
Albert berdiri dari duduknya saat ini, dan berajak kedapur untuk mengambil minum.
"Ahhh sial kenapa aku jadi tidak bisa menahan gejolak di diriku saat ini,kamu lagi jagoanku bisa-bisanya kamu hidup." kata Albert sedikit pelan bicara pada benda pusakanya itu.
Albert lama berdiri didepan lemari pendingin itu sambil meneguk minum dingin itu untuk menenangkan diri dan benda pusakanya itu kerena sentuhannya Maisi saat duduk dipangkuannya tadi membuat dia jadi menahan diri saat ini.
Albert akhirnya lari juga kedalam kamarnya dan meredakan dengan cara dia sendiri benda pusakanya itu, jika tidak seperti itu dia tidak akan bisa tenang di hadapan Kekasihnya itu saat ini.
Satu jam Albert berada dikamarnya dia kembali ke luar dengan rambut basa dan wajah yang sudah cerah lagi.
Albert melihat Maisi sudah tertidur saja disofa yang ada diruangan tamu itu siang ini, dia tersenyum saja melihat tingkah gadis yang selalu menganggu pikiran selama 4 tahun ini.
"Aku mencintaimu Mai,wajah sendu kamu ini selalu aku ingat,kamu gadis yang bisa membuat aku nyaman, walau kamu dulu bar-bar, super cerewet, tapi itu yang membuat aku senang melihat kamu."kata Hati Albert saat ini lagi mengusap wajah cantik Maisi yang lagi tidur nyaman.
"Saat aku kembali nantik aku harap kamu bisa memutuskan apa yang akan kamu ambil dengan hubungan kita 6 enam bulan kedepan, aku akan mempertahankan kamu, setelah sampai aku di Jerman, aku akan memberi tahu orang tuaku, aku ingin kita menikah Mai, aku tidak mau jauh dari kamu lagi dan kehilangan kamu ."kata Albert lagi menatap Maisi dengan rasa cinta dan sayangnya terhadap gadis yang ada dihadapannya.
Albert mengakat tubuh gadis itu kedalam kamarnya saat ini agar Maisi lebih nyaman lagi tidur diatas tempat tidur dari disofa.
Setelah menyelimuti tubuh gadis itu, Albert beranjak ke sofa yang ada tidak jauh dari ranjang itu.
Albert membukak Leptopnya kembali sambil menunggu Maisi bangun dari tidurnya siang ini,Albert tidak bisa santai saat ini banyak kerjaaan yang harus dikerjakan kerena perusahaan milik Ayahnya termasuk perusahaan besar di Jerman.
Berkali-kali Albert menatap kearah tempat tidur itu,sambil melanjutkan kerjaanya,Albert hanya tersenyum saja,dia masih ingat pertama mereka bertemu seminggu lalu,Albert juga tidak menyangka Maisi akan memaafkan dan menerima dia, kerena keinginan Albert beberapa tahun lalu tidak terpenuhi, Maisi menolaknya.
Albert sangat senang akhirnya mereka bisa menjalin hubungan yang lebih seriusan lagi setelah 4 tahun waktu yang mereka buang kerena keegoisan mereka berdua, baru 4 tahun Maisi baru menyadari bahwa dia sangat mencintai Albert.
__ADS_1
Di hari yang tidak disangka waktu itu Maisi mengantarkan makanan untuk Abang sepupunya ketempat kerja sepupunya, Albert pemilik perusahaan sepupunya kerja mereka berdua dipertemukan kembali.
Ponsel Albert berbunyi yang ditarok di samping Leptopnya, Albert mengakat ponselnya itu, kerena Jimiy sang asistennya yang menghubunginya.
"Ada apa Jim,kamu menghubungiku?" kata Albert dingin dan santai saja.
"Maaf tuan Albert saya tidak bisa menemaninya anda disini hari ini, saya harus berangkat ke Singapura sekarang juga, kerena rekan kerja kita meminta aku harus kesana kerena ada masalah sedikit dengan kerjaan disana, jadi biarkan saya saja yang kesana, tuan harus sendiri berangkat ke Jerman malam ini, kerena jam penerbangan dibatalkan sore ini tuan." kata Jimy pada Atasannya itu dengan sopan.
"Baiklah tidak masalah Jim, kamu bisa berangkat ke Singapura, aku akan berangkat sendiri saja malam ini, kerena aku juga tidak mungkin aku akan meningalkan kerjaan lama." kata Albert.
"Baiklah tuan saya akan menutup pangilanlan ini,jaga diri anda." kata Jimy sopan.
