SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU

SALAKAH UNTUK MENCINTAIMU
Sedih berpisah dengan orang terdekatnya


__ADS_3

Kesokan harinya Maisi ke sekolah, saat ini Kepala sekolah sudah menunggu keputusan dari Maisi. Maisi masih santai di kantor guru belum menemui Kepala sekolah kerena Maisi masih memikirkan ini dengan baik.


"Buk Mai sudah ditunggu oleh ibu Kepala sekolah dikantor. " kata Salah satu guru yang baru saja sampai pagi ini.


"Ohh ya Pak, terimakasih banyak." kata Maisi ramah.


"Sana Cepatan Buk, tadi ibuk Kepala sekolah bilang suruh cepat ibu Mai kesana. " kata Guru itu lagi.


"Ya pak. " kata Maya bangkit dari duduknya saat ini, berjalan kearah ruangan Kepala sekolah tidak jauh dari kantor guru itu.


"Pagi buk!! " ucap Maisi sebelum masuk megetuk pintu ruangan itu terlebih dahulu.


"Pasti buk Maisi,silakan duduk Buk." kata Kepala sekolah membalas sapaan Maisi.


"Terimakasih buk. "" kata Maya duduk di bangku depan meja Kepala sekolah itu.


"Bagai mana buk Mai dengan keputusan ibu hari ini, kerena saya tidak sabar ingin mendegar keputusan Dari ibu Mai. " kata Kepala sekolah banyak berharap padanya itu saat ini untuk kebaikan sekolahnya.


"Begini buk, apa ibuk bisa membantu saya untuk hari ini, kerena ibu saya gak bisa jalan dan duduk lama diatas motor, maka saya mintak tolong pada ibu mengantarkan ibu saya ke desa bibik saya tingal." kata Maisi pada Kepala sekolah itu.


"Jika soal itu nantik saya mintak pak kairul untuk megantar ibuk Mai ketempat Bibinya Ibuk Maisi." kata Kepala dekolah.


"Saya harus megantar ibu saya dulu buk baru Saya berangkat dengan tenang, soalnya ini bukan waktu sebentar buk tapi waktu lama." kata Maisi jujur tidak bisa meneningalkan ibunya itu.


"Saya juga mengerti buk Mai, kenapa ibuk Mai tidak mau, tapi tidak kita tidak ada calon untuk kesana buk selain ibu Mai saja." kata Kepala sekolah itu.


"Baiklah buk Saya bersedia demi sekolah kita, kita harus bisa membawa kebaikkan untuk sekolah ini." kata Maisi


"Terimakasih banyak Ya buk Mai sudah memutuskan untuk berangkat besok.


"Ya buk sama-sama,tapi hari ini saya harus megantar ibu saya dan adik saya ketempat bibik saya." kata Maisi kembali.


"hari ini saya akan meyuruh pak kairul megantar ibunya." kata Kepala sekolah.


"Baiklah buk saya permisi dulu buk untuk megajar, kerena terahir bagi saya hari ini untuk murid dan wali kelas dikelasku buk." kata Maisi.


"Ya silakan buk maisi, selesaikan dilu dengan murid ibuk dulu, jangan sampai mereka kecewa pada ibu Mai. " kata Kepala sekolah itu mengerti apa maksud dari perkataan Maisi.


Maisi lanjut masuk ke kelasnya lagi ini dan mengajar muridnya seprti biasanya dikelasnya itu, tapi ada sedkit tidak semagat pada dirinya saat ini, Maisi sangat berat berpisah dengan muridnya saat ini sudah hampir satu tahun ini mereka semua dekat dengannya.


"Anak2 semua, hari ini Ibuk akan megantaka sesuatu pada kalian bahwa hari ini terhir ibuk mengajar kalian, kerena ibu akan diutus untuk studi banding kejakarta selama satu tahun kedepan,ibu harap kelian semua bisa belajar giat tampa ibu ada disini." kata Maisi sebelum jam pulang berahir, Maisi harus mengatakan dulu pada muridnya.

__ADS_1


"Kok bisa ibuk yang dipilih, jadi kami harus ganti wali kelas lagi ya buk, kata benda hara kelasnya itu.


"Iya, ini bukan kemauan ibu,tapi ibu juga harus berangkat besok karena tidak ada lagi yang lain bisa, hanya ibu guru yang masih lajang disekolah ini, mau gak mau ibuk harus pergi." jelasnya pada siswanya itu.


"Ibuk harap kalian semua bisa bbersosialisasi sama wali kelas penganti ibuk nanti."Kata Maisi sedih harus berpisah dengan muridnya itu.


"Berakti ibuk tidak bisa melihat kepegian kami nantik,bulan depan kita sudah ujian akhir buk, jadi kita tidak bisa ketemu lagi sebelum kami tamat." kata Murid kelas tiga itu.


"Ya harus bagai mana lagi, ibu gak bisa menolak keputusan dari kepala sekolah, ini demi kebaikan sekolah kita." kata Maisi memberi pengertian pada Muridnya itu.


"Sekarang kalian boleh pulang jam pulang sudah berahir." kata Maisi sedih.


"Selamat jalan buk, kami pasti merindukan ibuk." kata sala satu muridnya.


"Terimakasih ya, belajarlah kalian dengan giat, ibu yakin kalian akan lulus dengan nilai baik." kata Maisi pada Muridnya itu.


Setelah semua murid keluar Maisi juga keluar dari ruangan kelas itu,dan menuju kantor guru itu,Selamat yang buk Mai sudah terpilih sebagai kondidat dari sekolah kita, semoga saja buk Mai bisa membawa kebaikan untuk sekolah kita." kata salah satu guru lagi.


