
Hari ini Albert sangat senang juga Maisi mereka bertemu kembali diwaktu tiga tahun Albert tidak pernah menjejalan kakinya ke tanah air semenjak kejadian hari itu.
Hari ini keduanya sangat bahagia, Maisi tidak mau berpisah lagi dengan pria yang selama ini selalu membuat kesal dan suka berdebat diawal pertemuan mereka.
Tidak terasa waktu hari ini sudah sore, saatnya Albert untuk kembali ke negaranya saat ini.
Jimy masuk kedalam Apertemen untuk memberi tahu Bosnya sudah waktunya mereka berangkat sekarang.
"Maaf bos, sudah waktunya kita berangkat Sekarang." kata Asistennya itu.
"Baiklah Jim, kita berangkat sekarang,kamu bisa tunggu aku diluar." kata Albert pada Asistennya itu.
"Baiklah tuan!! " kata Jimy meninggalkan mereka berdua lagi.
"Mai,, Maafkan aku untuk hari ini, kita tidak bisa bicara lebih banyak untuk hari ini, kerena kerjaanku saat ini lagi menyesak,jadi aku tidak bisa lama disini, Aku janji seminggu lagi aku akan kembali untuk menemui kamu, tunggu aku." kata Albert mencium kening Maisi dengan lembut.
"Aku janji akan kembali, tidak akan membuat kamu menunggu lama lagi." kata Albert memeluk Maisi dan mencium bibir manis Maisi lagi, tanda perpisahan mereka berdua untuk hari ini.
"Aku akan menunggumu, pergilah, tapi jangan membuat aku menunggu lagi dan kecewa untuk kedua kali Kak." senyum Maisi mengerti Albert saat ini,pria yang bersamanya saat ini bukan pria sembarangan, dia adalah putra pegusaha kaya di jerman.
"Aku Janji." kata Albert berdiri dan keluar sambil mengadeng Maisi.
Albert meningalkan apartemen itu turun lantai besmen dimana saat ini Asistennya sudah menunggunya.
"Sampai jumpa nantik." kata Albert belum mau melepaskan gadis itu.
"Pergi lah aku akan menunggu kamu disini kak. "
"Aku mencintaimu Mai, tetaplah disini, aku akan kembali secepatnya." kata Albert serius menatap gadis yang sedang tersenyum padanya itu.
"Sudah sana pergi kasihan itu asistennya kamu nunguin kamu." kata Maisi menyuruh Albert pergi.
"Kamu kembali kerumah hati-hati, maaf jika aku tidak bisa megantar kamu pulang." kata Albert mengusap wajah cantik Maisi.
"Tidak apa, sampai jumpa nantik." kata Maisi tersenyum kembali pada Albert.
__ADS_1
Albert masuk kedalam mobilnya saat ini, dia tidak tega meninggalkan Maisi saat ini yang lagi melihat kepergiannya.
"Aku pergi, jaga dirimu baik-baik." ucap Albert yang terahir.
"Daaaaaa..!! Maisi melambaikan tanganya saat mobil itu sudah berjalan meningalkannya.
Raut wajah cantik Maisi tampak murung lagi saat ini, setelah beberapa jam senang kerena Albert kembali dan bersamanya.
Namun akhirnya mereka harus berpisah kembali, Maisi sangat sedih kerena kepergian Albert kembali ke negaranya lagi.
Maisi meningalkan Parkiran Apertemen Albert itu, kembalik kerumah konrakan kakaknya itu saat ini juga.
Maisi sampai dirumah sudah ada mobil Ivan yang terpakir di bagasi mobil itu, Maisi masuk dengan santainya melengangkan Kakinya berjalan masuk kedalam.
Maisi memperhatikan rumah itu tampak sunyi tidak ada penghuni satupun berada didalam rumah itu.
"Kemana Bang Ivan Ya, biasanya dia pasti nonton jika baru samapai rumah, ini gak lihat batang hidungnya." kata Maisi bingung.
Maisi langsung masuk kedalam kamarnya untuk mandi.
