
Hari demi hari dilewati Maisi dengan sendiri saat ini, hanya Kenna yang sering datang kerumah dinas tempat tinggalnya.
Sudah satu bulan Albert tidak kembali juga Ke Indonesia, entah apa terjadi dengan adiknya saat ini Maisi juga tidak mau bertanya banyak pada Maya, kerena sedikitnya pasti sahabatnya itu pasti tahu tentang Albert saat ini.
Maisi tidak mau maya tahu persaan yang dia pendam terhadap Albert saat ini, saat sudah jauh seprti ini Maisi baru menyadari perasaan sukanya pada Albert.
Begitu juga dengan Albert saat ini,menahan dirinya untuk mengikuti kata orang tuanya saat ini, dia tidak bisa kembali lagi ke negara beberapa tahun ini jadi tempat tingalnya itu.
Albert tersandar dikursi kebesaran Milik Ayahnya itu,saat ini tidak ada lagi penolakan, mau tidak mau Albert harus megambil tangung jawab sebagai pewaris satu-satunya saat ini, tidak ada lagi selain dia, adik yang selama ini dia sayangi sudah pergi untuk selamanya.Cinta yang saat ini dia simpan di dalam hati untuk Maisi, yang berbeda negara itu.
"Selamat siang tuan,maaf saya mengaggu andan tuan." kata Jimy sang asisten ya saat ini yang nembatunya selama sebulanan ini di perusahan ayahnya itu.
"Ada Apa Jim ?" tanya Albert.
"Ini yang tuan inginkan, tuan suruh saya untuk mencari Tahu tentang kegiatan nona Maisi." kata Jimy memberikan benda pipi itu pada Bosnya saat ini.
"Apa dia baik-baik saja semenjak aku tingal?" kata Albert kembali bertanya.
"Saat ini nona Maisi baik-baik saja Tuan, hari-harinya hanya isi dengan mengajar dan kerumah Tuan kevin saja, dan juga dia sering pergi dengan gadis kecil." jelas Jimy.
"Terimakasih jim, kamu bisa tingalkan aku sendiri." kata Albert sambil membuka bedah pipinya itu, dilihatnya Maisi berjalan santai yang baru keluar dari rumahnya untuk pergi kesekolah dia mengajar.
"Kamu pasti bahagia Mai, bukan seprti aku saat ini tidak bisa bebas lagi seprti dulu, aku sudah punya tanggung jawab besar, mengurus perusahaan orang tuaku,entah kapan lagi aku bisa melihat wajah cantik kamu ini." kata Albert merusab wajah cantik yang dilayar itu.
"Aku sangat merindukan kamu,aku memintak kamu untuk menungguku hari itu, apa kamu akan menungguku kembali?" kata Albert bicara sendir pada layar itu.
"Kenapa Saat kita sudah berjauhan seprti ini menyadari perasaan aku padamu, aku mencintai kamu Mai, saat ini aku sangat merindukanmu tingkah bodoh kamu itu, nada bicara kamu yang sunguh mengesalkan itu,aku merindukan semua tentang kamu." kata Albert memejamkan matanya Saat ini.
Tok... tok..!! "
Albert tersadar dari lamunannya saat ini,dia melihat ke pintu ruangannya itu, ada ayahnya saat ini yang sudah berdiri memperhatikannya saat ini.
"Ayah, ada apa ayah datang kesini?" kata Albert santai saja.
"Apa saat ini kamu yang mengantikan ayah disini, apa tidak boleh lagi Ayah untuk datang ke perusahaan milik ayah ini Nak?" kata Ayahnya itu kembali bertanya pada putranya itu.
"Ada perlu apa Ayah kesini? sinis nya Albert masih saja marah pada ayahnya itu.
__ADS_1
"Nak sampai kapan kamu bisa memaafkan ayah nak,ayah sudah memintak maaf pada kamu kerena kesalahan ayah pada kamu dan adik kamu, selama ini kami kurang memperhatikan kalian berdua,sekarang tidak ada siapa lagi yang bisa ayah pangil anak, selain kamu Nak,hanya kamu satu-satunya yang Ayah punya, dan bisa ayah bangakan.
"Benar kata Ayah kamu Al bunda juga sangat bersalah selama ini, semenjak Cleo sudah pergi meninggalkan kita, terasa hampa didiri bunda nak, hanya kamu yang kami miliki saat ini.
"Jangan Bahas tentang Cleo Bun, itu sangat menyakitkan aku Bun."Kata Albert tampak sedih dan menudukan kepalanya.
" Kami juga sedih seperti kamu nak,tapi kita bisa selalu seprti ini,kamu harus bisa melupakan rasa sakit hati kamu pada kita berdua, yang menyebabkan Adik kamu pergi untuk selamanya." kata Bunda nya juga mulai menagis.
"Sudah Bun, jangan keluarkan air mata bundah lagi, aku tidak mau bunda menagis lagi, pulanglah aku akan ada miting sebentar kagi." kata Albert pada kedua orang tuanya itu.
