
"Sekarang jelaskan Apa yang inngin kamu jelaskan padaku!! " kata Maisi
Albert melihat wajah cantik itu jelas terlihat raut kecewanya padanya.
"Mai, aku mintak maaf kerena telah membuatmu seperti ini,Gadis yang bersamaku semalam bukan siapa, dia adik sepupuku juga tingal di Indonesia, dia kembali memang kebetulan sama denganku." terang Albert pada Maisi yang masih saja diam mendengar apa yang diucapkan olehnya.
"Termasuk kamu dengan dua bulan yang lalu kamu juga kembali kesini,tampa menemui aku? apa itu adil untuk aku kak? kamu datang dan pergi dengan sesuka kamu, tanpa memikirkan hatiku." kata Maisi hanya Nenatap pria itu dengan sendu.
"Hari itu maaf Mai, aku benar-benar tidak memiliki waktu bayak setelah aku bertemu Kevin saat itu, aku langsung terbang untuk ke negara lain menyelesaikan pekerjaanku,Maaf aku tidak bisa menemui kamu hari itu."jawab Albert menatap menatap gadis yang setahun ini membuatnya tidak tenang.
"Kamu bisa dengan selalu berkata maaf,karna itu yang mudah yang bisa diucapkan, tapi adakah selama setahun ini kak Albert mengerti dengan perasaanku? tidak!! Sekali saja kakak tidak pernah bertanya tentang aku,jangankan untuk menlponku,satu chat saja kakak tidak bisa menulis, dengan satu sapaan saja, itu sangat berakti untuk aku."kata Maisi bejata kerena kesalnya dan rasa kecewanya pada Albert saat situasi seperti ini.
"Aku tidak ada yang aku harapkan lagi pada kamu kak,aku merasa tersakiti, kecewa apa yang sudah kamu bikin setahun ini pada ku, kamu memintak aku menunggu tapi kamu sendiri yang mengiginkan seprti ini." kata Maisi menyatukan tetesan beniing itu dipelupuk matanya, kerena tidak mau lagi berharap besar pada pria di hadapannya itu.
"Mai jangan bicara seperti ini, aku tidak bermasuk membuat kamu kecewa padaku, aku mencintai kamu Mai, aku mohon maafkan aku,setahun ini aku coba untuk pokus dengan pekerjaanku dan masalahku sehinga aku membuat kamu merasakan ini semua.
Maisi mendengar ungkapan cinta dari Albert dirinya hanya tersenyum masam saja, tidak ada yang membuat dirinya senang, karena dia sudah tidak ingin lagi dengan semua ini.
"Lupakanlah semua ini kak, aku tidak ingin lagi,berharap banyak darimu, lupakan cinta itu, karena rasa percaya diriku terhadap kamu sudah sirnah." kata Maisi dengan hati yang sangat sakit saat ini mengatakan itu semua.
__ADS_1
"Mai aku mintak maaf,aku salah, tapi coba kamu bertimabangkan lagi apa yang sudah kamu katakan itu, aku sunguh-sungguh mencintaimu Mai." kata Albert sangat serius pada Gadis dihadapanya itu.
"Kak jangan paksakan dirimu untuk mencitaiku, kerena semua ini tidak akan pernah terbalaskan olehku,aku tidak mau lagi membahas ini, sekarang pergilah, dan kembali kenegara mu,aku tidak sebanding dengan kamu, lupakan semua tentang kita." kata dari akhir dari Maisi untuk Albert.
Maisi ttidak mau agi lebih sakit dari ini untuk nantiknya, kerena Albert bukan pria sembarangan, dia adalah anak dari pengusaha kaya dari Jerman, tidak mungkin Maisi membalas cinta Albert, kerena bukan dia yang pantas untuk pria seperti Albert.
Maisi sudah memikirkan ini dengan matang, kerena dia adalah anak orang miskin, yang tidak mungkin seorang Albert mencintai dirinya, masih bayak gadis yang lebih cantik dan sepadan dengannya untuk mendampingi Albert kelak, bukan dirinya.
"Mai apa itu benar yang kamu katakan padaku hari ini?kamu tidak mempertimbangkan perkataan dan penjelasan aku padamu?" tanya Albert sudah mulai lemah saat ini.
