
Malam ini mereka berempat tidak banyak bicara, Maksi sibuk dengan cetingan dengan grup Chatnya empat sekawan itu,Maisi tersenyum sedikit kerena ada yang lucu dengan tingkah Kenzi dan Ririn yang berfoto alah romantis ditempat tidur dangan Kenzi yang memegang perut buncit istrinya itu.
"Gila ni anak!!" sahut Maya, juga ikutan komentar sedikit bicara pada Maisi.
"Lo gak tahu saja Pasangan bahagia, sebentar lagi bakal jadi mamy dan dedy, Itu bagi gue sangat menyenangkan May,, eeh apa lo gak pengen kayak mereka?" tanya Maisi pada Maya yang didengar oleh Kevin dan Albert didepan TV itu juga.
"Ya siapa yang gak kepengen, semua wanita pasti memimpikan itu semua memiliki keluarga bahagia yang sudah memiliki momongan itu adalah hal sangat menyenangkan Maisi."senyuman Maya terpancar pada Suaminya yang duduk disampingnya.
"Kamu Yang sabar ya, kita lagi usaha!! " kata Kevin mengusap kepala istrinya itu.
Sedangakan Albert hanya Diam saja Melihat Maisi tersenyum,Albert memperhatikan gadis itu dari tadi.
Maisi hanya santai saja dia juga tidak mau bicara lagi dengan Albert kerena kejadian sore tadi dikamar Albert.
"Al lo kenapa diam saja gue perhatikan dari tadi,apa masih mikir tentang Kata Papa lo?" kata Kevin melihat Albert diam dan santai saja duduk melihat kearah TV.
"Gue belum memikirkan ini semua Vin, bukan gue gak mau kembali, tapi gue hanya memikirkan keadaan adik gue sekarang, yang gak bisa lagi menghirup udara luar selain ruangan yang bauk obat itu." kata Albert seadanya.
"Lo yang sabar dan kuat ya, untuk menjalankan ini semua, kerena ini jalan dari Tuhan agar kedua orang tua kaliann sadar kerena sudah megacbaikan kelian selama ini,sekarang saatnya mereka menyadari kesalahan itu dari adik lo yang sudah terbaring tidak berdaya sekarang diruangan itu." kata Kevin mengerti perasaan Temannya itu.
"Terus sekarang bagai mana keputusan lo,tentang apa yang sudah di mintak oleh papa lo?" tanya Kevin kembali.
"Gue belum memikirkan itu vin,gue belum mau mengambil keputusan yang belum gue minati saat ini, gue masih betah disini." kata Albert santai.
"Itu terserah lo saja Al, gue tidak pernah mamaksa lagi lo harus kembali ke negara lo,hanya saja pikir lagi permintaan papa lo, kerena lo adalah penerus mereka, sudah lama lo meningalkan rumah dan keluarga lo." kata Kevin lagi.
"Akan gue pikir kembali Vin, tapi belum sekarang." kata Albert sedikit terdiam apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Mas aku ingin makan sesuatu, apa kita keluar saja, ini malam minggu, kita cari makanan diluar yok!! bosan harus dirumah terus." regek Maya pada Kevin.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa Sayang?tanya Kevin
"Apa saja, yang penting kita kekuar mumpet ni otak jika dirumah saja Mas!! " kata Maya Lagi.
"Ok, kita keluar!!, lo ikut gak Al,biar kita bisa cari udara segar diluar bentar." kata Kevin.
"Lo aja Pergi gue malas Vin,gue mau istirahat bentar." kata Albert.
"Ya sudah, kita pergi ya." kata Kevin pada teman dan Asistennya itu.
"Lo ikut Mai?" kata Maya pada Sahabatnya Itu yang lagi Menelpon Adiknya yang baru saja Angga menghubunginya.
"Lo aja yang pergi ya May, gue masih bicara sama Angga dan ibu." kata Maya sedikit teriak dari dapur.
"Ya sudah aku tingal ya." kata Maya Pergi dengan Kevin.