"Baiklah kami akan pulang Tapi kamu pulanglah kerumah utama malam ini, kita akan makan malam bersama nak." kata Bundanya itu kerena Albert juga tidak mau tingal dengan orang tuanya itu, walau dia sudah kembali tetap saja dia masih tingal di apartemennya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Lain saat ini dengan Maisi kegiatan yang Tidak lepas dari mengajar tiap hari disekolah,Maisi pulang dengan rasa lelah seharian disekolah saat ini,Dengan berjalan sedikit terlaletih dia berjalan kakinya ke pintu gerbang sekolah saat ini ni hendak pulang kerumah dinas.
Namun sampai di gerbang sekolah itu Maisi dibertemu Dengan Sakya yang bersama Putranya saat ini.
"Hai Tante cantik !!" sapa Bocah berumur 6 tahun itu.
"Hai kalian disini!! " kaget Maisi sudah dua kali mereka berjimpa.
"Mama saat ini menunggu ante dirumah, katanya kita makan malam bersama, saat ayah ada waktu dirumah hari ini." kata Bocah itu dengan lincahnya bicara pada Maisi.
"Baiklah, atas undangan makan malam hari ini tidak bisa untuk aku menolak Kamu tampan." kata Maisi mencubit gemas pipi bocah tampan itu.
"Ya sudah dek, kita langsung kerumah Sekarang nantik si tukang cemburu itu malah ngambek lagi." kata Sakya mengajak Maisi.
"Ayok !!" kata Maisi, mengikuti pria tampan di depannya saat ini.
Setelah beberapa menit mereka menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai juga di rumah Sakya dan Abell.
Maisi masuk kedalam rumah itu mencari Abell kerenan sudah dua kali dia datang ke rumah ini, jadi tidak merasa sungkan lagi dia berada dikeluarga Sakya.
"Abell lo dimana sih?Kata Maisi mencari Abell.
"Aku disini Mai,Aku lagi masak makan malam kita hari ini, tapi lo harus masak dulu tumis genjel yang sering kita masak waktu kuliah,aku pengen lo yang masak hari ini." kata Abell santai.
__ADS_1
"Ahhh dasar lo ngundang gue kesini makan malam, malah gue yang disuruh masak, ahh gak asik lo Bell." cerewet Maisi.
"Sudah lo masak saja gak usah banya komentar, itu tugas lo hari ini, kerena gue ingin lo yang bikin sayur itu." kata Abell tersenyum saja, puas megerjai sahabat lamanya itu.
Akhirnya Terpaksa juga hari ini Maisi masak apa yang diinginkan Abell itu, kerena mungkin sudah lama juga mereka berdua tidak masak sayur itu lagi.
"Makanya punya selera itu jangan kampungan Bell,masih banyak yang di sayur lebih enak pada Tumbuhan kayak gini." repet Maisi sambil menumis bawang merah diwajan saat ini.
"Biarin saja Mai, selerah juga sudah kayak gini dari sononya mau diapakan lagi."kata Abell santai.
"Ahh sudah jadi istri komandan panglimah polisi kamu masih juga punya selerah kayak gitu." kata Maisi megejek Abell.
"Walaupun dia itu orang ternama dipolosok nekri ini, itu tidak akan merubah sejarah kampung itu Mai." kata Abell tidak mau kalah dari sahabatnya itu.
"Terserah lo saja,ini mana tempatnya, sayurnya udah mateng ni." kata Maisi masih mengadualk sayur itu.
"Ini lo tarok di piring saji ini saja." kata Sahabatnya itu.
Setelah itu mereka siap dengan masakan mereka, setelah mandi Maisi dan abell di ikuti suami dan anak abell saat ini mereka duduk di meja makan itu dengan melihat menuh diatas meja
"Kalian gak mimpi masak sayur ini lagi. " kata Sakya memperhatikan sayur yang tertata rapi diatas meja itu.
"Emang kenapa Lagi sayang,kamu tingal makan saja, Jagan banyak komen." kata Abell santai.
"Apa Kamu bayak pakai cabe rawit nya Mai?" kata Sakya.
"Tidak, kali ini aku tidak akan meracuni lagi perut kamu itu dengan cabe rawit." kata Maisi santai.
"Aku sudah kapok jika mengingat makan sayur ini Mai, seharian aku benahan sakit perut dan mencret." kata Sakya sedikit kapok.
"Ya jangan dimakan Sayang, biar kami saja yang makan. " kata Abell lagi melarang suaminya itu.
"Mana bisa gitu sayang, itu sangat mengubah delerah." kata Sakya.
"Ya sudah saatnya kita makan."Maisi.
Mereka makan malam sangat nikmat malam ini, setelah siap makan malam Mereka bertigah duduk santai sambil bercerita malam ini didepan teras rumah Sakya.
__ADS_1
***************