tu orang nantik malam gue benar-benar gak akan maafkan mereka, tega bangat sama gue, masa dihari bahagia gue mereka gak datanya sihhh." rungut Maisi.


Mereka berempat saat ini hanya diam dengan pikiran masing-masing, juga memipikirkan Ririn dan Kenzi belum juga datang.


Maya juga sangat penasaran saat ini dia berdiri dan mencari Kevin sebagai kakak dari Kenzi pasti tahu sedikit tentang adiknya itu.


Maya berjalan kearah Kevin saat ini yang lagi duduk dengan Albert, jimy, ivan dan juga sakya.


Kevin melihat istrinya itu wajah dengan merungut saja, dengan wajahnya yang sedikit masam, dia jiga bingung entah apa yang terjadi pada istrinya itu.


"Hai sayang kamu kenapa sih kok masam saja itu wajah cantik kamu." kata Kevin bertanya Pada Istrinya itu.


"Aku sebal aja sama adek kamu Mas, itu Maisi terus nanya si ocong gak nongol-nongol sih?" kata Maya dengan wajah ngambeknya itu.


"Kamu coba telpon dulu,mana tahu dia ada halangan hari ini. " Kata Kevin santai.


"Apa kamu tidak mengasih dia kerja dihari kami bisa ngumpul seperti ini padanya??" kata Maya Lagi dengan menatap suaminya itu.

__ADS_1


"Tentu tidak sayang,semalam dia masih telpon dia akan datang." sahut Kevin cepat.


"Awas jika kamu bohong,lihat saja kamu tidak akan ada jatah malam ini." Ancam Maya pada Kevin.


Kevin juga sedikit gugup dan ada rasa malu juga dengan para sahabat yang lagi duduk bersamanya.


Albert yang melihat teman yang itu hanya tersenyum saja, kerena Kevin orangnya ya seprti itu, takut istri.


"Kenapa Lo tersenyum, bentar lagi nasib lo akan sama kayak gue, jika salah sedikit si belut lo tidak makan ketemu sarangnya." ucap Kevin blak-blakan di hadapan mereka semua.


"Oiii, lo jika ngomong kenapa gak bisa disaring dulu, lo lihat ada jomlo akut disini." kata Sakya menyahuti kata Kevin.


"Biarin aja, biar mereka berdua juga bisa cari pasangan." kata Kevin santai dihadapan Jimy dan Ivan.


"Gue gak jomlo lagi kok, gue sudah ada pasangan. " timpal Ivan dengan cepat.


"Benarkah itu Kakak ipar?" Tanya Albert melihat kearah kakak Sepupu istrinya itu.


"Benar, kerena gue belum bisa perkenalkan dia sama kalian, dia gadis cantik lembut, tapi sayang dia tidak sedang di sini jakarta saat ini, dia masih luar negeri saat ini." kata Ivan membicarakan kekasihnya saat ini.


" Kok bawak saya Sih, saya belum mikir kearah sana,bikin ribet saja." kata Jimy santai.


"Alah paya lo" timpal Albert lagi.


Mereka bertiga larut dalam pembicaraan tentang pasangan mereka saat ini, sedangkan Maisi dan Maya saat ini lagi Chat Kensi dan Ririn namun ponsel mereka benar-benar tidak aktif, rasa kawarktir dua sahabat itu saat ini memikirkan sahabat mereka tidak ada kabar sama sekali Mereka berdua takut kenapa- kenapa dengan Sahabatnya itu.


"Sudah jangan kalian pikirkan yang macam-macam tentang Mereka berdua, kita do'akan saja yang baik-baik untuknya." kata Albell menenangkan dua sahabatnya itu.


"Kita Ketempat Bunda Emi yok..!! disana juga ada bibik yang lagi makan." ajak Maisi pada Ketiga orang yang sangat dekat dengannya.


Maisi dan ketiga temannya itu ikut bergabung dengan mertuanya saat ini lagi bebicang dengan bibinya, saat melihat para wanita yang cantik itu hanya tersenyum saja.


"Hai cantik,kalian ini pada mau kemana ?"kata Bunda Emi melihat menantu dan teman-temannya.


"Kita juga mau makan bun, lapar kata Maisi lembut pada Bunda Emi tampak begitu dekat dan akrab.

__ADS_1


"Ayok sini, kita Makan bersama, belum pada Makan siangkan?" kata bibiknya Maisi pada Ketiga Temanya itu."Maya kamu apa kabar nak?" tanya Bibiknya Maisi.


"Alhamdulillah baik dan sehat Bik, seperti bibik lihat sekarang." kata Maya juga duduk disamping wanita paruh bayar itu.


"Ayok dimakan, ini Kita berdua yang masak shubuh, kerena pasti kalian juga sangat lapar, jadi kami berdua memutuskan untuk masak untuk makan siang sehabis acara nikah Albert dan Maisi." kata Bunda Emi.


"Ayok Di cicipi makanannya!!! " kata Bibik maisi lembut.


Bunda Emi melihat Kenna yang paling muda dari mereka bertiga, jadi Bunda Emi baru kali ini juga bertemu dengan Kenna.


Bunda Emi selalu pandangannya saat ini pada Gadis manis itu, Maisi juga memperhatikan mertuanya itu berkali-kali menatap Kenna, dia juga heran.


"Bun, ada yang gak beres sama gadis didekat Maya itu?" kata Maisi pada Mertuanya itu berbisik.


"Dia sangat Manis dan cantik, Bunda suka dia sedikit pendiam, emangnya siapa dia Mai?" kata Bunda Emi bertanya pada Menantunya itu.


"Dia murid aku Bun, tapi dia sudah baru lulus dari Perguruan tinggi saat ini, sudah menyandang S1,saat ini dia lagi cari pekerjaan Bun, rencana aku ingin Kak Albert mempekerjakan di perusahaannya." kata Maisi juga sedikit pelan.


"Itu malah bagus, biar nantik bunda bantu untuk bilang sama suaminya kamu Mai." kata Bunda Emi ada Maksud lain yang tersembunyi saat ini.


Maisi tidak melanjutkan makannya, saat menguyah nasih yang baru masuk kedalam mulutnya itu dia baru ingat pada Albert tadinya dia sudah bilang sangat lapar kerena belum sempat sarapan sebelum akat nikah dimulai.


Maisi Langsung meningalkan mereka dimeja makan dirumah besar itu dan berjalan kearah mereka yang ada diruangan tamu.


"Hai pria tampan, ayok kita makan siang dulu ini sudah jama satu siang." kata Maisi santai menyapa mereka saat ini.


"Kamu sampai melupakan suami kamu sampai dia menahan rasa lapar beby." kata Albert meyidir istrinya itu.


"Jangan banyak cerita Bawel, kita makan yok semua sudah menunggu dimeja makan. " kata Maisi."Ayok Kak Sakya dan kak Kevin dan juga Lo berdua apa mau merenungi nasib jomlo kalian itu disini." canda Maisi pada Abang sepupunya itu juga pada Jimy.


"Dek jangan Asal bicara, siapa yang jomlo, dia yang jomlo." kata Ivan menujuk Jimy.


"Ayok kita makan dulu, nantik bahas itu." ajak Albert pada semua orang yang ada di ruangan itu.


Akhirnya mereka semua ikut bergabung dengan istri masing-masing dan Juga sama Bunda Emi dan ibunya Ivan dimeja makan itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2