SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Kembali berpisah


__ADS_3

Akhirnya waktu hari ini tidak terasa mereka habiskan seharian kerena albert akan berangkat ke bandara untuk kembali ke negara asalnya lagi.


Jam 7 malam Albert turun dari apartemennya dengan mengandeng Maisi disisinya sampai dipakiran kendaraan mereka saat ini dipikirkan.


"Aku harap kamu bisa kembali dalam 6 bulan lagi kesini kak, tepati janji kamu padaku, aku akan menunggu waktu itu datang, jangan biarkan diriku mengambil keputusan yang salah jika kamu tidak sampai datang menemuiku." Harap Maisi pada Albert saat ini kerena dia juga tidak mau menikah dengan pria lain nanti jika Albert tidak datang dengan tepat waktu.


"Aku akan bekerja keras untuk kamu Mai, semoga saja aku bisa menyelesaikan kerjaku sebelum waktu itu datang." kata Albert juga dedikit tidak ingin melihat Maisi sedih jika dia sampai tidak bisa memenuhi janji itu dengan tepat waktu.


"Aku sunguh berharap ini semua dari kamu kak, jangan bikin aku sedih dan kecewa, aku akan menunggu kamu datang kesini lagi, disaat itu kamu akan mendengar semua apa yang ingin padaku." janji Maisi dengan harapan yang besar pada Albert.


"Aku berjanji Mai,tunggu aku datang."kata Albert memeluk tubuh kecil itu sebelum. mereka sama-sama akan berangkat.


Lama Albert dan Maisi larut dalam pelukan itu, ada rasa tidak relah saat ini dihati mereka akan berpisah lagi, entah kenapa kali ini Maisi sangat berat untuk melepaskan Albert pergi meningalkan dia.


Albert juga sama saat ini apa yang dirasakan oleh mereka saat ini dengan Maisi, mereka berdua sama-sama tidak mau berpisah.


"Sudah kamu pulang ya,aku akan berangkat sekarang juga, jaga diri kamu baik-baik disini Mai, aku tidak bisa menjaga kamu."kata Albert mengusap air mata Maisi jatuh di pipinya saat ini."Jangan menagis, tersenyumlah biar aku senang meningalkan kamu Mai." bujuk Albert pada Maisi yang masih menagis.


"Aku takut kak kepergian kamu kali ini,kita tidak akan bertemu lagi."kata Maisi sunguh tidak bisa melepaskan Albert.


"Jangan berkata begitu Mai, aku kan kembali dengan apa caranya nantik aku akan kembali kesini." kata Albert meyakinkan kekasihnya itu.


"Sekarang kamu pulanglah, nantik kakak kamu mencari, aku juga akan berangkat."


"Baiklah Kak, sampai jumpa nantik kak." kata Maisi naik ke motornya saat ini sambil memasang helem di kepalanya, masih melihat Albert yang menatapnya agak sedih.


"Hati-hati ya!! " senyum Albert melihat kepergian Maisi dari parkiran itu untuk kembali kerumah.


Setelah kepergian Maisi Albert juga langsung ke bendara saat ini dengan Taksi online yang sudah di pesannya.

__ADS_1


Albert sangat sedih meningalkan Indonesia dan gadis yang sangat dicintainya itu, dalam perjalanan ke bandara Albert hanya terdiam terpaku, memikirkan nasip cintanya nantik setelah kembalinya dia ke Jerman, apa ayahnya mau menerima apa yang diinginkan olehnya.


Albert harus bisa mencari jalan keluar masalah yang akan dihadapinya kedepan, kerena ayahnya beberapa tahun ini selalu bersikeras menjodohkan dia dengan anak teman dari kalangan bisnissnya.


Albert tidak bisa menerima ini semua, selama 4 tahun ini dia hanya bercerita pada bundanya saja, bahwa dia sangat mencintai gadis dari Indonesia.


Tidak terasa mobil yang membawa Albert sudah sampai di bandara,Albert tidak sadar bahwa dia saat ini sudah sampai, dia larut dalam lamunannya.


