
" Mai,, kamu punya masalah?aku lihat rawut wajah kamu tidak biasanya?""Kata Maya menatap Sahabatnya itu.
"Tidak, gue tidak punya maslah apapun Maya, lo gak usah pikir macam-macam sama gue. " elak Maisi pada Maya yang selalu mengerti dia pada yang lain.
"Jangan bohong lo sama kita. "" sambung Ririn lagi.
"Sumpa gue gak ada masalah kok,sudah ahhh kalian berdua pada kenapa sih? ingin tahu Saja." kata Maisi santai sambil mengelus pipinya bayi mungil itu.
"Sudah janga lo ganggui dia tidur Mai, gue baru saja lepas dari dia." kata Ririn.
"Yah sudah kita keluar yok biarkan Dia tidur dengan tenang." ajak Maya pada Kedua sahabatnya itu.
Mereka Kembali keluar bergabung lagi dengan mereka para pria tampan itu, Maisi hanya santai saja Melihat Albert yang tidak putusnya memperhatikan Maisi, sehinga membuat Maisi merasa risih dan kesal padanya.
"Lo jangan lihat gue terus, mau gue cokel tu mata!! " ancam Maisi yang masih saja ketus pada Albert.
"Siapa yang perhatikan Kamu,kamu saja yang terlalu kepedean." sahut Albert langsung dengan cara bicara yang tidak seperti dulu lagi, gaya bicara Albert sedikit lembut dan tidak kasar lagi.
Maisi hanya bingung saja mendengar ucapan Albert, biasanya jika dirinya berkata seprti itu pasti Albert juga akan membalas kasar juga, namun tidak Kali ini, dia bicara dengan cara yang berbeda kali ini.
"Kenapa kamu diam?" tanya Albert lagi.
"Gue diam salah. " sambung Maisi tidak mau berdebat lagi sama manusia kutup itu.
Albert juga lihat Maisi juga beda hari ini, biasanya dia mana mau kalah jika mulai berdebat seperti ini, tapi hari ini dia memilih mengalah.
"Ehhh Rin gue balek ya,gue kesini hanya sebentar saja, kerena mau antar oleh-oleh Buat bunda dan kalian berdua." kata Maisi memberikan paparbeck itu pada Ririn.
"Makasih Ya Mai,lo baik bangat ya masih mengingat kita." kata Ririn menerima apa yang dikasih Sahabatnya itu.
"iya jangan kayak gitu ngapa sih Rin, mintak jatah tu ama buk mill satu lagi, buk Boss." canda Maisi pada Maya.
"Lo ini Maisi gak berubah ya, usil lo itu." kata Maya sedikit mencubuit Maisi sambil mereka sedikit ketawa..
__ADS_1
"Ampun buk Boss,jangan dicubit entar rusak kulit gue yang mulus ini."kata Maisi lagi.
"Gue cabut , gue mau lansung pulang saja, gak enak gue ninggalin Ibuk lama sendirian dirumah." kata Maisi langsung pulang dan berjalan ke pintu luar, belum sampai dipintu keluar itu Maisi dipanggil lagi oleh Kenzi.
"Lo mau kemana Mai, main meyelonong aja, gak menuai bunda lo?" kata Kenzi.
"Nantik aja gue ke sini lagi, ibuk sendiri dirumah Ken, adik gue lagi gak dirumah." kata Maisi santai saja.
"Cepat kamu pulangnya mai?" sapa bunda mery baru saja keluar dari kamarnya."
"Ehhh bunda,apa kabar bun?" sapa Maisi pada Bunda mery.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat sekarang." senyuman bunda mery padanya.
"Aku pulang dulu Ya bun,soalnya ibuk dirumah cuma sendiri saja." kata Maisi tidak enak.
"Ya sudah gak apa." kata Bunda mery
Maisi langsung meninggalkan rumah itu dan kembali lagi kerumahnya, kerena dia bisa membiarkan ibunya sendiri.
Maisi mengingat Albert kembali saat pikirannya mulai pada pria yang membuatnya menunggu selama setahun ini.
"Kenapa Dia datang kesini ya, apa kerena masalahku ini, membuat dia kesini?" tanya Maisi sambil merapikan lipatan pakaiannya itu.