"Terimakasih atas dukungan kalian, semoga saya bisa membawa yang terbaik dari sekolah yang akan saya mengajar." kata Maisi.


"Semagat Ya buk." kata guru satu lagi.


Sampai dirumah Maisi megemas barang-barang Ibunya itu yang akan dibutukan ibunya selama satu tahun ini bersama Bibinya.


"Dek kamu harus jaga ibu, selama kakak gak dirumah, karena jangan merepotkan bibi, bantu ibu untuk mandi, dan yang lain." kata Maisi pada adeknya itu.


"Iya kak,pokuslah kakak mengajar selama setahun ini disekolah yang akan kakak jadikan acuan untuk diri kakak dan untuk sekolah didesa kita. "kata angga megerti.


"Kamu juga jangan nakal selama kakak gak berada di dekat kamu, kamu selalu ingat, bahwa kita bukan terlahir dari keluarga berada, jangan sesuka hati kamu saja jika ingin bergaul sama temannya kamu." kata Maisi juga mengingatkan adeknya itu.


"Aku megerti kak, apa selama ini aku terlihat seprti itu dimata kakak, angga bergaul sama teman yang bersifat baik kak." terang angga pada kakak nya itu.


"Baguslah jika kamu megerti Dek." kata Maisi sedikit legah mendengar kata adeknya itu.


"Buk jika nantik Ibu merasa kesulitan disana ibu bisa bicara sama Angga biar tidak meyulitkan bibik buk,aku juga tidak enak sebenarnya sama Bibik buk." kata Maisi pada ibunya itu.


"Jangan pikirkan itu nak,ibu akan baik-baik saja selama kamu pergi."kata Ibunya itu tersenyum manis pada putrinya itu.


"Iya buk, aku masih ragu meningalkan ibuk sama bibik, aku tidak enak sama bibik yang harus merepotkan mereka." kata Maisi menagis memeluk ibunya itu.


"Jangan menagis, kamu pergi bukannya lama hanya satu tahun saja, nantik kita bisa berkumpul kembali nak." kata ibunya itu.

__ADS_1


"Aku sedih buk, jauh dari ibu, selama ini Maisi tidak pernah jauh dari ibuk." kata Maisi lagi.


"Sudah jangan cengeng kamu, ibu akan menunggu kamu kembali." kata ibunya itu meyemangati hati putrinya itu.


"Kak itu mobil pak kairul sudah datang menjemput apa kakak sudah siap megemas barang-barang ibu yang akan dibawak?" kata Angga.


"Sudah dek kamu bantu bawak ni barang ibuk kemobil. " kata Maya menyuruh adeknya itu.


"Sini aku bantuin bawak !!"kata Angga mengambil Satu tas yang berisi pakaian ibunya itu.


"Setelah itu Mereka semua berangkat Kerumah bibiknya untuk menitip ibunya Maisi pada bibinya yang berada di kampung sebelah.


Sampai di rumah bibinya itu Maisi Juga menitipkan ibunya untuk sementara waktu sampai dia pulang kembali kedesa ini.


Bibiknya Maisi tidak mempermasalahkan ibunya berada dirumahnya kerena bibiknya itu juga senang bisa merawat kakaknya itu selama Maisi berada dijakarta setahun ini.


"Bik aku titip ibu disini dulu ya, kerena aku harus berangkat besok bi, gak ada pilihan lain lagi selain menitipkan ibu disini bersama bibik." kata Maisi pada bibiknya itu.


"Bibik senang Mai, bisa merawat ibu kamu, selama ini ibumu lah yang merawat bibik dari kecil jadi ini saatnya bibik membalasnya kembali." kata Bibiknya itu dengan senyuman.


"Terimakasih ya bik mau bantu Maisi sementara waktu." kata Maisi lagi tidak enak hati pada bibiknay itu.


"Iya, kamu tidak usah pikirkan ibu kamu, bibik akan jaga Ibu kamu dengan baik, kamu pokuslah mengajar disekolah yang akan menjadi panutan untuk kebaikan sekolah didesa kita." kata bibiknya itu megerti juga.


"Ya sudah bik Maisi juga harus pulang sekarang, kerena harus bersiap, besok pagi aku harus sudah berangkat."kata Maisi.


"Jaga diri baik-baik ya Nak, kamu perhatikan Diri dan kesehatan kamu juga." kata ibunya itu.


"Iya buk, ibu sehat-sehat saja disini ya.


"Bik akun berangkat besok jadi selakili lagi titip ibuk." kata Maisi lagi pada Bibinya itu sambil memberikan uang untuk keperluan ibunya dan Angga selama dia pergi dan setiap bulang diakan mengirimkan uang untuk kebutuhan Ibu dan adeknya itu.


"Untuk apa kamu harus mengeluarkan uang untuk ibu kamu Mai,bibik masih bisa kasih ibuk kamu belaja, ini bawa saja.kata bibiknya itu.


"Biarkan saja bik, mana tahu nantik bibik membutukannya nantik." kata Maisi megasih kembali pada bibiknya itu.


"Ya sudah kamu yang memaksa bibik harus mengambil uang ini." kata Bibinya itu lembut dan baik.


"Maisi pulang ya bik, ibuk." kata Maisi meningalkan rumah bibiknya itu dan kembali lagi bersam Angga yang harus mengantarkan kakaknya itu keterminal pagi esok.


*********

__ADS_1


__ADS_2