
Dalam pertemuan yang tidak disengaja Maisi dan Maya saat ini, duduk sambil meyantap nasih goreng yang mereka pesan,Maisi tidak melihat sama sekali pada Albert, sehingga Albert juga bertaya-tanya dalam hatinya saat ini, kenapa Maisi tidak mengyapa dan melihat kearahnya, apa ada yang salah dengan dirinya .
"Kenapa ni anak,,gak Mau melihat gue dari gue sampai disini, sampai sekarang dia hanya menundukkan kepala saja,apa gue bikin sala sama dia?" tanya Hati Albert menatap Maisi yang duduk dihadapanya saat ini.
"Al, lo gak Makan nasih goreng lo,entar dingin gak enak dimakan lagi." kata Kevin memperhatikan Temanya itu hanya bingung saja.
"Ohh ya,gue gak selera Vin." kata Albert santai.
"Ya sudah,terserah kamu saja." kata Kevin juga tidak mau meamkasakan Albert harus memakan nasih goreng yang sudah dipesannya tadi itu.
"Ehh May, gue duluan ya, ini sudah malam, gue balek dulu ya."kata Maisi pamit pada Maya.
"Ya elah Maisi baru saja kita ketemu,, lo ingin pulang. " lemas Maya.
"Gue besok harus ngajar, lagi pula gue capek bangat hari ini kerena perjalanan." kata Maisi sebagai alasannya agar cepat pergi dari Albert,saat dia bertemu lagi, Maisi sudah janji tidak menganggu Albert lagi.
"Ya sudah gue duluaan ya,kak kevin aku duluan." kata Maisi berjalan kearah penjual nasih goreng itu dan membayar Pesanannya.
Setelah itu Maisi keluar dari tempat itu, berjalan sendiri lagi kearah gang rumah dia tingal, dalam perjalanan Albert menghentikan jalan Maisi.
"Tunggu Mai, gue ingin bicara sama lo, sebentar saja." kata Albert
"Ada apa Kak,apa yang ingin kamu katakan?tanyanya lagi pada Albert.
"Gue mintak maaf pada lo, atas apa yang gue lakukan sebulan lalu pada lo Mai, gue kasar dan tidak sengaja membentak lo."kata Albert.
"Gue tahu lo, menghindar dari gue,tapi gue gak bisa lo diam sama gue.
"Kak, aku gak masalah, dengan kejadian sebulan lalu, angap saja itu tidak pernah terjadi."santainya Maisi menjawab kata Albert.
__ADS_1
"Tapi Mai, gue gak enak sama lo, dari sampai datang lo diam saja tampa melihat gue sedikita saja, maafkan gue Mai." kata Albert lagi.
"Gue sudah maafkan kamu kak,tidak ada lagi yang perlu kakak tidak enak sama aku." kata Maisi pada Albert lembut.
"Ya Sudah, aku pulang kak, sampai jumpa nantik." kata Maisi berlalu dari Albert.
Samapi dirumahnya Maisi hanya diam saja mengingat Albert memintak maaf padanya.
"Apa gak salah tu orang mintak maaf sama gue?mimpi apa dia semalam itu ya?" pikir Maisi sambil duduk dikasurnya saat ini.
"Ngapain gue mala mikirin dia sih, masak bodolah, apa untungnya sama gue." kata Maisi mengambil Bukunya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Disisi lain Albert saat ini Hanya diam saja saat sudah megantar Kevin dan istrinya kerumahnya, setelah itu Albert langsung kembali ke apartemennya untuk beristirahat sejenak dari pekerjaannya hari ini.
"Kenapa Maisi beda hari ini dia bertemu dengan gue, tidak seperti biasanya, gue juga rindu dengan suara cempreng dan gaya bar-barnya itu." ucap Albert dalam hatinya saat ini.
"Gue kok merasakan lain pada dirinya saat ini, biasanya dia selalu mencari gara-gara dengan gue agar gue terpancing untuk berdebat lagi dengan nya itu, tapi beda pertemuan hari ini." kata Albert lagi.
Lama Albert memikirkan Diri Maisi yang sudah beda dari biasanya padanya, entah kenapa,Albert tidak sadar atas ucapannya pada Maisi sebulan lalu bahwa diri Maisi tidak akan pernah menganggu hidupnya lagi jika mereka bertemu lagi.
"Kenapa hati gue gak Terima gini dia kayak gitu sama gue, sebenarnya apa yang terjadi padamu Albert,ayolah Al bangun dari pikiran yang tidak-tidak di kepala lo ini, mengapa lo jadi gila mikir Tu anak. "gerituk Albert pada dirinya sendiri sambil duduk disofa didalam ruangan tamu apartemen nya itu.
