
"Ya suda kita pergi sekarang. "kata Albert langsung membatu Maisi keluar dari dalam rumah untuk ke mobilnya.
Sampai dimobilnya Albert, Maisi masuk kedalam mobil itu dengan hati-hati kerena kaki sama sekali tidak bisa dipijakan sehingga membuat Maisi susah untuk bergerak.Albert yang melihat Maisi dengan sudah paya untuk masuk, akhirnya Albert dengan cepat membatu gadis cerewet itu.
"Biar aku bantu saja Mai,Menunggu kamu naik kedalam mobil kelamaan kali. " kata Albert akhirnya mengangkat tubuh Maisi untuk masuk kedalam mobilnya.
"Tapi kak!! " kata Maisi tidak bisah menolak lagi apa yang sudah dilakukan Albert kerena Albert sudah megedongnya.
"Diamlah jangan bayak bicara. " kata Albert dengan tingkah dinggin dan cueknya itu.
Akhirnya Maisi sudah duduk di bangku depan di samping Albert yang mengemudikan mobilnya saat ini keluar dari rumah besar milik temannya itu.
Selama dalam perjalanan Maisi tidak bayak bicara, kerena dia tidak mau ribut lagi dengan Albert,mengingat Albert sudah membantunya hari ini.
Suasana didalam mobil itu terasa lain, Albert juga tidak banyak bicara, dia hanya membawa mobil dengan pokus pandangannya kedepan, tampa melirik pada Maisi,suasana menjadi kaku untuk Maisi bicara kerena Albert yang santai saja.
"Ahhh dasar Manusia kutup,sampai seharian didalam mobil ini dia tidak akan bicara,tetap saja akan diam, membuat aku jadi salah tingkah sendiri kerena sikapnya ini."gerutuk Maisi dalam hati sambil melihat ke jendela.
Tidak lama mobil yang dibawah oleh Albert sampai juga di rumah sakit itu, Albert segaja menghentikan mobil di depan lobi rumah sakit itu agar Maisi tidak jauh berjalan jika Albert membawanya kepakiran.
Albert turun dari dalam mobil mengambil kursi rodah terlebih dahulu, tidak lama Albert kembali dengan satu kursi rodah.
"Ayok naik keatas kursi rodah ini, aku akan membantumu."kata Albert kembali membantu Maisi untuk naik ke kursi roda itu.
"Terimakasih kak, sudah membantu aku!! singkat Kata Maisi.
"Sudah jangan banyak bicara, sekarang aku akan menemani kamu untuk menemui dokter yang sudah aku hubungi dari rumah tadi." kata Albert mendorong Kursi rodah itu untuk masuk kedalam rumaha sakit itu.
Albert lansung kepoli spesialis untuk patah tulang yang sudah dihubungi sebelum dia berangkat RS, sakit.
Sampai diruang itu Albert sudah ditunggu oleh dokter tampan saat ini,Dokter Radit adalah teman Albert.
"Masuk Al,biar kita Lihat dulu kakinya cewek kamu ini cermderanya sepeti apa." kata Dokter Radit sedikit senyum pada kedua orang itu.
"Kita Masuk Mai, kamu jangan dengarkan dia jika bicara."kata Albert pada Maisi.
"Ya sudah Kak, ayok bantu aku." kata Maisi lagi.
Albert membantu Maisi untuk masuk kedalam ruang praktek Radit yang sudah di lengkapi alat medis dan yang diperlukan oleh dokter tampan itu.
Dokter Radit langsung Memeriksa kaki Maisi yang sudah membek dan sedikit membiru itu.
"Bagai mana Kita skenn saja biar kita tahu, apa ada tulang yang cedera, apa tidak." kata Dokter Radit.
"Itu terserah saja,kamu yang dokter." kata Albert Santai.
"Baiklah jika itu pendapat kamu, kita akan lakukan skenn dulu biar kita tahu hasilnya lebih cepat." kata Dokter tampan itu.