"Ahhh tidak mungkin Mai,kamu berharap lagi pada dia,untuk apa lagi kamu memikirkan itu semua,yang akan membuat kamu merasa sakit hati saja."kata Maisi bicara sendiri.
"Buang jauh-jauh perasaan kamu sama dia,kamu sangat berbeda dengannya." kata Maisi lagi disela kerjaan menyusun pakaian itu ke lemari.
"Ahhh kenapa pikiran aku selalu mikir sama tu orang, Lama-lama aku bisa gila." kata Maisi lagi.
Maisi pokus merapikan barang-barangnya itu ke lemari lagi dan dia mulai melupakan Albert dipikirannya,lain dengan Albert saat ini seperti cacing kepanasan dikamar rumah Orang tua Kevin saat ini kerena Dia sudah tidak bisa menahan dirinya ingin bicara pada Maisi, setelah pertemuannya tadi.
"Kenapa aku tidak bisa menahan diri seperti ini Sih,apa aku benar-benar mencintainya." kata Albert bicara sendiri sambil megacak rambutnya dengan wajah suntuk nya saat ini.
__ADS_1
"Aku gak bisa menunggu lebih lama lagi hari ini aku harus bisa menyelesaikan ini semuanya, hatiku tidak tenang jika menunggu terlalu lama." kata Albert keluar dari kamar itu dan meminjam motor Bunda mery.
Bunda mery hanya menatap teman putranya itu dengan senyuman saja.
"Kemana dia Bun?kata Kevin baru saja duduk di dekat bundanya itu.
"Bunda juga tidak tahu vin itu anak,suntuk kali dia,sebenarnya dia kenapa Vin, apa ada hubungan dengan Maisi?? " kata Bunda Mery.
"Kaya seperti itulah Bun, dia suka sama Maisi, belum sempat dia mengatakan itu semua, Maisi sudah salah paham terhadapnya.
"Gitu...!! " kata Bunda mery mengerti.
Lain saat ini dengan Albert menuju rumah Maisi saat ini dengan mengendarai motor metik milik bunda Mery dengan santai,sampai dirumah sederhana itu Albert menghebuskan nafasnya lalu turun dari motor itu, Albert mengetuk pintu dan tidak lupa mengucapkan salam.
Tidak lama Pintu itu terbuka,ada Maisi yang kaget melihatnya.
"Kenapa Kamu kesini kak,pergilah aku lagi tidak ingin bicara dengan kamu."
"Tunggu Mai, dengar aku dulu kita bisa bicarakan ini baik-baik biar Kamu tahu, dan tidak salah paham kayak gini, aku pergi dari negara inipun nantik bisa tenang,tidak meningalkan masalah yang membuat aku selalu merasa bersalah terus pada kamu, aku mohon kamu beri aku waktu untuk menjelaskan ini." kata Albert memohon pada Maisi.
"Apa maksud kamu kak,meningalkan negara ini?apa kamu tidak akan kembali lagi kesini?" kata Maisi.
"Aku kesini ingin bersama kamu,aku cuma satu bulan saja disni mai,waktu ini aku luangkan untuk kamu, agar aku bisa lebih lama dengan kamu, tapi belum sempat aku dengan semua itu kamu sudah seprti ini." ungkapan Albert pada Gadis itu yang masih berdiri mematung itu.
"Apa aku tidak diperbolehkan masuk atau kamu tengah membiarkan aku berdiri saja seprti ini.
"Ohhh ya, kita duduk diluar saja,kata Maisi membawa Albert kebangku depan rumahnya itu, mereka duduk dibawah pohon jambu yang ada dihalaman rumah itu.
"Tunggulah Sebentar aku akan mengambil minum untuk kamu." kata Maisi masuk kemabali kedalam mengambil minum untuk Albert dan setobles cemilan
Maisi duduk kembali disamping Albert setelah menaruh minuman itu.
"Sekarang jelaskan Apa yang inngin kamu jelaskan padaku!! " kata Maisi
__ADS_1
Albert melihat wajah cantik itu jelas terlihat raut kecewanya padanya.
*****************