SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Sedikit ingin tahu


__ADS_3

Maisi terbangun dari tidurnya saat ini sudah sudah 8 jam tidur dikamar Albert saat ini kerena nyamannya dia berada diatas ranjang empuk itu.


"Auuuw,, Maisi menarik dan menegangkan urat ditubuhnya baru bangun tidur yang masih terbaring dengan mengeliatkan tubuhnya, saat ini tampa sadar dia di dalam kamar Albert.


Maisi mengucek mata dan mulai meyadari dirinya yang tadi berda diruang tamu apartemen Albert tapi beda saat ini dia berada didalam kamar.


"Aku dimana?Tanya dan bingung Maisi melihat seluruh ruang kamar itu.


Maisi duduk dari tidurnya itu dengan hati-hati kerena kakinya merasa sedikit sakit, tapi tidak sesakit tadi pagi.


"Apa Aku berada dikamar Kak Albert?"tanyanya lagi


"Kamu sudah bangun?" kata Albert baru saja Masuk kekamar itu, kerena dia ingin membangunkan Maisi yang sudah seharian tidur.


"Kak ini sudah jam berapa ? sepertinya aku tidur sudah terlalu lama. "kata Maisi pada Albert yang Menatapnya dengan sedikit senyuman.


"Kamu sudah tidur seharian Mai, sehiga aku bangunkan berulang kali kamu tidak bisa membukak matamu, seperti kerbau tidur." kata Albert santai.


"Masa iya kak begitu,,apa kerena efek obat yang aku minum ya?" kata Maisi heran.


"Mungkin saja." jawab Albert singkat.


"Bangunlah ini sudah sore, dari pagi kamu belum makan,dan minum obat, sekarang saatnya kamu makan dan minum obatnya." kata Albert memberikan Sehelai handuk agar gadis itu juga membersikan tubuhnya.


"Kenapa Memberikan handuk kak?" heran Maisi


"Kamu belum mandi dari pagi, maka mandilah, sini aku bantu kamu untuk kekamar mandi, biar tubuh kamu itu lebih Enak dan Segar." kata Albert Membantu Maisi berdiri dari ranjang itu untuk berjalan kekamar mandi.


Albert mengantarkan Maisi sampai dipintu kamar mandai itu.


" Cukup samapai disini saja kak aku bisa sendiri, terimakasih banyak atas bantuannya kak." kata Maisi lembut.


"Ini pakaian untuk kamu, aku sudah memesannya untuk ganti kamu hari ini." kata Albert memberilan paperback yang ditangannya itu pada Maisi.


"Terimakasih kak." jawab Maisi singkat dan mengambil paperback itu dari Tangan Albert.


Maisi mausuk kedalam kamar mandi itu untuk membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat,tidak samapai 30 menit Maisi keluar dangan tubuh yang sudah segar, Maisi melihat seluruh kamar itu tidak ada lagi Albert dikamar itu, Maisi merapikan rambutnya setelah itu dia keluar untuk mencari Albert.


Albert yang melihat Maisi sedikit agak susah berjalan dia membantu dengan cepat gadis itu.


"Sini aku bantu kamu untuk duduk di meja makan" kata Albert menuju meja yang ada di depannya itu.

__ADS_1


"Makasih kak."


"Duduklah Mai, sebentar aku ambilkan makanan untuk kamu, tadi aku sudah sempat masak, namun kamu tidak bisa bangun jadi aku meyimpanya kembali kelamari." kata Albert santai.


"Kamu bisa masak kak?" tanya Maisi tidak percaya Albert bisa memasak.


"Masak sehebat kamu,tidak bisa Mai hanya sedikit saja yang bisa aku masak."kata Albert merendah.


"Aku juga tidak seperti apa yang telah kak Albert bilang kok." kata Maisi


"Kamu pintar masak Mai,saat itu aku makan masakan kamu waktu dirumah kamu, itu enak sekali." puji Albert pada Maisi.


"Jangan bilang begitu kak, aku tidak seperti itu." kata Maisi malu.


"Itu memang keyataannya Mai, kamu memang pintar masak." kata Albert sambil menaruh masakan yang sudah di masaknya tadi diatas meja makan itu.


"Makanlah, setelah itu kamu minum obat, agar rasa sakit kaki kamu cepat hilang." kata Albert


"Ayok kak kamu juga harus temani aku makan." kata Maisi mengisih piring itu dengan nasi dan memberikan kembali pada Albert.


"Tidak ada penolakan untuk hari ini kak, aku senang hari ini bisa kamu bantu,anggaplah ini tanda Terimakasih ku dengan mengambilkan makan untuk kamu kali ini." jelas Maisi pada Albert.