Albert saja diruangan TV itu yang masih meyaksikan film serial itu.
Tidak lama Maisi berjalan ingin masuk kedalam kamarnya saat ini, kerena kaget melihat Albert yang masih nonton, Maisi berjalan pelan dibelakang pria dingin itu.
"Kok dia masih disini? dia gak ikut sama Mereka ya,?" tanya Maisi dalam hati.
"Hai apa yang lo pikirkan?" kata Albert bikin Maisi kaget.
"Gue, mikir apa?" kata Maisi lagi.
"Terus ngapain lo bengong disitu?jika gak mikir sesuatu?" kata Albert santai.
"Jangan Suka asal lo bicara." kata Maisi Melangkahkan kakinya lagi kearah kamarnya saat ini.
__ADS_1
"Ehhh tunggu, lo mau kemana?" kata Albert megambil remot TV diatas meja dan mematikan TV itu dan mengejar Maisi.
"Ngapain lo ngikuti gue, apa mau lo?" kata Maisi berenti berjalan dan berdiri didepan Albert saat ini.
"Tunggu dulu gue mau ngomong sama lo Begok!! " kata Albert
"Apa yang lo ingin bicarakan lagi, sudah gue bilang menjauhlah dari gue!!" tegas Maisi masih saja kesal pada Albert kerena kejadian sore tadi.
"Baik gue akan menjauh dari lo, tapi dengar dulu gue kali ini saja Mai. " kata Albert benar-benar.
"Apa!! kata singkat Maisi yang sangat kesal dan sedikit malu pada pria itu.
"Gue mintak maaf, kerena kejadian tadi, gue betul-betul hilang kedali, kerena lo terlalu meyebalkan." jelas Albert.
"Jika gue meyebalkan, mulai saat ini lo harus menjauh dari gue,kerena gue memeng gadis meyebalkan selama ini, sebelum kenal sama lo gue jiga seperti ini, paham lo!! " kata Maisi sangat marah pada Albert.
"Akhiri semua ini, angap kita tidak pernah kenal selama ini, gue juga mintak maaf kerena gue bukan gadis baik yang lo Impikan,gue dagis bar-bar apa yang selama ini bikin lo benci." akhir kata Maisi dengan air matanya, kerena sakit hatinya mendegar kata Albert.
"Mai bukan seperti itu maksud gue,maaf gue jika meyingung perasaan lo, gue gak maksud buat hati lo sakit kerena perkataan gue, tapi gue benar-benar mintak maaf sama lo Mai."kata Albert habis kata untuk meyakinkan gadis seperti Maisi.
"Jangan bahas lagi, lupakan semua itu,aku tidak masalah dengan semua itu,jangan pernah kita bertemu lagi,ini yang terahir kita bertemu, kerena gue tidak ingin melihat lo lagi." kata Maisi meningalkan Albert dengan rasa sedih.
Hati maisi sakit kerena selalu dibilang meyebalkan, cewek bar-bar,super cerewet, Maisi sedih entah kenapa hatinya sakit saat mengatakan itu semua pada Albert.
"Lo lagi kenapa Maisi, bisa-bisa lo cari gara-gara sama dia yang gak punya hati itu, jadi apa sekarang lo sendiri yang merasa sedih,entah perasaan apa ini, gue kok rasa lain ya, saat dia mengatakan maaf sama gue, hati gue gak terima apa yang gue sudah ucapkan padanya." kata hati Maisi berkecamuk saat ini.
"Jangan gila kamu Maisi, kerena pria seperti dia,lupakan semua itu,lo pokus lah dengan apa tujuan lo kesini, bukan ada hal lain yang harus lo pikirkan, lagi pula dia bukan siapa-siapa lo, untuk apa lo mikirkan dia." kata Hati Maisi sediri sambil membaringkan tubuh kecilnya itu dikasur empuk itu.
Lama Maisi memikirkan itu semua akhirnya dia Tertidur juga, sampai pagi.
__ADS_1
**************