
Tidak terasa waktu berlalu udah satu minggu Albert bersama Maisi di Indonesia, juga Albert menyelesaikan pekerjaannya di perusahan dia saat ini yang baru tiga tahun ini di dirikannya, sehinga perusahan baru yang dirikan dengan hasil keringat dia sendiri sudah mulai membuka cabang di seluruh daerah ditanak air, perusahaan yang didirikan Albert berkembang dengan cepat.
Hari ini Albert akan kembali lagi ke negara kelahirannya itu, kerena dia disana juga banyak kerjaannya yang harus diselesaikan.
Albert hari ini akan menunggu Maisi diapertemennya saat ini sebelum dia berangkat ke Jerman hari ini.
Pas hari ini Maisi libur, Maisi akan menemui Albert sebentar hari ini sebelum dia berangkat ke Jerman.
Maisi berangkat setelah siap mengerjakan semua kerjaannya, Memasak untuk kakak sepupunya itu sebelum ke apartemen Albert hari ini.
"Bang,aku pergi dulu. " kata Maisi pamit pada Sepupunya itu.
"Mau kemana kamu dek?" tanya Ivan bingung melihat adiknya itu sudah cantik.
"Aku akan menemui Kak Albert sebentar saja Bang sebelum dia berangkat ke Jerman sore nanti, kerena dia gak sempat kesini,dia masih ada miting dengan rekan kerjanya dari Singapura." jelas Maisi pada Ivan.
"Ya sudah kamu hati-hati ya." kata Ivan mengerti hati adiknya itu.
Maisi keluar dari rumah kontrakan Abangnya itu dengan mengendarai motor Bebek milik Ivan.
Tidak butuh lama Maisi sudah sampai di apartemen Albert, dia masuk kedalam apartemen itu kerena sudah ada kunci yang diberikan oleh Albert padanya.
Maisi masuk tidak ada orang di dalam sana, Maisi sedikit bingung apa yang harus dilakukan oleh Maisi saat ini menunggu Albert datang saat ini lagi ada pertemuan dengan rekan kerjanya.
"Ahhh bingung gue jika sendiri disini." kata Maisi bicara sendiri.
Maisi berdiri dan berjalan ke arah dapur, maisi membukak Lemari es itu mencari apa yang ada dilemari itu untuk neyegarkan kerongkongannya yang saat ini terasa kering akibat perjalanan rumayan memakan waktu juga.
Maisi melihat Minuman kaleng yang bisa neyegarkan kerongkongannya saat ini, dia mengambil minuman itu dan langsung meneguknya sampai habis.
"Seperti kamu haus sekali mai!! " kata Albert tiba-tiba ada dihadapannya.
"Kak,kapan kamu sampainya ?" kaget Maisi melihat pujaan hatinya itu sudah ada dihadapannya saat ini.
"Baru saja, kenapa kaget?" kata Albert senyum melihat Maisi saat ini minumannya yang tertumpah dan berlepotan sedikit dibibinya itu.
Albert megusap bibir kekasihnya itu dengan lembut, sehinga Maisi hanya diam terpaku oleh sikap Albert yang sangat perhatian, tidak seperti pertama mereka bertemu, saling megejek dan selalu bersitegang.
"Kak, apa yang kamu lakukan ?" tanya Maisi sedikit malu saat ini Albert sangat dekat dengannya.
__ADS_1
"Kenapa ?"kata Albert menundukkan Kepala nya pada Maisi yang lagi duduk dikursuh meja makan itu.
"Jangan macam-macam kamu ya!! " ancam Maisi pada Albert.
"Kamu sudah berani megacamku?" tanya Albert sambil menatap kekasihnya itu dengan senang.
"Siapa yang takut sama kamu kak, aku tidak pernah takut sama siapapun, apa lagi sama kamu." santai Maisi dan mencubit dada Albert.
"Aduhhh sakit sayang jangan main cubit dong." ringiis Albert megusap dadanya yang kenak cubit Maisi.
"Makanya kamu cepat mingir dariku, entar Kak jimy lihat tingkah kamu yang tidak baik itu." repet Maisi lagi pada Albert.
"Jimy gak ikut kembali denganku, dia lagi diluar bersama temannya." kata Albert santai.
"Minggir sana kak, aku mau duduk diruang tamu." elak Maisi pada Albert, kerena saat ini Maisi tidak nyaman dengan Albert yang terlalu dekat dengan dirinya.
Albert tahu saat ini Maisi sedang tidak nyaman dengan keadaan mereka saat ini, Albert mulai menjahili Maisi lagi.
Albert langsung mencium bibir manis itu,satu kecupan dibibir Maisi saat ini, dengan senyuman Albert bisa bikin Maisi sedikit mengamuk ulah tingkahnya itu.
"Kakkkkkkk, beresek kamu!! " marah Maisi lagi pada Albert.
"Hahahaha,, kamu lucu kali sayang seperti ini, wajah marah kamu itu tidak pernah aku lupakan selama ini." kata Albert berjalan santai keruang tamu meningan Maisi yang lagi marah oleh tingkah Albert.
"Terus aku harus bertangung jawab gitu untuk ciuman satu itu?" tanya Albert santai pada gadis yang disayanginya itu.