"Ya kak,bukan aku orang yang tempat untuk kakak cintai, masih ada gadis lain yang bisa kamu cintai dan patas untuk kamu, bukan aku. " kata Maisi singkat.
"Tatap aku Mai, lihat aku, jangan tundukkan kepalamu, saat seprti ini agar aku bisa melihat kamu, apa benar kamu ucapkan ini?" lanjutnya Albert lagi mengambil tangan maisi dan Albert mulai meyakinkan Maisi.
"Mai, aku sangat mencintaimu, semenjak awal kita baru ketemu, rasa sukaku padamu sudah ada tapi aku selama ini menepis perasaan ini, kamu tahu, semenjak kita jauh dan tidak bertemu, baru disana aku menyadari semua ini, aku yakin dengan perasaan dan hatiku hanya untuk kamu Mai,jangan pernah bilang ini lagi semua ini Mai, aku mohon jangan biarkan aku dengan kekecewaan yang sama dengan kamu, aku mencintaimu Mai." kata Albert menatap Maisi dengan mata tajamnya itu.
"Aku tidak pantas kak untuk kamu, aku orang miskin, suatu saat nantik pasti bayak halangan untuk kamu,kerena keluaga kamu tidak akan pernah bisa menerima ini semua Kak, aku tidak memiliki apapun." kata Maksi menagis.
"Jangan paksakan diri kamu mencintai aku, pada akhirnya nantik pasti kita sama-sama tersakiti, mulai sekarang lupakan aku,jangan kamu paksakan diri kamu untuk mencintai ku lagi, carilah gadis yang bisa mendampingi hidup kamu kelak, bukan aku." kata Maisi meningalkan Albert yang duduk terpaku mendengar kata Maisi.
__ADS_1
Sebelum Maisi masuk kedalam, Maisi melihat Albert tertunduk dengan tetesan air mata.
"Pulanglah, dan kembalilah kenegaramu,aku akan melupakan ini semua." kata Maisi masuk kedalam rumahnya meningalkan Albert sendiri duduk dipohon jambu itu.
Sampai didalam Maisi tidak dapat lagi menahan sesak didadanya saat ini, dia langsung berlari masuk ke kamarnya, merupakan semua rasa yang berkecamuk saat ini dihati dan pikirannya pada Albert.
"Aku jahat kak, sudah meyakiti kamu dengan kata-kata ku, tapi ini yang terbaik untuk kita, aku tidak mau berharap bayak dari diri kamu, walau kamu mencintaiku dengan tulus,tapi bukan aku gadis yang tepat untuk kamu cintai." tangis Maisi terdengar di ruangan kamar itu.
Maisi menahan dirinya saat ini tidak membalas cinta Albert kerena dia tidak mau merasa kecewa nantinya, kerena Albert orang kaya, tidak mungkin keluarganya bisa menerimanya sebagai kekasih Albert.
Albert menatap rumah Maisi dengan air mata yang masih jatuh di pipinya saat ini, dia jauh-jauh datang untuk Maisi, tapi apa yang didapatkan, hanya rasa sakit dengan hati hancur, cintanya selama ini tidak terbalas lagi oleh Gadis yang setahun ini sangat dirindukannya itu.
"Kamu benar Mai, aku yang salah tidak pernah menghubungi kamu selama setahun ini,tapi sampai kapanpun aku akan tetap mencintai kamu, tidak akan ada yang bisa mengantikan diri kamu di hatiku.
"Baiklah aku akan pergi dengan membawa luka dan kesakitan ini sendiri, kerena rasa cinta ini tidak akan pernah akan terbalaskan, kerena aku juga penyebab semua ini, aku yang memintak kamu menunggu tapi aku yang mengabaikan ini semua.
"Sampai jumpa suatu hari nanti Mai, aku akan pergi, kerena ini yang kamu inginkan." kata Albert meningalkan rumah Maisi, semua yang sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa mendapatkan maaf dari Maisi,dengan perasaan yang hancur saat ini Albert pergi dari rumah gadis yang memikat hatinya selama ini.
***********
__ADS_1