
"Assalamu'alaikum Bik aku datanya. " kata Maisi selalu begitu jika selalu datang dirumah Bibiknya itu.
"Waalaikumsalam, mereka yang ada di serentak menjawab dalam Maisi.
"Kamu Kesini Mai?" kata Bibiknya itu melihat Maisi sudah berada di rumahnya saat ini
"Ehhh ada tamu rupanya, maaf ya bik,aku gak tahu Bibik kedatangan tamu." kata Maisi sedikit segan pada Tamu bibinkanya itu.
"Sini Nak, tidak apa kerena kamu sudah disini mari bibik kenal akan dengan Tante ini." kata Bibinya itu sedikit senang melihat Keponakannya itu.
"Ohhh ya bik, maaf ya tante menganggu perbicangan kalian." kata Maisi sopan pada tamu bibiknya itu.
"Tidak apa Sayang, kita hanya bicara biasa saja tentang kamu kok." kata Tamu bibiknya itu.
"Bicara tentang saya, emang nya kenapa dengan saya bik?kata Maya menujuk dirinya sendiri sambil bingung menatap bibiknya itu memintak penjelasan.
Maisi bingung mendengar kata seorang ibuk yang duduk di depanya itu, Maisi sedikit tidak enak perasaannya saat ini, pasti sudah ada apa-apa saat ini, sambil memperhatikan bibiknya itu.
"Begini Mai, bukann bibik lancang dan bukan pula bibik memaksa kamu, tante ini kesini datang pada bibik ingin melamar kamu untuk menjadi istri putranya, tapi saat ini putranya sedang tidak disini." jelas bibiknya itu.
"Maaf ya Tante, jika aku menolak keinginan tante saat ini, karena aku belum mau untuk menikah, dan juga maaf ya bik, bukan Aku tidak mengahai niat baik kalian berdua untuk aku, tapi aku belum ada terpikir untuk menikah Tante, Bik, maafkan aku menolak keinginan kalian berdua."Kata Maisi sedikit sendu.
"Tidak masalah Nak, jika kamu menolak menjadi menantu untuk keluarga kami, tapi untuk kedua kali kami datang untuk melamar kamu kesini diwaktu yang lain nanti Tante harap kamu bisa menerima lamaran untuk putra tante." kata ibu itu.
"InsyaAllah Tante jika saat itu aku sudah siap , aku dan putra tante jodoh, pasti kami akan bertemu." kata Maisi pada Ibu itu dengan Ramah dan sopan.
"Jika begitu tante akan datang kesini kembali 6 bulan kedepanya untuk melamar kamu kembali, jika saat ini kamu belum bisa untuk menerima putra tante, saat waktu 6 bulan itu tiba, tante dan putra tante akan ikut kesini untuk melamar kamu, tante harap kamu berjodoh dengannya." harap wanita yang cukup cantik dan berada itu.
__ADS_1
"Baiklah tante, semoga saja apa yang tante harapkan, bisa terkabul semuanya." kata Maisi tersenyum lembut.
"Jika begitu Saya akan undur diri dulu, buk, Nak, sampai jumpa kita 6 bulan kedepanya." kata Ibuk itu dengan senyuman pada Maisi.
"Iya Tante, terimakasih banyak Atas semuanya." kata Maisi kembali.
"Maafkan ya buk, kami belum memberi jawaban yang ibu inginkan untuk putra anda." kata Bibiknya Maisi merasa tidak enak hati pada Wanita itu.
"Tidak apa buk,saya mengerti." balas Wanita itu lagi.
"Jika begitu kami pergi dulu, sampai jumpah Nantik." kata Wanita itu meningalkan rumah bibik Maisi itu.
Setelah kepergian wanita itu Maisi, bertanya lagi pada bibiknya tentang wanita itu,kerena wanita itu bukan kalangan orang biasa kerena dari mobilnya saja sagat mewah.
"Bik siapa tante tadi, apa dia teman tante?kata Maisi.
