SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Selamat tingal Jerman


__ADS_3

Sudah satu bulan Ayah dan anak itu tidak bertegur sapa, kerena sikap pria berumur itu terlalu egois, hari ini pria berumur 58 tahun itu berdiri menatap keluar jedelah berdiri mematung sampaing jendelah itu.


Tuan Ramos sangat sedih sudah satu bulan istrinya meningalkan dirinya, tidak memberi kabar tentang dirimu istrinya itu saat ini sudah berada di negara asalnya.


Lama berpikir tuan Ramos mendengar kaki berjalan kearahnya saat ini,dia melihat putranya yang ta datang menemuinya.


"Maafkan saya Ayah telah menggangu jam istirahat ayah, aku kesini hanya memberikan ini,mulai saat ini saya megudurkkan diri dari jabatanku yang sudah ayah berikan selama ini padaku." kata Albert tidak banyak bicara pada Ayahnya itu.


"Apa keputusan kamu ini sudah benar, kamu tidak akan menyesal akan hal ini?.kata Tuan Ramos lagi pada putranya itu.


Sikap keras tuan Ramos tidak pernah berubah walau saat ini dia sudah kehilangan istri dan putranya namun tidak juga dia akan luluh kerena hal itu.


"Aku sudah memikirkan ini dari jauh hari, jadi anda tidak usah bertanya lagi, kerena keputusanku tidak akan berubah." kata Albert meningalkan ruangan kerja ayahnya itu.


Sebelum sampai dipintu Albert kembali menoleh pada ayahnya itu, dan berkata satu hal pada ayahnya saat ini yang masih mentap keluar.


"Aku akan meningalkan semua kemewahan yang telah anda berikan padaku selama ini, aku akan memulai hidupku di negara asal ibuku,jangan ganggu hidup kami lagi, aku harap anda behagia disini, semoga saja anda bisa menjaga diri dan kesehatan anda." kata Albert kerluar dari ruangan itu.


Albert langsung pergi dari rumah milik keluarga Ramos itu dengan rasa tidak tega juga meningalkan ayahnya yang berhati keras itu, yang tidak pernah memahami dirinya.


Sampai diluar Albert mengajak Jimy untuk pergi dari kediaman orang tuanya itu, dan langsung berangkat ke bandara saat ini juga kerean proyek yang dikerjakan sudah siap dan selesai dalam 4 bulan.


""Apa kita langsung berangkat Tuan?" tanya Jiny pada bosnya itu.


"Kita langsung berangkat saja Jim tidak ada yang kita tunggu lagi disini, saat ini bunda sudah menunggu kedatangan kita."kata Albert dengan sedikit senyuman yang terpancar diwajah tapan itu.

__ADS_1


Jimy saat ini hanya mengikuti Albert saja, karena dia juga sudah nyaman bekerja dengan Albert saat ini,dia dijadikan Albert sebagai porang kepercayaan, tangan kanan Albert.


Sampai dibandara Albert langsung berangkat kerena pesawat yang membawa dirinya sudah mau lepas landas.


Dalam perjalanan Albert hanya memikirkan hidupnya dengan Bunda untuk seterusnya,saat ini dirinya tidak akan hidup susah di Indonesia, kerena dia sudah memiliki usaha dan perusahan yang sangat maju pesat dalam persaingan dalam bisnis.


Tuan Ramos tidak tahu dengan ini semua, jika putranya itu saat ini sudah memiliki perusahan dibidang elektronik itu sudah berkebang diindonesia, saat ini sudah merambah kemanca negara bisnisnya yang di geluti olehnya itu.


"Jim apa kamu sudah mendapat berkas mengenai kerja sama kita dengan perusahan Tek grop yang dijepang?"tanya Albert santai pada Jimy.


"Sudah tuan,nanti akan saya berikan pada tuan setelah kita sampai." kata Jimy menjawab kata tuanya itu.