"Isss kamu ini bikin akau jengkel saja." kerutuk Maisi yang masih ngambek pada Albert.
"Jangan marah, dini duduk dekat aku." kata Albert menarik tubuh kecil milik Maisi di atas pangkuan nya.
"Auuu,,kak jangan main tarik gitu kenapa sih!!"kata Maisi juga kaget saat ini dia sudah duduk dipangkuan Albert.
"Diamlah, jika kamu bergerak entar ada yang bagun lo." canda Albert lagi.
"Apa yang bangun kak?" polos Maisi
"Kamu gak bakal tahu, makanya diamlah." kata Albert lagi dan tersenyum pada Maisi saat ini ladi Megalungka kedua tangannya dileher Albert.
"Turunkan aku kak, kamu lepas tu tanganya aku ingin duduk di sofa saja." elak Maisi sedikit ada rasa malu pada Albert yang ingin bermanja dengannya saat ini.
__ADS_1
"Tunggu sebentar saja Maisi, aku sangat merindukan kamu,entah kapan lagi aku akan kembali, soalnya banyak kerja di Jerman yang aku urus." kata Albert.
Maisi hanya diam sesaat mendegar kata Albert, dia juga sedikit sedih kerena bertemu dengan Albert juga bakal lama lagi,Maisi harus sabar menjalani hubungan dengan jarak jauh dan dengan negara yang berbeda,membuatnya harus mesti sabar menjalankan hubungan ini.
"Kak, apa kamu bakal lama lagi kesini?" ulangnya lagi.
"Itu yang belum aku tahu sayang,aku inginnya selamanya disini, kerena aku tidak betah disana, sebelum kamu mengenalku, aku lebih suka tingal disini." jelas Albert
"Apa kamu sedih berpisah denganku?"tanya Albert sedikit merusak pipi mulus Maisi dengan lembut.
"Mmmm, aku merasa kehilangan lagi kak, jika kamu kembali kesana, apa lagi dengan waktu yang lama." jelas Maisi jujur pada Albert saat ini.
"Aku juga akan merasakan hal yang sama dengan kamu Mai, tapi aku akan usahakan kembali secepatnya, jika gak ada kerjaan lagi disana."kata Albert sedikit membuat hati gadis di pelukannya itu senang.
Lama Maisi terdiam, memikirkan hubungannya dengan Albert saat ini, apa mereka berdua bisa bersatu nantik apa tidak, Maisi melamun saat ini, entah gantai mana kedepanya lagi hubungan mereka berdua.
"Hai kamu kenapa diam saja,apa kamu gak suka aku kembali ke Jerman Mai?"
"Bukan begitu Kak, aku tidak pernah melarang kamu, mau tingal disini atau dinegara kamu,aku juga tidak apa-apa kak."kata Maisi dengan senyuman sedikit dipaksakan di hadapan Albert saat ini, walau dia sedih akan berpisah kembali dengan Albert.
"Aku bersyukur mencintai gadis seperti kamu Mai, mengerti akan keadaanku saat ini, aku harap kamu sabar ya, aku akan selalu milik kamu, hati ini hanya untuk kamu." kata Albert dengan senyuman terkembang dibibirnya saat ini.
"Terimakasih juga Kak, kamu mencintaiku dengan tulus, bisa menerima aku apa adanya, tapi aku takut kak, jika nantik orang tua kamu tidak akan menyetujui hubungan kita ini kerena aku bukan orang kaya, jauh dari kata itu." sendu Maisi lagi.
"Jangan pikirkan itu, semua itu kita yang akan menjalankan hidup bersama nantik, bukan mereka, jika kedua orang tuaku tidak setuju dengan hubungan ini aku akan tetap akan menikahi kamu sayang, Jagan pikirkan itu, aku sungguh-sungguh mencintaimu dan meyayangi kamu dengan sepenuh hatiku." kata Albert sungguh-sungguh berkata pada Maisi saat ini juga menatapnya.
"Muahhh."' Maisi mencium pipi Albert dengan gemas.
"Kamu sudah bertambah berani dengan aku Mai!! " kata Albert baru saja mendapat bunus dari Kekasihnya itu.
"Karena kamu yang selalu mengajariku." kata Maisi mendekatkan keningnya dengan kening Albert sambil tersenyum manis pada Albert.
Dengan cepat Albert meyabar bibir manis Maisi lagi, keduanya menikmati ciuman mereka sehingga Sampai Maisi kebisan nafas.
Albert melepas ciuman dan pangutan mereka saat ini, kerena sudah tersadar kerena apa yang sudah membuat mereka lupa diri saat ini, Albert tidak akan melakukan lebih pada gadis yang dicintainya itu sebelum mereka sah menjadi pasangan halal.
Albert akan selalu menjaga Maisi,dengan rasa cinta yang besar pada Maisi, dia tidak mau menyakiti hati Maisi.
Albert berdiri dari duduknya saat ini, dan berajak kedapur untuk mengambil minum.
__ADS_1
"Ahhh sial kenapa aku jadi tidak bisa menahan gejolak di diriku saat ini,kamu lagi jagoanku bisa-bisanya kamu hidup." kata Albert sedikit pelan bicara pada benda pusakanya itu.
***************