"Ya sudah, ayok makan!! " kata Albert tidak bisa menolak lagi walau saat ini dia masih kenyang.


"Tidak usah kamu kerjakan itu Mai, nantik ada Yang datang untuk membersikan piring kotor itu, kamu tarok saja disana." kata Albert penuh perhatian pada Maisi.


"Tapi kak ini cuma sedikit, tidak apa aku cuci saja.


" Tidak Mai, kamu istirahatlah disana." kata Albert melarangnya lagi.


"Ya sudah!! " kata Maisi dengan Sedikit merungut.


"Kita kedepan saja, disana ada TV kita bisa nonton." kata Albert.


Albert berjalan kedepan dengan santainya lebih dahulu dari Maisi,Albert memperhatikan gadis itu berjalan sedikit pelan.


"Duduklah disini kita nonton." katanya Albert


Maisi duduk Di samping Albert sedikit tidak nyaman, kerena cuma ada satu Sofa santai didepan TV itu.


Albert memutar drama Korea yang disukai Oleh Maisi, Albert hanya bisa mengikuti kata Maisi saat ini, kerena dia tidak mau berantam lagi dengan gadis itu.

__ADS_1


Lama mereka berdua diam, suasana diruangan itu hanya hening,Maisi ikut merasa salah tingkah saat ini, rasa kurang nyaman duduk di samping Albert saat ini.


"Kenapa Mai, kamu gelisah saja, kamu tidak nyaman duduk disampingku?" kata Albert juga merasa begitu saat ini.


"Tidak kak, aku biasa saja"bohong Maisi.


"Mai boleh aku bertanya sesuatu pada Kamu?" kata Albert sedikit tidak enak.


"Apa Kak, yang ingin kamu tanya padaku?" kata Maisi kembali.


"Mai aku ingin tanya siapa itu Sakya?" kata Albert.


"Kenapa kak kamu bertanya tentang Kak Sakya, apa ada yang membuat kamu tidak nyaman?" kata Maisi


"Bukan begitu Mai, aku merasa kamu sangat dekat dengannya,apa Sakya adalah kekasihnya kamu?" kata Albert kembali.


"Hahahahahaha kak, apa kamu cemburu sehinga kamu bertanya begitu padaku,apa itu benar?" kata Maisi menatap Albert dengan senyumannya itu.


"Diamlah Mai, jawab dulu pertanyaan ku,untuk cemburu siapa yang bilang aku cemburu pada pria itu." kata Albert santai lain dihatinya saat ini.


"Apa menurutmu dia seprti kekasihku kak?


"Bisa saja begitu Mai, kerena kamu sangat dekat dengannya." kata Albert.


"Dekat memang benar kak, tapi apa yang kakak bilang itu tidak sama sekali, semua orang akan bilang sama jika melihat aku dengan Kak Sakya, dari dulu aku menang seprti itu." kata Maya.


"Terus apa hubungannya kamu dengannya?" kata Albert ingin tahu.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia kak, aku dari remaja sudah bersamanya, waktu itu dia masih tingal dikampung yang sama denganku,sampai saat itu kami berpisah kerena orang tua dari kak Sakya dipindah tuntaskan kebandung,dan saat kau sudah tamat SMA aku bertemu kembali dengan dia waktu di kuliah dan dikampus yang sama,Hari-hari ku bersamanya selama beberapa tahun, sampai akhirnya dia kuliah untuk megabil kuliah S,2 nya diluar negeri sampai sekarang aku tidak pernah bertemu lagi,kemaren itu aku baru bertemu lagi samanya." kata Maksi serius pada Albert.


Albert hanya diam saja mendengar Kata-kata dan penjelasan dari Maisi.


"Mai!! "pangil Albert lagi.


"Ada apa? "Maisi melihat wajah tampan di sampingnya itu.


"Jika ada seorang yang menyukai kamu, apa kamu mau menerimanya ?" kata Albert serius.


"Siapa yang mau dengan gadis seprtiku kak, aku yang Selalu bar-bar dan cerewet, judes ini tidak ada lelaki yang bisa menyukai aku,sedangkan kumu saja menolakku,apa lagi dengan laki-laki yang tidak mengenalku dengan baik, pasti sama dengan kamu megangapku kak." kata Maisi seadanya.


Albert tidak bisa berkata lagi kerena Maisi sudah langsung mengatakan kekurangan dan apa yang selama ini dilontarkan oleh mulutnya sendiri sudah disimpan dihati Maisi sebagai Cewek bar-bar dan sebagainya, yang sering dilontarkan padanya selama beberapa bulan ini mengenal gadis di sampingnya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2