"Baguslah, saat ini aku ingin pokus dengan perusahaanku dari hasil keringst aku dari dulu tampa ada sepeserpun uang ayahku didalam perusahan ku ini, semua ini aku dirikan selama aku menjadi asisten Kevin,dengan mendirikan dari dasar sampai berkembang sebesar ini." kata Albert sangat banga pada kemampuannya, dirinya tidak mau mengadalkan dari warisan orang tuanya, kerena dia tidak mau hidupnya diatur oleh Ayahnya lagi.


Tidak lama Pesawat yang ditumpangi oleh Albert itu saat untuk mendarat di bandara Indonesia, sudah dini hari waktu jam Indonesia.


Hari ini Albert Akan tinggal di rumah orang tuanya itu bersama bundanya dan Jimy, dia tidak mau bundanya sendiri saja tingal dirumah itu, ini saatnya dia berkumpul bersama Bundanya.


Tidak memakan waktu lama untuk menuju rumah itu Albert akhirnya sampai juga dirumah besar itu.


Albert tersenyum hari ini dia bisa bebas apa yang selama ini yang inginkan, ini saatnya dia bisa menghirup kebebasan tampa ada aturan dan permitan Ayahnya yang selalu membuatnya tidak merasa nyaman selama ini.


Albert memecat bell rumah itu kerena pasti bundanya saat ini sudah tidur kerena sudah sangat malam pas dia sampai.


Pintu itu terbuka tampak seorang wanita paruh baya,bundanya saat ini berdiri di pintu itu dengan senyuman yang tersirat bibir wanita parubaya itu.

__ADS_1


"Albert kamu suah datang Nak!! " kata Bunda Emi memeluk putranya itu dengan rasa rindunya sebulan sudah tidak bertemu dengan putranya itu.


"Apa kabarnya Bunda?" kata Albert tersenyum lepas papa bundanya itu.


"Bunda baik Al, mana Jimy apa dia tidak ikut dengan kamu?" kata Bunda mencari putra angkatnya itu.


"Aku disini Bun!! " kata Jimy berjalan ke arah orang yang membesarkan nya itu dan memeluk Bunda Emi.


"Ayok Kita masuk, kalian berdua bisa istirahat sekarang pasti kalian berdua sangat lelah dari perjalanan." kata Bunda Emi sebahagia kerena kedua putranya sudah ada bersama dia saat ini.


"Bunda apa tidak memikirkan Ayah ? " kata Albert kembali bertanya pada Bundanya itu.


"Kamu tidak Usah membahas dia Al, biarkan dia menyadari kesalahan dia dulu, bunda tidak marah pada Ayah kamu, tapi Bunda sangat kecewa padanya,dia terlalu keras padamu, tidak membiarkan kamu untuk bahagia dengan dunia kamu." kata Bunda Emi lembut pada putranya saat ini.


"Sekarang mari kita tidur ini masih sangat malam nantik kita bahas tentang itu.' kata Bundanya itu berjalalan masuk ke kamarnya.


Sebelum sampai dikamarnya bunda Emi baru ingat kamar untuk kedua putranya itu berada di lantai atas.


"Al, jim!! kamar kalian ada diatas kalian bisa menggunakan kamar masing-masing kerena Bunda sama-sama merekorasinya sama, jadi pilih kamar kalian, mau yang mana yang akan ditepati." ucap Bunda Emi adil pada dua pemuda tampan itu.


"Baik Bunda, silakan bunda tidur lagi, kita akan istiraha juga." kata Albert naik kelantai atas dengan menarik Kopernya.


Begitu juga dengan Jimy saat ini berjalan dibelakang Bosnya itu, mereka berdua saat ini sama lelah jadi tidak banyak bicara lagi kereka masuk kekamar masing-masing saat ini juga.


Malam ini penghuni rumah besar itu sudah tertidur nyaman didalam mimpi masing-masing.

__ADS_1


Albert saat ini sudah sangat lelah juga langsung tertidur tidak memikirkan yang lain lagi kerena sudah lelah melakukan perjalanannya selama beberapa jam dalam pesawat.


*************


__ADS_2