"Maisi kenapa Lo jadi biang dipikiran gue, apa gue benar-benar suka sama lo,cewek yang selalu gue paling gak suka selama ini, kerena tingka lo itu, selalu buat gue ingin bertengkar sama lo, tapi kenapa dengn diri lo sekarang, cuek dan tidak acuh pada gue, gue senang pertemuan kita pertama kali, lo selalu meresa ceria dihadapan gue, tipi beda kita bertemu hari ini, lo buat gue gila Maisi." kata Albert bicara sendiri diruangan itu sedikit berteriak.
"Sadar Al,,gila lo ya, cewek desa yang bukan tipe lo selama ini, kenapa hari ini merasa ada yang hilang pada diri gue,kerena lo menjauh dari gue." Ungkap hati Albert yang selalu dia pikir selama sebulan ini tentang gadis desa itu.
Lama Albert termenung di duduk terdiam sambil megetuk-getuk meja yang ada didepannya itu.
__ADS_1
Dalam Albert terdiam sesaat HPnya bergetar, ada pangilan dari orang tuanya saat ini, Albert hanya diam melihat nama panggilan itu, ada nama Sang ayahnya dilayar itu.
"Drakk.... drakk...!!"
Lama melihat Albert melihat ke layar HP nya itu, apa dia angkat atau tidak disaat pikirannya lagi kacau begini.
"Kenapa Sekarang Ayah menelponku,ahhh gue lagi gak mut gini, bisa- bisa gue bertengkar lagi dengannya." ucap Albert masih melihat layar hpnya itu, pada akhirnya dia menerima pangilan itu.
"Hallo Yah, ada apa ayah menghubungi ku?" tanya Albert langsung pada Ayahnya itu.
"Ayah ingin tahu kabarnya kamu disana Nak,apa kamu Baik-baik saja?" kata Sang Ayah lembut.
"Aku baik-baik saja Yah, tidak usah megewatirkan aku Yah." sahut Albert masih tenang.
"Nak kembalilah pulang Nak, sudah bertahun-tahun kamu tidak pulang, selalu lari dari keluarga kamu, sampai kapan kamu akan seperti ini Nak? semua ini salah Ayah dan Bunda kamu selama ini tidak memperhatikan hidup kamu dengan baik, akibat kami hanya sibuk bekerja." terang sang Ayah pada Putranya itu.
"Untuk saat ini Aku belum bisa kembali Yah, Aku masih sibuk bekerja." kata Albert lagi.
"Sampai kapan kamu bekerja dengan orang lain, sedangkan kamu pewaris perusahan besar nak,kembalilah, sudah waktunya kamu mengurus semua perusahaan Ayah,hanya kamu yang bisa Ayah harapkan selama ini, kamu anak laki-laki satu-satunya Kami,jika kami mengandalkan adikmu,itu tidak mungkin, kamu tahu sendiri adik kamu tidak sempurna,dia tidak seperti kamu, dia sudah merasa kehilangan kamu selama ini,pulanglah adik kamu juga membutuhkan kamu untuk kesebuhannya." terang Sang Ayah padanya, saat ini adiknya lagi sakit kanker otak yang menyerang adiknya Semenjak kecil jadi sampai sekarang adiknya Albert tidak bisa disembukan.
"Untuk sekarang aku belum bisa untuk memutuskan hal ini Yah, masih banyak yang Albert pikirkan,selama ini Ayah selalu mengabaikan kita,Lihat Cleo sekarang dia sangat menderita,dia hanya menunggu Akhir hidupnya Yah,dari kecil dia menderita,jika dari dulu Ayah peduli sama dia tidak akan seperti ini Ya, dia lebih memilih meyemuyikan penyakitnya selama ini." kata Albert sedikit nada tinggi, jika sudah mendegar nama adiknya selama ini disayanginya itu.
"Ini semua salah Ayah dan bunda yang kurang kasih sayang untuk kalian berdua, kami egois nak,tapi tidak lagi sekarang Ayah dan bundamu sudah menyadari semenjak kamu semakin menjauh dan adik kamu sakit." terang Ayahnya itu.
"Nantik lah Yah Aku belum bisa memikirkan ini, aku akan kembali ke Jerman nantik untuk melihat Cleo saja, bukan untuk meneruskan usaha Ayah." kata Albert dan memutuskan sambungan Telponya itu.
"Sekarang Ayah baru merasakan, kami sudah menjauh dari kalian berdua,coba dari dulu Ayah meyadarinya,tidak seprti ini nasib Cleo." kata Albert meremas hpnya itu yang masih ditangannya itu, kerena merasa sakit megigat nasib adiknya yang menderita kanker otak saat ini,adiknya tidak bisa menghirup udara segar lagi, hidupnya sekarang tergantung obat dan alat medis dirumah sakit, sunguh miris nasib adiknya itu.
****************
__ADS_1