"Aneh, siapa dia ya bik, aku juga tidak mengenal tante itu.
"Sudah jangan pikirkan itu, kita lihat 6 bulan kedepanya dia akan datang dengan putranya, mungkinn saja kamu mengenalnya putranya." kata Bibiknya saat ini juga penasaran.
Maisi juga penasaran tentang wanita barusan datang kerumah Bibiknya itu, kerena dia tidak mengetahui siapa wanita itu.
Maisi hanya diam saja memikir yang baru saja terjadi kerena ini Maisi cukup penasaran.
" Ahhhh ini semua bikin aku penasaran saja, untuk apa memikirkan ini Mai, kita lihat saja 6 bulan kedepan siapa putra ibuk tadi, penasaran gue." kata Maisi dalam hati.
Maisi Jadi lupa tujuanya ingin bertemu Bibiknya hari ini kerena ada yang ingin dibicarakan.
__ADS_1
"Mai kenapa kamu datang kesini? katanya hari ini kamu sangat sibuk?"tanya Bibinya itu heran.
"Kegiatan disekolah dibatalkan bik, karena Kepala sekolah hari ini ada rapat di dinas pendidikan." jawabnya santai pada Bibinya itu.
" Ohhh gitu, jadi untuk apa kamu tiba-tiba kesini siang-siang kayak gini kesini?" kenapa?" kata Bibiknya itu.
"Begini bik aku jadi lupa kerena Tante tadi, hari ini Bang Ivan telpon bahwa disekolah temannya mengajar saat ini membutuhkan tenaga pengajar untuk study Matematika, jadi Abang suruh aku kesana,aku rasa tidak masalah untuk aku mencoba Bik, dari aku suntuk saja didesa ini." kata Maisi menjelaskan pada Bibiknya itu.
"Ya itu tergantung pada kamu Mai, bibik tidak akan melarang kamu, asal kamu senang saja menjalani itu semua, bibi sudah senang." kata Bibiknya itu."
"Minggu ini Maisi akan megudurkan diri disekolah sini bik dan akan berangkat ke tempat Bang Ivan,lagi pula bibik gak usah takut ada Bang Ivan yang akan menjaga Maisi disana,Maisi tingal sama Bang Ivan." kata Maisi Pada Bibiknya itu.
"Ya sudah, jika kamu senang." kata Bibiknya itu tidak mau melihat Keponakannya itu sedih.
Maisi terseyum karena Bibiknya itu tidak terlalu melarang kehidupannya, Bibiknya mengerti apa yang saat ini dirasakan olehnya semenjak ibunya meninggal, maisi sangat sedih.
Hari ini Maisi kembali ke rumahnya setelah siap bicara sama Bibiknya itu,sampai dirumah Maisi menyiapkan semua keperluan untuk megudurkan diri untuk mengajar disekolah yang sudah lama dia berada di lingkungan itu.
Keesokan Maisi langsung memberikan surat pengunduran dirinya pada kepala sekolah, agar dia tidak terlalu keburu kali,setelah itu Maisi kembali mengajar seprti bisanya untuk terakhirnya kali hari ini berada disekolah itu.
Akhirnya perjuangan panjangnya untuk sekolah di desanya itu berahir hari ini,hari ini dia akan mencoba untuk memasa ilmunya untuk sekolah lain,kerean ingin mencari sesuatu yang lain,agar ada perkembanganya dia,untuk pindah ke kota menghilangkan rasa jenuhnya selama didesa.
Maisi kembali dengan senyuman ke rumahnya dengan membawa alat-alat yang selama ini yang dibutuhkan selama mengajar selam disekolah itu dalam satu kotak.
"Semoga saja Aku bisa menemukan sedikit kebahagian, ditempat yang baru dikota yang akan aku coba untuk menata hidup aku kedepanya." kata Maisi sedikit semangat walau kota jakarta sangat padat tapi itu tidak membuang Niat dan tekatnya untuk merubah hidupnya untuk lebih cemerlang nantinya.
***************
__ADS_1