Dokter Radit Melakukan Sken untuk lebih tahu bagai mana Dengan tulang kaki Maisi dibantu dengan satu perawatnya.
__ADS_1
Tidak sampai 30 menit setelah siap melakukan itu semua, dokter Radit keluar dari ruangan dengan membawa satu kertas yang berbentuk photo berwarna hitam itu.
"Al,aku melihat hasil dari kaki cewek kamu ini, tidak terlalu dikawatirkan kerena sedikit Terkilir saja,jika dari tulang tidak apa-apa,Nantik aku beri reseb agar sakit dan bekak pada kakinya bisa cepat hilang dan rasa sakit pun tidak terasa."kata Dokter itu.
"Bengkak dan Rasa sakit ini berapa hari untuk bisa aku bergerak Dokter.?" kata Maisi.
"Itu tergantung, bisa saja nantik setelah Makan obat rasa sakit itu hilang, untuk bengkak nya paling untuk tiga hari ini, kamu harus sabar nona." kata Dokter itu sopan pada Maisi.
"Ohhh gitu ya dok,, Apa aku sudah bisa bergerak besok dok?" kata Maisi lagi kerena dia ingat besok akan mengajar disekolah.
"Tergantung Nona,sebaiknya untuk dua hari ini Kamu istirahat saja itu lebih bagus, agar cepat pulih." kata Dokter lagi.
"Gitu ya!! " lemas Maya.
"Kenapa kamu mau lari-lari dan kecicilan lagi." sambung Albert melihat Mimik wajah Maisi sedikit sendu.
"Tidak, tapi aku ada ujian untuk anak besok tidak mungkin aku libur." kata Maisi lemas.
"Jika Nona mau melakukan kegiatan bisa pakai tongkat terlebih dahulu, jika itu mendesak." ujar dokter tampan itu.
"Boleh juga itu Dikter." kata Maisi sedikit senang.
"Tidak ada kamu sekolah besok,kamu istirahat dulu." larang Albert kesal.
"Jagan gila kak, aku gak bisa libur karena Aku guru baru di sekolah itu, dan baru satu bulan aku mengajar disekolah itu." kata Maisi pada Albert.
"Terserah kamu saja Mai." kata Albert malas berdebat lagi dengan gadis yang keras kepala disamping nya itu.
Albert keluar dari ruangan praktek Radit,sambil mendorong kursi rodah Maisi.
"Kamu tunggu disini sebentar Mai, aku tebus obat ini dulu." kata Albert berjalan kearah tempat menebus obat itu, tidak lama Albert sudah kembali lagi.
Mereka berdua Langsung pulang,namun dalam perjalanan Maisi memintak Albert untuk megantarnya pulang kerumahnya.
"Kak!! kata Maisi mengeluarkan suara lebih dahulu.
"Apa,,ada yang kamu butuhkan?" kata Albert santai sambil melihat Maisi.
"Bisa Antarkan aku pulang kerumah?" kata Maisi sedikit takut.
"Apa tidak sebaiknya kamu ditempat maya saja? Tanya Albert kembali.
"Tidak kak,aku tidak mau merepotkan Maya, aku tidak enak padanya." kata Maisi.
"Baiklah, tapi jika kamu sendiri dirumah apa bisa melakukan kegiatan Sendiri, sedangakan hari ini kamu belum bisa untuk mengijakan kaki kamu Mai ?" kata Albert menatapnya.
"Aku akan usahakan pelan-pelan kak." kata Maisi.
"Sebaiknya kamu tinggal malam ini bersamaku, di pertemanan ku, untuk hari ini saja, jika kamu tidak mau dirumah Maya." kata Albert.
__ADS_1
"Jangan gila kamu Kak, aku gak bisa tinggal sama kamu malam ini, jangan gila kamu." kata Maisi tidak mau, dan menolak apa yang diucapkannya Oleh Albert barusan.