"Maaf tuan,kita sudah sampai!! " kata supir taksi itu.


"Tuan!! "


"Tuan!! pangil supir taksi itu kembali sehinga Albert tersadar dari lamunannya.


"Ahhh ya pak!! maaf saya bikin bapak menunggu." kata Albert merasa tidak enak.


"Tidak apa tuan,apa anda baik-baik saja? saya perhatikan dari tadi anda melamun saja selama perjalanan kesini." kata Sang supir lagi.


Albert menuju pintu masuk bandara dengan hati yang berat melangkahkan kaki untuk meninggalkan Indonesia kembali.


Albert berhenti sejenak dan menoleh sebentar kebelakang melihat arah luar bandara.


"Tunggu aku Mai, aku akan datang terahir kali pas 6 bulan kedepan, kita akan menikah, aku tidak mau kita seperti ini lagi, aku mencintaimu, aku harap kamu juga menungguku." kata Albert dalam hati dan melanjutkan kembali langkahnya masuk kedalam bandara itu.


Lain saat ini dengan Maisi yang baru sampai dirumah, saat ini ada Sakya yang baru sampai duduk di bangku luar dengan ivan abang sepupunya.


Maisi dengan mata bengkak turun dari motor itu, melihat Ivan dan Sakya melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Kamu abis menagis Dek?" kata Sakya yang tahu hati gadis yang sedang berdiri itu dihapannya saat ini sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Mai?" kata Ivan bertanya.


"Kak Sakya, aku kembali akan merasa kehilanganya lagi,dia akan pergi lama, entah kapan dia akan kembali kesini. " ungkap Maisi memeluk Sakya yang sudah diangap kakaknya itu.


"Hai kenapa kamu bisa secegeng ini Dek, aku tahu kamu wanita yang kuat, tapi kenapa kamu serapu ini?" tanya Sakya kembali.


"Saat ini aku tidak bisa melepaskan dia kak,aku takut kan kehilangan dia kali ini, hatiku berkata lain kak." kata Maisi menumpakan kesedihan didepan kedua pria tampan itu.


"Sudah dek!! abang yakin tuan Albert akan kembali untuk kamu Mai, kerena dia juga sudah berjanji pada ku." kata Ivan menenangkan adik sepupunya itu.


"Jangan takut Dek, semuanya akan baik-baik saja, ada kami disni jangan merasa sedih seprti ini kerena dia pergi untuk beberapa waktu." kata Sakya lagi dengan memeluk Maisi.


Sakya dan Ivan sangat kasihan dengan nasib hidup adiknya itu, tidak sebaik nasib parah sahabatnya,Maisi selalu hidupnya dengan kesedihan selama ini dimulai dari ayahnya meninggal, hidupnya tidak pernah lagi merasakan kebahagian.


Sakya hanya bisa menghibur hati Maisi yang lagi sedih dengan Ivan saat ini, Sakya selama ini juga orang sangat dekat denganya.


"Sudah jangan menagis lagi, jika seperti ini terus batik hilang cantik kamu Dek, lihat itu jelek kali bentuk wajah kamu." canda Sakya dengan gusap air mata Maisi yang jatuh di pipi nya.


"Kak aku lagi sedih, biarkan aku seperti ini dulu, jangan mengejekku !! " kesal Maisi pada Sakya.


"Siapa yang megejek, memang seprti itu kenyataannya." kata Sakya lagi.


"Lihat itu, mata kamu saja sudah tidak terbuka lagi, sudah seprti opa-opa yang di film itu." kata Ivan menabung ejekan Sakya.


"Tukan benar apa kataku, Hahahaha ketawa Sakya dan Ivan bersamaan.


"ihhh kalian ini!! " kata Maisi kesal dan merajuk.


Maisi hanya diam duduk disamping Ivan saat ini dengan mulutnya yang manyun saja pada kedua pria yang meperhatikannya.

__ADS_1


**************


__ADS_2