Maisi berkutat didapur dengan megolah sayuran mejadi hidangan lesat, setelah siap dia menaruh keatas meja makan, Maisi yang lagi asik menata makan malam untuknya dan Abang sepupunya itu dia dikejutkan dengan suara orang yang dicarinya tadi.
"Kamu masak apa dek?" kata Ivan santai nya duduk di meja makan itu melihat lauk yang sudah disamak oleh adik sepupunya itu.
"Bikin cumi saus padang saja Bang hari ini, sama sayang capcay saja, juga sama sabal rica-rica." jawab Maisi santai.
"Kayaknya enak ni,Abang sudah lapar duluan negok semua hidangan ini." kata Ivan mengambil Nasi kedalam kedalam piringnya saat itu juga.
"Abang dari mana, aku pulang gak ada Abang dirumah kemana sih?" tanya Maisi.
"Itu mengantar bekas yang diminta bos ke bendara, jika tidak bisa abis Abang dek." kata Ivan.
"Pakai apa Abang kesana, motor aku bawak sedangakan mobil kamu dirumah." kata Maisi.
"Diantar Teman, tapi dia langsung pulang." kata Ivan.
__ADS_1
Maisi tidak Meneruskan lagi pertanyaan itu, dia hanya berpikir saja tentang Albert, apa semenakutkan itu dirinya bagi Kariawanya, sampai semua kariawan tidak bisa berkutip sedikit saja.
"Kamu kenapa Dek, kok melamun gitu,ada apa?" kata Ivan melihat raut wajah adiknya itu.
"Gaka ada, aku gak kenapa-kenapa Bang." kata Maisi masih duduk santai menemani Abangnya itu makan.
"Bang ,,apa bos abang itu galak kali ya, sehingga abang takutnya segitunya?" tanya Maisi pada Ivan.
"Dia itu terbilang Ceo arogan dan sombong,karena dia jika marah dan kita melakukan kesalahan dia tidak pernah mengampuni kesalahan kita, dia langsung exsekusi itu kariawan yang bermasalah." jelas Ivan.
"Iss kejam janget jadi orang Kamu Kak Albert, sehingga Abangku saja takut sama kamu."kata Maisi dalam hati.
Ivan selesai dengan makannya setelah siap makan ivan masuk kedalam kamarnya untuk istirahat sebentar, sedangkan Maisi juga bersantai di devan tv sambil menunggu muridnya akan datang malam ini untuk mengerjakan tugasnya mereka.
Pas Maisi lagi asik menonton sinetron dikejutkan suara nada chat grup para sahabat.
Saat ini Maya yang dulu nongol digrup itu.
"( hoi Mai lo dijakarta kok gak kabari gue,asem lo ya.) " tulis Maya.
"(Tu anak gak pernah berubah Ya, pergi main diam-diam saja, gak kabarin kita.) " balas Ririn lagi.
"( Kalian berdua gak tahu Maisi saja orangnya kayak mana.)" sahut Kenzi lagi dichat itu.
"( Hoi pada berisik lo semua ya, bising telinga gue dengar ocehan kalian.) " kata Maisi akhirnya ikut membalas juga chat para sahabatnya itu.
"( lo tega amat sama gue Mai, masa lo pinda kejakarta kok gak kabarin gue, gue baru tahu dari Mas kevin, katanya Albert yang beri tahu lo ada disini.)"
"Ajaiiy...!!!kayaknya Cinta lama akan bersemi kembali ni.) " ejek Kenzi
"( Apaan si lo Ken, mana begitu, gue gak sengaja bertemu dia tadi.)"jawab Maisi singkat saja.
Maisi sedikit tidak bisa menjawab kata-kata Sahabatnya itu saat ini karena harus bagai mana menjelaskan pada mereka bertiga apa lagi Kenzi yang selalu lebih heboh dari Maya dan Ririn.
Maisi tidak menjawab chat itu lagi dia lebih memilih untuk meneruskan nonton dari pada ribut sama Sahabatnya itu, pada akhirnya dia juga yang akan habis disudutkan oleh ketiga Sahabatnya itu.
__ADS_1
*********