"Tidak ada penolakkan Mai, hari ini saja kamu bersama ku besok tidak lagi, kerena hari ini kamu tidak bisa melakukan apa-apa." jelas Albert lembut pada Maisi.
"Tapi kak....!! ucapanya terputus kerena Albert sudah masuk kedalam pakiran apartemen nya.
"Ya terserah Kamu saja." lemas Maisi.
Albert hanya meyungingkan senyuman liciknya saja saat ini, dia bisa bersama Maisi seharian ini kerena tidak seperti ini Gadis seperti Maisi tidak akan bisa memaafkan kesalahannya yang sudah dibuatnya pada gadis itu.
"Ayok turun Mai!! " ajak Albert pada Maisi
"Ya kak." kata Maisi mencoba untuk menjejakkan kakinya yang masih sangat sakit itu kelantai.
"Jangan dipaksain itu akan membuat kamu akan merasa sakit." cegah Albert.
"Terus aku harus bagai mana ?" kata Maisi lemas.
"Seperti ini lagi !! " kata Albert megedong tubuh Maisi kembali untuk menuju lantai kamarnya saat ini dengan berjalan santai dengan membawa tubuh gadis itu dengan kedua tanganya itu masuk kedalam life.
Tidak sampai 3 Menit Mereka sampai dikamar apartemen Albert saat ini.
Albert membawa Maisi masuk kedalam Apetemen itu dan mendudukan Maisi disofa yang ada diruang tamu itu.
Maisi memperhatikan Ruangan itu sangat Mewah dan Rapi.
"Kamu tingal disini kak sendiri saja?" kata Maisi bertanya pada Albert.
"Iya." jawab Albert santai dan berjalan kearah kulkas dan mengambil minuman kaleng untuk Maisi.
"Minumlah Ini dulu, aku akan memasak sarapan untuk kamu dulu,agar kamu bisa makan obat." kata Albert pergi kedapur miliknya itu, tidak butuh lama pria tampan itu membawa semangkuk Mi di tanggannya.
"Kamu bisa makan mi ini dulu saja, kerena jika aku masak lauk,itu akan memakan waktu lama." kata Albert.
"Terimakasih kak, kamu sudah repot mengurusku pagi ini, maafkan aku jika aku sudah merepotkan kamu." kata Maisi sedikit segan dan merasa malu pada pria yang ada dihadapannya itu.
"Makanlah mi ini setelah itu minum obat ini biar kamu bisa istirahat." kata Albert.
"Baiklah" kata Maisi mengambil mangkuk mi itu dan mulai meyantap mi itu dengan sedikit pelan.
"Aku tingal kamu dulu kekamar, aku mau mandi dulu." kata Albert berlalu dari Maisi masuk kedalam kamarnya saat ini.
"Mmmm,,hanya deheman dan agukkan saja jawaban dari gadis itu,setelah kepergian Albert, Maisi menghabiskan mi itu dan meminum Obat yang sudah disiapkan Albert barusan,Sudah 15 menit Maisi menunggu Albert namun pria tampan itu tidak kunjung keluar dari kamarnya itu sehingga Maisi sedikit mengantuk kerena efek obat yang sudah diminumnya tadi.
Maisi tertidur disoffa itu dengan Nyaman kerena Maisi tidak bisa menahan kantuknya lagi, dia tidak sadar lagi saat ini.
Albert keluar dari kamarnya Saat hendak memangil gadis itu, namun Albert hanya tersenyum saja melihat tingkah Gadis itu.
"Kamu gadis keras kepala Mai, tapi tingkah ceroboh kamu ini tidak berubah." kata Albert memindahkan Maisi untuk tidur dikamarnya agar gadis itu bisa nyaman tidur diatas ranjang yang beralas kasur empuk itu.
__ADS_1
Setelah itu Albert meningalkan Maisi tidur sendiri saja dikamar itu, dan dia keluar untuk mencari apa yang diperlukan oleh gadis nakal itu.
***************