Albert menaruh lagi ponselnya itu diatas meja dan melihat lagi keranjang miliknya itu, Namun Maisi belum juga bangun dari tidurnya.
Albert mulai lagi usil pada Maisi, saat ini dia mengambil poto Maisi yang lagi tidur yang sedikit iler itu, dan menjadi poto profilnya saat ini.
Tiga jam waktu yang mereka abiskan tidur siang bersama, Maisi terbangun dari tidurnya, melihat tangan Albert berada di perutnya saat ini membuat jantung Maisi bergetar lain, ada rasa senang melihat wajah teduh milik pria tampan yang selalu bilang dirinya wanita bar-bar.
Maisi menyentuh hidung mancung Albert dan berkata pada pria yang lagi tidur nyaman itu"aku mencintaimu kak, apa kita bisa bersatu? kerena aku bukan gadis dari kalangan orang kaya, seperti keluarga kamu, aku takut akan kecewa nantik kak, sungguh sakit jika akhirnya nantik kita akan berpisah lagi, apa aku bisa menerimanya?" kata Maisi masih saja merusap lebut pipi Albert.
"Jangan pernah berkata seprti itu Sayang, aku tidak akan pernah melepaskan kamu walau aku harus melepaskan semuanya untuk bisa kita bersatu, aku mencintaimu." sambung Albert mengeratkan pelukankannya.
"Kak!! kamu sudah bangun?" tanya saat Maisi menyambung ucapannya barusan.
"Tentu aku bangun Sayang, kamu selalu memecet hidungku. " kata Albert terseyum. pada Maisi.
__ADS_1
"Maafkan aku kak, membuat kamu jadi bangun." kata Maisi tidak enak hati.
"Tapi aku suka kita seperti ini,aku pasti sangat merindukan kamu Nantik Mai,munkin aku agak lama akan datang lagi kesini, banyak kerjaan yang harus aku kerjakan disana, apa kamu tidak apa aku tingal dengan waktu lama ?" Tanya Albert ingin tahu apa Maisi mau menunggunya.
"Asal kamu masi menghubungiku Kak, aku tidak masalah jika kamu lama disana, asalkan kamu tidak melupakan aku." kata Maisi lembut.
"Aku tidak akan pernah melupakan kamu Mai, kamulah gadis satu-satunya yang akan aku miliki nantik.
"Setelah 6 bulan ini aku ingin kamu bisa mempertimbangkan hubungan kita ini, aku ingin menikahi kamu, aku serius." kata Albert lagi.
"Tapi jika kamu tidak kembali dalam waktu 6 bulan jangan Salakan aku meninggalkan kamu Kak, kerena aku sudah ada janji pada seorang ibuk, yang akan datang kembali untuk melamar ku untuk menjadi istri putranya, kerena dia sudah pernah datang melamar ku, tapi aku masih menolak, kerena aku masih memikirkan kamu." kata Maisi jujur pada Albert.
"Terimakasih kamu masih memikirkan aku Mai, aku janji akan kembali 6 bulan kedepan lebih awal,jika aku tidak kembali dalam waktu melewati waktu yang kita sepakati kamu bisa mengambil keputusan sendiri.
"Apa kamu akan mengiiklaskan aku begitu saja,aku nilai dari ucapan kamu kak agak beda, ada apa?" kata Maisi dengan rasa curiga pada Albert saat ini.
"Bukan kenapa-kenapa Mai,aku mungkin banyak kerjaan bisa aku setahun tidak bisa datang kesini,tapi aku janji akan datang untuk menunggu jawaban dari kamu 6 bulan kedepan Mai, kamu Jagan takut, aku akan berusaha keras untuk mempercepat menyelesaikan pekerjaanku." kata Albert lagi meyakinkan Maisi, saat ini hatinya juga tidak terima atas ucapan Maisi barusan kerena ada orang yang akan datang kembali untuk melamarnya untuk kedua kalinya.
"Perjuangkan aku,cinta kita kak, aku tidak mau kita berpisah lagi, aku mencintaimu." ucap Maisi sedikit sendu menatap mata tajam itu.
"Kamu jangan takut aku akan memperjuangkan hubungan kita ini agar kamu bisa menjadi istri ku." kata Albert mencium bibir manis Maisi.
Kedua sama menikmati ciuman itu,kerena mereka untuk terahir hari ini bertemu, hari ini Albert akan meningalkan Indonesia kembali kenegaranya asalnya.
Maisi tidak mau melepaskan pelukan itu, dia menghabiskan masa mereka berdua dikamar yang mewah milik Albert itu.
__ADS_1
************